Monthly Archives: October 2013

Sewa Mobil Antik Di Berlin, Jerman

Mondar Mandir Gembira
Apa Sih Senengnya Lihat Mobil Butut
Tinggal Pilih, Ngeri
Kalau Mogok Dinegara Orang
Suami saya penggemar mobil tua dan antik. Di Indonesia punya beberapa VW Kodok tua yang tidak boleh dijual apapun alasannya. Untung adik adik saya ada yang mau dititipi untuk merawatnya. Penggemar mobil butut memang terkadang agak aneh, nyleneh dan bahkan rada rada ‘gendeng’. Suami saya seperti itu, tiba tiba saja mengajak saya ke Berlin yang berjarak sekitar 600 Km dari rumah saya di Arnhem, Netherland. Saat saya tanya apa tujuan ke Berlin kok mendadak pingin kesana. Ternyata cuma ingin melihat mobil buatan Jerman Timur yang bernama Trabant.
Siap Berangkat Keliling Berlin
Kayak Nenek Nenek Pakai Lipstik Tebal
Belum pernah denger kan ada mobil merknya Trabant ?
Masak Sih Mobil Butut
Kayak Gitu Disewakan
Setelah itu nyerocos bercerita tentang mobil yang punya nama manis Trabi tersebut. Katanya mobil ini buatan VEB Sachsenring Automobilwerke Zwickau, Saxony. Dibuat antara tahun 1957 sampai 1990an. Gila juga, mobil ini termasuk 50 Worst Car Ever Made versi Majalah Time 2008. Kenapa suami saya susah payah ngajak ke Berlin hanya untuk mencoba mobil jelek. Majalah Time memasukkan mobil ini kedalam daftar ‘50 Mobil Terjelek Yang Pernah Dibuat‘ dengan alasan karena boros bensin, performance memble, mesin 2 tak seperti sepeda motor, knalpot berasap dan lain lain. Pada saat Jerman Timur dan Barat belum bersatu, mobil ini juga jadi bahan ejekan orang Jerman Barat karena modelnya yang terlalu kadaluarsa.
Aslinya Bernama Trabant , Asli Buatan Jerman
Nama Kerennya Trabby
Trabant Limousine

Sekarang mobil ini dimuseumkan dan dijadikan sarana transportasi wisatawan di Berlin dan Dresden. Silahkan booking paket Trabi Safari kalau ingin wisata keliling kota Berlin melalui websitenya Trabi World. Nggak perlu khawatir mogok karena perjalanan keliling kota dilakukan berombongan. Kita tinggal mengikuti tour guide yang berada di Trabi paling depan. Pingin tahu bagaimana rasanya naik mobil Jerman Timur ini ? Ternyata cukup asyik juga, ada rasa deg degan takut mesin mati, ada perasaan seperti naik bajaj dan yang cukup seru adalah putar putar kota hampir satu jam lebih ternyata tidak bisa menikmati pemandangan kota sama sekali. Mata kita selalu memandang ke spedometer, persnelling, dashboard dan mobil Trabi didepan saja. Untung saya punya pengalaman naik Bajaj cukup lama, dan cukup sekali ini saja saya naik Trabi. Majalah Time sangat bisa dipercaya.

Kalau Jalan Bareng Jadinya Lucu
Tinggal Pilih Warna, Persediaan Banyak
Bagusan Sepeda Dibanding
Mobil
Trabby Nongkrong Diatas

Baca Juga :

Mubarakeeya Food Court

Mubarakeeyah Food Court
Lokasi Di Souq Mubarakeeyah Dekat Liberation Tower
Saat Musim Dingin
Setiap Meja Dilengkapi Heater
Suasana Jadi Sangat Romantis
Hari yang cerah dengan udara sejuk dan cenderung dingin. Bulan Oktober ini temperatur masih sekitar 20 C malam hari. Artinya, waktu yang tepat untuk makan malam di Mubarakeeyah Food Court yang terletak di Kuwait City. Lokasi tempat makan kaki lima ini ditengah pasar Mubarakeeyah, tidak jauh dari Liberation Tower atau Masjid Agung Kuwait (Masjid Kabeer). Silahkan melihat photo photo suasana tempat makan yang selalu ramai saat musim dingin di Kuwait ini. Nggak ada gunanya saya ceritakan makanannya, yang jelas semua Arabic Food seperti Kebab, Tikka, Shish Tawooq, Fatoush, Falafeel, Shamiyat, Baba Ganous, Ohm Ali, Homour Grill dll. Kalau yang saya ceritakan rasa makanannya, pasti bisa bikin ngiler. Nggak baik kalau anda sampai ngiler didepan komputer. Keyboard computer anda bisa korsleting dan computer langsung rusak. Lebih baik, lihat saja photo photo Mubarakeeyah Food Court dibawah ini. 
Musim Dingin Di Kuwait
Paling Enak Maencoba Arabic Food Di Mubarakeeyah
Selalu Penuh Saat Udara Sejuk Dan Dingin
Mubarakeeyah Memang Oyeee
Mau Pesan Kebab, Shish Tawooq, Tikka
Fatoush, Baba Ganough Atau Oom Ali
Cai, Kalau Di Indonesia Namanya Teh
Disajikan Dalam Gelas Kecil
Bulan October – February Untuk Bisa Dapat
Meja Saja Harus Sabar Ngantri
Jumlah Restaurant Khas Arab Di Mubarakeeyah
Cukup Banyak Tapi Selalu Penuh
Kipas Angin Raksasa Ini Dinyalakan Saat Musim Panas
Dan Bisa Menyemprotkan Air Agar Udara Sejuk
Musim Dingin Sinar Lampu Pemanas Di Tiap Meja
Sangat Romantis Sekali, Jadi Betah Duduk Ber Jam Jam
Ayo Cepet, Ada Meja Kosong Nih
Tapi Aku Di Bayarin Ya…
Baca Juga :

Canal Cruise Kolong Jembatan Amsterdam

Canal Cruise Amsterdam, Belanda
Setiap 200 M  Melalui Kolong Jembatan
Kolong Jembatan Yang Besar
Cukup Gelap Dan  Pengap
Berhari hari saya browsing internet untuk mencari informasi tentang Canal Cruise di Amsterdam, Belanda. Semua tulisan yang saya temukan tidak ada satupun yang sesuai dengan harapan saya. Semua tulisan bukan mengulas perjalanan diatas air, tetapi mengulas pemandangan di darat. Penulis semuanya terkagum kagum dengan pemandangan gedung atau apapun yang berada dikiri dan kanan canal. Judulnya doang Canal Cruise, tetapi isinya tentang tata cara beli tiket di darat dan keindahan gedung gedung dan aktifitas penduduk di sepanjang kiri dan kanan canal. Tulisan ini benar benar saya batasi tentang canal cruise, bukan cerita tentang gedung dan pemandangan di atas daratan.
Bagus Kalau Diphoto
Tapi Tetap Saja Kolong Jembatan
Lewat Juga Di Kolong Gedung
Baunya Kurang Sedap, Mungkin
Dari WC Dan Toilet Gedung
Canal canal di Amsterdam hampir semuanya tidak terlalu lebar tetapi bercabang cabang cukup banyak sekali. Saat pertama kali saya ke Belanda dan baru pertama kali naik Canal Cruise sekitar 10 tahun lalu, saya juga sama saja dengan turis Indonesia yang lain. Setiap meter kapal bergerak, perasaan saya senang luar biasa dan terkagum kagum dengan pemandangan apapun yang saya lihat. Bau ‘khas’ kolong jembatan jadi tidak terasa lagi. Gelap dan pengapnya kolong jembatan juga saya puja puji karena seumur hidup belum pernah merasakan berada di kolong jembatan. Saat saya pulang kembali ke tanah air, paklik, bulik, keponakan dan tetangga ngumpul semua nanggap saya. “Piye Londo nduk, maju kan negorone ?“. Dan cukup saya jawab “Apik tenan Lik, ora ono wong mbambung nang ngisor jembatan“.
Design Jembatan Tidak Memungkinkan Jadi
Tempat Tinggal Tuna Wisma
Hampir Semua Kolong Jembatan
Tidak Memungkinkan Dipakai
Tempat Tinggal Gembel
Sekarang saya seringkali mondar mandir Kuwait – Belanda dan punya rumah disana. Saya tetap senang naik Canal Cruise, tetapi bukan di kota Amsterdam. Kota ini adalah kota besar dengan permasalahan yang relatif sama dengan Jakarta. Kadang kadang sampah kertas dan plastik yang mengapung terlambat dibersihkan dan tidak enak dipandang dan seringkali ada bau pengap yang susah untuk diceritakan kalau melewati kolong jembatan yang agak besar. Jumlah kolong jembatan di kota Amsterdam sangat banyak sekali, hampir setiap 300 – 500 meter kapal harus masuk kolong jembatan besar dan kecil. Diluar kota Amsterdam, saya akui air canal masih terjaga kebersihannya dan membuat saya terkagum kagum. Tetapi ditengah kota, silahkan saksikan sendiri.
Tanda Larangan Nggak Boleh Lewat
Kolong Jembatan Kalau Air Sedang Pasang
Nunggu Jembatan Dibuka
Untuk Lewat Perlu Waktu 5 Meni
Pernah saya kaget bukan kepalang saat kapal yang saya naiki oleng dan mesin kapal mati ditengah kanal persis saat kapal baru keluar dari kolong jembatan di tengah kota Amsterdam. Sopir kapal ngomel nggak karuan karena ternyata kapalnya nabrak sepeda. “Hah !!!, Kapal bisa nabrak sepeda ?“. Benar sekali, orang Belanda banyak yang sableng. Kalau sedang jengkel nggak bisa ngambil sepedanya yang tertindih sepeda lain di atas jembatan, maka sepeda sepeda yang menghalangi dilempar semua ke sungai. Dan saat itu mesin kapal yang saya naiki baling balingnya rontok dan macet tersangkut sepeda yang telah jadi rumpon didasar canal.
Susah Ngambil Sepeda Maka
Sepeda Yang Menghalangi Dilempar Ke Canal
Parah, Kalau Jembatan Banyak Sekali
Bisa Sesak Napas Dan Tutup Hidung Kelamaan
Gaya Dulu Ya Seneng Karena Jembatan
Diangkat Jadi Nggak Perlu Tahan Napas Dan Tutup Hidung
Paling Sebel Kalau Masuk Kolong Jembatan Di
Central Station, Jorok, Bau Airnya Coklat

Baca Juga :