Monthly Archives: September 2014

Sertifikat Asli Tembok Berlin, Opo Iyooo ?

Remukan Tembok Berlin Asli
Bener Asli Atau Made In China ?

.

Di Indonesia banyak sekali Sertifikat. Ada Sertifikat Insinyur Indonesia, Sertifikat Guru, Sertifikat Industri, Sertifikat Halal dan lain lain. Terserah anda, kalau seseorang yang punya sertifikat anda anggap berkwalitas boleh boleh saja. Produk makanan olahan dapat sertifikat Halal dan anda yakini betul benar benar Halal ya terserah saja. Kan kita nggak boleh Su’udzon mengatakan ‘Halaah, Sertifikasi apaan, paling cuma buat cari duit aja’.

.

Tembok Berlin Dihancurkan Tahun 1989
25 Tahun Lebih Pecahannya Masih Dijual Sampai
Sekarang – Opo Tumon ?

.

Di Jerman juga sama saja, Sertifikat banyak bertebaran dimana mana terutama kalau anda berada di tempat tempat wisata. Coba saja masuk di salah satu toko toko souvenir yang bertebaran dimana mana. Dengan mudah anda akan melihat Remukan batu beton yang dikemas dalam kemasan plastik kecil.  ‘Katanya‘ batu beton dengan cat warna warni tersebut merupakan remukan Tembok Berlin. Tidak hanya toko souvenir di kota Berlin saja, tetapi toko toko souvenir dikota lainpun juga banyak menjual souvenir semacam itu.  Semuanya mengatakan ‘ASLI’ dan untuk meyakinkan keasliannya dilampirkan juga ZERTIFIKAT dalam kemasan plastik. Ada juga ZERTIFIKAT yang dipajang dengan pigura dan mengatakan ‘Authorized Dealer – toko yang berhak menjual remukan beton bekas Tembok Berlin’. Artinya toko yang lain nggak punya hak untuk menjual, diragukan keasliannya dan lain lain.

.

Cat Warna Warni Masih Tampak Cerah
Pakai Sertifikat Mungkin Artinya Asli Buatan China

.

Tembok yang memisahkan Berlin Barat dan Berlin Timur ini dibangun tahun 1961 tetapi kemudian dibongkar tahun 1989. Artinya sudah lebih dari 25 tahun souvenir pecahan batu beton tersebut diperjual belikan. Meskipun panjang keseluruhan Tembok Berlin tersebut sekitar 150an Km, tapi saat ini tidak semuanya dirobohkan. Masih banyak tembok Berlin yang masih utuh dan tidak ikut dirobohkan karena dilindungi dan dianggap sebagai cagar budaya.

.

Tembok Berlin Didirikan Tahun 1961
Dirobohkan Tahun 1989 – Pecahannya Masih Dijual
Tahun 2014 Setelah 25 Tahun !!!

.

Saya benar benar nggak percaya pecahan batu beton tersebut asli dari Tembok Berlin karena cat warna warni bekas graffiti yang menempel di pecahan tembok terlihat sangat cerah sekali seperti baru disemprot beberapa jam lalu. Alasan lain, anggaplah lebar souvenir tersebut 4 cm dan panjang 4 Cm. Kalau setiap hari bisa terjual 10 buah saja per toko maka kalau terjual sejak 25 tahun yang lalu berarti panjangnya bisa melebihi panjang Tembok Berlin yang sebenarnya. Tapi bagaimanapun juga saya tetap membeli remukan batu beton khas Jerman tersebut. Sebenarnya saya tahu ZERTIFIKAT tersebut cuma akal akalan orang Jerman agar barang dagangannya bisa laku. Itung itung, saya jadi punya pengalaman dikibulin orang Jerman. Nggak apa apa deh sekali kali dikibulin orang Jerman :).

.

Ini Dia souvenir Jerman Berupa
Piring Hias Yang Jadi Koleksiku

.

Pecahan Tembok Ada Yang
Dibuat Gantungan Kunci

.

Bingung – Semua pakai ZERTIFIKAT

.

Pecahan Tembok Berlin Ada Juga Yang
Dibuat Hiasan Kulkas

.

Kalau Tas Jelas Buatan China
Jangan Jangan ZERTIFIKAT Tembok Berlin Artinya
ASLI BUATAN CHINA

.

Baca Juga :

Advertisements

Europe, Benarkah Gadget Bisa Terjual Jutaan Dalam Sehari ?

Presikhaf – Arnhem, Netherland
Mall Segede Ini Kok Sepi Sekali
Lalu Berapa Orang Yang Beli HP Terbaru
.
Bulan ini IPHONE 6 dan IPHONE 6 Plus resmi dipasarkan. Sebelumnya Samsung Galaxy, Blackbery, Sony Xperia, Play Station dan berbagai macam gadget juga hebohnya bukan main di media media Indonesia. Semua berita  mengatakan penjualan mencapai jutaan unit di Eropa hanya dalam seminggu saja, lengkap dengan gambar orang sedang ngantri. Dan ada pula yang mengatakan penjualan mencapai 4 juta unit hanya dalam waktu sehari. (Baca Contoh Berita Heboh : Iphone 6 Ludes Di Pesan 4 Juta Unit !! ). Apakah anda percaya berita berita bombastis seperti itu ?.
 .
Steglitz Berlin, Germany
Ini Malioboronya Berlin
Sepi Tidak Seramai Jalan Jalan Di Jakarta
.
Saya termasuk salah satu orang yang nggak pernah percaya berita berita bombastis semacam itu. Bagi saya hal tersebut kemungkinan besar cuma strategi pemasaran saja. Tapi, bisa jadi angka angka sebesar itu adalah benar tetapi pemesannya adalah Distributor Besar  untuk dipasarkan atau reexport ke negara lain diluar Eropa. Bisa jadi juga pemesannya adalah toko toko online dengan pemasaran ke seluruh penjuru dunia atau Distributor Eropa untuk pemasaran selama setahun atau lebih.  Saya nggak pernah percaya  penduduk perorangan Eropa rame rame ganti gadget baru setiap ada produk baru diluncurkan. Alasannya sederhana saja, tetangga tetangga saya di Belanda gadgetnya sangat kadaluarsa semua.
 .
Iklan Jual Beli Barang Bekas Di Berlin
Kapan Beli HP Baru ? Nunggu HP Lama Terjual Dulu ?
.
Alasan lain kenapa saya menganggap berita berita tersebut ‘Sampah’ karena saya tahu betul kota kota di Eropa itu sepi nyaris ‘nggak ada penduduknya’ apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk di Indonesia. Dan saya tahu betul bule itu jauh lebih pelit untuk membelanjakan uangnya dibanding orang Indonesia. Lihat saja tingkah laku orang Indonesia terutama wanita di Mall Mall Jakarta. Tangan kiri pegang Blackberry untuk berBBM Ria, tangan kanan pegang IPhone atau Samsung paling mutakhir dan didalam tas masih ada juga gadget lain dengan SIM Card dari provider tertentu karena ada fasilitas telpon gratis sesame provider. Yang pria juga sama saja di Terminal Pulo Gadung, Tanah Abang dan Pasar Senen. Tangan kiri pegang Blackbery, tangan kanan Samsung dan di celana masih juga diselipkan gadget tradisional berupa Clurit, Golok atau Rencong.
 .
Papan Iklan Gratis Di Amsterdam
Orang Belanda Pelit Bukan Main
HP Butut Di Jual Belikan
.
Coba anda baca populasi kota kota pada link dibawah ini. Anda akan paham bahwa kota kota di Eropa nyaris nggak ada penduduknya bila dibanding Jakarta. Hanya kota London, Moscow, Berlin dan Madrid saja yang masuk dalam daftar kota paling banyak penduduknya tapi itupun diurutan paling buncit dan nggak ada apa apanya dibanding jumlah penduduk Jakarta. Kota kota yang padat penduduk semuanya di Asia. Rasanya mustahil kalau populasi penduduk kecil setiap tahun ganti gadget sampai 3 atau 4 kali setiap ada produk baru diluncurkan.
 .
Yah Nggak Enak Rasanya Kalau Lihat Lihat HP
Sendirian, Mending Di Mall Ambassador Jakarta
Banyak Yang Bisa Dilihat

.

Kawasan Glodoknya Berlin
Mending Jualan HP Di Glodok Saja Selalu Ramai Pembeli
.
Seandainya 1 % saja penduduk membeli gadget terbaru, IPHONE 6 misalnya maka sudah bisa dipastikan Indonesialah salah satu Negara yang paling banyak membeli atau membelanjakan uangnya untuk belanja gadget selain  India dan China. Bukan kota kota di Eropa yang miskin penduduk. Perhatikan suasana kota kota di Eropa pada photo photo diatas, kira kira berapa orang yang tergiur untuk mengganti gadgetnya dengan gadget terbaru lalu bandingkan dengan suasana ‘Uyel Uyelan’ pembeli gadget di Mall Ambassador Jakarta. Mana lebih banyak pembelinya ?.
 .
Eh.. Sepi Juga Pertokoan Disini
Apa Nggak Bosen Nungguin Toko
Tapi Pembeli Yang Datang Cuma Beberapa Orang Saja
.
Jadi, bersyukurlah jadi orang Indonesia.  Tangan kiri pegang Blackbery untuk BBM, tangan kanan pegang IPhone 6 terbaru dan didalam tas masih ada dua unit lagi Samsung Galaxy dengan SIM Card XL dan Sony Experia dengan SIM Card Smartfrend. Di negara manapun yang pernah saya kunjungi, operator telephone tidak ada yang sebanyak Indonesia. Ada Telkomsel, XL, Smartfrend, Indosat, Tri dan masih banyak lagi dimana masing masing operator bersaing keras memberi discount yang aneh aneh dan mendorong orang membawa minimal dua HP sekaligus.
 .
Eh Nggak Macet Sama Sekali
Bagusan Jakarta Dong Aktifitas Ekonomi Sibuk
Dan Macet Dimana Mana
Banyak Mobil Parkir Tapi Toko Toko Sepi
Akal Akalan Parkir Di Pinggiran Kota Yang Gratis
Di Pusat Kota Parkir Sangat Mahal
Sepi Juga
Daripada Rugi Di Negara Sendiri, Lebih Baik
Investasi Di Indonesia, Thailand Dan Vietnam Saja

.

Baca Juga :

Ada Pocong Di Hotel Bintang 5

Pocong Jadi Jadian
Dibawah ini adalah tips bagi traveller yang sering keluar masuk hotel. Entah dapat ide darimana, inilah ritual dan juga tips yang sering dilakukan anak anakku setiap kali mau check-out dari hotel baik di Indonesia maupun di luar negeri. Silahkan mencoba. Bahan bahan yang diperlukan tidak sulit dan cukup sederhana. Semua bisa didapat didalam kamar hotel. Contohnya : Seprei, Handuk, Keset, Kabel Telpon dan Kimono Hotel. Pilih semua bahan bahan diatas yang berwarna putih karena sampai saat ini belum ada Pocong yang pakai kain kafan bermotif batik. Ikuti prosedur pembuatan Pocong seperti urutan photo dibawah.
Gulung Bad Cover Atau Seprei Putih
Lalu Masukkan Bantal

TIPS :

  • Disarankan untuk membuat Pocong saat mau check-out saja.
  • Akan lebih bagus kalau check-out hari Jumat Kliwon
  • Semprotkan parfum aroma Melati atau wewangian apapun beraroma Kemenyan
  • Segera menuju airport dan jangan sampai balik lagi ke Hotel karena ada barang ketinggalan.

OK, selamat mencoba.

Rapikan Dan Buatlah Bentuk Pocong
Sebagus Mungkin
Gunakan Kabel Tilpun Untuk
Mengikat Bagian Bagian Tertentu
Masukkan Juga Handuk Dan
Keset Kamar Mandi Biar Pocong
Bahenol Dan Berisi
Kabel Tilpun Digunakan Untuk
Mengikat Bagian Leher
Jangan Lupa Diabadikan
Upload Instagram, Path, Facebook Dan Tweeter
OK Selesai
Check Out Hotel Sekarang

Baca Juga :