Taj Mahal Dari Arah Sebaliknya


Kalau Photonya Seperti Ini Memang Bagus
Coba Berbalik 180 Derajat
Seperti Apa Perjuangan Masuk Ke Taman Taj Mahal Ini
Saya pernah jadi wartawati puluhan tahun dan berkali kali dapat Pelatihan Photography. Saya diajari cara mengambil ‘angle‘ terbaik supaya hasil photo dan berita menjadi bagus dan menarik. Semua wartawan, wartawati atau photographer media apapun punya kemampuan seperti ini. Itulah sebabnya kenapa photo dan berita di majalah travel selalu terkesan bagus dan menarik. Apalagi ulasannya dibuat sedemikian rupa sehingga mengaburkan keadaan sebenarnya disekitarnya.
Gaya Tukang Photo India Memang Tengil
Kenapa Nggak Ada Yang Photo Arah Sebaliknya Ya
Nggak percaya ?, Mari saya ajak anda jalan jalan ke Agra dari arah sebaliknya untuk menyaksikan Taj Mahal, bangunan indah yang masuk dalam 7 Keajaiban Dunia dan dilindungi oleh UNESCO. Tidak perlu saya jelaskan sejarah bangunan tersebut. Sudah banyak majalah/blog atau website yang mengulas secara detail sejarahnya. Baca saja sendiri melalui Wikipedia : Taj Mahal. Kalau anda masuk dan hanya menatap lurus kedepan, memang benar Taj Mahal sangat indah untuk latar belakang photography. Warna bangunan yang putih terlihat begitu kontras dengan sekitarnya,.
Jangan Asal Berdiri Disini
Harus Ijin, Anda Bisa Diusir  Preman Dan Tukang Photo
Cobalah berbalik 180 Derajat atau membelakangi Taj Mahal. Lihatlah segala macam ‘tontonan‘ di pintu masuk dan jalan menuju pintu masuk. Maksudnya, renungkan bagaimana perjuangan anda tadi sampai bisa masuk kedalam taman.. Untuk bisa masuk kedalam taman, anda akan melalui jalanan ‘kumuh‘ di kota Agra. Dari tempat parkir mobil, anda harus bisa meloloskan diri dari kepungan Pedagang Asongan yang menjajakan berbagai macam cendera mata. Pedagang Asongan yang mengikuti anda bukan cuma tiga orang saja, tapi lebih dari 10 orang. Sekali saja anda menanggapi, dengan cepat muncul teman si pedagang asongan yang lain dengan jumlah sekitar 20 orang. Penduduk India memang luar biasa banyak, 5 kali lebih banyak dari jumlah penduduk Indonesia.
Pusat Kota Agra – Kumuh Dan Dekil
Menuju Taj Mahal Harus Lewat Jalan Ini
Turis Lokal Dan Sopir Ricksaw
Menunggu Penumpang Disekitar Tempat Parkir Mobil
Pintu Masuk Taj Mahal Sangat Dekat Kampung

 

Lolos dari Pedagang Asongan, muncul lagi Tukang Photo Amatir. Jumlahnya juga buanyak sekali. Pegang salah satu, yang lain akan mundur dengan sendirinya. Tukang photo ini cukup penting, tanpa tukang photo ini anda akan kesulitan untuk mengambil photo dari sudut sudut terbaik. Semua bangku untuk photo dengan latar belakang Taj Mahal sudah dikuasai oleh Tukang Photo. Anda tidak bisa sesukanya duduk bergaya di bangku bangku yang banyak tersedia di taman atau berdiri tegak ditempat tempat yang paling strategis. 

Jalan Dari Tempat Parkir Isinya Orang Semua
Suka Maksa Nawarkan Jasa – Hati Hati Copet

 

Pedagang Asongan – Dua Didepan berusaha
Mmemperlambat Jalan Anda – Puluhan Ada Di Belakang
Setelah itu puluhan makelar akan menawarkan jasa Naik Kendaraan Golf Listrik menuju Loket masuk Taman.  Harus pinter tawar menawar, kalau anda terlalu ngirit atau merasa tarif naik kereta golf listrik terlalu mahal, silahkan jalan kaki sekitar 1 Km lebih. Pada bulan Jun – Sep ditanggung panas dan berkeringat kalau anda terlalu pelit dan milih jalan kaki diikuti puluhan pedagang asongan, calo, tukang photo amatir dan mungkin juga copet dan tukang palak..
Campur Aduk Turis Lokal, Pedagang Asongan,
Makelar Karcis, Makelar Kendaraan Golf Listrik

 

Ngantri Penggeledahan Permen Karet
Dan Pemotong Kuku
Nyampai didepan loket, jangan kaget kalau antrian sangat panjang. Turis lokal jauh lebih banyak dibanding turis asing. Siapkan uang untuk beli tiket masuk (resminya Rs 1000 untuk orang asing tapi bisa beli di calo – ngakunya guide dengan imbalan). Seandainya dompet di kantong atau didalam tas anda hilang saat ngantri disini, jangan langsung menyalahkan orang dibelakang/depan anda. Barangkali dompet anda sudah lama menghilang sejak didepan saat anda dikerubuti pedagang asongan.
Wanita Selesai Digeledah Masih Memeriksa Kembali
Isi Tasnya – Apa Saja Yang Disita

 

Gerbang Masuk Ini Dekat Dengan Rumah Penduduk
Jalannya Tidak Rata Dan Banyak Lubang Galian
Hanya Ditutupi Plastik Biru
Setelah pemeriksaan tiket, harap rela berpisah dengan anggota keluarga. Proses berikutnya adalah pemeriksaan keamanan. Laki laki dan perempuan dipisahkan dan melalui jalur tersendiri untuk digeledah. Puncak dari kekacauan adalah disini karena semua badan dan tas digeledah satu persatu dan semua barang dikeluarkan. Yang dicari adalah permen karet, pemotong kuku dan benda benda tajam apapun yang bisa digunakan untuk merusak bangunan.

 

Yang Duduk Duduk Ini Kebanyakan Penduduk Lokal
Yang Menawarkan Jasa Jadi Tour Guide
Dan Bisa Membelikan Karcis tanpa Antri
Tambah Kumuh Karena
Ada Perbaikan Jalan Hanya Ditutup Seng
Setelah itu, pegel deh. Masih harus jalan kaki sekitar 500 meter menuju gedung utama Taj Mahal. Ngilangi pegel linu, sudah tentu photo photoan dulu di bangku bangku taman dan tempat strategis yang telah dikuasai preman. Si Tukang photo yang saya pilih tadi berkali kali mengarahkan gaya sambil jeprat jepret dengan gaya tengil. Puluhan kali saya dijepret dengan cameranya. Begitu pulang menuju pintu keluar, baru saya kaget. jepretannya ternyata banyak dan tagihannya ternyata mahal sekali. Tapi nggak apa apa, si Tukang Photo ini yang melindungi saya sepanjang jalan dari jarahan pedagang asongan, calo dan barangkali juga copet.  Aman, dikawal penduduk lokal.
Akhirnya Bisa Masuk Kedalam
Taman Yang Bersih Dan Luas
Nggak Ngira, Diluar Kumuh Didalam Bagus
Untuk Naik Dan Masuk Ke Taj Mahal
Sepatu Harus Dibungkus
Nggak Gratis Beli Bungkus Sepatu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s