Monthly Archives: July 2015

Berkunjung Ke Rumah Pak Flinstone

Cave Hotel Di Goreme, Cappadokya Turkey
Semua Hotel Yang Punya Cave Room
Setara Losmen Atau Hotel Melati
Dari Nevsehir Airport menuju desa / kota kecil Goreme, Cappadocia perlu waktu satu jam sendiri. Saya booking hotel melalui Booking.com dan memilih hotel berdasarkan photo photo yang ditampilkan saja. Boleh dikatakan cara memilihnya sembarangan, asal photo kamar, lobby bagus dan harganya cocok maka langsung saya pilih. Memang cara pilih hotel seperti inilah yang bisa saya lakukan karena nggak ada orang lain yang bisa saya tanya dan jarang ada orang disekitar saya yang pernah berkunjung ke Goreme, Cappadocia.
Tidak Ada AC Maupun Heater
Tapi Temperatur Didalam Gua Ternyata
Tidak Dingin Saat Musim Dingin Dan Tidak Panas
Saat Musim Panas
Ternyata, semua hotel di Goreme cukup bikin sengsara. Semua jalan naik turun dan umumnya bukan jalan aspal, tapi jalan batu. Untuk menuju hotel, kita harus nyeret koper dan semua barang bawaan sendiri dengan jarak terjauh sekitar 200 meter. Mobil jarang yang bisa berhenti tepat didepan hotel karena jalan jalan sempit dan tidak bisa dilewati mobil. Jalan utamanya saja hanya bisa dilewati satu mobil saja, kalau sampai berpapasan dengan mobil lain, salah satu harus mundur. Mending kalau jalannya lurus dan rata,  kalau jalannya naik atau turun dan harus mundur berbelak belok tajam gimana ?. Saya tidak akan merekomendasikan anda untuk sewa mobil di kota ini.
Cave Room
Mau Masuk Ke Kamar Saja Susahnya Bukan Main
Harus Mendaki Jalan Setapak Sambil Bawa Koper Sendiri
Setelah jalan kaki di jalan berbatu tidak rata sekitar 100 meter, akhirnya saya bisa mencapai lobby hotel. Segelas jeruk segar dingin langsung amblas saya minum, itupun masih nambah air putih satu gelas lagi. Rupanya kegembiraan sesaat dapat minuman gratis dari hotel ini bukan akhir dari penderitaan. Saya masih harus naik lagi lewat tangga batu karena kamar yang saya pilih ternyata di tingkat dua dan didalam gua. Ya, benar, mirip rumah pak Flinstone yang sering anda lihat di TV.
Ini Kamar Saya
Pintu Masuknya Dari Belakang
Hotel hotel Gua (Cave Hotel) seperti ini selain di Goreme ada juga di Urgup. Alasan kenapa saya pilih hotelnya di Goreme karena hampir semua obyek wisata berada di Goreme. Turis turis yang menginap di Urgup semuanya dibawa ke Goreme.  Di Goreme terdapat Goreme Open Air Museum, Baloon Rides, Cavusin Old Cave Village, Pigeon Valley, Rose Valley, Pasabag dan berbagai macam Souvenir Shop. Nggak jauh sih sebenarnya jarak antara Goreme  dan Urgup, hanya sekitar 20  Km  saja. Tapi kan cukup susah kalau anda ingin naik Baloon Udara. Jam 3 pagi anda harus sudah bangun menuju lokasi lokasi baloon udara di Goreme.

 

Jalan Masuk Menuju Lobby Hotel
Berat …. Jalan Naik Sambil Nyeret Koper

Cave Hotel di Goreme dengan di Urgup nyaris tidak ada bedanya, Di Urgup sepertinya gua gua dan gunung gunung sudah banyak dikuasai oleh investor besar. Banyak hotel hotel baru dan modern setara bintang lima disana. Saya ragu dengan keaslian gua di hotel hotel baru dan besar di kawasan Urgup. Sepertinya sengaja dibuat untuk komersial. Makanya saya nggak mau nginap disana. Ngeles sih sebenarnya, hotel besar di Urgup jelas jauh lebih mahal dibanding hotel kecil setara Losmen atau hotel Melati di Goreme. Pak Flinstone itu tinggalnya di Gua asli seperti yang di Goreme, bukan di gua gua di hotel yang ada kolam renangnya seperti di Ramada Cappadocia Hotel Urgup atau Kayakapi Premium Caves Cappadocia Hotel Urgup.

 

Undeground Cave Room
Ternyata Sejuk Didalam Gua Saat Musim Panas
Meskipun Tidak Ada AC

 

Jalan Jalan Sempit Semua
Mobil Nggak Bisa Masuk Sampai Hotel

 

Pemandangan Baloon Udara
Dari Lorong Hotel

 

Semakin Asli Kamar Gua Dan Semakin Susah
Masuk Kamar Ternyata Semakin Mahal
Tarif Per Harinya – Selalu Fully Booked Pula

 

Kamar Paling Murah
Kamar Tambahan Yang Bukan Gua

 

Dari Luar Sepertinya Butut
Tapi Ternyata Didalam Kamar Cukup Mewah

 

Salah Satu Sudut Kota Kecil Goreme
Tidak Semua Gua Dijadikan Hotel

 

Turis Baru Datang
Belum Tahu Dia Betapa Susahnya Bawa Koper
Naik Turun Jalan Sempit Menuju Lobby Dan Kamar

 

Dinding Seperti Ini Bukan Dinding Gua Asli
Yang Asli Nggak Ada Batu Ditumpuk Tumpuk

 

Advertisements

Di Nevsehir Airport Penumpang Mecotot Keluar Gedung

Photo Photoan Di Bag Belakang Nevsehir Airport
Satu Lantai Saja Dan Selebar 6 Buah Ruko
Selfie Dulu Ya Sebelum Diusir Petugas

Tujuan saya mau ke Goreme, salah satu kota di Cappadocia (Bacanya Kapadokya), propinsi Nevsehir, Turkye. “Ndeso Kluthuk” wilayah Central Anatolia yang berpenduduk sekitar 2500 jiwa saja. Semula saya ingin sewa dan nyetir mobil dari Ataturk International Airport, Istanbul – Turkye sambil menjelajah segala penjuru Turkye, tapi mengingat jaraknya yang hampir mencapai 800 Km, maka rencana tersebut segera saya urungkan.

Ruko Di Ujung Warna Creme Untuk Kedatangan
Yang Kiri Untuk Keberangkatan
Perhitungan saya mengatakan perlu waktu minimum 10 jam kalau nekat mau langsung ke Goreme. Itu artinya baru akan tiba di Goreme tengah malam karena pesawat Turkish Air yang saya tumpangi dari Kuwait baru mendarat tengah hari. Sebenarnya ada dua bandara terdekat dengan Goreme yang bisa saya pilih, yaitu Kayseri Airport atau Nevsehir Airport. Tapi mengingat jarak Kayseri Airport yang cukup jauh (sekitar 80an Km ke Goreme), maka saya pilih penerbangan ke Nevsehir Airport saja yang jaraknya sekitar 40an Km dari Goreme. Tidak salah pilihan saya, penerbangan Istanbul – Nevsehir Airport hanya sekitar 45 menit saja.

 

Hanya Ada Satu Counter Untuk Sewa Mobil
Atau Shuttle Bus Ke Goreme

Begitu mendarat di Nevsehir Airport, ternyata bandaranya cuma seukuran 6 buah ruko yang berjejer jejer. Masih mending ruko ruko di Indonesia yang berlantai 2 atau 3, bandara ini cuma satu lantai saja. Mirip bandara Pinang Kampai Dumai, tapi dengan ukuran yang lebih mini lagi meskipun halaman parkirnya sangat luas. Konon bisa menampung 400 mobil sekaligus. Tapi saya nggak percaya ada mobil sebanyak itu parkir bareng bareng di bandara ini. Hanya ada dua pesawat dari Istanbul yang mendarat di bandara ini yaitu Turkish Airline dan Pegasus.

 

Hanya Satu Conveyer Belt
Jangan Lengah, Sebentar Saja Bandara
Langsung Kosong – Bisa Ketinggalan Bus Anda

Di ruang Kedatangan hanya ada satu Belt Conveyer, begitu koper muncul penumpang langsung keluar bandara. Kalau koper nggak muncul muncul, bisa deg degan luar biasa karena bandara langsung sepi dan tutup. Mending kalau satu satunya counter persewaan mobil atau shuttle bus masih ada petugasnya. Kayaknya bandara ini ada penghuninya hanya saat ada pesawat datang dan berangkat saja.

 

Penumpangnya Sampai Mecotot
Keluar Bandara, Untung Penerbangan Pagi
Jadi Nggak Terlalu Panas

 

Tapi bagaimanapun juga, saya cukup senang punya pengalaman baru di bandara ini. Karena penumpangnya cukup banyak saat ada pesawat mau berangkat pagi hari, maka sebagian besar calon penumpang ada juga yang ‘mencotot’ sampai keluar gedung nggak bisa masuk dan harus ngantri pemeriksaan bagasi. Begitu mulai bosen ngantri kepanasan diluar gedung, maka beberapa penumpang ada yang iseng jalan jalan ke belakang dan selfie didekat pesawat. Cukup dengan memutar gedung kebelakang beberapa langkah saja. Nggak perlu harus loncat pagar tinggi dan nggak perlu juga lewat metal detector. Nggak perlu tergesa gesa berselfie ria juga. Jangan kuatir, banyak temannya yang juga photo photoan. Kapan lagi bisa jeprat jepret photo photoan dengan latar belakang pesawat kalau nggak di Nevsehir Airport.
Bagian Belakang Bandara
Orang Ini Barusan Diusir Agar Pindah Kedepan Kembali
‘Selfie’nya Terlalu Dekat Pesawat Sih
Ruang Keberangkatan Dan Counter Check In

Main Bola Dan Skateboard Di London Central Mosque

Central Mosque London
Kubah Emasnya Sudah Luntur

Mumpung masih bulan Ramadhan, mari saya ajak anda jalan jalan untuk melihat lihat Masjid di UK. Saya mulai dari London Central Mosque atau sering disebut Regent’s Park Mosque. Masjid ini mulai digunakan tahun 1978 dan design arsitekturnya dibuat oleh Frederick Gibberd. Untuk masalah design masjid rasanya nggak perlu harus ngundang arsitek yang seiman, susah carinya di Inggris.

Bagian Dalamnya Sangat Minimalis
Kaligrafi Tidak Begitu Banyak
Ini Sholat Jumat – Kosong
Kubahnya berwarna emas, tapi warnanya sudah luntur. Di bagian dalam masjid hiasannya relatif sama dengan masjid masjid di Indonesia pada umumnya, yaitu ada hiasan kaligrafi di dinding. Tapi masjid ini terasa sangat minimalis sekali, hiasan kaligrafinya nggak terlalu banyak. Selain itu ada juga toko buku kecil yang menjual juga minuman ringan Coca Cola yang katanya buatan Yahudi. Ada juga tempat nongkrong bernama Halal Cafe. Tanah dan bangunan Masjid ini merupakan hasil tukar guling antara King Farouq dari Mesir dan King Goerge VI pada tahun 1944. Saat itu  King Farouq membuatkan Gereja Anglican di Cairo.
Tempat Meletakkan Sandal Dan Sepatu
Masjid Besar Tapi Jumatan Hanya 5 Saf Saja

Karena masjid ini berada di negara yang mayoritasnya non muslim, maka seringkali jadi bahan tulisan yang diplintar plintir sedemikian rupa di facebook, blog, internet dan media media di Indonesia. Contohnya : Di Sulawesi Gereja Akan Dijadikan Masjid, Di Inggris Gereja Diambang Punah. Kenyataannya nggak seperti itu, nggak ada satupun gereja atau masjid yang saling memusnahkan di UK. Semua bisa saling bertoleransi, bahkan di kota saya Portsmouth, sebuah Masjid dan Gereja yang bersebelahan seringkali saling meminjamkan gedungnya untuk Jumatan, Kebaktian Minggu atau acara acara pameran (Open House).

 

Lampu Kristal Dan Kaligrafi Dibawah Kubah

Jangan terlalu percaya berita berita yang ditulis oleh orang orang yang sama sekali tidak pernah menginjakkan kaki di Inggris seperti diatas. Banyak nggak benernya dan mereka nggak tahu sama sekali seperti apa kualitas media yang jadi acuannya. Contohnya tulisan diatas mencantumkan Daily Mail dan Express Pos, padahal media ini termasuk koran terminal semacam Pos Kota kalau di Indonesia. Isinya full fiksi dengan judul besar tapi nggak jelas kebenarannya.

Asyikkkk, Ini Dia Tempat Main Skate Board
Lokasinya Di Kota (City Of Westminster)
Susah Cari Tempat Bermain Di Kota

Lokasi Masjid Central London ini di tengah tengah kawasan pemukiman Arab. Pemukiman Arab terkenal Edgware Road hanya berjarak sekitar 1.50 Km saja. Kalau dari Marble Arch juga sekitar itu jaraknya. Jadi jangan membayangkan orang Inggris jadi Mualaf atau rame rame convert ke Islam, Yang bener pengunjung masjid ini semuanya imigran Arab dari pemukiman Arab disekitarnya. Paling cuma ada satu atau dua orang saja yang bule. Sesekali terlihat juga mahasiswa Indonesia yang datang berombongan.

London Central Mosque Book Store

Keturunan India dan Pakistan  juga banyaknya bukan main di seluruh penjuru Inggris, tapi jangan berasumsi juga Islam is growing fast di Inggris dan Eropa. Yang bener bener growing fast itu jumlah imigran  India / Pakistan dan imigran dari seluruh negara Arab termasuk turis Arab. Lebih growing fast lagi perkembangan Ahmadiyah karena pemerintah kolonial Inggris yang  membawa  India / Pakistan tersebut masuk ke Inggris puluhan tahun lalu dan saat ini beranak pinak dan menyebar diseluruh Eropa. Seperti biasa, setelah mereka sukses di Inggris, lalu saudara saudaranya dikampung halaman  diajak masuk Inggris semua. Jadi seolah olah Islam berkembang sangat pesat, padahal cuma visit beberapa minggu saja.

Yang Dijual Di Book Store Ternyata Macam Macam
Mulai Dari Parfum Arab, Sabun Sampai Minuman Ringan

Nggak Percaya ? Lihat saja daftar daftar masjid di Inggris dan Eropa di wikipedia. Hampir semua masjid milik Ahmadiyah Community. Satu kota paling cuma ada sekitar 3 masjid saja dan kota besar seperti London lebih banyak lagi. Sholat Jumat di  London Central Mosque ini paling banter isinya cuma 5 – 10 saf saja. Itupun semua Arab dari pemukiman Arab di sekitar Edgware Road, Marble Arch, Knight Bridge, Oxford Road dll. Masjid Central dekat rumah saya di Portsmouth malah pintunya selalu tutup saat jam sholat, apalagi subuh.  BacaList Of Ahmadiya Community Building

 

Ini Artinya Tempat Sholat Untuk BerbagaiMacam Aliran Syiah, Sunni, Ahmadiyah Dll

Bagusnya, pemerintah Inggris tidak membeda bedakan aliran agama. Pokoknya Masjid itu buat Muslim, apakah Syiah, Sunni, Ahmadiyah yang jelas disediakan tempat sholat di Masjid. Terkadang istilahnya diperjelas, dan terpampang tulisan Multi Faith Mosque atau Multi Faith Prayer Room supaya masing masing aliran nggak gontok gontokan berebut tempat ibadah. Dan pemilik masjid yang Ahmadiyah Community tadi bisa legowo mempersilahkan siapa saja sholat di masjidnya.

Pengumuman Semacam Ini BuanyakDi Central Mosque London

Yang paling menarik, Central Mosque London ini seringkali dipakai Break Dance, Akrobat Sepeda BMX, Skateboard, Main Sepatu Roda atau Sepak Bola oleh anak anak muda. Namanya saja minoritas di UK, maka untuk mencari tenaga SATPAM muslim yang mau njagain Masjid 24 jam susahnya bukan main, jadi pengawasan masjid cukup dengan CCTV. Kalau ada anak anak remaja main skateboard atau bola, langsung loudspeaker bunyi “Perhatian perhatian, ini tempat ibadah bukan tempat main bola

 

Tanda Larangan Bermain Skateboard, Main Bola
Main BMX dan Bawa Tape Compo
Dan Juga Tidak Boleh Kumpul Kumpul

 

Sepi Dan Luas Kan ?
Remaja Mana Yang Nggak Tertarik Main
Skate Board Dan Bola Di Masjid
Banyak Sekali Pengumumannya
Tapi Namanya Saja Anak Anak Ya Tetap
Saja Bermain, Susah Cari Tempat Bermain Di Kota

 

Ini Masjid Di Portsmouth
Bersebelahan Dengan Gereja Emanuel
Kalau Hari Minggu Sekat Partisi Dibuka
Hari Jumat Sekat Partisi Juga Dibuka

 

Ini Central Mosque Portsmouth
Pintunya Selalu Tertutup Rapat Saat Jam Sholat
Ada 3 Masjid Di Portsmouth

 

Ini Masjid Jami PortsmouthSama Saja Pintu Selalu Tertutup Saat Jam Sholat
Baca Juga :