Monthly Archives: September 2013

Cara Cepat Belajar Bahasa Arab Di Kuwait

Majabus – Nasi Mirip Kroto Dan
Bisa Membuat ‘Cucak Rowo’  Fasih Ngoceh Bahasa Arab
Mushaltat
Creme And Honey
Banyak cara untuk belajar bahasa Arab di Kuwait. Suami saya tahu benar bahwa saya dan anak anak sudah bertahun tahun tinggal di Kuwait tetapi belum bisa juga  berbahasa Arab dengan lancar. Karena tahu kekurangan saya dan anak anak, maka hampir setiap hari terutama sepulang dari kantor saya dibawakan berbagai macam makanan Arab, yang paling sering adalah Majabus.
.
.
Nih makan, Biar lancar ngoceh bahasa Arab‘ katanya.
.
.
Fatoush
Pengalaman panjang melatih burung cucak rowo ngoceh dengan memberi makan ‘kroto’ waktu di Indonesia dulu memang kalau diterapkan di Kuwait terasa cukup manjur, dan bisa membuat saya dan anak anak seketika lancar ngoceh bahasa Arab. Kalau saya terjemahkan ocehan bahasa Arab saya ke bahasa Indonesia kira kira artinya sebagai berikut :
.
.
Ini lagi, ini lagi…. apa nggak ada makanan yang lain !!!”
“Majabussss mulu, ….emangnya saya cucak rowo !!!”
.
Shamiyat
Ada Yang Isi Daging Ayam, Kambing, Bayam Dll
.
Hummous
.
Reyas
Lamb Chops Ala Arab
.
Qobus
.
Kebab Dan Chicken Tikka
.
Yang Ini Bisa Bikin Ngoceh Tambah Lama
.
Baca Juga :

Tiga Hal Yang Tak Diketahui Tentang Orang Belanda

Rajin Mandi Saat Masih Kanak Kanak Saja
.
Harus Ke Amsterdam
Untuk Memandikan Cucu
Dimana Kaki Berpijak, Disitu Langit Dijunjung‘. Inilah peribahasa yang benar benar harus saya pegang dimanapun saya berada. Dengan peribahasa inilah saya bisa diterima dan dihargai oleh semua penduduk yang saya kenal di Kuwait terutama tetangga kiri dan kanan saya. Di Belanda, saya juga bisa dengan mudah berinteraksi dengan tetangga kiri kanan saya meskipun saya tidak menguasai bahasa Belanda sedikitpun. Dengan bahasa Tarsan dan sedikit campur aduk dengan bahasa Inggris, Jawa dan Indonesia ternyata komunikasi dengan orang Belanda begitu mudah.
.
Kalau Gede Nanti
Gue Nggak Mau Mandi
Tetangga sebelah rumah saya di Belanda punya anak kecil sekitar 5 tahun. Tiap pagi sering saya suapin makan di rumah karena ibunya agak susah bangun pagi. Hampir tiap hari pula Oma dan Opa si anak kecil tadi mampir kerumah saat jalan jalan pagi. Seperti biasa, si Oma dan Opa akan mampir kerumah anaknya dulu sambil pura pura marah karena anaknya masih tidur, setelah itu baru kerumah saya untuk nengok cucunya yang lepas kerumah saya. Dari hal kecil inilah saya tahu banyak tentang kebiasaan orang Belanda Apalagi, kita sering pergi bersama dengan mereka ke kota kota terdekat. Kira kira orang Belanda seperti dibawah ini :
.
Oma Bayar Sendiri Opa Bayar Sendiri
Tante Nggak Jadi Beli Es Krim
.
Ramah Dan Sangat Bersahabat
Tante Susy Tante Susy
Mandi Sini

Nyaris nggak ada bedanya dengan orang Indonesia. Orang Belanda secara umum selalu menyapa dan tersenyum meskipun secara sambil lalu. Kayaknya nggak niat menyapa karena cepat sekali, tetapi sebenarnya bisa dimaklumi karena kalau jalam memang langkahnya lebar lebar sehingga kalau menyapa terasa cepat sekali dan tahu tahu telah menghilang. Hal ini beda sekali dengan rata rata orang Jerman yang nggak pernah senyum dan terkadang terkesan ketus atau rasialis kalau saya tanya hal hal yang sederhana.

.
Pelit Dan Njlimet Penuh Perhitungan
Oom Piet
Saya Nggak Pelit Lho
Soal Pelit ini rasanya menyeluruh semua orang Belanda luar biasa pelit, itung itungan apapun yang menyangkut uang rasanya yang seharusnya sederhana menjadi sangat rumit dan berkelak kelok ribet. Contohnya beli es krim. Dimanapun kalau menawari beli es krim maka harus bertanggung jawab untuk mbayari. Di Belanda, saya baru tahu ternyata ditawari beli es krim, maka urusan bayar harus masing masing. Nggak itu saja, kalau sampai uang yang kita bayarkan nggak ada duit kembalian, susahnya minta ampun untuk minta ijin dibayari dulu nanti sampai rumah baru diganti. Di toko, rumah makan, hotel dan tempat lain semua sama saja. Njlimet dan ruwet urusan duit.
.
Nggak Pernah Mandi
Minta Dipanggil Kakak

Yang ini No Comment saja, saya nggak tahu kenapa kebanyakan orang Belanda jarang mandi. Kalau anda memperhatikan orang orang yang berlalu lalang baik yang jalan kaki maupun naik sepeda akan tahu dengan sendiri benar atau tidak yang saya katakan. Jarang sekali saya temui orang Belanda yang wajahnya segar dan pakai make up rapi. Rambutpun sering terlihat acak acakan dan tidak disisir rapi. Saya pernah ‘ngrasani’ orang yang duduk dekat saya. ‘Mas, orang sebelah ini prengus mungkin sebulan nggak pernah mandi‘. Eh, langsung berdiri dan pindah tempat, artinya dia tahu apa yang saya katakan.

.
Lapar, Cari Makan Ah …..
.
Tante Beli Sandwitch Satu
.
Duitnya Mana ?
.
Tante Susy..!!! Minta Duit, Bayarin Dong
.
Saya Belum Mandi
.
Baca Juga :

Bus Kawat Di Arnhem Belanda

Kabel Listrik Centang Perentang Di Persimpangan
Jalan Di Arnhem Centraal
Badan Bus Dikaitkan Ke
Kawat Listrik
Kalau anda tanya saya, apa yang paling unik di Belanda saat ini ?. Maka jawaban saya bukan Kincir Angin tetapi Trolleybus. Bus listrik yang badan busnya diikatkan dengan kawat listrik diatas jalan yang dilaluinya. Kincir angin bisa anda jumpai dimana mana di Belanda seperti Saanze Schaan, Kinderdijk, Haarlem, Emmen dan lain lain, tetapi Trolleybus hanya ada di Arnhem. Arnhem adalah satu satunya kota di Belanda yang masih melestarikan system transportasi jadul Trolleybus yang sudah beroperasi sejak 5 September 1949. Di seluruh Eropa, system transportasi Trolleybus ini sudah nyaris punah, demikian juga di negara lain diluar Eropa.
Terminal Bus – Kabel Lebih Rapi
Nggak Bisa Ngebut
Karena Diikat
Di Jerman, hampir semua kota pernah punya system transportasi bebas polusi semacam ini, tetapi telah punah semua dan saat ini yang masih tersisa hanya di kota Solingen. Di Austria sama saja, saat ini yang masih beroperasi hanya dikota Salzburg. Italia juga ‘sami mawon’, hanya bisa dilihat di kota Cagiliari, Napoli, Parma dan beberapa kota kecil lainnya. Rata rata diseluruh negara di Eropa system transportasi seperti ini sudah dibabat habis dan tinggal 10 % saja dan umumnya disisakan dikota kecil yang tidak terlalu ramai. Tetapi negara terbesar yang masih menggunakan system transportasi ini adalah Russia. Moscow memiliki 1740 unit bus dan St Petersburg dengan 742 unit bus dan masih banyak lagi dikota kota lain di Russia.
Kalau anda ingin tahu tanggal wafat trolleybus di masing masing negara, silahkan baca Trolleybus Usage By Country dan List Of Trolleybus System.
Interior Dalam
Kaki Nggak Boleh Selonjor
Nunggu Bus Lewat
Nggak Ada Bau Knalpot Sama Sekali
Kenapa Trolleybus pelan pelan ‘dibunuh’ dan dihilangkan dari muka bumi padahal system transportasi ini bebas polusi ?. Mungkin kawat kawat listrik yang centang perentang ditengah kota dianggap mengganggu pemandangan, mungkin juga truk tronton dan trailer nggak bisa lewat karena kawat listrik terlalu rendah dan mungkin juga pendudk merasa terganggu karena nggak bisa main layang layang dan jengkel layang layangnya selalu tersangkut ke kabel listrik. Entah mana yang benar, yang jelas saya merasa nyaman saja naik bus tanpa suara berisik dan tanpa pencemaran udara ini.
Kabel Ruwet Kalau Di Persimpangan
Nggak Bisa Main Layang Layang
Penumpang Bisa Tahu Berapa
Menit Lagi Bus Akan Datang

Meskipun Trolleybus Arnhem ini telah beroperasi sejak lama, tetapi busnya relatif baru dan terawat dengan baik. Untuk sekali jalan biaya jauh – dekat EUR 2 atau sekitar Rp 30.000. Mahal sekali ya ?, Busway Trans Jakarta saja nggak semahal itu, Gubernur DKI mau menaikkan menjadi Rp 5000 saja diprotes banyak orang di Jakarta.  Tetapi karena mahal maka busnya cukup bagus dan terawat dengan baik.

Dilarang Selonjor Kaki

Karena tarif trolleybus ini cukup mahal, maka orang Belanda sendiri pada malas naik bus dan lebih memilih naik sepeda kemana mana. Tetapi tetap ada nggak enaknya naik Trolleybus di Arnhem ini. Selain tarifnya mahal, penumpang juga dipaksa harus duduk manis dan sopan. Kalau sampai ketahuan menaikkan kaki ke bangku depan atau selonjor biar kaki nggak pegel, maka dendanya EUR 50. Jadi, enak mana, naik Troleybus di Arnhem atau Busway Trans Jakarta ?

Turun Bus Tetap Harus Jalan Kaki
Nggak Ada Becak Dan Ojek Di Arnhem
Nggak Ada Yang Berdiri, Semua Dapat Tempat Duduk
Penduduknya Sedikit Sekali Dan Pelit Pelit
Mending Naik Sepeda Daripada Keluar Duit EUR 2

Baca Juga :