Monthly Archives: March 2016

Amman, Jadul Tapi Banyak Peninggalan Sejarah

Jordan Alamnya Berbukit Bukit Tinggi
Kalau Musim Dingin Seringkali Tertutup Salju

 

Ke Jordan memang mudah sekali bagi pemegang passport Indonesia. Nggak perlu sibuk ngurus Visa di Embassy Jordan karena bisa Visa On Arrival. Tinggal beli tiket pesawat dan langsung terbang saja. Biaya hotel, makan, sewa mobil atau ikut paket tour wisata juga relatif murah. Hati hati ketangkap pak Polisi kalau anda nyopir mobil sendiri. Jalan raya antar kotanya cukup lempeng meskipun banyak naik turunnya. Batas kecepatan 80 Km/jam bisa tiba tiba berubah jadi 40 Km/jam  atau bahkan 25 Km/jam menjelang masuk desa. Seringkali polisi ngumpet dan langsung nyemprit kalau ada mobil masih kecepatan tinggi saat masuk desa. 

Ada Bukit Yang Hijau Disebelah Kiri Tetapi Kering
Disebelah Kanan. Wadi Juga Banyak

Obyek wisata Jordan lumayan banyak, umumnya peninggalan peninggalan sejarah peradaban kuno, jaman para Nabi sampai peninggalan Romawi. Nggak usah pergi jauh jauh, ibukota Amman saja juga banyak tempat tempat bersejarah yang layak dikunjungi..Contohnya Jordan Musseum Of Popular Tradition, Puing puing Byzantine Church, Ummayad House (Bayt), The Roman Theater, Qasr Al Abd Castle, Temple Of Hercules dll. Sebagian besar sudah tidak berbentuk lagi dan tinggal puing puing batu yang berserakan kecuali Roman Theater saja yang terlihat masih utuh..

Kota Amman Tidak Semegah Jakarta
Gedung Pencakar Langit Bisa Dihitung Dengan Jari
Nggak Ada Apa Apanya Dibanding Jakarta

 

Jangan membayangkan kota Amman seperti Jakarta yang gemerlap. Kota ini bisa saya katakan cukup Jadul  dan nyaris belum ada gedung pencakar langgit dengan ketinggian mencapai 30 lantai keatas. Gedung yang bisa dikatakan cukup tinggi paling banter bisa dihitung dengan jari. Rata rata hanya sekitar 1 – 6 lantai saja dan semuanya berwarna coklat, bikin mata sepet karena semua sama.
Amman Kira Kira Sama Dengan Jakarta Tahun 1970an

Down Town atau pusat keramaian kota Amman namanya King Faisal Street atau King Faisal Square. Kira kira seperti pasar di Indonesia jaman tahun 1970an. Penuh sesak dengan deretan toko toko kecil dan PKL yang terkadang tumpah ke jalan. Jordan memang tidak ada apa apanya dibanding Klaten, tetapi penduduknya cukup bangga terhadap kekayaan sejarah peradaban yang dimiliki dan sangat ramah terhadap wisatawan. Silahkan menikmati pemandangan kota Amman dibawah ini.

 

Pompa Bensin Umumnya Kumel, Ada Tambal Ban Juga
Rumah Dan Gedung Di Kota Amman
Semua Warnanya Coklat Dan Seperti Tidak Tertata
Daerah Downtown Juga Tidak Mengenal Tata Kota
Jalan Naik, Parabola Centang Perentang
Dan Jemuran
Al Saadah Street – King Faisal Square
Down Town Kota Amman Kebanggan Warga

 

Ummayad Palace (Masjid Pacman) Ini Ditengah Kota Amman
Ditengah Puing Puing Gereja Byzantine

 

Hercules Dulu Katanya
Menghancurkan Pilar Disekitar Sini
Mobilnya Kuno Kuno Dan Butut

 

Warung Kue Dan Roti – Ternyata Enak Juga

Baca Juga :

Sociale Dienst – Nganggur Aja Dibayar

Meskipun Cuma Genjrang Genjreng Ngamen
Perbulan Dapat Rp 20 Jutaan Dari Pemerintah
Nggak Perlu Dikasihani Kalau Anda Lihat Gembel Eropa
Tunjangan Kere di Inggris namanya National Insurance (Baca : Kenapa Artis Kawin Cerai), tetapi kalau di Belanda namanya Sociale Dienst. Di Indonesia belum ada tunjangan semacam ini sampai saat ini. Kira kira semacam tunjangan tunai untuk biaya hidup bagi pengangguran, gelandangan (Bahasa Belandanya Bedelaar) atau tunawisma (bahasa Belandanya Daklozen). Istilah Bedelaar dan Daklozen ini punya definisi yang berbeda dengan di Indonesia. Kalau di Indonesia seseorang menjadi miskin umumnya karena terlahir sudah miskin, nggak punya pekerjaan tetap atau hal hal lain yang menyebabkan bangkrut.
 
 
Jangan Sedikitpun Merasa Kasihan Lihat Orang Seperti Ini
Mereka Memang Punya Dunianya Sendiri
 
 
Di Belanda, seseorang menjadi Kere disebabkan karena ulahnya sendiri, misal membuat kerusuhan ditempat umum, kriminal, pelanggaran hukum, junkie, pailit terlalu banyak hutang dll. Begitu seseorang terlibat salah satu dari yang saya sebutkan tadi, maka tiada ampun lagi langsung suram masa depannya. Semua tunjangan yang menjadi haknya langsung hilang dan mereka akan dengan cepat dijauhi oleh teman, keluarga bahkan susah masuk kembali ke dunia kerja. Catatan, di Belanda, bayi baru lahir mendapat tunjangan sesuai dengan umurnya.sampai umur 18 tahun. Begitu masuk usia kerja tapi nganggur juga dapat tunjangan.
 
 
Di Indonesia Tinggal Di Apartment Sangat Bergengsi
Di Belanda, Bisa Jadi Bertetangga Dengan
Penerima Sociale Dienst
 
 
Tunjangan anak atau sering disebut Tunjangan Pendidikan besarnya sekitar EUR 280 per bulan (4 – 5 Juta Rupiah kurs saat ini). Di Indonesia juga ada di DKI dan baru saja dimulai di era Gubernur Ahok, namanya Kartu Indonesia Pintar (KIP). Tunjangan Hari Tua relatif sama dengan di Indonesia, dananya diambil dari gaji dan perusahaan saat masih aktif bekerja. Kalau pengangguran, sumber dananya ada dua yaitu kalau nggak dari UWV tentu dari Sociale Dienst.
 
 
Kalau kena PHK misalnya, maka tunjangannya berasal dari UWV. Kira kira sekitar 70 % dari gaji terakhir. Tapi tidak selamanya dapat duit dari UWV, ada masa berakhirnya. Tujuannya supaya semangat cari kerja dan nggak membebani negara. Kalau sudah benar benar menyerah nggak dapat kerja, baru bisa mengajukan Sociale Dienst. Tunjangan Kere ini besarnya bervariasi sekitar EUR 600 – EUR 800 (sekitar 11 Juta Rupiah) per bulannya untuk single dan bisa mencapai EUR 1200 (sekitar Rp 17 – 19 Juta kurs saat ini) kalau punya pasangan atau anak.
.
Itulah sebabnya di Belanda dan Eropa nggak ada yang berani demo anarkis ditempat umum. Kalau anda jalan jalan dan masuk ke perumahan perumahan di Belanda, semua orang yang anda temui dan juga perumahan akan ‘terlihat‘ relatif sama. Nggak ada sama sekali istilah “Saya Orang Kaya“, “Kamu Orang Miskin“, “Ini Perumahan Orang Kaya” atau “Ini Perumahan Kere“. Semua sama saja dibiayai pemerintah walau pengangguran sekalipun. Akibatnya, kalau para Kere ini datang ke Indonesia, langsung masuk TV Entertainment karena dengan cepat dapat jodoh artis film dan sinetron. Catatan : mereka juga dapat tunjangan liburan setahun sekali. Kalau masuk ke penampungan, tunjangan hidup diberikan seminggu sekali. Baca :Kenapa Artis Kawin Cerai.
.
Semua Tunjangan Kere yang ditermia sudah diperhitungkan cukup untuk bayar listrik, gas, sewa rumah dan makan setiap bulannya. Tetapi begitu membuat masalah ditempat umum, terlibat kriminal, drugs atau semacamnya, langsung deh habis semuanya. Rumahpun bisa diusir kalau nunggak berbulan bulan dan biasanya langsung di black list dan sangat susah untuk dapat rumah lagi. Akhirnya mau nggak mau harus ditampung di penampungan sosial semacam  “Bala Keselamatan”
.
Banyak orang Indonesia yang menilai hidup di Belanda atau Eropa enak sekali karena yang diketahui dan dibaca hanya cerita seperti diatas saja. Salah besar, yang enak itu hidup di Indonesia, hampir semuanya masih serba gratis. Negara negara Eropa bisa memberi tunjangan seperti itu karena semua penduduk bayar pajak tanpa kecuali. Pedagang kaki lima saja mau bayar pajak (Baca :KVK – Kamer Van Koophandel), Petani / nelayan bayar pajak, renovasi rumah bayar pajak (Baca : Uenak Tenan Bayar CGT), ada juga pajak limbah, pajak polisi dan keamanan, pajak kota dan pajak bla bla bla (Baca :Klenger Bayar Pajak Mulu).
.
Kalau saya jelaskan di Eropa semua bisa begitu karena serba bayar pajak, Jawaban orang Indonesia di tanah air umumnya : “Nggak mungkin bisa diterapkan di Indonesia, masih banyak rakyat miskin di Indonesia” katanya.  Dinegara manapun kalau rakyatnya miskin jelas tidak akan diminta bayar pajak tapi malah diberi tunjangan kere oleh negara. Di Indonesia, Petani nelayan nggak pernah dikenai pajak padahal mereka punya penghasilan, pedagang kaki lima sama saja punya penghasilan malah setor ke preman, Keamanan dan kebersihan komplek perumahan bayarnya ke RT, rumah di renovasi dan ditambah kios ponsel juga dibiarin saja. Apa nggak enak ?. Kapan Indonesia bisa maju dan mensejahterakan rakyat seperti Belanda dan Eropa kalau petani, nelayan, PKL dan yang kerja informal nggak pernah bayar pajak apapun. sampai saat ini.
.