Monthly Archives: May 2014

Duplikat Kunci Rumah Belanda

Lebar Rumah Belanda Kira Kira
Sama Dengan Panjang Mobil Kecil Sekelas Honda Jazz
Saya punya rumah di Belanda, bukan rumah sendiri tapi nyewa. Seperti rumah rumah Belanda yang lainnya, tembok luarnya berwarna merah bata tanpa di’plaster’ semen. Batu bata merah sengaja diperlihatkan dan kesannya memang jadi terlihat asri. Hampir semua rumah di Belanda tidak punya halaman sama sekali. Masih mending rumah rumah di Indonesia yang punya halaman atau taman meskipun hanya selebar 1 – 2 meter saja. Rumah Belanda rata rata kecil dan luas tanahnya setara dengan RSS ukuran 21 atau 36. Bedanya dengan RSS di Indonesia, rumah Belanda umumnya bertingkat 2. Yang saya bicarakan adalah Rumah, bukan Apartment. Baca Imut Imut Rumah Belanda
.
Atapnya Jadi Satu Dan Kelihatan Besar
Tapi Ternyata Penghuninya Puluhan Keluarga
Rumah Belanda yang kelihatannya besar sekali, ternyata dihuni banyak keluarga. Hal ini terlihat dari jumlah bel dan kotak surat didepan pintu utamanya. Kalau jumlah bel dan kotak surat ada 10, berarti ada 10 keluarga di rumah besar tersebut. Berbeda dengan rumah rumah di Indonesia yang isinya lengkap sekali mulai kakek, nenek, anak, cucu, sopir dan pembantu. Di Belanda, rumah rumah tetangga saya isinya cuma oma dan opa saja. Nggak ada tetangga saya yang berjubel di satu rumah. Paling banter satu rumah isinya dua atau 3 orang saja.
.
Orang Belanda Suka Menghias Jendela Dan Balkon
Yang menarik, jendela jendela rumah Belanda dan balkon digunakan sebagai etalase untuk memajang berbagai macam pernak pernik hiasan rumah. Ada yang memajang vas bunga, pot bunga, botol warna warni dan berbagai macam hiasan berbagai macam ukuran dan bentuk. Kita bisa menengok isi rumah Belanda melalui jendela karena trotoar umumnya menyatu dengan rumah tanpa ada pembatas pagar atau taman.

.

Bisa Melongok Rumah Tetangga Sambil Lewat
Sejak pertama kali saya menyewa rumah, kunci rumah yang diserah terimakan cuma sebuah saja untuk setiap pintu. Satu buah anak kunci dipegang oleh pemilik rumah, satu buah lagi dipegang biro jasa / agent yang menyewakan dan satu buah untuk penyewa. Konon, kalau ada apa apa dengan rumah misal penyewanya kabur nggak bayar uang sewa, maka pihak agent penyewaan yang bertanggung jawab bisa mengambil tindakan seperlunya seperti mengeluarkan semua barang penyewa bandel tersebut.
.
Sepeda Selalu Ditaruh Diluar
Terlalu Sempit Kalau Dimasukkan Rumah
Saya pernah mencoba untuk menggandakan anak kunci rumah saya karena cukup repot kalau anak kunci cuma satu sedangkan penghuni 4 orang. Saya pilih sebuah toko di Utrecht Centrum yang didepannya terpampang besar tulisan dengan bahasa Belanda. Artinya kira kira “Dokter Kunci” atau “Ahli Kunci“. Ketika saya sodorkan kunci rumah saya untuk diduplikat, ternyata Bule Londo yang saya temui nyerocos minta berbagai macam persyaratan yang tidak bisa saya ingat sama sekali saking banyaknya yang disebutkan. Kalau nggak salah Surat Ijin Dari Pemilik Rumah, Surat Keterangan Dari Polisi, Surat Pernyataan Dari Saksi, Surat Sewa Rumah dan lain lain. Bah, hanya buat duplikat kunci saja minta macam macam surat.
.
Semua Jendela Penuh Pernak Pernik
Memang bener alasan yang diberikan, bahwa kunci duplikat bisa dipakai untuk mencuri seluruh isi rumah dua atau tiga tahun lagi kalau rumah yang saya tempati sudah dipakai orang lain. Bisa juga kunci yang mau saya duplikat bukan kunci rumah saya tapi kunci bank atau toko. Artinya saya dianggap sedang merencanakan atau mau merampok bank beberapa hari kemudian. Daripada pusing, saya langsung pergi. Mangkel rasanya mau bikin duplikat kunci saja dikira mau merampok Bank dan diminta syarat syarat yang musykilla.

.

Apa yang saya lakukan sebagai ‘tombo mangkel’ saat itu sangat sederhana sekali. Cukup saya belikan ‘cylinder key‘ baru seharga EUR 3 maka saya bisa punya 3 anak kunci baru sekaligus. Ngganti ‘cylinder key’ hanya perlu waktu 3 menit saja. Kalau mau yang lebih mahal sebenarnya bisa saja saya belikan komplit, lengkap dengan handelnya juga. Saya heran sampai sekarang, kenapa orang Belanda bodoh dan tolol seperti itu bisa menjajah bangsa Indonesia 350 tahun. Apa Londo tersebut nggak mikir beli Cylinder Key lebih gampang dan murah dibanding mengurus surat surat seperti yang diminta.
.
Rumah Kosong
Cukup Ditutup Kertas Koran
Dimana Ada Jendela Disitu
Diletakkan Hiasan


Saya Kira Satu Rumah 4 Lantai
Ternyata Satu Rumah Dua Lantai Saja
Pintu Utama Rumah Besar
Banyak Bel Dan Kotak Surat
Sewanya Agak Mahal Karena
Punya Taman


Baca Juga :

Advertisements

Made In Indonesia Di Jarir Book Store Kuwait

Pintu Masuk Jarir Book Store
Tidak Terlihat Dari Luar Karena Didalam Hawally Park

 

Hawally Park Kuwait

Di Kuwait, jumlah penduduk tidak sebanyak Indonesia sehingga yang namanya toko buku cuma ada satu saja yaitu Jarir Book Store. Yang lain tidak bisa saya katakan sebagai toko buku tapi lebih cocok kalau saya namakan Kios Buku Dan Majalah saja karena memang hanya menjual stationary, majalah, koran dan beberapa buku saja. Agak besar dikit ada juga Kuwait Book Store tapi koleksi buku yang dijual tidak selengkap Jarir Book Store. Kios kios buku dan majalah kecil yang jual stationary dan majalah cukup banyak tersebar dimana mana.

 

Istirahat – Hawally Park Hanya Ramai
Saat Musim Dingin – Musim Panas Sepi Sekali
Jangan membayangkan Jarir Bookstore gedenya sebesar Gramedia atau Gunung Agung yang bisa 3 sampai 4 lantai. Toko buku terbesar di Kuwait ini hanya satu lantai saja. Mungkin karena kecil dan kurang PD, maka letaknya ngumpet tidak terlihat dari jalan raya. Lokasi tepatnya didalam Hawally Park, tempat bermain anak anak semacam Dufan tapi dalam ukuran mini kira kira hanya 10 % luas Dufan. Memang seperti inilah Kuwait, negaranya kecil, tempat hiburan mini dan toko bukunya juga seukuran liliput kalau dibandingkan Indonesia.

 

Buku Buku Yang Dijual 60 % Bahasa Inggris
Dan 40 % Bahasa Arab
Kalau musim panas, Jarir Book Store lumayan ramai karena memang lebih enak ngadem didalam ruangan ber AC dibandingkan berpanas panasan main roller coaster atau mainan lain di Hawally Park. Tapi kalau musim dingin akan sebaliknya, anak anak dan orang tuanya lebih tertarik main main diluar dibanding masuk ke toko buku.

 

Banyak Bahan Bahan Handy Craft Dan Hobby
Hobby MelukisPaling Banyak
Begitu masuk ke toko buku ini, disebelah kanan anda akan ketemu berbagai macam laptop, printer dan berbagai macam accesories komputer. Ditengah ada etalase kecil yang memajang berbagai macam gadget mulai dari Smartphone, camera, calculator sampai GPS berbagai macam merk. Agak ke belakang baru terlihat rak rak buku. Buku buku pelajaran sekolah berbahasa Arab disebelah kiri tetapi yang karena saya nggak ngerti sama sekali bahasa Arab maka biasanya langsung belok kanan menuju buku buku import berbahasa Inggris. Mulai buku Travel, Kedokteran, Tehnik, Hukum, Ekonomi dan Agama semua ada dan cukup lengkap dengan harga yang cukup murah dibanding buku import di Gramedia Jakarta.

 

Kertas Dan Karton Semua Buatan Indonesia
Merk SINAR Sangat Terkenal Di Kuwait
Saya punya hobby menghias rumah dan membuat kerajinan tangan apapun. Di toko inilah saya bisa mendapatkan semua peralatan apapun hasil import dari berbagai macam negara dengan kualitas bagus dan harga tidak semahal di tanah air. Contohnya semua pernak pernik untuk ngecat ‘border’ di tembok. Paling tidak sebulan sekali atau dua kali saya mengunjungi toko buku ini untuk ngecheck siapa tahu ada barang baru. Tapi alasan sebenarnya kenapa saya senang masuk ke toko buku ini karena banyak sekali barang barang buatan Indonesia. Hampir semua kertas printer, photo dan  photo copy semuanya buatan Indonesia. Merk yang cukup laris SINAR. Sampul sampul buku plastik, berbagai macam stationary dan tas juga dari Indonesia. Panasonic LCD Monitor juga tertulis besar Made In Indonesia. Guitar Accoustic Yamaha juga Made In Indonesia. 
 
 
Buku Baru Dan Laris Letaknya Ditengah
Biasanya saya pura pura bego selalu bertanya, terutama kalau ada orang lain yang berdiri disebelah saya :
Barang ini Buatan Mana, China Atau India ?‘.
No, Madame. Made In Indonesia. Better quality than China or India products, believe me…
Rasanya seneng sekali kalau petugasnya njawab kencang dan didengar orang orang disebelah saya.

 

 

Hanya Satu Lantai Saja
Kalah Besar Dibanding Gramedia Dan Gunung Agung
Hobby Melukis
Banyak Pilihan Cat Dan Canvas
Kios Kios Disamping Jarir Book Store
Menjual Anak Ayam, Kelinci Dan Ikan

Baca Juga :

Susah Cari Kerja Mending Ke Indonesia Dapat Artis

Bule Belanda Ngamen – Susah Cari Kerja
Ada Yang 3 Tahun Setelah Lulus Masih Nganggur
Pingin tahu cerita lain tentang Belanda dan negara negara Eropa yang sebenarnya ?, Gampang, kalau anda ke Belanda atau negara Eropa lainnya, jangan ikut Tour Package apapun, jangan naik bus pariwisata dan jangan ikuti Tour Guide. Jalan saja sendiri semaunya. Mau sewa mobil boleh, naik bus kota juga silahkan, jalan kaki juga nggak jadi masalah. Kalau anda ngikuti jalur wisata maka kesan yang anda dapat hanya yang indah indah dan baik saja. Saya termasuk orang yang pelit nggak mau pakai tour guide dan senang jalan kaki mencari jalan pintas tercepat. Akibatnya saya sering menemukan daerah daerah kelam dan menyaksikan orang orang terpinggirkan dan tidak pernah ada dalam buku atau majalah wisata. Kebetulan  anak saya  saat ini sedang menyelesaikan sekolah di Belanda dan satunya lagi segera menyusul ke United Kingdom. Jadi lewat merekalah sebenarnya saya tahu warga lokal saat mereka kesulitan mencari kerja di negerinya sendiri.
Education Fair Di Jakarta
Banyak Orang Indonesia Bermimpi
Bisa Kerja Di Eropa
Dari pengamatan saya di Belanda dan negara sekitarnya, saya bisa menyimpulkan jumlah perguruan tinggi di Eropa/Australia terlalu banyak dibanding dengan jumlah penduduknya. Silahkan cari dan hitung sendiri berapa jumlah Universitas vs Jumlah Penduduk negara diatas. Sangat timpang sekali, jumlah penduduk terlalu sedikit dibanding jumlah perguruan tingginya. Itulah sebabnya kenapa Indonesia dijadikan target pemasaran perguruan tinggi negara negara Eropa/Australia. Jauh lebih mudah cari sekolah di negara negara Eropa/Australia dibanding masuk ke UI, ITB, UGM atau yang lainnya. Nggak ada yang namanya test masuk, cukup dilihat nilai raport dan ijasah langsung bisa kuliah diluar negeri.
Kenapa Ya Peminat Sekolah Di Eropa
Lebih Banyak Wanita ?. Pingin Dapat Jodoh Bule ?
Dalam hal kelulusan, memang cukup bisa dibanggakan. Umumnya kuliah di luar bisa tepat 4 tahun bisa lulus. Kalau di Indonesia bisa lebih dari 4 tahun karena dosennya nyambi ngajar di perguruan tinggi lain. Kuliah di Indonesia terlalu banyak jam kosong karena nyambi, jalan macet, dosen dapat proyek atau alasan lainnya. Di negara negara Eropa, mahasiswa asing umumnya langsung pulang ke negara asalnya begitu lulus dan tidak terdengar lagi bisa langsung kerja atau tidak di negaranya. Tapi Bule lokal tampaknya tidak begitu mulus masuk ke lapangan kerja. Ada yang 2 tahun belum dapat kerja dan bahkan ada yang 4 tahun masih nganggur juga meskipun pemerintah memberi bantuan dan fasilitas agar bisa segera masuk ke dunia kerja.
4 Tahun Masih Nganggur
Untung Dapat Jaminan Sosial Buat Hidup
Gimana bisa cari kerja di negara sendiri ?, Pertumbuhan pembangunan dan industri di Eropa boleh saya katakan stagnant atau tidak bergerak. Tidak terlihat ada pembangunan gedung baru, pabrik baru atau aktifitas ekonomi yang tumbuh mencolok dibanding tahun tahun sebelumnya. Hal ini berbeda sekali dengan ‘Development Country’ seperti Indonesia, dimana terlihat sekali pembangunan gedung dan pabrik dan juga pertumbuhan pembangunan selalu konsisten dari tahun ke tahun. Fresh graduate harus bersaing keras dengan tenaga kerja dari manapun terutama negara sekitarnya.
Beda Dengan Orang Indonesia Yang Punya Rasa Sosial
Tinggi, Di Eropa Ngamen Ber Jam Jam
Nggak Ada Yang Memberi Sama Sekali
Itulah sebabnya kenapa banyak bule bule muda berbondong bondong ke Indonesia cari tumpangan hidup dan menikah dengan Artis Sinetron dan Film. Hanya di Indonesia bule bisa dapat kerjaan sangat baik dengan mudah dan diperlakukan jauh lebih baik dibanding warga negara lokal. Itu pula sebabnya kenapa di Kuwait jarang ada perusahaan yang mau mempekerjakan Bule Eropa dan lebih senang mengambil orang India, Indonesia, Pakistan dan negara negara Arab sekitarnya. Dari segi pengalaman kerja, orang Kuwait sering beranggapan Bule Eropa nihil pengalaman. Banyak teori, bayaran mahal tapi kualitas dan hasil kerja sama saja dengan tenaga kerja dari Asia.
Perjuangan Hidup Di Eropa Memang Sadis
Nggak Ada Yang Mau Sedekah Memberi Uang

 

Alhamdullilah Akhirnya Ada
Yang Mau Memberi Sedekah
Gerobak Alat Musiknya Mahal
Apa Bisa Balik Modal Dan Untuk Biaya Hidup

 

Yang Nolong Banyak Kalau Baru Pertama Ngamen
Terutama Dari Teman Sesama Pengangguran
Gini Gini Sarjana Tehnik Sipil
Urban Planning

 

Pulang Aja Ah
Nunggu Lowongan Dari Pemerintah Saja

 

Baca Juga :

Serba Butut Di Pasar Loak Potsdam

Tertarik ? Harga Bisa Ditawar
Pasar loak dimana saja selalu menarik untuk dikunjungi. Nggak perlu malu atau segan untuk keluar masuk ke  pasar pasar semacam ini, di semua negara selalu ada. Nah, penjual barang loak ini ada di Potsdam, tidak begitu jauh dari Sanssoucci Palace. Jadi tempat ini merupakan tempat singgah turis juga setelah keliling di taman taman Sanssouci yang cukup besar dan melelahkan. Sebenarnya tempat penjualan barang loak ini hanya berupa toko yang tidak terlalu besar. Ada beberapa toko semacam dan barang loak yang dipajang relatif sama saja, butut.

 

Segala Macam Barang Digelar
Didepan Toko Loak

 

Dibagian depan dipajang berbagai macam sepatu bekas. Sekilas melihat sepatu yang dipajang, langsung rusak bayangan saya tentang Bule Eropa. Sebelumnya, dalam bayangan saya semua bule kaya raya, selalu wah dengan pakaian mewah dan sepatu mahal bak bintang film Hollywood. Ternyata, banyak juga bule yang kere, beli pakaian dan sepatu cukup yang bekas saja di pasar loak semacam ini. Boro boro sepatu bermerk yang dijual, ternyata sepatu biasa kwalitas pasar Mangga Dua.
Sepatu Bekas Pakai Juga Ada

 

Di bagian depan toko juga dipajang berbagai macam barang keramik. Lumayan bagus karena memang barang keramik kuno. Tetapi masuk di bagian dalam, ternyata banyak juga pecah belah biasa. Secara sepintas saya teringat kantor Pegadaian, dimana banyak sekali tertumpuk piring, gelas dan barang pecah belah yang sering kita temui sehari hari di rumah. Ini membuktikan bahwa bule Eropapun banyak yang Kere. Bokek nggak punya duit, piring dan gelasnya dijual di toko barang loak ini.

 

Keramik Kuno Juga Ada
Benar Benar Kuno Atau Aspal Ya ?

 

Melihat barang yang dijual di toko loak ini kadang terasa keterlaluan sekali. Banyak barang yang seharusnya dibuang tetapi dijual murah ditoko ini, contohnya pakaian dalam pria, wanita dan anak anak. Semua ditumpuk disudut bersama pakaian bekas lain yang menurut saya lebih cocok untuk dibakar daripada dijual. Saya tidak tahu bule mana yang beli pakaian dalam bekas tersebut, barangkali bule tersebut saat ini sudah berada di Indonesia bersama artis film dan sinetron. Harap maklum, banyak bule Eropa yang berbondong bondong ke tanah air dengan tujuan negatif sesaat dan celakanya banyak sekali wanita yang menyambutnya dengan tangan terbuka.

 

Pingin Jual Barang Juga Dilayani
Buku buku bekas banyaknya bukan main tapi kayaknya jarang pembeli yang menyentuh buku bekas tersebut. Yang paling laku keras adalah pernak pernik hiasan rumah dan gadget elektronik. CD lagu lagu lama sampai lagu paling baru juga ada. Bukan CD bajakan karena terlihat kwalitasnya baik dan covernya masih cukup bagus. Pembeli CD lagu lama tersebut seorang kakek dan nenek yang sengaja datang ke tempat ini untuk bernostalgia melihat barang barang kuno yang dulu pernah dimiliki.

 

Buku, Gelas Dan Hiasan Rumah Semua Ada

 

Rupanya, banyak sekali jompo atau kakek nenek yang keluar masuk ke toko loak ini hanya untuk mengingat jaman masih muda perkasa dulu. Saya perhatikan, seorang kakek dan nenek lama sekali memandang sebuah radio kuno dan dengan semangat menceritakan kenangannya ketika anak anaknya masih kecil saat mendengarkan radio tersebut dirumahnya. Si Nenek, terlihat beberapa kali menyentuh radio kuno tersebut dan saya tidak tahu dimana anak anaknya sekarang setelah tumbuh dewasa.
Kalau Beruntung Bisa Dapat Barang Bagus Juga

 

CD Lagu Dan Barang Butut Jaman
Kakek Nenek Masih Remaja Masih Ada

 

Banyak Kakek Nenek Yang Datang Cuma
Untuk Bernostalgia Melihat Barang Jaman Masih Pacaran

 

Buku Bisa Beli Sewa, Maksudnya Kalau Sudah Selesai
Baca Bisa Dikembalikan Dan Uang Kembali
Baca Juga :

 

Main Toboggan Di Igora Park St Petersburg

Tempat Persewaan Toboggan Di
Igora – St Petersburg, Russia

 

Yang Dewasa Main Ski
Kanak Kanak Meluncur Pakai
Toboggan
Saya sering ngajak orang Arab  ke Indonesia, mereka senangnya bukan main kalau ketemu hujan deras dan banjir. Bisa dimengerti karena di Arab jarang sekali hujan deras. Kembali ke negara asalnya Kuwait, hebohnya bukan main, katanya hujan di Indonesia seperti air yang ditumpahkan dari langit dari sebuah ember seng raksasa. Bunyi petir, katanya seperti ember kaleng yang dipukul keras keras. Semua orang diceritain, ‘Saya senang bukan main, Indonesia banyak air ……
Kamar Pas Kalau Mau Sewa Sepatu Ski

 

Tempat Pengambilan Toboggan
Orang Indonesia lain lagi kalau jalan jalan keluar negeri. Begitu melihat salju turun lebat, bukannya cepat cepat berteduh didalam rumah/hotel tetapi malah keluar rumah/hotel dan langsung photo photoan. Saat penduduk lokal ngumpet didalam rumah cari hangat, orang Indonesia malah sibuk membawa keluar segala macam mainan, selimut hangat, camera, jalan kesana kemari dan bikin Snowman. Dan dalam hitungan detik, semua moment dan aktifitas sudah terupload ke facebook dan tweeter.
Igora Park St Petersburg

 

Ngantri Beli Tiket Dan Nyewa
Toboggan
Saya  masih orang Indonesia juga, masih ‘ndeso’ dan ‘kampungan’ juga kalau melihat salju. Tapi cara saya agak sedikit beda. Biar nggak kelihatan aneh dimata penduduk lokal dan tidak kelihatan ‘ndeso’  maka kalau salju sedang lebat lebatnya turun maka saya pura pura jaim seolah olah nggak terjadi apa apa, padahal sebenarnya saya mengintip dari balik jendela rumah atau hotel..
Toboggan Ditarik Tali Naik Keatas Kembali
Tarip Sewa Toboggan
Begitu salju agak sedikit reda, langsung saya keluarkan alat ski meskipun sebenarnya nggak bisa main ski sama sekali. Dengan mobil sewaan, langsung saya menuju tempat bermain ski di Igora Park, tidak begitu jauh dari hotel tempat saya tinggal di St Petersburg dan bergabung dengan turis lain. Jadi, mau jungkir balik, jatuh bangun atau guling guling di saljupun paling yang melihat sesama turis yang sama sama ‘ndeso’ nggak pernah lihat salju.
Meluncur Dengan Toboggan Di
Igora Snow Park St Petersburg

 

Siap Meluncur Dengan
Toboggan
Boro boro main ski, bisa berdiri dgn peralatan ski yang berat dan panjang saja sudah mending. Tapi nggak apa apa, ditempat bermain ski juga tersedia Toboggan. Toboggan beda dengan sledge. Keduanya memang sama untuk meluncur diatas salju bagi yang nggak bisa main ski. Toboggan sebenarnya hanya ban mobil yang dilapisi plastik biar nggak mudah bocor saja. Dari atas tebing tinggal naik dan meluncur kebawah, setelah itu untuk naik kembali tinggal cantolkan tali pengikatnya pada kabel yang akan membawa kembali keatas.
Naik Keatas Cukup Dicantolkan Saja
Hah, apa nggak salah ada orang dewasa meluncur naik ban mobil yang bernama Toboggan, bukannya Toboggan hanya untuk  kanak kanak dan remaja saja ?. Nah itu masalahnya …., tapi nggak apa apa, banyak temannya disana, banyak turis yang nggak bisa main ski dan snowboard juga.
Toboggan
Cuma Ban Mobil Doang
Dorong Yuk…
Yihaaa, Ditarik Kabel Berjalan
Pulang, Tarik Yuk Toboggannya

 

Baca Juga :