Monthly Archives: August 2015

Mbalon Di Cappadocia Turkey

Pegang Balon Cappadocia
Di Surabaya Bahaya Kalau Suka Pegang Pegang Balon
Mbalon‘ itu bahasa ‘Suroboyoan‘ yang sering diucapkan arek arek Suroboyo dan mempunyai arti yang sangat negatif. ‘Duwik gak patheken kok atene mbalon seh cak‘ artinya ‘nggak punya duit kok mau ke tempat pelacuran sih mas‘. Yah benar, Balon itu memang artinya pelacur kalau di Surabaya. Tapi di Cappadocia, Turkey, balon itu artinya lain meskipun sama sama bisa dinaiki. Naik Balon di Cappadocia itu lebih menyenangkan dan meriah karena satu Balon bisa dinaiki 16 orang sekaligus baik pria dan wanita.
Tiket Balon Cappadocia
Baca Teliti Nama Pilotnya Dan Naik Ke Mobil
Sesuai Dengan Nama Pilot Di Kaca Depan
Untuk bisa menaiki Balon Cappadocia Turkey harus merogoh kocek yang cukup dalam (bahasa modernnya nggesek kartu kredit). Nggak tanggung tanggung EUR 160 per orang atau sekitar Rp 2.5 Juta sekali naik. Kalau yang naik 16 orang saja berarti sekali terbang pendapatan kotor si ‘mucikari’ pemilik balon sekitar Rp 40 Juta. Balon balon ini hanya bisa dinaiki pagi hari saja saat temperatur udara masih cukup dingin sambil menikmati matahari terbit.
Keranjang Dan Balon Siap Ditarik
Dan Dibawa Ke Lapangan
Untuk bisa naik balon, booking cukup melalui resepsionis hotel saja. Mereka akan mengatur operator dan jenis balon sesuai yang anda inginkan karena ada juga balon yang sangat besar sekali dengan keranjang yang bisa dinaiki 48 penumpang. Saya sih nggak mau naik balon raksasa ini karena terlalu lama nunggu seluruh penumpang lain naik atau turun keranjang balon.
Kantor Pemasaran Balon
Sangat Ramai Dan Gaduh Sekitar Jam 4 Pagi
Pagi Hari sekitar jam 4 pagi semua penumpang dijemput dari hotel hotel dan langsung dibawa ke kantor pemasaran. Suasana di kantor cukup gaduh dan macam macam, ada yang masih ngantuk begitu duduk langsung tidur kembali. Ada juga yang nggak sempat dandan dan masih pakai piyama atau pakaian tidur. Ada juga yang langsung cari air putih dan saya kira untuk diminum, tetapi ternyata buat kumur kumur karena nggak sempat gosok gigi. Heboh tetapi ditempat inilah seluruh calon penumpang mendapat briefing keselamatan dan tata cara naik dan turun keranjang.
Gaduh Saat Menunggu Di Berangkatkan
Ke Tempat Peluncuran Balon
Begitu briefing keselamatan selesai, seluruh penumpang menuju mobil mobil yang telah menunggu. Nggak usah bingung, baca saja nama pilot yang tertulis di kaca depan mobil. Nama pilot ini didistribusikan bersama sama tiket saat daftar ulang sebelumnya. Begitu mobil penuh, langsung kita dibawa ke lapangan tempat balon balon siap diterbangkan. Masih gelap gulita, tetapi pemandangan sangat menarik saat api api mulai menyembur dan memanasi balon.
Sopit Dan Pilot Menunggu Mobil Yang Akan
Membawa Ke Lapangan. Perhatikan
Nama Pilot Yang Tertulis Di Kaca Depan Mobil

 

Yang paling mendebarkan adalah saat pendaratan balon. Mendaratnya bukan diatas tanah langsung tetapi keranjang didaratkan diatas truk trailer. Sebelum keranjang menyentuh trailer, semua penumpang diminta jongkok didalam keranjang dan berpegangan kuat. Kalau angin sangat kuat, keranjang bisa terguling dan terseret angin. Perhatikan posisi penumpang didalam keranjang saat pendaratan seperti photo dibagian bawah tulisan ini.

 

Empat Buah Alat Semacam Kompor Gas Raksasa
Menyemburkan Api Dan Membawa Balon
Ke Angkasa Sampai Ketinggian 900 Meter
Kalau pakai rok akan lebih mendebarkan lagi, semua crewnya  cowok dan brewokan semua. Kayaknya mereka sudah terbiasa menolong penumpang saat naik turun keranjang. Ada yang pegang tangan dengan lembut dan ada juga yang pegang bokong penumpang dengan sentuhan aduhai. Asyik, orang Turkey banyak yang ngganteng ngganteng. Yang paling ngganteng sendiri kayaknya tertegun melihat sekelebat celana dalam penumpang dari China yang pakai rok mini saat turun dari keranjang dan trailer.
Tabung Gas Ada 5 Buah
Untuk Penerbangan Sekitar 2 Jam

 

Kesibukan Pilot Mengendalikan Semburan Api
Lumayan Panas Saat Api Menyembur

 

 

Pemandangan Di Tempat Peluncuran Balon

 

Saat Melintasi Balon Yang Baru Saja
Dikembangkan
Diatas Keranjang Terbang Dari
Ketinggian 900 Meter
Turun Dari ketinggian 900 Meter dan
Siap Melakukan Pendaratan
Ngeri Lihat Prosedur Pendaratan
Untung Nggak Ada Angin Besar Sehingga
Pendaratan Seperti Ini Tidak Terjadi
Keranjangnya Tinggi Dan Tidak Ada Pintunya
Semua Harus Naik, Bahaya Bagi Yang Pakai Rok
Pakailah Celana Panjang Kalau Naik Balon
Baca Juga :

Yuk Lihat Bule Inggris Marah Marah

Kalau Kasur Udah Dilempar Kejalan Artinya
Tidur Sana Dirumah Bini Muda Elo
Jangan Pulang Lagi

 

Seperti biasa, pagi hari saya selalu jalan jalan keliling sekitar rumah saya di Portsmouth. Sambil berolah raga sekaligus menikmati pemandangan dan menghirup udara segar. Tapi ada sesuatu yang agak janggal kali ini. Tetangga saya terdengar teriak teriak dengan bahasa Inggris level Dewa, caci maki dan sumpah serapah nggak karu karuan sambil ditonton beberapa orang tetangga yang lain. Seorang lelaki berteriak teriak dibawah minta dibukain pintu. Si cewek di lantai atas cuma melongok kebawah dari jendela dan ngotot nggak mau bukain pintu. Si cowok semalaman mabuk mabukan dengan teman temannya, si cewek nggak percaya dan curiga cowoknya tidur dirumah Katty. Tetapi agak siang dikit saat saya melintas kembali didepan rumah tersebut, pemandangan sudah berubah total. Kayaknya ‘Perang Besar‘ telah berakhir. Kasur dan semua harta benda sudah dilempar kejalan semuanya. Entah siapa yang melemparkan keluar, bisa jadi salah satu dari kedua pasangan tersebut atau bahkan pemilik rumah sebenarnya yang merasa terganggu karena penyewanya ‘Perang Bubat‘.

 

Saking Jengkelnya Setiap Hari Depan Rumahnya
Dijadikan Tempat Timbunan Sampah
Lokasi : London
Marahnya orang Inggris kayaknya nggak ada yang bermutu sama sekali. Yang sering saya perhatikan baik di kota London, Portsmouth, atau kota kota kecil disekitarnya paling banter cuma urusan sampah. Seringkali ada yang merasa terganggu karena tiba tiba didepan pintu rumah atau tokonya teronggok banyak sekali tumpukan sampah. Saya heran juga, kenapa sampah tidak ditaruh di halaman rumah/tokonya sendiri tetapi dititipkan di halaman rumah tetangganya. Barangkali karena truk sampah tidak bisa menjangkau rumahnya atau truk sampah terlambat mengambil sampah maka sampah miliknya disingkirkan ke rumah tetangga supaya rumahnya sendiri selalu terlihat bersih dan rapi.
Yang Ini Tanda Larangan Dari Pak Lurah London
Tetap Bandel – Nimbun Sampahnya Sekarang
Bergeser 20 meter

 

Lebih nggak bermutu lagi kalau orang Inggris marah marah urusan Tai Anjing. Udah nggak kehitung lagi berapa kali saya menyaksikan bule nginjak tai anjing saat jalan jalan di taman atau di trotoar. Meskipun dimana mana terpampang jelas berbagai macam pengumuman larangan kencing dan buang kotoran sembarangan, termasuk juga anjuran untuk mengambil kotoran dan membuangnya ditempat sampah khusus tai anjing, tetapi tetap saja banyak yang tidak mematuhi. Atau barangkali, tanda larangan tersebut bukan diperuntukkan bagi pemilik anjing tetapi untuk si anjing sendiri. Sayangnya, anjing di Inggris semuanya buta huruf, nggak bisa baca dan tulis apalagi baca tanda larangan. 

Ini Di Victoria London
Kalau Truk Sampah Terlambat Datang
Tumpukan Sampah Memang Bikin Orang Marah Marah

 

Cerdas – Sampah Ditaruh Di Perempatan Jalan Di London
Nggak Ada Yang Mau Depan Tokonya Jadi
Tempat Sampah – Perempatan Jalanlah Solusinya

 

Tolong Sampaikan Ke Anjingmu
Jangan Berak Didepan Pintu Rumahku
Jelas Dan Tegas – Lokasi Portsmouth
Bersihkan Kotoran Anjingmu
Sayang Anjing Nggak Bisa Membaca
Lokasi : Victoria Park Portsmouth
Anjing Kalau Buang Hajat Harusnya Didalam
Kotak Ini – Lokasi Portsmouth

 

Pemilik Toko Ini Selalu Marah Tiap Pagi Hari
Kalau Didepan Tokonya Ada Selimut
Milik Gelandangan – Biasanya Ditendang Sampai Jalan Raya

Baca Juga :

 

Selime Cathedral, Cappadocia Turkey

Selime Cathedral – Central Anatolia Turkey
Cappadocia Turkey adalah gudangnya gereja / cathedral, chappel dan monestary yang cukup unik karena berbentuk gua hasil karya manusia jaman baheula. Ada yang diatas gunung dan ada juga yang jauh dibawah tanah. Mulai dari chappel kecil, cathedral besar dan juga ruang ruang kelas berbagai macam ukuran dan juga tempat tinggal semacam barak asrama semua tersebar berdekatan di area yang luasnya sekitar 300 Km persegi. Tidak kurang dari 100an gereja batu yang dipahat tangan besar dan kecil dan 10.000an  gua dengan berbagai macam fungsi ada di lokasi ini.  Wilayah ini terkenal sebagai kawah candradimukanya umat kristen dalam hal pendidikan agama sejak lebih dari 1700 tahun lalu dan juga tempat persembunyian dari serangan bangsa Mongols.
Gerejanya Diatas Gunung
Salah satu konstruksi Gua kuno buatan manusia yang menyatu dengan alam, khususnya hasil karya umat Kristen Orthodox pertama saat jaman masih susah susahnya menyebarkan agama bisa ditemukan disini. Lokasinya tidak begitu jauh dari Ihlara Valley, atau sekitar satu jam perjalanan darat dengan mobil dari Goreme. Yang cukup terkenal dan per tahun dikunjungii 300.000an turis namanya Selime Cathedral. Jangan membayangkan cathedral besar ini seperti yang anda saksikan di kota kota anda. Gereja ini diatas gunung dan didalam gua seperti yang anda saksikan dalam film film cartoon Pak Flinstone.
Ini Sebenarnya Jalan Air
Gembira Setelah Tali Dilepas Dari Pinggang
Saya tidak akan menceritakan tentang isi Cathedral tersebut karena memang saat ini nggak ada isinya. Lukisan lukisan didindingpun sudah pudar dan nyaris nggak terlihat kembali. Artefact artefact yang ditemukan juga sudah dipindahkan ke museum. Yang akan saya ceritakan adalah jalan menuju ke cathedral yang jauh diatas gunung saja. Untuk menuju ke atas, tidak ada jalan sama sekali yang nyaman dilalui. Yang ada cuma bekas jalan air yang tidak rata. Kita tahu jalan air tersebut menuju keatas hanya karena ada tanda panah merah yang ditempel didinding tebing saja. Mau turun, tinggal mengikuti tanda panah biru.
Badan Saya Gemuk Dan Nyangkut
Di Jalan Ini. Ada Yang Ndorong,
Ada Yang Narik Dengan Tali
Ada Yang Melumasi Oli
Karena jalannya menanjak sangat tajam dan terkadang harus loncat kekiri dan kekanan, maka ditempat ini banyak ngumpul Tukang Dorong. Siapa lagi kalau bukan anak anak muda setempat berseragam merah. Mereka siap mendorong atau menarik pengunjung yang mogok ditengah jalan dengan upah sekedarnya. Perlengkapannya seutas tali yang akan dilemparkan ke kita apabila perlu bantuan. Karena badan saya cukup lebar dan sangat ngepas lebar selokan, maka diperlukan 3 orang untuk mendorong dan menarik dengan tali sampai keatas.
Selokan Air Ini Adalah Jalan
Utama Untuk Naik
Turunnya lebih rumit lagi karena umumnya pengunjung pada takut kepleset jatuh. Saat naik nyaman nyaman saja karena tidak melihat kebelakang. Tapi saat turun, wow ngeri karena  ternyata curam sekali.  Akhirnya, nggak ada pilihan lain kecuali harus bayar pak Ogah yang baju merah tadi. Tali segera dilemparkan dan diikatkan kepinggang. Dua orang mengulur tali dari atas dan satu orang menjaga didepan sampai kita berada ditempat yang aman. Cukup sekali saja saya berkunjung ketempat ini. Dibayar mahalpun nggak akan mau lagi saya naik keatas. Kapok, entah berapa kali bokong saya didorong dorong anak anak muda tersebut karena kejepit tebing.
Ditempat Ini Bisa Memandang Jauh Keluar
Udaranya Sejuk Bikin Ngantuk
Nah Lorong Ini Agak Luas
Nggak Bakalan Kejepit Disini
Byuh, Kalau Hujan Selokan Ini
Penuh Air Gimana Ya Naiknya
Istirahat Dulu Di Chappel Kecil
Banyak Sekali Ruangan Besar Kecil
Ini Bukan Sembarang Gua, Tetapi Gereja Kuno
Ini Salah Satu Bagian Gereja Yang Benar Benar
Mudah Dikenali Sebagai Gereja
Lukisan Dinding Sudah Tidak Terlihat Lagi
Siap Siap Pulang
Pegel Linu Naik Turun Gunung
Baca Juga :