Kere Jerman


Salah Satu Sudut Kota Berlin
Kalau Sampai Nggak Ketemu Pengamen Kebangeten
.
Berlin adalah kota besar dengan segala permasalahan yang relatif sama dengan kota Jakarta. Copet ada, maling sepeda dan mobil juga ada, gembel jelas ada, pengamen juga ada. Yang kaya raya banyak, kere juga banyak. Pokoknya komplit….plit….plit. Apa yang saya saksikan sehari hari di kota besar ini seringkali dibantah dan yang membantah semuanya orang Indonesia. Kayaknya nggak rela gitu lho. Saya tidak tahu apakah mereka membantah habis habisan karena suaminya orang Jerman, merasa paling tahu Jerman karena pernah tinggal/sekolah di Jerman atau ‘keracunan’ berita berita di tanah air yang selalu memuja muji segala sesuatu yang berbau ‘Luar Negeri selalu lebih bagus dari Indonesia‘ Yang jelas ada rasa tidak terima kalau saya tunjukkan bukti autentik photo photo Berlin. Rasanya mereka lebih bisa menerima kalau ‘kere’ hanya ada di Indonesia saja dibanding kota kota Jerman.
.
Ngamen Sambil Pegang Bendera Komunis Dan Kapitalis
Photo Harus Bayar Dihitung Per Jepretan
Jenis Kamera DSLR Atau Handphone Tarifnya Beda
.
Contohnya adalah pengemis, kalau ngemis sampai ‘ndelosor’ di trotoar dan menghalangi pejalan kaki. Pengamen, bentuk dan cara ngamennya macam macam yang pernah saya temui di kota Berlin saja. Apakah pengamen ini termasuk kere ?. Ya jelas, buktinya kalau ada patroli polisi lewat mereka lari terbirit birit. Pengamen khusus turis saja yang cukup tenang kalau ada polisi lewat. Sangat tenang sekali karena pengamen tersebut memakai seragam militer tempo dulu dengan pangkat dan tanda jasa menempel di dada dan pundak. Mungkin pak Polisi kalah wibawa dengan Jenderal yang bawa bendera US dan Russia seperti gambar diatas. Kalau Jenderal saja ngemis, siapa yang berani menangkapnya.Semua photo gembel gembel Eropa selengkapnya bisa dilihat pada link dibawah. Awas, jangan dibawa ke Indonesia, bisa jadi bintang film dan rebutan artis !!!
.
Sirkus Jalanan Di Berlin
Hati Hati Ketabrak Mobil Mas ….
.
Pengamen jalanan sering terlihat di perempatan jalan. Pengamen ini ‘sangat presisi’ sekali, dia tahu kapan lampu merah menyala, kapan mulai ketengah jalan melakukan atraksi lempar bola atau botol dan kapan mulai jalan kemobil mobil yang berhenti sambil menadahkan topinya untuk menampung uang. Berhari hari saya mengamati pengamen di perempatan perempatan jalan di Berlin dan saya langsung bisa menyimpulkan bahwa orang Jerman pelit dan jarang yang mau memberi uang. Mobil mobil yang melintaspun tidak sebanyak mobil di Jakarta, jadi saya langsung bisa memperkirakan penghasilan sehari ngamen di Jerman nggak ada apa apanya dibanding di Jakarta. Untuk makan sehari saja rasanya nggak akan cukup. Jelas enakan di Jakarta, mobil yang melintas banyak, penduduknya sangat sosial dan mudah memberi sedekah dan pantas sekali kalau di Jakarta seorang pengemis bisa punya penghasilan Rp 25 juta.
.
Lihat Betapa Sosialnya Orang Indonesia
Yang Memberi Sedekah Di Berlin Ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s