Monthly Archives: November 2017

Politisi, Hoax Dan Demo Di Humayun’s Tomb

Demo Usai Jumatan Jalan Kaki Menuju Kuburan Humayun
(Humayun’s Tomb) – Disiarkan Live Di Medsos
Saya beberapa bulan lalu ke New Delhi dan diajak keliling kota New Delhi oleh seorang teman India dari Kuwait. Sepanjang jalan, seisi mobil sangat ceria, saling tertawa terbahak bahak membandingkan Demo Jaman Now di India Versus Indonesia. Ternyata pola, scenario dan tingkah laku demonstran di India hampir sama saja dengan di Indonesia. Demonya selalu hari Jumat dimulai setelah Jumatan, rame rame jalan kaki dari Masjid menuju lokasi dekat Humayun Tomb sambil teriak teriak Allahu Akbar, Turunkan Modi (Prime Minister India) dan broadcast ‘Live’ di Facebook, Tweeter dengan judul Spektakuler, kira kira artinya ‘7 Juta Turun Ke Jalan Siap Gulingkan Modi‘.
Sama Saja Dengan Di Indonesia,
Teriak Teriak Allahu Akbar,Turunkan Modi Dan
Nyebut Nyebut Anjing, Kampret Dan Monyet
Di TV, malam itu juga tidak kalah serunya. Acara semacam ILC juga ribut debat antar politisi. Seru membicarakan Demo dan berita HOAX yang berseliweran di Medsos. Ada yang percaya, tidak percaya, khawatir pengaruh medsos Jaman Now, nyengir, tertawa, marah dan tersinggung. Ulama India yang bikin kisruh negara juga banyak. Yang terkenal adalah Zakir Naik dan saat ini statusnya masih Buron, kabur meninggalkan India dan saat ini ngumpet di Uni Arab Emirates. Sialnya, Kewarga Negaraan ustad kontroversial ini sudah dicabut pemerintah India dan tidak bisa lagi pulang untuk orasi bersama kelompoknya di India.
Sama Saja Dengan Di Indonesia, Ngakunya 7 Juta
Boleh Teriak, Tapi Nggak Boleh Bawa Bendera Palestina
Pemerintah India juga dibikin sibuk sekali. Berkali kali mengadakan recruitment besar besaran mengajak warganya untuk bergabung dengan Indian Army dan department apapun dipemerintahan. Tujuannya cuma satu saja, yaitu mengajak masyarakat untuk Ikut ‘Menjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik India)‘ tanpa senjata. Cukup dengan jari dan keyboard komputer saja dengan tujuan untuk menangkal serangan berita berita HOAX yang gencar sekali mengadu domba masyarakat dengan issue SARA.
Iklan Lowongan Pekerjaan ‘Jaga NKRI’
(Negara Kesatuan Republik India)

 

Ngumpulnya kenapa di sekitar Humayun’s Tomb ?.  Karena orang orang yang demo tersebut mengatakan bahwa India itu milik orang orang Islam dan harus dipimpin oleh Muslim dan harus berdasarkan Syariah. Humayun yang dimakamkan disini nama lengkapnya Nasir Ud-Din Muhammad Humayun. Memang benar bahwa dia Muslim, ‘The Second Emperor Of Mughal Dynasty’. Termasuk orang orang pertama yang menyebarkan dan membesarkan kekuasaan Islam dengan wilayah kekuasaan di Afghanistan, Pakistan dan India Utara. Humayun ini berkuasa tahun 1530-1540 menggantikan orang tuanya Babur dan berkuasa kembali tahun 1555-1556. Peninggalan kekuasaan Islam (Mughal Dynasty) di India memang sangat banyak. Yang terkenal lainnya adalah Taj Mahal di Agra.
India Memang Beda Dengan Saudi Arabia
Meskipun Sama Sama Muslim, Kuburan
Di India Dibangun Besar Dan Megah

 

Nggak usah khawatir untuk wisata dan masuk ke Humayun’s Tomb ini. Aman sekali karena demonstran nggak boleh masuk ke area kuburan. Area taman Humayun’s Tomb ini termasuk UNESCO World Heritage, sehingga keamanannya benar benar dijaga oleh polisi. Disamping itu ada juga warga setempat (sepertinya Ormas) yang ikut menjaga keamanan disekitar pintu masuk saat lagi banyak demo. Yah, kira kira samalah seperti Banser NU yang bertugas menjaga gereja saat hari Natal, cuma mereka semuanya adalah non muslim (Hindu) yang menjaga gedung dan bangunan peninggalan Islam untuk menjaga ketentraman para turis dari berbagai negara.
Ada Banyak Kuburan Keluarga Mughal
Yang Ini Kuburan Isa Khan Niyasi
Silahkan datang ke India dan menyaksikan sendiri peninggalan peninggalan Islam. Anda akan terkejut melihat sejarah Islam disana. Selain kuburan yang indah dan megah, anda juga bisa menyaksikan photo dan lukisan para istri. Ternyata istri Humayun lebih dari 4, yaitu 7 dan semuanya tidak ada yang ber’abaya’ dan bercadar hitam seperti wanita Indonesia Jaman Now. Tapi semuanya  tampil sexy pakai kain Sari tipis. Rrrrruar biasahhhh.  Lihat saja salah satu istrinya melalui link ini Hamida Banu Begum
Muslim Diharamkan Bikin Kuburan Megah
Hahh, Ngaku Aja Nggak Punya Duit

 

Kuburan Muslim Di Humayun’s Tomb
Beda Dengan Kuburan Muslim Di Saudi Arabia
Pintu Kuburan
Penuh Kaligrafi

 

Humayun Ternyata Istrinya 9 Nggak Ada Satupun Yang
Pakai Cadar Hitam, Malah Pakai Kain Sari
Baca Petunjuk Dulu
Biar Nggak Tersesat
Taman Kuburan Islam Humayun’s Tomb
Sangat Luas Sekali
Photo Photoan Dulu
Pagar Yang Memisahkan Kuburan Satu
Dengan Kuburan Lainnya
Bagus, Bersih Dan Luas
Woooo, Ini Gerbang Masuk
Ke Kuburan Islam

 

Advertisements

Toko Kucing Wa Wa Wa

Toko Kucing Wa Wa Wa
Bikin Bingung Turis Aja
Saya sedang di Bandara International Adi Sucipto Yogyakarta untuk menjemput beberapa teman saya dari Kuwait. Tujuan tamu istimewa saya ini mau jalan jalan wisata ke Prambanan, Borobudur, Dieng dan ke beberapa obyek wisata disekitar Yogya selama 2 minggu. Tugas saya cuma memberi ‘short briefing’ saja tentang Yogya dan selanjutnya akan ditangani oleh Pak Sumanto, seorang Tour Guide Proffesional yang telah saya hubungi jauh hari sebelumnya.
Turis Pada Bingung Kenapa Kucing Indonesia
Bunyinya Wa Wa Wa Bukan Meow Meow Meow 
Dalam perjalanan putar putar kota Yogya menuju ke Hotel, tamu istimewa Arab saya tersebut sibuk jeprat jepret photo apapun yang dilihat sepanjang jalan sambil nyerocos bertanya macam macam. Berkali kali pertanyaannya cukup mengejutkan dan tidak saya duga sama sekali.
‘Why the cat here sounds Wa Wa Wa, not Meow Meow Meow ?’

Bingung saya dengan pertanyaan ini. Ternyata si turis Arab ini terheran heran sepanjang jalan membaca banyak sekali papan nama Toko Cat Wa Wa Wa.

Toko Cat Wa Wa Wa
Dikira Pet Shop
Lebih terkejut lagi, si Arab ini menanyakan juga apakah di Yogyakarta masih banyak binatang buas. ‘Haah, kenapa kamu bertanya seperti itu kawan ? Apakah kamu melihat ada binatang buas di sepanjang jalan yang kita lalui ?‘.
‘No…No, But I saw thousand of Pet Shop along this street’. 
Toko Kucing Mobile
Dikira Salah Nulis Kurang Huruf ‘e’
Ternyata tamu saya ini diam diam memasukkan kata ‘Toko’ dan ‘Jual’ ke Google Translate di handphonenya dan langsung menyimpulkan arti Toko Cat adalah Cat Shop, Jual Cat adalah Cat For Sale. Yahhh kira kira kesimpulannya di Yogya banyak Pet Shop, banyak binatang juga termasuk binatang buas seperti Harimau Jawa dsb.
Toko Kucing Lancar

 

Pembicaraan semakin seru ketika si turis membaca tulisan Cat Oven, Body Repair, Kenteng Magic & Cat. Dalam pikirannya, bengkel bengkel tersebut adalah tempat praktek dukun Vodoo. Berisi dukun dukun sakti yang bisa menyembuhkan badan yang terkena santet/tenung (Body Repair) dan bisa juga mencelakakan orang lain dengan media Kucing. Si Kucing di panggang pakai Oven oleh dukun (Cat Oven) dan orang yang dituju akan langsung kelojotan kepanasan. Orang Arab ternyata takut sekali dengan Vodoo dan praktek praktek perdukunan.

 

Kata Magic & Cat Ini Yang Diartikan
Sebagai Tempat Praktek Dukun Santet

 

Cat Oven Ini Yang Diartikan Bahwa
Orang Indonesia Sadis Sadis
Kata Body Dan Cat Oven Ini
Yang Diartikan Tempat Dukun Praktek
Cat Oven & Body Repair
Turis Bingung Mengartikan
Tempat Penyembuhan Dengan Media Kucing Yang Di Oven
 
 

Pameran Jemuran Di New Delhi India

Asyik, Hanya Di Ibukota Negara New Delhi India
Anda Bisa Menyaksikan Jemuran Dan Pakaian Dalam
Di Jalan Protokol Di Tengah Kota

Saya baru saja melakukan perjalanan ke New Delhi, India. Sekitar jam 11 siang pesawat yang membawa saya dari Kuwait mendarat di Indira Gandhi International Airport. Begitu keluar dari pintu bandara, ternyata sudah ada yang menjemput, seorang pria setengah baya dengan membawa kertas dengan tulisan nama saya. Yang menjemput tersebut namanya Anthony, staff hotel The Lalit, New Delhi yang bertugas menjemput tamu tamu hotel. Saya tebak asalnya pasti dari Goa dan ternyata benar. Orang India yang berasal dari Goa memang umumnya punya nama ‘Western’, bukan nama nama khas India seperti Rakesh, Suresh, Gandhi atau Kumar.

Amazing !!!, Mulai Dari Seprei Sampai Celana Dalam
Dijemur Di Jalan Protokol New Delhi
Sepanjang perjalanan dari airport menuju hotel pemandangan lumayan menarik, tetapi menjelang memasuki pusat kota, pemandangan berubah seketika dan menjadi lebih menarik lagi. Sudah puluhan ibukota negara saya kunjungi, tetapi hanya di New Delhi ini saja saya bisa menyaksikan Jemuran terbentang di jalan protokol di pusat kota. Inilah jemuran terpanjang di dunia yang pernah saya saksikan. Dan baru pertama kali ini pula saya bisa menyaksikan jemuran terlengkap di dunia mulai dari pakaian bayi, seprei, rok, baju pria sampai celana dalam dan BH wanita berbagai macam ukuran.
Huebatt, Hanya Di New Delhi Ada Pameran Textile
Di Jalan Raya Di Tengah Kota
India memang terkenal dengan kain Saree dan industri garment dan textilenya. Bahkan pabrik pabrik textile dan toko textile di Indonesia saja pemiliknya banyak yang berasal dari India. Untungnya,  pengusaha India di tanah air tersebut tidak ada satupun yang mengajari kita cara menjemur pakaian di jalan protokol. Nggak kebayang, seandainya ada orang Indonesia yang diajari cara menjemur pakaian ‘ala India’, seperti apa kira kira pemandangan jalan jalan protokol di Kota kota besar Surabaya, Semarang, Bandung, Medan dan Jakarta.

Rruarr Biasa, Design Textile India Yang Dipajang
Di Jalan Jalan Utama New Delhi

Full Colour, The Wonderful Of India
Bagus Nggak Jemurannya ?