Monthly Archives: June 2014

Graish – Menyambut Datangnya Ramadhan Kuwait

Kuwaitis Sweet Hidangan Wajib
Pesta Kecil Graish Menyambut Datangnya Ramadhan
.
Graish adalah pesta kecil yang diadakan khusus untuk menyambut datangnya Ramadhan di Kuwait. Biasanya diadakan sekitar sehari atau dua hari sebelum memasuki bulan Ramadhan. Ada yang mengatakan juga untuk penanda berakhirnya Shabaan. Semula pesta kecil Graish ini hanya diadakan didalam rumah tangga untuk keluarga dan teman dekat saja. Tetapi sekarang sudah menjadi tradisi atau ritual tahunan dan dilakukan dimana mana. Di Kantor kantor sering diadakan pesta kecil seperti ini. Benar benar kecil karena dilakukan oleh masing masing team dan juga perorangan. Di restaurant restaurant suasana juga berbeda dari hari hari biasanya karena pengunjung yang datang berombongan sekitar 10 – 15 orang sekali masuk ke restaurant. Mereka masih satu keluarga, kerabat dan teman dekat saja per rombongan.

.

Pesta Kecil Tapi Makanan Kelas Berat
.
Yang perorangan juga ada, biasanya cukup bagi bagi cokelat atau makanan kecil yang rasanya sangat manis sekali, sering disebut Kuwait Sweet. Beda dengan di Indonesia dimana menjelang Hari Raya Idul Fitri semua kantor selalu bagi bagi THR, di Kuwait jelas nggak ada THR. Jadi, menjelang Ramadhan saja karyawan di Kuwait dapat ‘Tunjangan‘ berupa makan kenyang sepuasnya. Seperti biasa, meskipun Graish disebut pesta kecil dengan jumlah pengunjung tidak terlalu banyak, tetapi makanan sangat berlimpah dan tidak bisa disebut pesta kecil lagi.

.

Makanan Berlimpah Meskipun Yang
Datang Hanya Team Kecil Beberapa Orang Saja
.
Hadiah hadiah tanda suka cita datangnya Ramadhan tidak hanya coklat dan hidangan kelas berat saja, tetapi ada juga hadiah khusus dari kantor berupa kotak besar. Isinya macam macam, kadang Parfum, Quran Kecil, Jadwal sholat, buka puasa dan sahur. Di Kuwait, saat buka puasa namanya IFTAAR sedangkan sahur hampir sama dan disebut SAHOOR.

.

Kemeriahan Meja Makan Pesta Graish
Menyambut Datangnya Ramadhan

.

Yang paling menarik adalah Kartu Permainan, bukan seperti kartu mainan biasa berisi As, King, Queen, Jack dan Joker, kartu Graish Kuwait berisi doa doa pada setiap kartunya. Cara memainkan kartu tersebut gimana ? Nah itu yang saya tidak tahu. Katanya, kartu dibagi sama rata ke semua pemain, masing masing setiap pemain wajib baca doa dari kartu yang dipegangnya. Kalau sampai kesleo bacanya maka harus baca buku buku kecil lain berisi Surat surat dari Al Qur-an. Satu buku kecil berisi satu surat Quran saja. Beruntung kalau dapat surat pendek Al Ikhlas, kalau dapat surat yang panjang sekali Al Baqarah bisa tertidur pemain lainnya nungguin selesai baca. Sampai sekarang saya nggak tahu bagaimana cara memainkan kartu tersebut.
.
Uenak Tenan

.

Baca Juga :

 

Hadiah Graish
Isinya Ballpoint, CD Quran, Kartu Doa, Quran Per Surat
Jadwal Sholat Dan Table Catatan Batal Puasa
Dan Tidak Sholat Jamaah

 

Hadiah Parfum Dan Quran Kecil
Satu Buku Satu Surat
Surat Pendek Hanya Satu Lembar Saja
Surat Panjang Sangat Tebal Sekali

 

Hadiah Kartu Berisi Berbagai Macam Doa
Bingung Gimana Cara Memainkan Kartu Ini

 

Ngeri Ngeri Sedap Akrobat Kuwait

Akrobat Di Fahaheel Gulf Road
Jalan Sempit Berani Belok Di Pertigaan
Yang Waras Terpaksa Berhenti

 

Ngeri ngeri sedap, itulah pemandangan sehari hari di Kuwait terutama saat weekend dan saat hujan rintik rintik turun. Beda dengan di Indonesia, kalau seseorang punya mobil maka lebih banyak mobil tersebut disimpan di garasi, dielus elus, dipandangi dan dipasangi berbagai macam accesories. Di Kuwait, seseorang beli mobil, ya jelas untuk dipakai bukan untuk pajangan di garasi atau depan rumah. Nggak ada cerita mobil disimpan di garasi biar tetap bersih saat hujan turun. Di Kuwait, begitu hujan rintik rintik turun maka seringkali terlihat mobil berputar putar di bundaran dan ‘skidding’ sampai roda mobil bercuit cuit dan berasap. Tidak hanya di bundaran, di jalan luruspun seringkali terlihat mobil berputar putar ditengah jalan main ‘skidding’. Tentu kalau ada orang gila seperti itu mobil yang lain akan berhenti atau berjalan pelan dibelakangnya sampai akrobat ala Kuwait tersebut selesai.

 

Didalam Komplek Perumahan KOC
Di Ahmadi

 

Hampir semua mobil di Kuwait dalam keadaan standard. Tidak ada mobil yang dibuat ceper, diberi kaca film gelap, diganti roda dengan diameter ring yang lebih besar atau tambahan accesories aneh aneh seperti di Indonesia. Warna cat mobil juga standard dan sekitar 70 % berwarna putih. Kenapa nggak ada mobil yang dibuat ceper ?. Karena orang Kuwait paling suka naik ke trotoar. Baik mobil sejenis jeep maupun sedan semua sama saja. Trotoar setinggi 15 – 17 centimeter bukan halangan untuk dipanjat. Kalau jalanan macet maka banyak sekali mobil yang putar balik dengan cara naik ke trotoar pembatas jalan menuju ke arah sebaliknya. Suara grosak grosak saat mobil tersangkut trotoar atau pot bunga juga hal biasa dan sering terdengar.

 

Di Kuwait Banyak Sekali Speed Camera
Inilah Cara Kuwait Memperlambat Kecepatan
Supaya Tidak Tertangkap Camera
Bisa anda lihat dimanapun juga disegala penjuru Kuwait. Pasti selalu ada mobil parkir diatas trotoar. Pemerintah sudah berusaha membuat trotoar setinggi mungkin, tetap saja ada mobil yang nangkring diatas trotoar. Memang benar orang Kuwait, beli mobil memang untuk dipakai, bisa dipakai untuk nerjang trotoar pembatas jalan, dipakai untuk manjat trotoar kalau tempat parkir penuh, dipakai akrobat dan juga dipakai skidding kalau jalan sedang basah hujan rintik rintik.Uenak tenan jadi orang Kuwait.

 

Di  Depan Main Office KOC Ahmadi
Overspeed Termasuk Pelanggaran Berat
Karyawan Bisa Di Suspend Kenaikan Pangkatnya
Kalau Hujan Rintik Rintik Dan Jalan Basah
Maka Ada Akrobat Skidding Juga
Dilarang Ngebut Di Jalan Kampung
Dua Roda Diangkat Supaya Bisa Pelan
Weekend Di Arabian Gulf Road Salmiya
Photo Source : Unknown

Baca Juga :

Rumah Belanda Di Indonesia Dan Belanda

Rumah Belanda Di Indonesia
Warna Putih Beratap Limas
Kalau ada ngibul tapi diturunkan terus menerus sampai ke anak cucu, itu hanya terjadi di Indonesia. Nggak percaya, cobalah buka majalah majalah tentang rumah atau koran koran apapun yang pernah mengulas tentang rumah rumah peninggalan Belanda di Indonesia. Baik rumah Belanda di Bandung, Semarang,, Jakarta, Surabaya, Bukittinggi dan lain lain selalu diulas dengan sebutan Rumah Belanda. Nah istilah Rumah Belanda ini salah kaprah dan diturunkan ke anak cucu sampai sekarang.

 

Omah Londo Di Indonesia
Atapnya Khas Daerah Banyak Hujan
Rumah rumah Belanda tersebut sebenarnya adalah rumah asli Indonesia. Bentuk, design atau modelnya khas daerah tropis dan banyak hujan. Rumah tersebut bukan Rumah Belanda karena di Belanda sendiri tidak ada yang mirip dengan rumah rumah di tanah air. Arsiteknya memang benar orang Belanda, dibuatnya juga benar pada jaman penjajahan Belanda. Tapi rumah rumah tersebut bukan Rumah Belanda, tapi lebih cocok kalau disebut Rumah Buatan Arsitek Belanda, Rumah Jaman Penjajahan Belanda atau Rumah Yang Dihuni Orang Belanda . Di Belanda sendiri, hampir semua rumah berwarna merah bata. Di tanah air, semuanya berwarna putih. Atap rumah Belanda di Indonesia berbentuk Limas atau Trapesium karena sangat banyak hujan. Di Belanda, lihat sendiri pada photo photo dibawah.

 

Rumah Di Amsterdam
Warna Selalu Merah Bata
Karena negeri Belanda sangat kecil sekali, maka rumah rumah di Belanda juga dibuat kecil kecil semua tanpa halaman dan dibuat berdempet dempet 3 – 5 lantai. Beda dengan rumah Belanda di Indonesia yang memiliki halaman sangat luas, temboknya sangat tebal dan sangat besar. Saya kira sangat wajar, sebagai manusia yang tertekan sehari harinya gerah di rumah rumah kecil, begitu punya kesempatan datang menjajah Indonesia maka segera dibangunlah rumah rumah yang jauh lebih besar dibanding rumah di negaranya sendiri. Sangat wajar pula kalau orang di negaranya sendiri tidak punya kebun dan halaman luas maka saat membangun rumah di Indonesia dibuatlah halaman yang sangat luas sekali mengelilingi rumahnya.
Rumah  Di Nijmegen
Atapnya Beda Dengan Rumah Di Indonesia
Kalau anda melihat photo photo kuno jaman penjajahan, maka bisa terlihat juga bahwa setiap keluarga Belanda selalu ada pembantu yang nglesot duduk di lantai saat diphoto. Nah, di Belanda sendiri sebenarnya nggak ada keluarga yang punya pembantu rumah tangga karena rumahnya kecil kecil. Mumpung sedang menjajah Indonesia, dan kebetulan rumah yang dibuatnya besar besar dan berhalaman sangat luas maka lahirlah saat jaman penjajahan Belanda tersebut apa yang dinamakan Bedinde. Inilah cerita awal mula lahirnya Bedinde di Indonesia dan tetap bisa bertahan sampai saat ini meskipun namanya berubah menjadi babu, kacung, pembantu rumah tangga dan terakhir ini lebih canggih lagi yaitu pramuwisma.

 

Rumah Di Arnhem
Nggak Ada Yang Warna Tembok Putih
Rumah Di Arnhem Centrum
Apanya Yang Sama Dengan Rumah Belanda Di Indonesia
Rumah Asli Belanda Di Haarlem
Beda Sama Sekali Dengan Rumah Belanda Di Bandung
Rumah Belanda Di Alkmaar
Nggak Ada Halaman Sama Sekali
Rumah Belanda Di Amsterdam
Kecil Dempet Dempetan
Di Indonesia Besar Dan Punya Halaman Luas
Semua Berwarna Merah Bata
Di Indonesia Semua Putih Dan Beratap Limas
Rumah Belanda Di Indonesia Temboknya Tebal Dan Kuat
Di Nijmegen Temboknya Ngirit Batu Bata Alias Tipis
Di Belanda Banyak Rumah Kopel
Rumah Belanda Di Indonesia Besar Besar
Dan Berhalaman Luas
Nggak Ada Satupun Rumah Belanda Di
Indonesia Yang Mirip Di Negara Aslinya

Baca Juga :