Demi Tuhaaan !!!


Ngantri Check Fisik
Tidak Perlu Turun Dari Mobil
6 Tahun tinggal di Kuwait membuat saya benar benar mencintai tanah air Indonesia. Di Indonesia, pengurusan STNK sangat mudah sekali. Sambil tiduran atau leyeh leyeh di rumahpun STNK bisa jadi dalam beberapa jam saja. Tinggal telpon perusahaan jasa, tahu tahu STNK baru sudah nyampai kembali di rumah. Kalaupun harus datang ke kantor polisi, juga enak sekali. Baru saja masuk ke kantor polisi sudah disambut puluhan orang yang menawarkan jasa pengurusan STNK dan kita bisa duduk manis diruang tunggu. Di Kuwait, mana mungkin hidup enak dan nyaman seperti ini bisa terjadi. Semuanya harus dikerjakan sendiri.
.
.
Kiri Untuk Mobil Kecil
Kanan Untuk Mobil Besar
Beberapa hari lalu, saya dan suami mengurus perpanjangan STNK di kantor polisi lalu lintas di Ahmadi Kuwait. Beberapa kawan Arab mengatakan prosesnya sangat mudah sekali. Masak iya, beberapa kali saya berurusan dengan proses administratif di kantor kantor pemerintah, selalu ada saja masalah yang muncul. Langkah pertama yang disarankan seorang kawan adalah bayar asuransi mobil. Lancar, karena perusahaan jasa asuransi banyak terdapat di Fahaheel. dan pegawai perusahaan asuransi umumnya dari India dan lancar berbahasa Inggris. Si India juga menjelaskan langkah langkah proses di kantor polisi. Tetapi dasar suamiku, di depan orang India lagaknya sok tahu. “Jaga Image” katanya,
.
.
Perlu 15 Menit Untuk
Ngantri
Di Kantor Polisi, dengan yakin suamiku langsung berdiri ngantri 15 menit sambil bawa surat dari asuransi. Tulisan cacing bahasa Arab tidak dibaca karena memang tidak tahu artinya. Ternyata salah, ngantrinya harus ditempat lain dan dengan membawa mobilnya karena harus dilakukan cek fisik dulu. Saat ngantri cek fisik, semuanya tampak lancar. Pak polisi membuka lembar demi lembar kertas asuransi yang saya bawa sambil memberi paraf dan stempel. Saya dan suami tidak harus turun dari mobil. Masalahnya, pak polisi melakukan tugas sambil disibukkan oleh ‘IPhone’nya. Pak Polisi asyik nyanyi lagu Arab dengan menggunakan earphone sambil sesekali tepuk tangan berjoget arab.
.
.
Ada “Slonong Boy”
Dimarahi Petugas Karena
Nggak Mau Ngantri
Di Loket terakhir, saya sodorkan semua kertas yang telah di paraf dan stempel tadi. Tanpa berkata apa apa langsung semua berkas ditolak dan dikembalikan.
“APA…..?!?!?!?!?!”,
Ternyata ada kertas yang belum diparaf dan distempel. Akibatnya, mobil harus berputar dan ngantri kembali dari awal untuk bertemu kembali dengan pak polisi yang lagi asyik mendengarkan musik dari Iphonenya. Saya hitung sekitar 1 jam waktu terbuang percuma. Setelah proses check fisik selesai, kembali suami ngantri di kantor polisi untuk mendapatkan STNK baru. Kira kira 15 menit diperlukan oleh suamiku untuk mencapai loket. Begitu didepan loket, terlihat suami debat dan ngeyel dengan petugas. Kertasnya dioret oret dengan tulisan “4 O’Clock”. besar.
.
“Why ????”. suamiku protes.
“Philipino, 4 O’Clock”
“I’m Indonesian”
“No…!, Philiphino 4 O’Clock !!!”
“DEMI TUHAAAAAN !!!!”
.
Akhirnya mau nggak mau terpaksa pulang juga, meskipun sudah teriak teriak gaya “Arya Wiguna Vs Eyang Subur”. Tetap saja nggak mempan dan nggak ada gunanya.
.
.
Baca Juga :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s