Monthly Archives: September 2013

Cara Cepat Belajar Bahasa Arab Di Kuwait

Majabus – Nasi Mirip Kroto Dan
Bisa Membuat ‘Cucak Rowo’  Fasih Ngoceh Bahasa Arab
Mushaltat
Creme And Honey
Banyak cara untuk belajar bahasa Arab di Kuwait. Suami saya tahu benar bahwa saya dan anak anak sudah bertahun tahun tinggal di Kuwait tetapi belum bisa juga  berbahasa Arab dengan lancar. Karena tahu kekurangan saya dan anak anak, maka hampir setiap hari terutama sepulang dari kantor saya dibawakan berbagai macam makanan Arab, yang paling sering adalah Majabus.
.
.
Nih makan, Biar lancar ngoceh bahasa Arab‘ katanya.
.
.
Fatoush
Pengalaman panjang melatih burung cucak rowo ngoceh dengan memberi makan ‘kroto’ waktu di Indonesia dulu memang kalau diterapkan di Kuwait terasa cukup manjur, dan bisa membuat saya dan anak anak seketika lancar ngoceh bahasa Arab. Kalau saya terjemahkan ocehan bahasa Arab saya ke bahasa Indonesia kira kira artinya sebagai berikut :
.
.
Ini lagi, ini lagi…. apa nggak ada makanan yang lain !!!”
“Majabussss mulu, ….emangnya saya cucak rowo !!!”
.
Shamiyat
Ada Yang Isi Daging Ayam, Kambing, Bayam Dll
.
Hummous
.
Reyas
Lamb Chops Ala Arab
.
Qobus
.
Kebab Dan Chicken Tikka
.
Yang Ini Bisa Bikin Ngoceh Tambah Lama
.
Baca Juga :

Tiga Hal Yang Tak Diketahui Tentang Orang Belanda

Rajin Mandi Saat Masih Kanak Kanak Saja
.
Harus Ke Amsterdam
Untuk Memandikan Cucu
Dimana Kaki Berpijak, Disitu Langit Dijunjung‘. Inilah peribahasa yang benar benar harus saya pegang dimanapun saya berada. Dengan peribahasa inilah saya bisa diterima dan dihargai oleh semua penduduk yang saya kenal di Kuwait terutama tetangga kiri dan kanan saya. Di Belanda, saya juga bisa dengan mudah berinteraksi dengan tetangga kiri kanan saya meskipun saya tidak menguasai bahasa Belanda sedikitpun. Dengan bahasa Tarsan dan sedikit campur aduk dengan bahasa Inggris, Jawa dan Indonesia ternyata komunikasi dengan orang Belanda begitu mudah.
.
Kalau Gede Nanti
Gue Nggak Mau Mandi
Tetangga sebelah rumah saya di Belanda punya anak kecil sekitar 5 tahun. Tiap pagi sering saya suapin makan di rumah karena ibunya agak susah bangun pagi. Hampir tiap hari pula Oma dan Opa si anak kecil tadi mampir kerumah saat jalan jalan pagi. Seperti biasa, si Oma dan Opa akan mampir kerumah anaknya dulu sambil pura pura marah karena anaknya masih tidur, setelah itu baru kerumah saya untuk nengok cucunya yang lepas kerumah saya. Dari hal kecil inilah saya tahu banyak tentang kebiasaan orang Belanda Apalagi, kita sering pergi bersama dengan mereka ke kota kota terdekat. Kira kira orang Belanda seperti dibawah ini :
.
Oma Bayar Sendiri Opa Bayar Sendiri
Tante Nggak Jadi Beli Es Krim
.
Ramah Dan Sangat Bersahabat
Tante Susy Tante Susy
Mandi Sini

Nyaris nggak ada bedanya dengan orang Indonesia. Orang Belanda secara umum selalu menyapa dan tersenyum meskipun secara sambil lalu. Kayaknya nggak niat menyapa karena cepat sekali, tetapi sebenarnya bisa dimaklumi karena kalau jalam memang langkahnya lebar lebar sehingga kalau menyapa terasa cepat sekali dan tahu tahu telah menghilang. Hal ini beda sekali dengan rata rata orang Jerman yang nggak pernah senyum dan terkadang terkesan ketus atau rasialis kalau saya tanya hal hal yang sederhana.

.
Pelit Dan Njlimet Penuh Perhitungan
Oom Piet
Saya Nggak Pelit Lho
Soal Pelit ini rasanya menyeluruh semua orang Belanda luar biasa pelit, itung itungan apapun yang menyangkut uang rasanya yang seharusnya sederhana menjadi sangat rumit dan berkelak kelok ribet. Contohnya beli es krim. Dimanapun kalau menawari beli es krim maka harus bertanggung jawab untuk mbayari. Di Belanda, saya baru tahu ternyata ditawari beli es krim, maka urusan bayar harus masing masing. Nggak itu saja, kalau sampai uang yang kita bayarkan nggak ada duit kembalian, susahnya minta ampun untuk minta ijin dibayari dulu nanti sampai rumah baru diganti. Di toko, rumah makan, hotel dan tempat lain semua sama saja. Njlimet dan ruwet urusan duit.
.
Nggak Pernah Mandi
Minta Dipanggil Kakak

Yang ini No Comment saja, saya nggak tahu kenapa kebanyakan orang Belanda jarang mandi. Kalau anda memperhatikan orang orang yang berlalu lalang baik yang jalan kaki maupun naik sepeda akan tahu dengan sendiri benar atau tidak yang saya katakan. Jarang sekali saya temui orang Belanda yang wajahnya segar dan pakai make up rapi. Rambutpun sering terlihat acak acakan dan tidak disisir rapi. Saya pernah ‘ngrasani’ orang yang duduk dekat saya. ‘Mas, orang sebelah ini prengus mungkin sebulan nggak pernah mandi‘. Eh, langsung berdiri dan pindah tempat, artinya dia tahu apa yang saya katakan.

.
Lapar, Cari Makan Ah …..
.
Tante Beli Sandwitch Satu
.
Duitnya Mana ?
.
Tante Susy..!!! Minta Duit, Bayarin Dong
.
Saya Belum Mandi
.
Baca Juga :

Bus Kawat Di Arnhem Belanda

Kabel Listrik Centang Perentang Di Persimpangan
Jalan Di Arnhem Centraal
Badan Bus Dikaitkan Ke
Kawat Listrik
Kalau anda tanya saya, apa yang paling unik di Belanda saat ini ?. Maka jawaban saya bukan Kincir Angin tetapi Trolleybus. Bus listrik yang badan busnya diikatkan dengan kawat listrik diatas jalan yang dilaluinya. Kincir angin bisa anda jumpai dimana mana di Belanda seperti Saanze Schaan, Kinderdijk, Haarlem, Emmen dan lain lain, tetapi Trolleybus hanya ada di Arnhem. Arnhem adalah satu satunya kota di Belanda yang masih melestarikan system transportasi jadul Trolleybus yang sudah beroperasi sejak 5 September 1949. Di seluruh Eropa, system transportasi Trolleybus ini sudah nyaris punah, demikian juga di negara lain diluar Eropa.
Terminal Bus – Kabel Lebih Rapi
Nggak Bisa Ngebut
Karena Diikat
Di Jerman, hampir semua kota pernah punya system transportasi bebas polusi semacam ini, tetapi telah punah semua dan saat ini yang masih tersisa hanya di kota Solingen. Di Austria sama saja, saat ini yang masih beroperasi hanya dikota Salzburg. Italia juga ‘sami mawon’, hanya bisa dilihat di kota Cagiliari, Napoli, Parma dan beberapa kota kecil lainnya. Rata rata diseluruh negara di Eropa system transportasi seperti ini sudah dibabat habis dan tinggal 10 % saja dan umumnya disisakan dikota kecil yang tidak terlalu ramai. Tetapi negara terbesar yang masih menggunakan system transportasi ini adalah Russia. Moscow memiliki 1740 unit bus dan St Petersburg dengan 742 unit bus dan masih banyak lagi dikota kota lain di Russia.
Kalau anda ingin tahu tanggal wafat trolleybus di masing masing negara, silahkan baca Trolleybus Usage By Country dan List Of Trolleybus System.
Interior Dalam
Kaki Nggak Boleh Selonjor
Nunggu Bus Lewat
Nggak Ada Bau Knalpot Sama Sekali
Kenapa Trolleybus pelan pelan ‘dibunuh’ dan dihilangkan dari muka bumi padahal system transportasi ini bebas polusi ?. Mungkin kawat kawat listrik yang centang perentang ditengah kota dianggap mengganggu pemandangan, mungkin juga truk tronton dan trailer nggak bisa lewat karena kawat listrik terlalu rendah dan mungkin juga pendudk merasa terganggu karena nggak bisa main layang layang dan jengkel layang layangnya selalu tersangkut ke kabel listrik. Entah mana yang benar, yang jelas saya merasa nyaman saja naik bus tanpa suara berisik dan tanpa pencemaran udara ini.
Kabel Ruwet Kalau Di Persimpangan
Nggak Bisa Main Layang Layang
Penumpang Bisa Tahu Berapa
Menit Lagi Bus Akan Datang

Meskipun Trolleybus Arnhem ini telah beroperasi sejak lama, tetapi busnya relatif baru dan terawat dengan baik. Untuk sekali jalan biaya jauh – dekat EUR 2 atau sekitar Rp 30.000. Mahal sekali ya ?, Busway Trans Jakarta saja nggak semahal itu, Gubernur DKI mau menaikkan menjadi Rp 5000 saja diprotes banyak orang di Jakarta.  Tetapi karena mahal maka busnya cukup bagus dan terawat dengan baik.

Dilarang Selonjor Kaki

Karena tarif trolleybus ini cukup mahal, maka orang Belanda sendiri pada malas naik bus dan lebih memilih naik sepeda kemana mana. Tetapi tetap ada nggak enaknya naik Trolleybus di Arnhem ini. Selain tarifnya mahal, penumpang juga dipaksa harus duduk manis dan sopan. Kalau sampai ketahuan menaikkan kaki ke bangku depan atau selonjor biar kaki nggak pegel, maka dendanya EUR 50. Jadi, enak mana, naik Troleybus di Arnhem atau Busway Trans Jakarta ?

Turun Bus Tetap Harus Jalan Kaki
Nggak Ada Becak Dan Ojek Di Arnhem
Nggak Ada Yang Berdiri, Semua Dapat Tempat Duduk
Penduduknya Sedikit Sekali Dan Pelit Pelit
Mending Naik Sepeda Daripada Keluar Duit EUR 2

Baca Juga :

Satu Jam Di Kereta Belanda

Berangkat Menuju Amsterdam, Naik Sprinter Dulu
Baru Pindah Ke Intercity
First Class Tempat Duduk 2 + 1
Kosong Satu Gerbong Dipakai Sendiri

Rumah saya di Arnhem, sekitar 100 Km dari Amsterdam dan dekat dengan perbatasan Jerman. Setiap akhir pekan rasanya bosen sekali tinggal di kota kecil yang lumayan sepi ini. Untuk menghilangkan rasa bosan, saya sering jalan jalan ke kota besar terdekat. Kadang ke Dusseldorf di Jerman dan kadang ke Utrecht atau Amsterdam. Perusahaan kereta api di Belanda, namanya NS. Untuk antar kota dan langsung tanpa berhenti sering disebut NS Intercity dan kereta ini hanya berhenti di Centraal Station saja. KA pengumpannya disebut Sprinter, bertugas untuk membawa penumpang dari stasiun stasiun kecil ke Centraal Station untuk diumpankan ke NS Intercity atau Thalis (antar negara).

Pemandangan Di Luar Sawah, Sapi Dan Kambing
Hans, Pedagang Asongan
Di Kereta First Class
Jual Pop Mie Dan Krupuk

Saya beli tiket Intercity termahal, First Class seharga EUR 26 untuk jarak sekitar 100 Km dengan tujuan Arnhem Centraal ke Centraal Station Amsterdam. Ticket Second Class sebenarnya tidak seberapa jauh berbeda, yaitu EUR 16, tapi “Apa Kata Dunia” kalau tetangga tetangga dan saudara saya dikampung tahu ‘Mbak Susy di Belanda ternyata sama saja dengan di kampung, naiknya kereta Ekonomi‘. Sesekali gaya naik First Class kan nggak apa apa. Tapi ternyata saya merasa tidak nyaman berada di gerbong VIP ini. Pingin tahu sebabnya ? Karena kosong, nggak ada penumpang lain selain saya dan anak anak. Heran juga saya, nggak ada kondektur dan nggak ada satpam yang mengawasi kok nggak ada satupun penumpang yang berani pindah duduk di kelas utama ini.

Kroepoek Londo
Enak Juga

Sedang asyik melamun sambil melihat pemandangan sawah dan kebun dari balik kaca jendela tiba tiba saya dikagetkan dengan teriakan cukup keras ‘KROEPOEKKKKKK…. KROEPOEK !!!!’. Ternyata teriakan pedagang asongan yang sedang menawarkan dagangannya. Cukup ngganteng dan ramah sekali, namanya Hans. Dia tahu penumpang Kelas Utama berkulit sawo matang yang ditemuinya berasal dari Indonesia karena mendengar percakapan saya dengan anak anak. Umumnya orang Belanda banyak yang bisa bahasa Indonesia meskipun pasif. Kosakata Indonesia yang dikuasai Hans lumayan banyak, misal Panas, Dingin, Pakai Es dan Tidak Punya. Pedagang asongan kwalitas ‘Layar Lebar’ ini tahu juga segala macam nama makanan Indonesia. Si Hans tampaknya doyan makan.

Sepeda Dan Anjing Naik Kereta Api
Begitu Duduk Langsung Ngorok
Sampai Amsterdam
Di Gerbong Second Class belakang, suasana cukup meriah. Penumpang serentak masuk tergesa gesa dengan sepeda dan ransel besar dipunggungnya. Ada penumpang yang marah karena celananya kotor kesenggol roda sepeda, ada juga yang nggrundel nggak bisa lewat terhalang sepeda. Dan ada juga yang sibuk dengan anjing bawaannya. Tapi lebih banyak yang cuek bebek. Pintu kereta belum tertutup dan beberapa penumpang masih berusaha naik dan mendorong sepedanya agar bisa terangkut, eh ada penumpang yang langsung duduk dan tidur ngorok nggak bangun bangun sampai Amsterdam. Rasanya uenak sekali nggak punya pikiran macem macem dan langsung bisa tertidur pulas hanya dalam hitungan detik.
Di Gerbong Ini Sepeda Nggak Boleh Masuk
Tapi Anjing Duduk Di Kursi
Tas Jinjing Khusus Untuk Bawa
Anjing Di Kereta Api
Rasa penasaran dan ingin tahu menyebabkan saya keliling keseluruh gerbong dan ikut berdesak desakan di gerbong belakang. Kadang harus meloncati anjing dan kadang harus menyibak sepeda. Ternyata, lebih menarik di gerbong ekonomi ini. Selain penuh sesak dan bisa melihat tingkah polah penumpang juga bisa senyam senyum mendengar teriakan Hans. ‘Coffeeeeee Kroepoek, Kroepoek Coffeeeeeee Bagus !!!’. Nggak ada beda sama sekali dengan Kereta Api di Indonesia. Saya masih ingat saat naik kereta api ekonomi dan berhenti di Gambringan beberapa tahun lalu. Pedagang asongan juga sering berteriak yang bisa membuat penumpang tersenyum.  ‘Pecruk… Pecel Wedang jeruk ……!.  Ternyata, sama saja.
Corat Coret Juga Ada
Jangan Dikira Belanda Bersih Dan Rapi
Aroma WC Sama Saja
Jangan Dikira WC Bule Lebih Harum
Bedanya Nggak Bau Pete Dan Jengkol Saja
Ada Yang Cepat Marah Saat
Kakinya Tersenggol Roda Sepeda
Berhenti Di Stasiun
Baca Juga :

Pembaca, Inilah Suaraku

Ulah Suamiku – Nanggap Pengamen Jalanan
Di Potsdam Jerman
Sebel Deh, Kebagian Bayar
Kalau Suami Request Lagu Terus
Banyak sekali pembaca blog ini yang menghubungi saya melalui e-mail, facebook, chatting atau yang lainnya. Ada yang sekedar ingin berkenalan, bertanya tentang Kuwait atau berbagai macam hal tentang jalan jalan keluar negeri. Sudah tak terhitung lagi berapa banyak orang Indonesia yang merasa terbantu saat menemukan blog ini, puluhan orang langsung menghubungi saya saat tiba pertama kali di Kuwait. Dan saat ini mereka telah menjadi ‘saudara‘ saya di Kuwait, yaitu Keluarga Besar Warga Indonesia Di Kuwait.
.
Finish !, Eh Suami Malah Teriak
Request Lagu Besame Mucho
Dan Quizas Quizas
Yang tidak bisa ketemu saya di Kuwait umumnya penasaran, seperti apa sih orangnya, pribadinya dan bagaimana suaranya. Sedikit saya beri ‘clue’ atau gambaran ya. Saya, suami dan anak anak saya semuanya senang musik dan sangat mengapresiasi pengamen jalanan. Kalau bepergian kemanapun juga dan menginap di hotel, selalu yang dicari hotel yang ada music live. Kalau di Lobby hotel ada music live, kita semua bisa berlama lama nonton. Hanya nonton doang karena nggak PD dengan suara sendiri. Suami saya agak parah, paling seneng nanggap pengamen. Nggak di Indonesia atau di luar negeri kelakuannya tetap saja. Di Potsdam, Jerman serombongan pengamen senangnya bukan main karena ditanggap untuk menyanyikan beberapa lagu oleh suamiku. “Bun, tuh… ayah mulai request lagu“, biasanya anak anakku yang protes kalau sudah diluar kendali seperti ini. Dan saya bagian cemberut karena harus bayar.
.
Biar pembaca blog ini tidak penasaran, inilah suaraku.

Bisikku ini adalah ‘Lagu Kebangsaan’ku. Aku terkiwir kiwir dan pasrah dilamar mas Ardi karena dinyanyikan lagu ini setiap hari saat masih gadis remaja dulu. Dibawah pohon jambu, dipinggir empang wak Haji Sukri, di asrama putri atau kost kostanku dan dimanapun juga modalnya cuma gitar dan suara pas pasan. Kalau saya pikir sekarang, ‘Gileeeee…., cuma modal gitar kok mau maunya saya nyerah dan nyandar di bahunya saat itu‘.

Baca Juga :

Pegel Linu Di Sanssouci Palace Potsdam

Air Mancur Di Sanssouci Park
Airnya Dipompa Dari ‘Masjid’ Potsdam
Nyaris Putus Asa
Istananya Belum Kelihatan
Namanya cukup asing di telinga saya, yaitu Sanssouci Palace. Mengingatkan saya akan tokoh oposisi Aung San Suu Kyi. Nggak ada hubungannya sama sekali, yang pertama nama Istana musim panas di Potsdam Jerman dan yang terakhir jauh di Burma. Bagi saya nama istana ini tidak pernah saya dengar sebelumnya. Kebetulan saja saya menemukan dan membaca nama istana ini melalui hiasan dinding disebuah toko souvenir di Berlin. Karena jaraknya tidak terlalu jauh dari Berlin maka dengan semangat juang tinggi lansung saya set GPS menuju Sanssouci Palace.
.
Wuih… Masih Jalan Lagi Naik Tangga Keatas
Untuk Bisa Mendekati Istana
.
Istirahat Sejenak, Semangat Tinggi
Tapi Napas Mengap Mengap

Istana musim panas ini berada ditengah Sanssouci Park yang sangat luas sekali. Kira kira harus jalan sekitar 2 Km dan naik tangga beberapa kali yang cukup tinggi dan melelahkan. Istana ini dibangun oleh Frederick The Great, Raja Prussia di Potsdam pada tahun 1745 dan arsiteknya Georg Wenzeslaus Von Knobeisdorff. Kalau anda mengelilingi seluruh taman dan istana, entah berapa kilometer lagi harus ditempuh jalan kaki. Yang jelas saya mengap mengap kehabisan napas dan menyerah sekitar 100 – 200 meter dari halaman istana. Kayaknya dekat, tapi karena naik dan banyak sekali anak tangga maka saya nyaris pingsan.

.

Ini Bukan Rumah Pondok Indah
Tetapi Salah Satu Bagian Istana
Beruntung saya masih sempat mengunjungi beberapa gedung yang saya lewati sebelumnya. Tetapi saya kurang perhatian apa nama gedung gedung tersebut karena saat itu begitu semangatnya ingin naik ke istana utama diatas bukit. Bangunan lain yang ada di taman ini dan saya lewati sebelumnya adalah Neptune Grotto, Temple Of Friendship, Antique Temple, Chinese House, New Chambers, New Palace, Roman Bath, Dragon House dll. Ada yang bagus dan ada juga yang seperti rumah modern di Pondok Indah atau Pantai Indah Kapuk Jakarta karena umumnya design rumah di Indonesia menjiplak mentah mentah bangunan Roccoco seperti  di istana ini.
.
Di Tempat Ini Saya Mulai Menyerah Tidak Mau
Naik Lagi Daripada Pingsan Padahal Sudah Kelihatan
Ini Gedung Apa Ya
Sepertinya Tempat Makan Dan Dapur
Tidak seperti saat berangkat yang semangat sekali dan serasa berlari ingin segera masuk istana. Pada saat pulang, ‘dengkul’ rasanya mau lepas semua. Tidak ada orang jual air minum dan tidak ada juga becak yang bisa membawa saya kembali ke pintu gerbang Sanssouci Park. Dan, rasanya cukup sekali ini saja saya masuk ke taman istana ini. Saya khawatir anak dan suami saya tidak ingat saya lagi. Terlalu sering naik turun tangga dan jalan berkilo kilometer di taman ini badan saya bisa langsung langsing dan bahkan kurus. Nggak ada rumah makan,  pedagang kaki lima dan pedagang asongan di area istana ini. Enakan di Candi Borobudur, tamannya lengkap dan semua ada.
.
Bangunan Ini Cukup Tua Tapi Rasanya
Rumah Di Indonesia Banyak Yang Didesign Seperti Ini
.
Hoh Hoh, Masih Jauh
Bisa Langsing Kalau Jalan Terus Seperti Ini
.
Tamannya Berundak Tinggi Sekali
,
Air Mancur Dilihat Dari Atas Tannga Terbawah
.
Ketemu Petugas Istana
Saya Kira Cowok Ternyata Cewek
,

Baca Juga :

Patung Nelongso Copenhagen

Ternyata Patung Little Mermaid Sangat Kecil
Sekali, Hanya Sekitar 1.25 Meter Tingginya
.
Paling Aman Melihat Tingkah
Polah Turis Dari Seberang Sungai
Sebelumnya saya sempat terkagum kagum saat baca majalah pariwisata tentang Denmark, khususnya saat melihat patung lambang kota Copenhagen bernama Little Mermaid. Apalagi sejak kecil saya sudah mengenalnya melalui cerita dan ilustrasi dalam buku buku komik anak anak karangan HC Andersen. Semua photo yang ditampilkan diambil dari jarak dekat sehingga bayangan saya patung lambang kota Copenhagen tersebut adalah patung raksasa yang bisa saya pakai sebagai background photo Ardi’s Family Blog. Ternyata, setelah saya saksikan sendiri, ukurannya sangat kecil sekali. Kira kira hanya setinggi 1.25 meter saja. Boro boro untuk latar belakang photo yang apik, cari posisi berdiri untuk diphoto saja susahnya bukan main. Terlalu banyak turis yang bengong mau apa ditempat ini. Mau photo, yang kejepret punggung orang, mau ndekat takut kecemplung sungai.
.
Mending Nonton Kapal Yang Lewat
Daripada Desak Desakan
Dipinggir Sungai
Untuk bisa melihat patung kecil dan jelek ini perlu nasib baik. Anda tentu heran kenapa saya mengatakan ‘Jelek’ dan harus punya Nasib Baik kan ?.  Saya katakan jelek karena patung ini merupakan sasaran Vandalism penduduk Copenhagen. Setiap saat dipakai untuk tempat demo urusan politik, lingkungan atau semacamnya. Sama halnya dengan para demonstran di tanah air, kalau demo selalu memilih tempat di Bundaran HI biar diekspose internasional. Nah di Copenhagen, sudah berkali kali patung ini dirusak, dicat, diledakkan bom dan segala macam tingkah laku anarkis demonstran. Jadi kalau disentuh terasa ‘brocel brocel’ tidak mulus sebagai bukti pernah atau sering ditambal sulam.
.
Mana Lebih Menarik, Lihat Patung
Tambal Sulam Atau Pemandangan
Saking seringnya patung ini dirusak orang, maka pemerintah telah memindahkan patung tersebut agak ketengah sungai. Berdasarkan catatan, kerusakan terberat terjadi tanggal 24 April 1964 saat kepalanya dipenggal dengan gergaji. Tanggal 22 July 1984 kembali digergaji, kali ini tangan kanannya hilang dan dikembalikan dua hari setelahnya dalam keadaan rusak. Tahun 1990 dipenggal lagi lehernya tetapi belum sempat selesai sudah ketahuan. Yang benar benar diekspose dunia terjadi tanggal 6 January 1998 karena potongan kepalanya dikirim ke stasiun TV terdekat dan juga pernah diledakkan sampai berkeping keping dan reruntuhannya masuk ke sungai tanggal 10 September 2003.
.
Cantik Dan Anggun Saat Memakai Jilbab
Photo By : Daily Times
.
Bagaimana Pendapat Anda ?
Cantik Kan ?
Photo : Daily Times
Tetapi, yang paling menarik dari semua kejadian yang dialami patung terkenal Little Mermaid ini adalah kejadian tahun 2004. Saat itu Mbak ‘Little Mermaid’ benar benar menutup auratnya dan tidak lagi memperlihatkan payudara, pinggul dan pahanya. Apakah Mbak Little Mermaid telah sadar, insyaf dan beralih menjadi seorang muslimah yang tahu cara menutupi auratnya ?. Ternyata tidak, patung tersebut tidak bisa mengucap Syahadat sehingga batal jadi seorang muslimah. Terbukti beberapa hari kemudian sudah telanjang kembali seperti semula. Mbak Little Mermaid tersebut saat itu memilih memakai Burqa (Hijab/Jilbab) karena sedang ngambek atas masuknya Turki dalam Uni Europe. Bulan May 2007, Mbak Little Mermaid memakai Jilbab kembali. Katanya sedang mendukung anggota parlement Asmaa Abdul Hamid (Denmark,  Kelahiran UAE dari keluarga Palestine) yang sedang gigih gigihnya memperjuangkan hak hak kebebasan berjilbab bagi muslimah  tanpa harus dipandang negatif dan dicurigai. Tetapi mentah karena memang tidak ada larangan berjilbab di Denmark. Masalah penduduk lain memandang aneh, negatif atau mencurigai bukan urusan negara tetapi urusan masing masing dan tidak perlu dibuatkan undang undang khusus untuk hal ini.
.
Baca Juga :
Daripada Nonton Patung Kecil Dan Jelek
Mending Jalan Jalan Di Pasar
.
Tidak Ada Larangan Berbusana Di Denmark
Untuk Etnis Apapun, Pokoknya Terserah Asal Sopan
Main Main Pasir Di Tepi Sungai
Juga Terserah Asal Jangan Merusak Sarana Umum