Monthly Archives: December 2017

Balap Onta Jaman Now Di Kuwait

Kuwait Camel Racing Club
Setiap Hari Sabtu Jam 13:30 – 17:00
Tiket Masuk : Gratis

 

Namanya Onta, sebenarnya sama  saja dengan Sapi, Kerbau atau Kambing. Tapi binatang yang satu ini seringkali dikeramatkan atau disakralkan oleh orang orang Indonesia ditanah air. Contohnya, ‘Hati Onta‘ ditulis panjang lebar khasiatnya diberbagai media di tanah air dan katanya bisa digunakan sebagai obat asma, kanker, batuk, pilek, panu, kadas, kurap dan lain lain. ‘Air Susu Onta‘ juga diulas khasiatnya dan dicari sangkut pautnya dengan kebiasaan minum para Nabi. Bahkan ‘Air kencing Onta‘pun juga dipercaya sebagai obat yang mujarab dan dijadikan oleh oleh para jamaah Umroh dan Haji sepulang dari tanah suci. Baca tulisan geblek dari link ini : Mujizat Hadits, Fakta Ilmiah Air Kencing Onta Adalah Obat.
Juara Pertama Memasuki
Garis Finish
Bagi orang Arab, nggak ada sama sekali orang yang mensakralkan binatang ini meskipun dulunya adalah tunggangan para Nabi. Baik daging, hati, air susu, air kencing semuanya dianggap sama saja dengan Sapi atau binatang lain. Yang jelas, khasiat dagingnya bikin perut kenyang dan tentu saja enak kalau dibikin Kebab, itu saja. Air kencing onta juga nggak ada yang mau minum. Seandainya anda termasuk orang yang mensakralkan onta, cobalah periksakan diri anda ke Psychiatrist.
Punggungnya Dipasangi Speaker Technology Bluetooth
Dan Motor Electronic Untuk Pecut Dengan
Technology Wireless
Di Arab, khususnya Kuwait, hanya ada dua pilihan saja bagi Onta. Yaitu dijadikan Kebab atau diikutkan Racing. Kalau pilihannya ikut Racing dan bisa menjadi juara maka hidup si Onta akan menjadi lebih baik, makmur dan benar benar diperlakukan khusus. Si Onta Juara akan diphoto dan diajak selfie, diberi piala berlapis emas, masuk TV jadi selebrity sebulan penuh, kandangnya berbeda dengan normalnya kandang onta. Harga jual si Onta akan melonjak sangat mahal sekali. Pernah tercatat, ada onta juara yang laku terjual Rp 25.5 Milyar di Saudi.
Ada Juga Onta Yang Kelelahan
Memasuki Garis Finish

 

Di Kuwait, untuk melihat Onta onta tersebut saat bersaing untuk meraih predikat yang tercepat, terbaik dan termahal bisa disaksikan di Kuwait Camel Racing Club. Lokasinya ditengah gurun pasir yang jauh dari mana mana (The Center Of Nowhere). Tidak ada angkutan umum menuju lokasi balapan ditengah gurun ini. Satu satunya cara menuju ke tempat racing ini adalah dengan mobil pribadi sekitar 50an Km dari kota melalui 7th Ring Road dan belok kekiri melalui Road 602 (Sulaibiya Road) kearah Kabad. Tidak dipungut biaya apapun untuk masuk ke tribune stadium yang megah, berAC sejuk dengan tempat duduk sofa kulit yang empuk.
Klakson Dari Mobil Membuat
Onta Lari Terbirit Birit

 

Jaman Now, balapan onta sudah jauh berbeda dibanding jaman Nabi dulu. Joki anak anak yang naik dipunggung onta untuk mengendalikan si onta dengan cambuk sudah tidak ada lagi saat ini. Sudah dilarang pemerintah karena sering terjadi kecelakaan. Si joki anak anak seringkali terjatuh dan terluka terinjak onta onta dibelakangnya. Undang undang di negara negara Arab saat ini juga lebih baik dengan adanya larangan untuk mempekerjakan anak dibawah umur disemua sektor termasuk Camel Racing.
Menjelang Finish, Mobil Mobil Harus
Belok Ke Kiri Tidak Boleh Mengikuti Onta Lagi
Tanpa joki yang mencambuk dari atas punggung sudah tentu si Onta tidak akan mau lari kencang. Tetapi orang Arab punya akal yang tidak kalah canggihnya dengan bangsa lain. Di punggung onta racing saat ini dipasangi speaker dengan technology Bluetooth. Ada juga motor kecil dengan penggerak accu sepeda motor untuk memutar cambuk ketubuh si onta. Motor ini dikendalikan dengan technology wireless. Tidak cuma itu saja, puluhan mobil dengan klakson yang sangat keras dan berisik akan mengikuti si onta dan membuat si onta lari kencang pontang panting atau tunggang langgang ketakutan.
Jamal, Masuk Garis Finish Pertama
Puluhan Wartawan Menyambut Kemenangannya
Baik suara speaker maupun lecutan cambuk dipunggung onta semuanya dikendalikan oleh assistant sopir yang duduk disamping sopir saat mobil mengejar si onta dari belakang. ‘It’s Fun‘ kata mereka. Gimana nggak fun, terkadang sopir dan pembantunya terlihat ribut saling menyalahkan saat ontanya kalah.  Ribut gaduh tapi juga tertawa, karena masalah sebenarnya adalah signal Blueetoth dan Wifi terputus saat jarak mobil terlalu jauh dari si onta.
Penonton Berkerumun Menyambut
Celebrities Baru – Jamal Sang Juara Nasional
Bersaing Untuk Juara Dua Dan Ketiga

 

Tribune Balap Onta Jaman Now
Full AC Dan Leather Sofa
Ini Kuwait Camel Racing Stadium
Sofanya Empuk Padahal Nggak Bayar Sama Sekali
Penuh – Suara Komentator Juga Gaduh
Disiarkan Langsung Di TV Nasional
Photo Photo Para Juara Dengan Trophy
Dan Medali Kemenangan
Perhatikan Mobil Mobil Yang Mengikuti Dibelakang
Onta Dengan Suara Klakson Yang Berisik
VIP Room Dengan Piala Berlapis Emas
Dan Camera Untuk Siaran Langsung Ke
Negara Negara Arab Sekitar Kuwait
Kuwait Camel Racing Stadium
Dari Bagian Depan

 

Baca Juga :

 

Advertisements

Al Shaheed Park Kuwait

Al Shaheed Park Kuwait
Paru Paru Kota Ditengah Kuwait City
Sudah cukup lama saya tidak mengunjungi Al Shaheed Park, sebuah taman kota terbesar di Kuwait City. Taman ini terletak di Al Soor Street tepat didepan Tijaria Tower dengan luas sekitar 200.000 meter persegi (800 m x 2.5 Km). Taman kota ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1960an, tapi baru saja dilakukan renovasi total. Renovasi Tahap Pertama selesai December 2014 dan diresmikan atau dibuka untuk umum kembali tanggal 3 Mar 2015.
Ada Restaurant Juga
Malam Hari Pengunjung Lebih Dominan Remaja
Al Shaheed Park ini merupakan sarana umum yang modern dan terintegrasi. Fasilitas umum yang ada di taman ini diantaranya jogging track, outdoor theater, Museum (The Remembrance dan The Habitat), Performance Center (sarana indoor untuk pertunjukan music, concert, tari, drama, pameran seni dan berbagai macam pertunjukan kebudayaan). Dan tentu saja ada beberapa restaurant yang cukup ramai saat malam hari. Sampai saat ini untuk masuk Al Shaheed Park tidak dipungut biaya dan bisa parkir mobil gratis ditempat parkir modern yang berada dibawah taman (Undeground Parking). Meskipun hanya sebuah taman kota, tetapi tempat parkirnya setara dengan Mall besar dengan escalator dan lift menuju taman diatasnya.
Dari Al Shaheed Restaurant Ini Bisa
Berphoto Dengan Latar Belakang Kuwait City

 

Al Shaheed Park Tahap II baru diresmikan April 2017 lalu isinya lebih kearah aktifitas ‘Anak Muda’ seperti Skateboard Park, Panjat Dinding, dan berbagai macam fasilitas Interactive Games dan juga Open Air Performance Center. Lebih gegap gempita dan berisik karena isinya anak anak muda semua. Baik Al Shaheed Park I maupun Al Shaheed Park II buka mulai jam 05:00 Pagi sampai jam 10:00 Malam. Kalau musim dingin ramai sepanjang hari tapi kalau musim panas hanya ramai malam hari saja. 

Lantai Jogging Track Lebih Mirip Lantai Mall
Biaya Total USD 118 Juta (USD 703.33 per Meter Persegi)

Memasuki kedua taman ini anda tidak merasa sama sekali sedang di tanah Arab, tidak terlihat sama sekali tanah gurun yang kering coklat. Semua terlihat sangat hijau dengan pohon pohon rindang yang cukup lebat dan bangku bangku taman yang tertata apik. Patung patung karya seni seniman seniman Kuwait juga tertata dengan manisnya menambah sedap dipandang mata. Kesannya memang megah, mewah dengan lantai marmer yang katanya tidak panas kalau diinjak saat musim panas. Percaya saja, karena total biayanya konon mencapai USD 118 Juta atau USD 703.33 per meter persegi dan landscapenya USD 250 per meter persegi.

Patung Apa Ini
Ternyata Di Kuwait Banyak Seniman Juga

 

Patung Apa Ini, Ada Onta Tapi
Ada Sepeda Motor Juga

Tetapi tetap saja, kalau sedang puncak musim panas nggak ada sama sekali orang yang nekat jogging ditempat terbuka ini. Yang panas udaranya, mungkin benar lantainya nggak panas tapi saya nggak mau nekat membuktikan. Biasanya penggemar jogging di Kuwait akan pindah ke Avenue Mall  saat musim panas karena indoor jogging tracknya sangat panjang dan lebih seger karena bisa jogging sambil lihat lihat discount dan pilihat restaurant lebih banyak.

Ada Kolam Air Dan Berbagai Macam Karya Seni
Saat saya berkunjung ke Al Shaheed Park kemarin, ada pemandangan yang berbeda dibanding dengan pemandangan musim dingin tahun lalu. Saat ini ada tanaman baru yang cukup menarik, yaitu pohon ketela. Saya nggak tahu, dapat ide darimana pengelola taman ini kok sempat sempatnya menanam pohon ketela. Barangkali, inilah pohon ketela yang paling mujur diseluruh dunia. Setiap hari dirawat oleh staff khusus seperti layaknya merawat tanaman mahal dan langka di Kebon Raya Bogor. Tukang kebun yang merawat pohon ketela tersebut didatangkan dari luar negeri, yaitu India dan Bangladesh.  Rrruar biasah, ketela memang bukan tanaman asli gurun jadi jangan sampai mati kekeringan.
Tijaria Tower Yang Paling Depan Sendiir
Banyak Patung Patung Bagus Dan Megah
Karya Seniman Kuwait Di Taman Ini
Bisa Melihat Sunrise Juga
Petunjuk Ke Museum, Ampitheater
Atau Restaurant Cukup Jelas
Kebun Ketela Dibelakang Masjid
Hanya Di Al Shaheed Park Ini Saja Pohon Ketela
Diawasi CCTV 24 Jam
Pohon Ketela Di Kuwait Ini Barangkali Termasuk
Pohon Paling Sejahtera, Punya Perawat Khusus
Disiram Air Setiap Jam Dan Diawasi CCTV
Pohon Ketela Ini Entah Didatangkan Dari Negara Mana
Karya Seni Dari Seniman Kuwait
Banyak Di Taman Ini
Ruang Parkir Ini Berada Di Bawah Al Shaheed Park
Bisa Menampung Mobil Sekitar 800-1000an

 

Baca Juga :

 

Cold Storage Truck Buah Dan Sayur Kuwait

Al Forda Fruit Vegetable Market
Kuwait
Kuwait itu negara kecil dengan penduduk tidak lebih dari 4 Juta orang saja. Hanya sepertiganya saja yang asli warga negara Kuwait sisanya expatriates dari berbagai macam negara. Semuanya butuh makan, dan sudah tentu tidak bisa dicukupi hanya dari local farm saja. Harap maklum, alamnya bergurun kering dan perlu biaya sangat mahal untuk menghasilkan bahan pangan dengan jumlah yang cukup. Farm atau perkebunan dan peternakan di Kuwait banyak terdapat di daerah Wafra dan Abdali.
Buesar Dan Luas
Ada Cold Storages Yang Banyak Dan Besar
Ada Beberapa Ruang Video Conference
Untuk Lelang Live Dengan Pasar Induk Di Luar Negeri
Meskipun hasil produksi bahan pangan sangat terbatas, tetapi Kuwait punya Pasar Induk yang cukup besar, megah dan canggih. Coba baca tulisan saya sebelumnya pada link ini. Pasar Induk Al Forda Kuwait. Di Pasar Induk Al Forda ini ada Auction Halls yang tersambung dengan pasar induk diluar negeri untuk memudahkan mengikuti Lelang sayur dan buah buahan bagi para pedagang di pasar ini tanpa harus datang sendiri ke negara lain.
Segala Macam Sayur Dan Buah Masih Segar
Harganya Murah Pula
Jangan kaget juga, cold storage truck yang mondar mandir keluar masuk dan juga yang sedang parkir di area pasar induk Al Forda ini plat nomornya bukan plat nomor Kuwait. Ada yang plat nomor Jerman, Netherland, Italy, Perancis, USA, Lebanon, India, Srilanka, Mesir dan lain lain. Buah dan sayur sayuran yang didatangkan dari luar negeri ini masih sangat segar meskipun menempuh perjalanan berhari hari karena dari negara asalnya diangkut dengan Cold Storage Truck yang dibuat khusus untuk perjalanan jauh.
Di Pasar Induk Al Forda Ini Beli Dalam Jumlah
Banyak Sangat Murah Sekali
Ada nggak Cold Storage Truck dari Indonesia ?. Selama ini saya belum pernah melihat sama sekali Cold Storage Truck dengan plat nomor Indonesia. Barangkali, pedagang atau exportir buah dan sayur di Indonesia lebih tertarik untuk demo berjilid jilid dibanding berdagang sampai ke Kuwait. Atau barangkali pedagang di tanah air saat ini lagi demen demennya update status facebook dan tweeter saja. Tapi, saya sering melihat Cold Storage Truck dari Singapore, Philipine dan Thailand. Itulah sebabnya kenapa di Kuwait juga ada Cabe Keriting, Petai, Rambutan, Philipine Banana dan Durian Montong Thailand di pasar dan supermarket.
Semua Buah Dan Sayur Didatangkan Dari
Seluruh Penjuru Dunia
Ini Truk Dengan Plat Nomor Jerman
Yang Ini Truk Dengan Plat Nomor Perancis
Parkir Di Luar Area Pasar
Ini Cold Storage Truck Dari Eropa Juga
Ada Tanda Uni Europe Biru Disamping Plat Nomor
Ini Cold Storage Truck Dari Netherland
Dari Lebanon Buah Yang Jadi Andalan
Adalah Apricot
Dari Afrika Buah Yang Jadi Andalan Adalah
Apokat
Panjang Sekali Antrian Masuk Ke Bagian
Loading/Unloading Di Al Forda
Suasana Antrian Masuk Ke Cold Storage Store
Al Forda Kuwait

Baca Juga ;

 

Genset Pencegah Pemadaman Listrik Kuwait

Genset Listrik Besar Diparkir
Ditengah Jalan Di Fahaheel
Kita di Indonesia sudah terbiasa mengalami giliran pemadaman listrik. Saking biasanya, nggak ada lagi warga yang mengeluh kalau sekampung mati lampu. Sepertinya, pemadaman listrik itu nggak bisa dicegah sama sekali dan sangat mahal biaya biaya yang diperlukan untuk pencegahan pemadaman listrik. Alasan yang digembar gemborkan PLN bisa bermacam macam dan selalu diulang ulang sejak jaman nenek saya masih menyiapkan lilin dan petromax kalau kena giliran mati lampu.
Jalan Macet Dan Suara Genset
Sangat Bising
Di Kuwait, hampir nggak ada giliran pemadaman mati lampu. Kalau sedang ada perbaikan listrik, truk truk genset pembangkit listrik didatangkan oleh Ministry Of Electricity ke lokasi terdekat dimana perbaikan akan dilakukan. Kadang kadang satu truk saja yang datang, tapi sering juga dua sampai 4 truk langsung datang. Listrik dipadamkan paling hanya 5 menit saja saat pengalihan sumber listrik ke genset.
Porta Camp Buat Berteduh Dan Istirahat
Para Tukang  Listrik Juga Diparkir Di Jalan

 

PLN di Indonesia sebenarnya bisa juga memiliki genset mobile seperti ini untuk mencegah pemadaman listrik bergilir. Genset seperti ini bukan barang tehnologi tinggi dan mahal. Hampir semua hotel, perkantoran dan gedung tinggi di Indonesia bisa memilikinya. Barangkali, ide mengangkut genset ke atas truk dan menjadikan mobile unit saja yang belum ada. Atau barangkali dianggap nambah pekerjaan dan merepotkan kalau harus masuk ke kampung kampung dan gang sempit di tanah air. Atau sebenarnya PLN juga punya tapi nggak pernah terlihat sedang parkir di perumahan penduduk sama sekali.
Cukup Diberi Batas Tali Larangan Melintas
Kalau Sedang Ada Perbaikan Listrik
Genset Seperti Ini Sangat Umum
Di Indonesia, Kalau Dibuat Unit Mobile
Manfaatnya Sangat Banyak
Tinggal Telpon Ministry Of Electricity
Kalau Ada Listrik Mati

 

Berbagi Trotoar Di Kuwait

Pedestrian Di Marina Walk
Pejalan Kaki Dan Pesepeda Bisa Berbagi Tempat
Orang Indonesia itu Egois. Tidak ada yang menyadari sejak balita sudah dididik dan diajari untuk egois. Tanyakan saja ke anak anak atau siapapun disekitar anda, ‘Trotoar itu untuk apa dan untuk siapa ?‘, Jawabnya bisa saya tebak dan semua akan sama, yaitu  ‘Untuk jalan kaki dan hanya untuk Pejalan Kaki‘. Itulah sebabnya kalau ada yang bukan pejalan kaki tapi nangkring atau lewat di trotoar maka banyak pengguna trotoar di tanah air yang marah marah.
Di Ahmadi Kuwait, Pesepeda Di Kiri Dan
Pejalan Kaki Di Kanan
Di Kuwait, masyarakatnya lebih bisa berbagi dan bertoleransi. Yang namanya trotoar dipakai bersama pejalan kaki dan pesepeda. Di beberapa tempat juga ada pedagang es krim atau minuman ringan juga. Pejalan kaki akan berjalan disebelah kanan trotoar dan pesepeda akan mengayun sepedanya di sebelah kiri trotoar. Aturan ini tidak mutlak harus diikuti karena baik pejalan kaki maupun pesepeda bisa saling bertoleransi. Kalau pejalan kakinya sedang disebelah kiri maka pesepeda akan mendahului dari kanan. Pokok saling enaklah, terserah masing masing asal sopan, tidak ugal ugalan dan jangan sampai nubruk saja.
Nggak Ada PKL Dan Sepeda Motor Di Trotoar Ahmadi
Hanya Sepeda Dan Pejalan Kaki
Karena sifat egois dari lahir inilah maka di Indonesia banyak sekali lahir komunitas, ormas atau apapun yang bertindak anarkis, mau menangnya sendiri dan sweeping pengguna trotoar dengan anggapan tindakannya benar sesuai peraturan. Padahal peraturannya dibuat oleh pejabat yang sebenarnya sudah terbentuk sifat egois sejak bayi. Sami Mawon. Lihatlah trotoar di jalan jalan di Kuwait pada gambar dibawah ini. Terlihat begitu adem dan ayem nggak ada yang ribut antara sesama pengguna trotoar.
Di Indonesia Harus 4 Gambar
Pejalan Kaki, Sepeda, Sepeda Motor Dan PKL
Di negara lain kebanyakan juga sama saja. Trotoar bukan monopoli milik pejalan kaki saja. Biasanya, diberi penanda batas yang jelas baik berupa garis putih atau dibuat warna lantai yang berbeda. Misal warna lantai merah untuk pesepeda dan hitam atau abu abu untuk pejalan kaki. Contohnya di Belanda seperti gambar dibawah ini.
Ini Di Belanda. Jalur Sepeda Lebih Lebar Karena Lebih
Banyak Sepeda Dibanding Pejalan Kaki
Jadi jelas ya, kenapa banyak sekali pejalan kaki di tanah air marah marah karena kenyamanannya terganggu saat menggunakan trotoar lalu diupload di facebook, youtube dan tweeter ?. Sampai saat ini dan sudah ribuan trotoar saya lewati di berbagai negara, belum pernah saya menyaksikan ada orang marah marah karena tidak mau berbagi trotoar dengan pengguna lain. Tidak pernah juga saya menyaksikan tanda peringatan trotoar yang begitu egois seperti di Indonesia : ‘Trotoar Hanya Untuk Pejalan Kaki‘, apalagi kalau sampai ditulis seram ‘Nubruk Benjut‘. Hiii serem dan sadis.
Trotoar Di Ahmadi Kuwait
Sesama Pengguna Trotoar Memang Seharusnya
Bisa Saling Menghormati
Pesepeda Harap Pelan
Di Scientific Center Kuwait

 

Bisa Jogging Dan Bersepeda Sambil
Menikmati Semilir Angin Arabian Gulf
Jalur Kiri Untuk Pejalan Kaki
Yang Kanan Untuk Pesepeda
Kucing Juga Boleh Lewat
Jalan Jalan Sore Sambil Olah Raga
Duduk Duduk Memandang Laut Juga Bisa
Pesepeda Juga Bebas Dan Bersatu Berbagi Tempat
Yang Sama
Meskipun Sepeda Harus Di Kiri
Tapi Nggak Masalah Juga Kalau Jalan Di Kanan
Biasanya Disudut Ini Ada PKL Jualan Es Cream
Dan Minuman Ringan Dingin
Bisa Jalan Jalan, Jogging, Lari
Dan Bisa Juga Bersepeda
PKL Nggak Banyak Umumnya Jual Minuman
Pelan Pelan
Kalau Di Indonesia Tulisannya ‘Nubruk Benjut’