Soho, City Of Westminster London Dari Dekat


Berwick Street – Soho District
City Of Westminster – London
 .
Bertahun tahun kepala saya sehari hari dijejali dengan istilah istilah keren, Contohnya SohoSmall Office Home Office. Tentu saja bayangan saya tentang Soho di London tidak jauh dari itu. Sebuah komplek perkantoran kecil, bersih, pelayanan kekeluargaan dan malam hari bisa dipakai juga sebagai tempat tinggal rumah tangga. Terpikir juga dalam pikiran saya, buat apa saya harus susah payah datang ke perkantoran tersebut dari rumah saya di Portsmouth yang jauh. Tapi pikiran saya segera berubah setelah baca brosur brosur pariwisata di London. Ternyata Soho di London bukan Small Office Home Office, tapi obyek wisata utama kota London yang bisa dicapai menggunakan Big Bus Tour, Taxi atau Underground Tube (Kereta Api Bawah Tanah). Soho di London ternyata cuma pasar butut semacam pasar liar yang dikelilingi oleh gedung dan bangunan bangunan kumo bersejarah.
 .
Meskipun Butut Majalah Pariwisata
Harus Menulis Dengan Bahasa Yang Indah Dan Bagus

.

Setelah saya kunjungi dan saksikan sendiri, saya benar benar terkejut karena apa yang tertulis dalam brosur dan majalah pariwisata sangat berbeda dengan kenyataan. Tidak sedikitpun tertulis kata kata ‘lecek’, ‘butut’, ‘becek’ atau semacamnya. Semua tertulis sangat indah dan menarik, dan inilah bedanya cara penulisan media Europe dibanding dengan media di tanah air. Di Indonesia, semua media tidak ada satupun yang menulis dengan cara ‘menyulap’ tempat butut menjadi sesuatu yang indah dan punya daya tarik bagi wisatawan. Orang Indonesia memang sejak lahir terbiasa menulis atau memberi comment dengan cara menjelek jelekkan diri sendiri atau bangsanya sendiri. Serba spontan, apa yang dilihat dan dirasa maka itu pula yang keluar dan di ‘blow up’ kemana mana.
 .
Haram Bagi Majalah Hotel Dan Pariwisata Untuk
Membuat Photo Secara Close Up Seperti Ini
 .
“Soho terletak di City of Westminster dan merupakan bagian dari West End Of London. Lokasinya dikelilingi oleh tempat wisata terkenal lain seperti Strand, Covent Garden, Bloomsbury, Mayfair, St James Park dan lain lain. Konon pada awal abad 20 wilayah ini terkenal reputasinya sebagai tempat industri Sex dan kawasan remang remang. Tapi sejak tahun 1980an telah banyak berubah menjadi toko toko fashion, media office dan berbagai macam restaurant. Hanya tersisa beberapa sex shop dan tempat hiburan malam saja saat ini yang masih bertahan. Contohnya Chinawhite Nightclub dan Public House Bar dengan beberapa Sex Shop tersebar disekitarnya.
 .
Kayak Kramat Tunggak dan Jl KS Tubun
Petamburan Jakarta Tahun 1990an

.

Berbagai macam etnis,  baik kaya atau miskin semua ada di area ini termasuk Paul Mc Cartney yang juga punya kantor di sekitar Soho Square. Philip Morris yang terkenal dengan rokok Marlboro juga membuat pabrik rokoknya pertama kali di Great Marlborough Street. Masih banyak lagi tokoh dan juga artis artis terkenal yang meniti karir dari lokasi ini karena memang jalan jalan didaerah ini banyak sekali Theatre, music room, cinema club dan berbagai macam gedung entertainment. Jangan lupa untuk singgah di Street Market Berwick Street, tempat anda untuk merasakan kepadatan dunia”
 .
Ini Gerobak Siapa Seenaknya Ditinggal
Di Trotoar Nutupi Pejalan Kaki
 .
Nah, cerita yang saya sampaikan dalam tanda kutip diatas adalah contoh cara penyampaian versi Majalah dan Brosur Pariwisata. Nggak salah sih, apa yang disampaikan majalah pariwisata memang harus menarik bagi wisatawan, sesuai sejarah dengan photo photo yang artistik dan mengundang rasa ingin tahu wisatawan. Kalau ditulis apa adanya, siapa yang mau datang ke tempat kumuh dan kumel tersebut ?. Jadi, kesimpulannya…. jangan sekali kali mengeluh atau menjelek jelekkan tempat tempat eksotis di tanah air baik melalui fb, tweter, blog atau apapun. Apalagi menjelek jelekkan presiden terus menerus hanya karena kecewa jagoannya kalah saat pilpres.

 

 .
Ngupas Kelapa Airnya Jangan Dibuang
Dijalan Dong, Jadi Licin Jalannya
 .
Karena saya nggak bisa membuat photo artistik, maka yang saya sajikan disini hanya photo photo asal jepret saja. Saya agak kesulitan mengambil photo gedung gedung yang dimaksud majalah dan brosur pariwisata tersebut karena banyak yang ketutupan lapak lapak pedagang kaki lima. Lain kali akan saya tampilkan photo ‘Bird View’ dalam tulisan tulisan saya biar kelihatan seperti majalah pariwisata. Tapi, mohon maaf, berhubung saya jalan kaki, maka hasil photo kurang menarik dan bener bener ‘Street View’. Yang penting, apa yang saya sampaikan bisa anda terima dengan baik. London, ternyata sama saja dengan kampung ane di Jakarta.
 .
Ya Ampun, Mirip Banget Orang Inggris
Kalau Jualan Dengan Saudara Saudara Gue Di Kampung

 

 .
Ada Karaoke Didalam
Pintu Depannya Ngumpet Dan Kecil
Tapi Bagian Dalamnya Besar

 

 .
Orang Inggris Sedang Tidur
Ssst Jangan Berisik Ya
 .
Baca Juga :
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s