Tiga Hal Yang Tak Diketahui Tentang Orang Belanda


Rajin Mandi Saat Masih Kanak Kanak Saja
.
Harus Ke Amsterdam
Untuk Memandikan Cucu
Dimana Kaki Berpijak, Disitu Langit Dijunjung‘. Inilah peribahasa yang benar benar harus saya pegang dimanapun saya berada. Dengan peribahasa inilah saya bisa diterima dan dihargai oleh semua penduduk yang saya kenal di Kuwait terutama tetangga kiri dan kanan saya. Di Belanda, saya juga bisa dengan mudah berinteraksi dengan tetangga kiri kanan saya meskipun saya tidak menguasai bahasa Belanda sedikitpun. Dengan bahasa Tarsan dan sedikit campur aduk dengan bahasa Inggris, Jawa dan Indonesia ternyata komunikasi dengan orang Belanda begitu mudah.
.
Kalau Gede Nanti
Gue Nggak Mau Mandi
Tetangga sebelah rumah saya di Belanda punya anak kecil sekitar 5 tahun. Tiap pagi sering saya suapin makan di rumah karena ibunya agak susah bangun pagi. Hampir tiap hari pula Oma dan Opa si anak kecil tadi mampir kerumah saat jalan jalan pagi. Seperti biasa, si Oma dan Opa akan mampir kerumah anaknya dulu sambil pura pura marah karena anaknya masih tidur, setelah itu baru kerumah saya untuk nengok cucunya yang lepas kerumah saya. Dari hal kecil inilah saya tahu banyak tentang kebiasaan orang Belanda Apalagi, kita sering pergi bersama dengan mereka ke kota kota terdekat. Kira kira orang Belanda seperti dibawah ini :
.
Oma Bayar Sendiri Opa Bayar Sendiri
Tante Nggak Jadi Beli Es Krim
.
Ramah Dan Sangat Bersahabat
Tante Susy Tante Susy
Mandi Sini

Nyaris nggak ada bedanya dengan orang Indonesia. Orang Belanda secara umum selalu menyapa dan tersenyum meskipun secara sambil lalu. Kayaknya nggak niat menyapa karena cepat sekali, tetapi sebenarnya bisa dimaklumi karena kalau jalam memang langkahnya lebar lebar sehingga kalau menyapa terasa cepat sekali dan tahu tahu telah menghilang. Hal ini beda sekali dengan rata rata orang Jerman yang nggak pernah senyum dan terkadang terkesan ketus atau rasialis kalau saya tanya hal hal yang sederhana.

.
Pelit Dan Njlimet Penuh Perhitungan
Oom Piet
Saya Nggak Pelit Lho
Soal Pelit ini rasanya menyeluruh semua orang Belanda luar biasa pelit, itung itungan apapun yang menyangkut uang rasanya yang seharusnya sederhana menjadi sangat rumit dan berkelak kelok ribet. Contohnya beli es krim. Dimanapun kalau menawari beli es krim maka harus bertanggung jawab untuk mbayari. Di Belanda, saya baru tahu ternyata ditawari beli es krim, maka urusan bayar harus masing masing. Nggak itu saja, kalau sampai uang yang kita bayarkan nggak ada duit kembalian, susahnya minta ampun untuk minta ijin dibayari dulu nanti sampai rumah baru diganti. Di toko, rumah makan, hotel dan tempat lain semua sama saja. Njlimet dan ruwet urusan duit.
.
Nggak Pernah Mandi
Minta Dipanggil Kakak

Yang ini No Comment saja, saya nggak tahu kenapa kebanyakan orang Belanda jarang mandi. Kalau anda memperhatikan orang orang yang berlalu lalang baik yang jalan kaki maupun naik sepeda akan tahu dengan sendiri benar atau tidak yang saya katakan. Jarang sekali saya temui orang Belanda yang wajahnya segar dan pakai make up rapi. Rambutpun sering terlihat acak acakan dan tidak disisir rapi. Saya pernah ‘ngrasani’ orang yang duduk dekat saya. ‘Mas, orang sebelah ini prengus mungkin sebulan nggak pernah mandi‘. Eh, langsung berdiri dan pindah tempat, artinya dia tahu apa yang saya katakan.

.
Lapar, Cari Makan Ah …..
.
Tante Beli Sandwitch Satu
.
Duitnya Mana ?
.
Tante Susy..!!! Minta Duit, Bayarin Dong
.
Saya Belum Mandi
.
Baca Juga :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s