Hanya Di Kuwait – Pemutihan Hutang


Mirqab – Kuwait City
Liberation Tower
Dilihat Dari Souq Mubarakeeyah
Uenak tenan memang Kuwait. Negaranya sangat kaya raya dan penduduknya sedikit sekali (sekitar 1.2 Juta Nasional dan 2 Juta Expatriate). Setiap tahun selalu ada kejutan kejutan yang menggembirakan warganya. Berita seperti dibawah ini selalu terdengar sekitar bulan February, menjelang hari Kemerdekaan dan Pembebasan Kuwait 25 – 26 February. Seperti dimanapun juga, kalau ada issue menarik apapun selalu terdengar jauh hari sebelum diimplementasikan, demikian juga dengan di Kuwait. Kabar gembira 2013 kali ini adalah tentang Pemutihan Hutang. Setiap warga negara yang punya hutang di Bank Islam maupun Conventional ataupun Perusahaan Pembiayaan akan diputihkan. Untuk tahun ini tidak diputihkan 100 % seperti yang terjadi pada tahun tahun sebelumnya, tetapi cukup dikurangi sebesar bunganya saja.


Kuwait City
Kuwait City Malam Hari
Bagaimana dengan yang tidak punya hutang ? Gampang saja, silahkan mengambil hutang di Bank manapun tanpa bunga, negara akan membayar bunganya. Coba baca berita dibawah ini, ternyata ada juga yang menunggak mulai tahun 2008. Kalau di Indonesia anda menunggak angsuran sebulan saja maka anda akan dikejar kejar debt collector. Lebih dari 3 bulan nggak bayar, kemungkinan anda sudah di mutilasi oleh debt collector. Di Kuwait, orang yang ‘default’ nggak bisa bayar hutang maka cukup dapat peringatan tertulis atau ditilpun saja oleh pihak bank. Dan ‘Haram’ bagi siapapun untuk mengenakan bunga berbunga dari orang yang sedang ‘jatuh miskin’ tidak bisa bayar hutang. Sedang susah nggak bisa bayar angsuran kok malah diancam debt collector dan dikenakan bunga berbunga. Nggak mungkin terjadi di Kuwait, ‘Haram’. Itulah sebabnya kenapa di Kuwait hampir setiap tahun selalu terdengar ada usulan untuk pemutihan hutang. Dan pemerintah Kuwait memang sanggup untuk memutihkan semua pinjaman warganya.


Kuwait City Sore Hari
Kenapa warganya yang tidak punya hutang didorong untuk segera meminjam ke bank tanpa bunga ? Dari ngobrol ngobrol warung kopi, kita bisa memaklumi juga alasannya. Disaat Eropa dan Amerika terkena krisis global seperti sekarang ini, investasi ke kedua benua tersebut dikurangi karena terlalu beresiko tinggi. Sehingga, beberapa tahun terakhir ini Kuwait sedang memegang banyak uang tunai. Apalagi, beberapa kabar yang saya dengar, pemerintah Indonesia melalui KBRInya di Kuwait menolak Pinjaman Lunak dari pemerintah Kuwait. Indonesia’s very strong now, your government rejected our loan. Dalam hati kecil, saya cukup bangga dengan kenyataan ini. Saya cukup bangga dengan pemerintahan SBY meskipun ditanah air dihujat rakyatnya terus menerus.


Sayangnya, untuk expatriate yang punya hutang di bank bank Kuwait memang harus bersabar dulu karena pembicaraan ditingkat Menteri belum final. Kita tunggu saja keputusannya dalam beberapa hari ini. Moga moga, expatriate di Kuwait bisa ‘nderek mulyo’ seperti halnya penduduk asli Kuwait.


Berita Lengkap Tentang Pemutihan Hutang / Pinjaman Di Kuwait bisa dibaca di Arab Times 17 Mar 2013 pada link dibawah ini.

KUWAIT CITY, March 17: The Financial and Economic Affairs Committee finalized a bill that establishes a Family Fund to write-off citizens’ loan interests on Sunday. The bill is expected to be on the agenda of this week’s parliament sessions for deliberation.


Committee chairman MP Yusuf Al-Zalzalah explained that the Family Fund will purchase the principal loan of debitors who were granted the loans prior to March 30, 2008 and the banks will write off the interests and earnings from those loans.


The law pertains to consumer and installment loans and will be applied on both conventional and Islamic banks and conventional and Islamic financial institutions. It also includes citizens who are already part of a previous defaulters fund when they took out loans prior to 2008 and those who’ve rescheduled their loans after March 2008.


However, MP Nasser Al-Jabri said the meeting with Minister of Finance Mustafa Al-Shammali did not discuss whether expatriates will be included in the bill or not.


MP Safa’ Al-Hashem said Al-Zalzalah and Al-Shammali have also met with HH the Amir Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah on the issue and the committee has the government’s approval.


She added that Kuwait lacks an accurate database in all its institutions on their affairs and dealings to be referred to. She said that she will address the issue with Minister of State for National Assembly Affairs and Minister of State for Planning and Development Dr. Rola Dashti.


On his part, MP Askar Al-Enezi said the majority of lawmakers will approve the bill on Tuesday.


By: Nihal Sharaf Arab Times Staff

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s