Monthly Archives: July 2016

Ikan Bu Susy Masuk Kuwait

Seafood Fest
Ikan Dan Seafood Hasil Jerih Payah Bu Menteri Susy
Menenggelamkan Kapal Di Indonesia

Antara percaya dan nggak percaya, kaget, heran sekaligus bangga saya alami hari ini. Sekitar 10 tahun saya tinggal di Kuwait baru kali ini saya menyaksikan ada ikan dan hasil laut segar asal Indonesia dijual di Kuwait. Mulai Ikan Tuna sampai cumi cumi segar ditata rapih berderet deret dan bersanding dengan ikan Salmon dari Norway dan ikan ikan lokal dari Saudi Arabia dan Kuwait.

 

Best Offer Ikan Tuna Dari Indonesia
Patut diacungi jempol memang Indonesia saat ini. Berkat usaha keras Bu Menteri Perikanan Susy Pudjiastuti menenggelamkan kapal kapal pencuri ikan di perairan tanah air, saat ini pelan tapi pasti mulai terlihat produk produk perikanan Indonesia di Kuwait. Semuanya masih ikan dan seafood segar, belum nampak sama sekali hasil ikan olahan. Sampai saat tulisan ini saya buat, semua produk ikan olahan yang saya jumpai di Kuwait masih tertulis jelas Product Of Philipine. Terutama ikan asin dan ikan Sardine dalam kaleng.
Semua Ikan Dan Hasil Laut Masih Segar

Yang menarik, ikan ikan asli Indonesia tersebut begitu masuk Kuwait namanya berganti jadi nama Arab. Nggak ada bancakan atau kenduri soal ganti nama ikan ikan Indonesia tadi, Bawal, Dorang, Kerapu dan lain lain semua kompak ganti nama menjadi nama nama Arab, Hamour, Tilapia, Bijah dll. Exportirnya yang biasanya dengan mudah saya baca dari China, Thailand, Vietnam, Philipine dan Singapore saat ini berangsur angsur berganti dengan awalan PT, artinya perusahaan Indonesia sudah mulai bisa masuk ke pasar Timur Tengah.

Semoga seterusnya nelayan dan perikanan di tanah air semakin maju.

Cumi Cumi Indonesia
Besar Besar
Ikan Dan Seafood Indonesia Memang Tampak
Berbeda Dan Berkelas Dibanding Ikan Dari Negara Lain
Hiasan Gantung Seafood Fest
Nama Ikan berubah Jadi Nama Nama Ikan Arab
Ada Timbangan Lion Star Juga
Masih Tertulis Bahasa Indonesia

Baca Juga :

Advertisements

Bus ‘Menghargai Wanita’ Di India

Busnya Kecil, Imut, Pendek, Tua, Kumuh Dan Lucu
Semua Tanpa AC
Jakarta pernah punya bus butut Metro Mini dan Kopaja yang legendaris. Bus reyot ini sayangnya sudah berangsur angsur tinggal sejarah saja sejak disikat habis oleh Gubernur DKI Jaya, Ahok. Di Ibukota Negara India, New Delhi sampai kota terdekatnya Noida dan Agra semua bus kota dan bus antar kota sama bututnya dengan Metro Mini. Apalagi di Rajasthan seperti Jaipur, Jodpur, Udaipur, jelas butut, reyot dan tanpa AC. Penumpangnya nggak semuanya duduk, ada yang berdiri, ada juga yang bergelantungan di pintu. Bus AC jarang sekali melintas, kayaknya AC masih merupakan barang mewah bagi penduduk India.
Bus Jompo Antar Kota Tanpa AC Seperti Ini Di
Indonesia Sudah Nggak Beroperasi Lagi
Dibandingkan Indonesia, transportasi bus India jelas jauh ketinggalan jaman kira kira 30 tahun dibelakang. Bus bus antar kota di Indonesia sudah puluhan tahun yang lalu menggunakan AC. Di India, bus berAC sangat langka. Saat ini bus AC baru beberapa gelintir saja yang melintas, tetapi mulai menjamur di wilayah India Selatan seperti Bangalore dan Chenai. Dari teman teman India saya di Kuwait, mereka juga mengakui kalau India bagian selatan memang jauh lebih makmur penduduknya dibanding India Utara. New Delhi itu hanya pusat pemerintahan sedangkan industri, pengetahuan dan IT semua berada di selatan.

 

Ada Bau Khas Naik Bus Di New Delhi
Mirip Mirip Bau Bawang

 

Yang menarik dari transportasi umum di New Delhi, Agra, Jaipur, Udaipur dan kota kota lain disekitar Rajasthan adalah tanda peringatan buat wanita. Ada yang menulis ‘Taxi Ini Menghargai Wanita‘, ‘Hormati Wanita‘ dan lain lain. Semakin banyak tulisan peringatan semacam itu, saya langsung bisa menebak : ‘Betapa bahaya atau tidak amannya wanita kalau bepergian menggunakan angkutan umum di India‘.  Ingat, kalau anda membaca tulisan  ‘Bus Ini Menghargai Wanita‘, itu maksudnya yang menghargai wanita adalah busnya bukan sopir atau penumpang lainnya.
Ngetem Nunggu Penumpang Penuh
Puanas Dan Berkeringat – Penumpangnya Diluar Semua

 

Jadi, kalau anda wanita lebih baik jangan sekali kali bepergian sendiri menggunakan angkutan umum. Saya tidak pernah merasa takut jalan jalan seorang diri di negara manapun, baik jalan kaki, nyetir mobil sendiri maupun menggunakan angkutan umum. Tapi di India terasa lain, setiap langkah ada rasa khawatir yang berlebihan.  Rasanya semua mata mengawasi apalagi pedagang asongan banyaknya bukan main dan selalu mengikuti kemanapun kita pergi bahkan menghalangi langkah saya. Belum lagi sopir bajaj, ricksaw dan orang orang dipinggir jalan yang menawarkan jasa untuk shopping ke toko tertentu. Penduduk India memang luar biasa banyak dan untuk bisa kerja di India memang terlihat kasat mata sangat sangat berat.

 

Bus Reyot Berhenti Naik Turunkan Penumpang
Seenaknya Sendiri
Lupakan keinginan anda untuk backpackeran atau solo travelling di India. Sudah sering saya mendengar berita berita yang kurang bagus terjadi di India terhadap turis asing. Mulai Sexual Harrasment sampai pemerkosaan sering jadi berita utama. Kecuali kalau memang anda punya keinginan untuk jadi ‘bancakan’ orang India.




Ini Bus Kota – Butut Tanpa AC
Ini Baru Bus Kota AC
20 Bus Non AC Lewat Baru Ketemu Satu Bus AC

 

Cieee Warnanya
Masih Bagusan Metromini Dan Kopaja

 

Ini Bus Kayaknya Merakit / Buat Sendiri Di Bengkel

 

Semua Angkutan Umum Oplet Atau Bus
Ada Tulisan ‘Menghargai Wanita’
Semua Bus Ada Hotline Number
Women Hotline – Artinya India Memang Tidak
Aman Bagi Wanita

Baca Juga :

Bayar Toll Preman Di New Delhi

Masuk Kota New Delhi Sector 14A
Seluruh Kota Iklannya Semrawut Tidak Tertata Rapi

 

Perjalanan saya dari Delhi menuju Agra lancar lancar saja. Saya lewat jalan Toll bernama Yamuna Expressway atau Taj Expressway. Katanya baru mulai dipakai 4 tahun lalu, dan toll ini menghubungkan New Delhi – Noida – Agra. Jarak sekitar 165 Km bisa saya tempuh dalam waktu sekitar 2 – 3 jam ke Agra. Total biaya toll yang saya keluarkan sekitar 665 Rupee pulang pergi. Kalau dirupiahkan sekitar Rp 130.000 untuk total jarak 2 x 165 Km atau 330 Km pp. Relatif murah sebenarnya dibanding Indonesia. Tetapi bagi orang India harga tersebut akan terasa sangat mahal. Sangat logis karena Pendapatan Per Capita India hanya separuh Pendapatan Per Capita rakyat Indonesia. Indonesia sekitar $ 3,362 dan India hanya $ 1,162 (Sumber dari IMF dan World Bank data tahun 2015 – Wikipedia).

 

Sepi – Padahal Hari Libur
Di Internet Sangat Padat Saat Peresmian
Orang India Kalau Ada Tol Baru Rame Rame Mencoba

 

Karena mahal tersebut jalan Toll Delhi – Noida – Agra ini bisa saya katakan sangat sepi sekali. Tidak sepadan dengan jumlah penduduk India yang 5 kali lipat dibanding jumlah penduduk Indonesia. Sampai saat ini India masih nomor dua dunia dalam hal ‘beranak‘. Jumlah penduduk India 1.3 Milyar dan Indonesia hanya 260 Juta penduduk saja. Silahkan kalau mau nambah anak.

 

Toll Gate Ini Kalau Di India Namanya Toll Plaza
Ada Sopir Yang Tawar Menawar Tarif Toll

 

Saat pulang kembali ke New Delhi, ada kejadian mengagetkan yang saya alami. Kira kira satu Km setelah gate toll terakhir, mobil saya tiba tiba dicegat ditengah jalan dan diminta minggir oleh seseorang. Saya tahu pasti orang tersebut bukan polisi karena penampilannya klomprot, tanpa seragam dan dekil. Polisi lalu lintas di India bajunya putih dengan penampilan rapi seperti Satpam di Indonesia. Katanya saya harus bayar MCD Toll Tax. Apa pula ini, saya tunjukin karcis toll yang baru saya bayar lunas beberapa menit lalu langsung ditolak.
“MCD Toll Tax please” 
 
Nggak mau ribut, langsung saya beri 100 Rupee. Langsung pergi, ngabur tanpa terima kasih dan tanpa memberi uang kembalian. Ya, udah, ikhlasin saja. Jalan saja lagi menuju kota.

 

Plat Nomor Putih Dan Plat Nomor Kuning
Plat Nomor Kuning Ternyata Memang Harus Bayar

 

Nyampai di Hotel saya penasaran. Saya tanyakan panjang lebar ke Resepsionis Hotel tentang pungutan liar yang barusan saya alami tadi. Saya penasaran, kenapa mobil saya dicegat dan dipalak Preman. Ternyata jawabannya cukup mengejutkan. Orang yang menghentikan dan minta bayaran tersebut resmi dari pemerintah kota New Delhi. MCD Toll Tax itu maksudnya Pajak bagi kendaraan umum dari luar kota yang mau memasuki kota New Delhi. Kalau plat nomor mobil berwarna kuning, berarti kendaraan umum (komersial), harus bayar MCD Toll Tax. Plat nomor berwarna putih berarti kendaraan pribadi, bisa langsung lewat tanpa harus bayar sama sekali.

 

Plat Nomor Kuning Harus Bayar MCD Toll Tax
Kalau Mau Masuk Kota New Delhi
Lha mobil yang saya pakai ini adalah mobil sewaan, tentu plat nomornya warna kuning. Jadi wajib bayar kalau mau masuk kota New Delhi. Bayarnya memang 100 Rupee untuk Taxi dan mobil SUV/MPV. Yaaa ampyunnnn,  Saya kira preman ternyata petugas negara. Saya kira uang kembalian dikantongi untuk diri sendiri, ternyata bayarnya memang 100 Rupee.

 

Coba Lihat Petugas Yang Menghentikan Mobil
Plat Kuning Diatas, Mereka Preman Atau
Pegawai Pemerintah Daerah

 

Kalau pungutan resmi dari pemerintah kota New Delhi, kenapa petugasnya klomprot, tidak berseragam dan dekil. Kenapa pula Pos pungutannya seperti Warung Rokok dan bahkan mirip WC Umum dipinggir jalan ?. Si mbak resepsionis yang senyumnya mirip artis Bollywood Priyanka Chopra tersebut pura pura nggak dengar. Sambil geleng geleng kepala malah menjelaskan bahwa MCD itu singkatan dari Municipal Corporation Of Delhi. Aturan membayar MCD Toll Tax atau pajak masuk kota bagi kendaraan umum ternyata baru diberlakukan 1 February 2016 yang lalu.
 
Oooo gicu to ???
Pantas saja petugasnya masih klomprot, belum punya seragam dan pakai sandal jepit.

 

Truk Dan Bus Cukup Melempar Duit
Nggak Perlu Turun
Siapa Sangka Pos Pungutan Seperti Ini
Milik Pemerintah
Akhirnya Masuk Juga Kota New Delhi

Baca Juga :

Sewa Mobil 3G Di India

Sewa Mobil Di Jaipur Airport. Ini Innova Hyundai Elite
Hati Hati, Ingat 3G, 3G dan 3G

 

Sama seperti di negara negara lain, kalau anda mau nyetir sendiri mobil di India, sewa bisa dilakukan di Airport. Syaratnya sama saja paling cuma ditanya SIM International, tapi di India hanya nunjukin SIM biasa saja dari negara asal. Yang unik saat saya disuruh milih mobil,
“Innova for you sir, our best and convenience car”. 
Ini Innova Toyota, Original Innova Katanya
Periksa Dulu Klakson Dan Rem. Siapkan Doa
Yang Paling Mujarab Juga
Ternyata yang muncul Hyundai. Setelah beberapa hari di India saya baru tahu, ternyata semua orang India kalau menyebut mobil SUV/MPV selalu dengan istilah INNOVA. Jarang yang tahu bahwa Innova itu adalah Toyota. Ada Innova Hyundai, Innova KIA, Innova Chevrolet dan lain lain. Sama seperti orang Indonesia kalau menyebut sepeda motor selalu dengan istilah Honda.
“Naik Honda ya mas. Hondanya apa ?”. 
“Yamaha bebek dik”
.
Gajah India Tidak Takut Bunyi Klakson
Tapi Good Horn Tetap Penting

 

Lebih unik lagi, saat di counter sewa mobil saya ditawari juga paket tour. Nggak perlu pegel linu dan tersesat nyopir sendiri, tinggal duduk manis naik VOLVO. Dalam pikiran saya kok murah sekali, ikut tour naik sedan mewah Volvo dengan sopir pribadi. Setelah saya teliti brosurnya. ternyata yang dimaksud Volvo itu tidak lain adalah Bus besar. Kalau di Indonesia semacam Bus Pariwisata atau Bus Malam.

 

Pastikan Good Brake, Banyak Juga
Sepeda Motor Dan Tuk Tuk Yang Melawan Arus
Akhirnya saya tetap milih Innova meskipun dapatnya Hyundai Elite I20. Waktu ditawari Innova Ford Tavera saya nggak mau, apalagi Innova Honda CRV, bagi saya terlalu mahal. Sebelum melepas mobilnya, saya diingatkan untuk selalu ingat 3G. Wah keren banget mobilnya dilengkapi telepon seluler 3G. Ternyata saya salah lagi. Yang dimaksud 3G ternyata :
  • Good Horn – Pastikan klakson berbunyi nyaring
  • Good Brake – Pastikan rem cukup pakem untuk ngerem mendadak
  • Good Luck – Selamat jalan, selalu berdoa dan semoga selamat di jalan

.

Kalau Sapi Yang Ditengah Jalan
Lebih Baik Jangan Membunyikan Klakson
Jalan Pelan Atau Turun Dari Mobil Lebih Sopan

 

Nasehatnya tentang 3G ternyata benar sekali, sepanjang perjalanan Jaipur, Jodpur, Udaipur, New Delhi. Agra dan balik lagi ke New Delhi memang harus berkali kali membunyikan klakson, ngerem mendadak dan komat kamit baca doa. Rasanya seperti wisata di Taman Safari, berbagai macam binatang ada ditengah jalan. Bedanya dengan Taman Safari di Bogor, Taman Safari India juga penuh dengan Sepeda, Tuk Tuk (Bajaj), Ricksaw, Bus Kota, Truk dan manusia yang seenaknya turun naik bus kota, duduk duduk dan jongkok ditengah jalan. Sapipun juga santai tidur tiduran ditengah jalan.
.
Onta Juga Melawan Arus
Pastikan Mobil Anda Selalu Good Horn Dan Good Brake

Kesimpulan : 

Sangat Tidak ‘Recommended’  sewa mobil dan mengemudi sendiri di India. Gunakan sopir yang berpengalaman dan asli orang India. Nabrak orang paling cuma dipenjara, tapi kalau sampai anda nabrak Sapi, resikonya masuk Neraka. Gawat ……

 

Taman Safari Terbesar Ada Di India
Anda Bisa Melihat Berbagai Macam Binatang Dari
Dalam Mobil
Hati Hati Dengan Penumpang Bus
Bergelantungan Dan Seringkali Asal Lompat
Kalau Turun

 

Anjing, Kambing, Keledai, Onta Dan Gajah
Bisa Anda Nikmati Dari Dalam Mobil
Di Negara ‘Taman Safari’ Bernama India
Nabrak Orang Paling Cuma Masuk Penjara
Nabrak Sapi Anda Langsung Dikeroyok
Dan Masuk Neraka
Pastikan Rem Dalam Keadaan Bagus
Tuk Tuk (Bajaj) Di India Seringkali Rodanya Lepas
Ditengah Jalan
Kalau Ada Sapi Menghalangi Ditengah Jalan
Harap Sabar Menunggu Sampai Si Sapi Pergi Sendiri
Truk Ngangkut Orang Seperti Ini Berhentinya
Sesukanya Dan  Nggak Mau Minggir
Tiba Tiba Penumpang Berloncatan Turun Dii Jalan
Nyeberang Jalan Seenaknya
Onta Salah Jalan
Udah Jalannya Sempit Sempit Isinya Binatang Pula
Dimana Mana Manusia
Penduduk India 5 Kali Lipat Penduduk Indonesia

Baca Juga :

Rest Area Taj Expressway Delhi – Agra India

Istirahat Di Rest Area Taj Expressway Delhi – Agra
Nggak Ada Investor Sekelas Starbuck, Solaria, Mc Donald
Atau KFC Yang Berani Bikin Usaha Di Rest Area

 

Saya paling senang jalan jalan pakai mobil sewaan kemanapun juga sambil kesasar nggak tentu arah. Tujuannya cuma satu saja, pingin lihat lihat dan mencoba makanan yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Restaurant butut atau bintang lima bukan jadi ukuran bagi saya, pokoknya pingin tahu langsung berhenti. Biasanya, kalau saya nyasar seperti ini hidung saya bisa cengar cengir kembang kempis bangga. Semakin terlihat bengong semakin banyak orang yang memperhatikan. “Ini orang dari planet mana, cari makan saja kok mondar mandir kesana kemari“.
Tidak Begitu Ramai Dibandingkan Indonesia
Karena Orang India Jarang Yang Mau Lewat Jalan Tol
Wajah ndeso dengan hidung pesek seperti saya ini menjadi daya tarik utama saya dinegara manapun. Sudah nggak terhitung lagi, berapa banyak orang yang menyapa, menanyakan asal negara, memberi tahu cara beli makanan atau sekedar menyapa saja. Termasuk di Rest Area Taj Expressway Delhi – Agra, India ini. Di tempat ini saya banyak belajar cara membeli makanan dan cara makan orang India. Benar benar berbeda dengan Rest Area di Indonesia. Di India, makan cukup sambil berdiri, di mobil atau duduk dibawah pohon. Beli gorengan (Puree) cukup dicocolkan ke saus sambal rame rame dengan pembeli lain. Nggilani pol. Kalau mau duduk di ruang ber AC, harus bayar peron dulu atau beli kupon makanan. Baca Juga : Nonton Pesawat Bayar Peron Di Srilanka
Umumnya Cuma Berdiri Stretching Saja
Nggak Ada Tempat Duduk
Tapi masih mending Rest Area India ini. Jauh lebih bagus dibanding Rest Area paling kere yang pernah saya temukan di Jerman. Di Autobahn Jerman, Rest Areanya cuma berisi Tempat Duduk batu saja dan bau pesing. Baca : Rest Area Paling Kere Ada Di Autobahn, Jerman.
Pingin Duduk Di Restaurant Ber AC
Harus Bayar Peron Atau Beli Kupon Makanan Dulu

 

Di Rest Area India ini ada beberapa warung makanan dan toilet. Mirip dengan di Indonesia. mau masuk toilet harus ngisi kotak sumbangan kebersihan. Yang menarik, orang yang beristirahat tidak semuanya bermobil, bus atau truk, tapi ada juga penunggang sepeda motor. Di India, jalan Tol bisa dilalui untuk semua kendaraan termasuk sepeda motor dan Tuk Tuk (Bajaj).

 

Tapi Keren Lho, Bisa Bayar Pakai Kartu Kredit
Satu kelebihan Rest Area India ini dibanding Indonesia, meskipun warung warung yang jual makanan kecil sekelas Kaki Lima, tetapi pembayarannya bisa pakai Credit Card atau Debet Card. Caranya, beli voucher di satu satunya loket pembayaran di rest area tersebut, lalu tukarkan dengan makanan di warung yang anda pilih. Voucher tersebut akan dirobek, separuh untuk pemilik warung dan separuh lagi buat ditunjukkan ke petugas kalau anda mau duduk didalam ruangan ber AC. Kalau nggak mau duduk didalam ruangan ber AC, nggak usah bayar peron cukup beli voucher makanan pakai credit card saja.

 

Ini Pintu Restaurant Ber AC
Tunjukkan Karcis Kalau Mau Ngadem Didalam

 

Silahkan menyaksikan photo photo ini dan bandingkan dengan Rest Area di Indonesia. Di Rest Area Merak Cikampek atau dimanapun juga di tanah air selalu ada Rumah Makan sekelas Solaria, Starbuck, Mc Donald, KFC dan lain lain. Indonesia gicu lho….investor mana yang tidak ingin investasi dan membuka usaha di Indonesia. Gemah ripah loh jinawi, penduduknya makmur dan mau istirahat di rumah makan bagus. Pilihan makanan sangat banyak mulai dari Fast Food, Pempek sampai Rawon ada. Bisa duduk didalam restaurant ber AC tanpa harus bayar peron pula.

 

Menu Makanan Banyak, Dipajang Didinding Dan Pagar
Silahkan Pilih

 

Ada Anjing Tidur Kekenyangan Juga
Semua Gambar Kayaknya Bintang Lima
Tapi Begitu Tersaji Rasa Dan Tampilan Seperti Kaki Lima
Warung Kecil Ini Makannya Sambil Berdiri
Tinggal Comot Saja Hitung Belakangan
Makan Di Warung Ini Juga Sambil Berdiri
Enakan Di Indonesia Bisa Duduk Duduk
Nah Ini Dia, Kalau Menu Di Pajang Diluar
Lalu Restaurantnya Yang Mana
Susah Mengingat Nama Makanan India
Ini Jual Kulfi Atau Es Cream India
Kalau Hujan Belinya Gimana ?
Duduk Di Trotoar Atau Stretching Saja
Daripada Harus Bayar Masuk Restaurant BerAC

Baca Juga :

 

 

Scan Jidat Ala India

Di Muscat International Airport
Orang India Kalau Mudik Lebaran Bawaannya Banyak
Orang India kalau mudik lebaran rempongnya sama saja dengan orang Indonesia. Barang bawaannya banyak sekali, tidak semuanya dimasukkan bagasi pesawat karena bisa over baggage. Tetapi sebagian besar dimasukkan tas plastik kecil kecil agar bisa masuk cabin pesawat. Cerdas memang, daripada harus bayar biaya over baggage. Kayaknya udah pada pengalaman mudik semua, cabin pesawat penuh bukan jadi masalah, kolong kursi pesawat masih ada dan isinya penuh tas plastik dan ransel warna warni.
Oman Air Jurusan India
Penumpang India Penuh Menjelang Lebaran
Kebetulan saya bisa menyaksikan kegaduhan mudik lebaran orang India ini diatas pesawat Oman Air jurusan Muscat – Jaipur.  Hampir semua penumpang orang India semua. Mudah menebak kewrga negaraan mereka. Kalau ada tas plastik dikolong kursi atau masuk ke pesawat bawa tas plastik banyak dan diselip selipin dimana mana berarti Orang India. 

Didalam Bus Gaduhnya Bukan Main
Di Indonesia Namanya Mudik Basamo

Hebohnya bukan main, diruang tunggu ngobrol terus nggak ada berhentinya, diatas bus pada lari berebutan berusaha naik paling cepat. Hebatnya lagi, saat pesawat baru saja menjejakkan roda ke landasan, semua penumpang sudah pada berdiri meskipun tanda larangan melepas sabuk pengaman masih belum dimatikan. Gaduh dan heboh seperti layaknya ‘Mudik Basamo’.

 

Pesawat Masih Melaju Kencang Semua Sudah Berdiri
Lihat Tanda Lampu Larangan Melepas Sabuk
Masih Menyala Semua

 

Waktu cek imigrasi juga berebut, sebagai satu satunya orang asing yang seharusnya didahulukan terpaksa kita harus ngalah paling terakhir sendiri. Meskipun ngantri cek passport paling terakhir sendiri, keanehan dan keunkan orang India tak ada habisnya. Kali ini petugas imigrasinya yang mengejutkan, udah Jompo !!!!. Memeriksa passport dan eTV (Electronic Tourist Visa) yang saya sodorkan lamanya bukan main. Kacamata harus ganti dua kali saat membuka halaman passport satu persatu. Semakin penuh stamp di passport berarti semakin lama. Kayaknya si bapak mencari tahu, pernah pergi ke negara tertentu atau tidak. Ngetik computer kerasnya bukan main, seperti nekan tuts mesin ketik jeglog jaman purba.
Pesawat Masih melaju Kencang
Lampu Larangan Membuka Sabuk Masih Menyala
Tapi Penumpang Sudah berdiri Semua

 

Selesai periksa passport dan ngetikkan data ke computer, prosedur berikutnya scan sidik jari. Empat jari kiri, empat jari kanan, jempol kiri dan terakhir jempol kanan. Alat pemindai sidik jari ternyata kurang sensitif, entah buatan China atau buatan India. Berkali kali saya tekankan 4 jari kiri tetap saja tidak terdeteksi. Untungnya si bapak petugas imigrasi sudah tua dan sangat kaya pengalaman. Saya diminta mengusapkan keempat jari kiri dan kanan ke Jidat dulu. Jempol cukup diusapkan ke kening. Pokoknya diusapkan ke jidat yang ada keringatnya. Electrolit keringat yang ada di jidat bisa menetralisir ion ion negatif yang membuat alat deteksi tak berdaya katanya. Bim Salabim, langsung mesin sidik jari bisa mendeteksi sidik jari saya dengan jelas.
Orang Asing Harus Ngisi Form Kedatangan Dulu
Dibantu Ngisi Pula, Apa Nggak Enak

 

‘Kalau semua jari sudah saya usap usap ke dahi tapi alatnya tetap nggak bisa mendeteksi gimana ?’

‘Don’t worry sir, saya akan mengambil data sidik jari anda dari sumbernya secara langsung’.

‘Maksoed Loe ???’

‘Tempelkan jidat anda ke mesin deteksi ini, nanti semua data akan tertransfer otomatis’

Semua Sudah Selesai Cek Passport
Apes Dapat Petugas Jompo
Gosokkan Semua Jari Ke Jidat
Lalu Letakkan 4 Jari Kiri Ke Alat
Scan Sidik Jari Made In India
Usapkan Jempol Ke Kening
Lalu Letakkan Jempol Kiri Dulu
Ke Alat Scan India
Layar Pemindai Sidik Jari Sangat Lebar
Tempelkan Dahi Anda Ke Layar Pemindai

 

Naik Ke Atas Kotak Panggung 1 x 1 Meter
Dan Angkat Tangan Keatas Untuk Periksa Seluruh Badan
Pintu Keluar Terhalang Troley Yang Ditinggal
Begitu Saja Ditengah Jalan, Gimana Nggak Macet

Mudik Lebaran Expats Kuwait

Macet Di Terminal Keberangkatan
Kuwait International Airport Saat H-7

Di Indonesia kita mengenal istilah H-1, H-2, H-3, H-4 atau H+1, H+2, H+3, H+4 dan seterusnya untuk menggambarkan suasana kepadatan lalu lintas dan kesibukan terminal bus, stasiun kereta api, pelabuhan dan bandara beberapa hari menjelang dan setelah lebaran (hari raya Idul Fitri). Beruntung Indonesia punya ribuan  terminal bus dimana mana, stasiun kereta dan pelabuhan juga banyak dan ratusan airport di segala penjuru kota besar dan kecil diseluruh nusantara. Di Kuwait, hanya ada satu airport saja untuk transportasi keluar negara. Bus sebenarnya juga ada yang reguler menuju negara tetangga, tapi tidak segaduh airport.

Departure Gate Kuwait International Airport
Perlu Perjuangan Sendiri Untuk Bisa Masuk Bandara

Beda dengan Indonesia yang negaranya besar dan luas, Kuwait negaranya kecil sekali hanya sebesar Propinsi Bangka Belitung. Jadi penduduknya kalau pulang mudik sudah tentu keluar negeri. Dan bandaralah yang jadi tujuan utama para pemudik. Beda yang lain lagi adalah tentang orangnya. Kalau di Indonesia yang mudik adalah nasional atau warga negara Indonesia sendiri. Tapi kalau di Kuwait, yang menuh menuhin bandara saat menjelang lebaran adalah expatriate dari berbagai macam negara. Salah satunya dari Indonesia. Bisa dikatakan di bandara International Kuwait inilah kita orang Indonesia bisa reuni, melepas kangen sesama orang Indonesia yang sebenarnya tiap hari bisa ketemu di negara seuprit Kuwait..

Sepanjang Bulan Ramadhan Selalu Penuh Sesak
Sekolah Libur Dan Semua Expats Mudik

Alasan lain kenapa expatriate Kuwait pada ikut ikutan mudik meskipun tidak semuanya merayakan hari raya idul fitri  cukup banyak. Alasan yang pertama adalah Sekolah Libur. Umumnya, saat sekolah libut panjang seperti sekarang ini, anak dan istri dipulangkan terlebih dulu ke negara masing masing. Exodus ini dimulai sejak hari pertama libur sekolah (awal ramadhan). Gelombang kedua exodus mulai ramai kembali sekitar H-7.  Sebabnya karena setiap tahun libur resmi lebaran selalu sekitar 5 hari (termasuk libur weekend).  Jadi banyak karyawan di Kuwait yang hanya mengambil cuti dua hari saja sudah dapat minimum 7 hari libur untuk kumpul kembali dengan keluarga di negara masing masing.

Kalau Penuh Sesak Dan Bulan Puasa Seperti Ini
Porter Bisa Panen Raya
Kebetulan saja tahun ini Hari Raya Idul Fitri jatuh pada bulan July, saat puncak musim panas di Kuwait. Temperatur udara diluar mencapai 50 Degree Celcius. Dengan udara sepanas ini, expats yang tidak bisa mudik kekampung halamanpun mau nggak mau banyak juga yang mencari tempat untuk ngadem diluar negeri, termasuk saya,  Saya memang mau ngadem juga, mudik tapi bukan ke kampung halaman sendiri.
Suasana Didalam Terminal Keberangkatan
Ramai Dan Susah Diatur
4 Jam lebih saya ikut ngantri berdesak desakan di bandara Kuwait dengan tujuan ke tempat paling adem terdekat. Kemana lagi kalau bukan ke Himalaya (Himachal Pradesh), India. Salju abadi di Leh, Ladakh, Manali dan Rohtang Pass akan saya sajikan buat pembaca setia blog ini dalam waktu dekat. Perjalanan darat lewat tebing dan jurang dari Chandigarh, Shimla, Manali, Rohtang Pass, Leh dan Ladakh tentu akan menjadi cerita pengalaman seru karena route ini termasuk dalam The Most Dangerous Road In The World. Tunggu tanggal tayangnya, InshaAllah.
Ngantri Bisa 2 – 3 Jam
Klesetan Di Lantai Adalah Pemandangan Biasa

 

Bandingkan Dengan Suasana Bandara Di
Indonesia – Mana Lebih Ramai
Ini Semua Orang Lho Ya
Jangan Dikira Dawet
Kalau Antrian Nggak Maju Maju
Banyak Juga Yang Sewot Dan Marah Takut Ketinggalan
Pesawat – Siapa Suruh Datang Terlambat

 

Lepas Dari Pemeriksaan Passport
Suasana Sama Saja – Uyel Uyelan

 

Rohtang Pass Himalaya India (Himachal Pradesh)
Hanya Bisa Dilalui Saat Summer Saja

 

Di Manali India Ini Saya Mau Ngadem

 

Tunggu Petualangan Saya Di Ladakh – Manali India
Melalui Blog Ini Juga

Baca Juga :