Monthly Archives: June 2016

Adakah Lele Dan Bebek Di Arab ? – Warung Makan Mbok Sani

Ini Pecel Lele Warung Mbok Sani Di Salmiya
Emangnya Ikan Lele Harus Import Dari Indonesia

 

Saya pernah menceritakan di blog ini tentang Perkebunan (Farm) di beberapa tempat di Kuwait seperti Wafra Farm dan Abdali Farm. Reaksi pembaca di Indonesia luar biasa menarik. ‘Gurun Pasir Mulai Menghijau Pertanda Datangnya Hari Kiamat’ dan lain lain. Lebih heboh lagi saat saya posting lokasi lokasi Ski Resort dan daerah daerah bersalju di Arab, buanyak sekali pembaca di Indonesia yang terkaget kaget. Kayaknya di jaman mbah Google ini mereka ‘Kurang Browsing’ (maaf, ini kata halusnya dari ‘Kurang Piknik‘). Silahkan Baca sendiri komentarnya : Ski Resort Dan Salju Di Arab Yang Selalu Bikin Heboh).

 

Ini Lele Siap Digoreng Di Warung Mbok Sani

 

Nah kali ini akan saya ceritakan tentang Lele, ada nggak ikan Lele di Arab ?. Gimana bisa hidup ikan Lele di gurun Arab yang tandus dan gersang ?. Binatang yang bisa hidup kan cuma Onta saja di Arab ?. Kiamat deh kalau Lele bisa hidup di gurun yang kering kerontang. Nah pernyataan ‘Salah‘ seperti inilah yang diturunkan oleh nenek moyang bangsa Indonesia sejak jaman dulu kala. Di Arab itu juga banyak peternakan ikan Lele, Nila Merah dan berbagai macam ikan air tawar. Bukan hanya ikan Lele saja,  Bebekpun juga ada yang membudi dayakan. Apalagi kalau cuma bikin Bakso, Tempe dan Tahu.
Sambal Hijau Ini Yang Paling Ngetop
Di Seluruh Kuwait

 

Nggak percaya di Arab, khususnya Kuwait ada yang membudi dayakan Lele dan Bebek ?. Datang saja ke Warung Mbok Sani di Salmiya. Silahkan tanya sendiri darimana bisa dapat Lele, Bebek, Tempe, Tahu atau Bakso. Setiap hari banyak orang yang datang dan memesan Pecel Lele, Bebek Goreng, Bebek Penyet, Tempe Penyet,  Ayam Penyet, Tahu Isi, Karedok Bakso, Mie Ayam, Soto Babat dan lain lain.
Ini Persiapan Untuk Home Delivery

Pingin nyoba rasanya Lele Arab atau Bebek Arab ? Datang saja ke Warung Makan Mbok Sani di Helal Al Mutairi Street Lane 7, belakang Souq Salmiya, tepatnya belakang Al Awladona.

Tahu Isi Dan Bakwan Juga Ada Di Kuwait
Bisa Mbayangin Nggak Seperti Apa Orang Arab Kalau
Lagi Makan Tahu Isi ?

 

Bebek Goreng Dan Lalapan
Uenak Tenan, Mak Nyus
Tempe Goreng Juga Ada Di Arab

 

Karedok Juga Ada
Arab Aja Bisa Keringatan Merasakan Pedasnya
Karedok Dan Sambal Ijo

 

Ayam Penyet
Daun Kemangi Saja Ada Di Arab
Nih Gedung Tempat
RM Mbok Sani Di Salmiya

 

Jangan Lupa Merasakan Lele Arab
Ternyata Lele Arab Kurus Kurus Juga

Baca Juga :

Advertisements

Pasar Induk Alforda Kuwait

Pasar Induk AlForda Kuwait
Dibagi Beberapa Zone Dan Pintu Masuk
Masih ingat siaran radio RRI tentang harga cabe merah keriting, kol bulat, jagung pipilan,  tomat, kentang dan lain lain saat jamannya Presiden Soeharto yang lalu ?. Tiap hari setelah siaran berita, selalu RRI menyiarkan harga harga sayur di berbagai Pasar Induk di tanah air. Di Kuwait, ternyata ada juga Pasar Induk besar, namanya ALFORDA, tetapi kebanyakan orang di Kuwait menyebut dengan nama CAPRA. Lokasinya ditengah gurun dan tidak terlalu jauh dari Kabad Gate, lapangan minyak Burgan Field. Kalau dari Kuwait City jaraknya sekitar 40 Km, dari 7th Ring Road belok saja kekiri kearah 604 Road (Sulaibiya Road), ke arah Kabad. Begitu nyampai di Roundabout pertama, langsung belok kanan dan akan terlihat bangunan besar dan luas seperti Mall besar dengan tempat parkir yang luas.
Lokasinya Ditengah Gurun
Sekitar 30-40 Km Dari Kuwait City
Belok Saja Ke Road 604 (Sulaibiya Road)

 

Pasar Induk Al-Forda atau Al-Forda Central Fruit And Vegetable Hypermarket ini memang besar sekali, luasnya sekitar 300 Ribu Meter Persegi. Dibangun oleh Al-Wafir Marketing Services Company dan mulai beroperasi pada tahun 2010. Dibangun selama 3 tahun dengan budget sekitar KD 30 Juta. Ada 3 buah Auction Hall atau tempat lelang yang tersambung dengan fasilitas IT lengkap untuk video conference dengan negara lain, Sample Testing Laboratory, Quality Assurance Department, Cold Chamber atau gudang gudang berpendingin agar sayur dan buah tetap awet. Ratusan Cold Truck juga banyak terparkir dan mondar mandir siap untuk mengantar buah dan sayur ke berbagai macam tujuan.
Ada Peta Yang Jelas Biar Tidak Tersesat
Didalam Pasar
Jumlah lapak (stalls) lebih dari 500an dan dibagi menjadi tiga bagian yaitu Orange, Purple dan Mango. Setiap lapak punya fasilitas internet, telephone, listrik dan air bersih. Gudang gudang penyimpanan sayur dan buah dengan pendingin udara dan refrigerator besar berada di samping kiri dan kanan gedung. Hall untuk lelang sayur dan buah import jumlahnya 3 buah dengan fasilitas audio visual yang tidak kalah dengan hotel berbintang. Bedanya, pengunjungnya semua pedagang dan rata rata gaptek tehnologi juga. Penampilannya juga khas pedagang, pakai sandal tapi duitnya banyak. Hall untuk lelang dan memajang local product luasnya 12.000 meter persegi.
Umumnya Untuk Kulakan
Tetapi Ada Juga Yang Jual Eceran
Ada juga bank, ATM dan beberapa perusahaan importir makanan yang berkantor disana. Ada juga On Cost, toko retail besar dengan semboyan Cash and Carry tapi menyediakan jasa Home Delivery. Pasar Induk sebesar ini hanya menjual sayur, buah dan telur saja dan sudah tentu harganya jauh lebih murah dibanding harga di Kuwait City. Kebanyakan sayur dan buah berasal dari local farm di Kuwait, Saudi Arabia, Lebanon, Mesir, Jordan, Afrika, India, Srilanka dan negara lain. Sayangnya buah dan sayur dari Indonesia susah ditemukan disini. Entah kenapa orang Indonesia kok kurang pinter berdagang sampai keluar negeri. Orang Padang yang terkenal hebat dalam hal berdagang saja bisa lewat kalau dibanding orang Arab.
Buah Dan Sayuran Lokal Dan Juga
Import Dari Mesir, Lebanon, Jordan, Afrika, India, Srilanka
Seandainya saja orang Arab bisa bahasa Minang, saya bisa pastikan akan ada kulakan sayur dan buah besar besaran dari Indonesia ke Arab pakai video conference.

 

“Halo uda Kareem, Onde mande …. video conference, tak kusangko, jauh dimato dekek di TV”
“Baa Kaba da ?, lah lamo indak basuo….”
“Lai, ado Nenas banang ciek da ?”
“Bara ni da ?”
“Bara pasnyo, kuranglah saketek”
“Kirim yo ciek ton
“Bara sadonyo da ?”

Tenaga Porter Banyak
Ongkos Porter Tertulis Di Pengumuman Hanya KD 0.5
Panggil Saja Porter Yang Lalu Lalang
Mereka Siap Membantu Anda
Porter Ada Yang Berseragam Merah Dan Ada Juga
Yang Biru
Yang Pakai Seragam Putih Kayak Dokter Ini
Tugasnya Masalah Hygiene Dan Kesehatan Makanan
Tugasnya Keliling Cari Buah Dan Sayur Busuk
Semua Buah Dan Sayur Masih Segar
Meskipun Diimport Dari Jauh
Seluruh Gedung Ber AC Dingin
Diluar Banyak Truk Box Dengan Pendingin AC
Siap Mengantar Kemanapun Juga
Telor Ayam Juga Banyak
Orang Arab Ternyata Juga Beternak Ayam
Pasar Buka Jam 6:00 Pagi Sampai Jam 10 Malam
Kembang Kol Besar Dan Segar
Tidak Layu Dan Busuk Sama Sekali