Monthly Archives: November 2012

Semalam Dirumah Sakit Kuwait

Pengobatan Alternatif
Percaya Atau Tidak Yang Jelas Saya Sembuh Langsung
Iklan Dokter Di Arab Times

Di Kuwait tidak pernah saya temui iklan pengobatan alternative. Apalagi iklan dukun, paranormal, peramal atau sinshe, jelas tidak ada sama sekali. Sangat berbeda sekali dengan Indonesia dimana kita bisa dengan mudah mencari iklan pengobatan alternatif dipasang di tiang tiang listrik, pohon dan halte bus. Majalah khusus klenik saja ada di tanah air. Di Kuwait berlaku sebaliknya, setiap hari selalu ada iklan dokter terpampang besar di koran koran Kuwait. Ya benar sekali, dokter di Kuwait harus mengiklankan diri seperti layaknya Jeng Ana, Jeng Sri dan Jeng Wati yang punya warisan keahlian pengobatan  dari Nyi Roro Kidul.  Dokter dan klinik pengobatan di Kuwait memang harus promosi terus menerus kalau ingin bisa survive di Kuwait. Seluruh biografi keahlian dokter diiklankan secara lengkap. Kalau punya gelar panjang, maka akan dicantumkan semua. Satu halaman penuh koran Arab Times, Kuwait Times dan Al Watan selalu berisi iklan dokter dan berdampingan dengan iklan rental traktor, lowongan kerja atau jual beli mobil bekas.

Kaki Keseleo Malah Ditekuk
Sakit Sekali Tapi Sembuh Seketika

Sebenarnya orang Arab tidak percaya hal hal yang berbau klenik/irrasional sehingga iklan dokterlah yang menjamur banyak sekali di Kuwait. Dukun ngetop kebanggaan rakyat Indonesia Mak Erot menjadi bahan tertawaan yang tiada henti kalau suami saya  menceritakan ke orang Arab di kantor. Mereka selalu menganggap magic, dan mereka takut akan hal itu  Seringkali saya mendengar ada orang Indonesia yang harus berurusan dengan polisi karena menyimpan ‘jampi jampi’ berupa corat coret tulisan arab yang dibawanya dari tanah air. Suami saya pernah cerita mistis tentang Leak di Bali,  tetapi tanggapan Arab selalu ke pengobatan alternatif. Kalau saya terjemahkan ke bahasa Indonesia kira kira artinya “Alamat Mak Erot dimana ?”. Nah ketahuankan, cerita mistis apapun sampai berbusa busa tetap saja kembali ke Mak Erot. Jadi sejatinya orang Arab itu ingin tahu juga pengobatan alternative. “Khalid nanti akan saya suruh ke Mak Erot biar buesarrrr …..Ha ha ha”.

Keseleo
Pak Toni Sedang Beraksi
Mengobati Kaki Keseleo

Kaki saya pernah keseleo dan agak bengkak dibagian dengkul. Karena jalan saya tidak nyaman dan sedikit kesakitan maka saya bawa ke rumah sakit dan diperiksa oleh seorang dokter di Kuwait. Keputusan yang diambil dokter sangat luar biasa cepat dan lugas, tetapi cukup membuat saya terkejut juga. Saya harus segera masuk ke  bagian emergency. Kaki saya langsung diphoto Rontgen (X-Ray) dari berbagai sudut. Hasilnya nihil, nggak ada tanda tanda tulang retak atau hal hal aneh dengan dengkul saya. Setelah itu setiap hari kaki saya dibebat dan gerak saya jadi tidak bebas.

Makanan Yang Dibawa Keluarga
Saat Besuk. Ternyata Untuk
Dimakan Bersama

Ketika saya pulang ke Indonesia, langsung saya bawa ke balai pengobatan alternatif Pak Toni, di Yogya. Diurut dan ditekuk tekuk sebentar langsung sembuh. Katanya ada urat yang kejepit saat saya keseleo beberapa bulan lalu. Dan saya tidak boleh lagi memakai sepatu hak tinggi. Ketika saya bertemu kembali dengan dokter di Ahmadi, tentu saya pamer kalau kaki saya sudah sembuh. Saya tidak ceritakan kalau yang menyembuhkan kaki saya adalah tukang urut di kampung. Wejangan dokter cukup bijak “Untung kamu cepat datang ke rumah sakit, terlambat sedikit saja bisa tambah parah kakimu, nanti kalau ada apa apa lagi langsung saja ke rumah sakit ……”.

Bisulan
Yang Sakit Tiduran Di Kasur
Yang Besuk Ngopi Kahwa Bersama

Di tanah air kalau bisulan biasanya tidak perlu dibawa ke dokter. Cukup ditunggu saja sampai bisul tersebut matang dan cukup umur, lalu tinggal ditekan sendiri untuk mengeluarkan ‘mata’ bisul. Saya dulu kalau bisulan maka ibu saya yang membantu untuk menekan daerah sekitar bisul sampai ‘mata’ bisul keluar semua. Di Kuwait, sakit bisul ternyata bisa bikin heboh. Anakku Dinda pernah bisulan dan saya bawa ke rumah sakit. Seperti biasa, dokter langsung memerintahkan ke bagian emergency. Dokter dan perawat semua sibuk memeriksa bisul dan akhirnya diputuskan masuk ke Ruang Operasi dan harus dioperasi saat itu juga. Yang unik dan beda dengan di tanah air, untuk buka perban saja tidak boleh dilakukan sendiri. Akibatnya setiap hari saya harus mengantar anak saya ke rumah sakit hanya untuk ganti perban dengan yang baru.

Periksa Gigi
Tampaknya Ngeri Sekali
Padahal Cuma Disuruh Mangap
Beberapa Menit Saja

Biasanya untuk periksa gigi selalu pasien didudukan di kursi dokter gigi. Di Kuwait, tidak semua dokter suka memeriksa pasien dengan posisi duduk seperti itu. Pokoknya, pasien enak dan dokter gigi juga nyaman saat memeriksa gigi pasien. Gigi saya berlubang yang bagian atas, kalau posisi saya duduk, mungkin si dokter merasa tidak nyaman kalau harus memeriksa dan menambal gigi atas. Akhirnya, disepakati apa yang kita sebut “win win solution”, saya harus pindah ke ruang operasi dan tiduran di kasur. Si dokter bisa lebih nyaman memeriksa gigi atas saya dan sayapun bisa ngantuk dan nyaris ketiduran menunggu dokter datang memeriksa.

Kelelahan, Letih Lemah Dan Lesu
Grilled Steak With Garnish
Makan Terus

Sebulan lalu saya baru pulang bepergian dari Belanda. Hampir dua minggu disana saya nyaris tak pernah istirahat. Berhubung saya disana sewa mobil maka saya selalu yang bertugas sebagai sopir. Setelah tiba kembali di Kuwait, saya merasa nggak enak badan, lesu, letih dan lemah. Langsung saya ke rumah sakit. Setelah darah diperiksa, langsung dokter meminta saya untuk menginap di rumah sakit dengan alasan agar pemeriksaan bisa lebih teliti. Dokter mengatakan bahwa Hemoglobin saya turun dan saya harus diinfus untuk menambah Iron. Kalau di kampung, saya cuma diberi resep untuk beli Tonikum, Sakatonik Liver dan disarankan banyak makan hati ayam. Saya tidak tahu sama sekali tentang kesehatan maka setuju saja ketika disuruh menginap dirumah sakit. Pada saat saya menginap di rumah sakit dan diinfus Iron inilah saya baru tahu keadaan rumah sakit pada saat jam besuk di Kuwait yang sebenarnya.

Grilled Garlic Chicken
Besok Apa Ya Menunya

Suasananya sangat ramai dan bisa saya katakan seperti pasar ikan, pasar sapi atau pasar onta. Dari cicit, cucu, anak, menantu dan kakek semua datang bersamaan. Pengunjung tidak tertib dengan jam besuk. Kalau waktu besuk habis dan pengunjung belum pulang juga maka tanpa ba, bi dan bu lampu langsung dimatikan. Alasannya pasien harus tidur dan istirahat. Saat besuk, pengunjung membawa berbagai macam barang dari rumah seperti layaknya kalau kita mau berangkat wisata. Ada yang bawa termos, teko arab dan gelas gelas kecil berisi kahwa (kopi arab) lengkap dengan kurma dan berbagai macam kue arab. Saya kira buat pasien tetapi ternyata buat minum minum siapapun yang lewat atau datang membesuk. Itulah sebabnya kenapa suami saya sering menyapa mereka, maksudnya biar diberi kahwa hangat. Sambil lesehan rasanya gayeng sekali bisa bercengkerama sambil minum kahwa hangat dan makan kurma.

Saat Transfusi Zat Besi
Iron Woman Menginap Di RS

Saya sebenarnya menginap dirumah sakit cuma sehari saja, tetapi setiap hari harus datang ke rumah sakit untuk diperiksa dan diinfus Iron kembali. Ada yang lain saat saya mondar mandir ke rumah sakit di Kuwait ini,. Begitu datang langsung saya diminta memilih makanan dari menu yang disodorkan perawat. “Madame, makan yang banyak biar hemoglobin cepat naik kembali”. Langsung saja saya pilih Grilled Steak dari menu yang disodorkan. Hari kedua Grilled Garlic Chicken dan hari berikutnya saya coba menu kelas berat lain. Tidak lupa pesan juga soup, ice cream dan berbagai makanan yang tercantum dalam menu. Pokoknya semua harus saya coba. Tetapi astaga, berat saya langsung nambah 3 kilogram hanya dalam waktu seminggu saja. Dokter bilang saya bisa obesitas kalau terlalu lama di rumah sakit. Gimana lagi, soal makan saya memang doyan….

 
Baca Juga :

Emak Diparkir Saja…….

Cihui…!, Akhirnya Bisa Juga
Grutal Gratul Karena Sepeda
Doltrap
Mungkin sudah jadi nasib saya dimana saya harus “diparkir” bersama sama dengan sepeda. Tidak boleh bicara, tidak boleh bergerak dan tidak boleh berdiri. Pokoknya duduk manis diantara puluhan sepeda di Belanda. Sedih rasanya “diparkir” seperti ini, tapi bagaimana lagi semua menganggap saya terlalu bawel dan cerewet memberi instruksi bagaimana naik sepeda yang benar. Sebagai seorang ibu, saya tentu tidak ingin anak saya terjatuh saat naik sepeda. Saya masih ingat betul, terakhir anak saya naik sepeda sekitar 10 tahun lalu, yaitu ketika anak baru lulus SD, setelah itu tidak pernah lagi naik sepeda. Dari dulu semua anak saya terbiasa  naik bus untuk pulang dan pergi ke sekolah. Pergi ke rumah teman cukup jalan kaki atau diantar orang tua. Sejak pindah ke Kuwaitpun, pergi ke sekolah menjadi tanggung jawab saya untuk antar jemput. Sehingga saya tahu betul,  anak anakku saat ini sudah  tumbuh menjadi anak yang “lupa cara naik sepeda“.
Gini Lho Cara Naik Sepeda
Gabruk.. Hampir Nabrak Mobil
Maksudnya Mau Ngajari

Di Belanda, anakku saya belikan sepeda. Bukan sepeda baru, cukup sepeda bekas saja. Merk yang dipilih adalah Batavus sebuah merk sepeda yang sangat ngetop di Belanda. Kira kira kalau mobil  bisa disamakan sekelas Mercedez Benz. Tetapi karena sepeda bekas, maka harganya cukup terjangkau, hanya EUR 200 saja. Cukup murah kalau dibanding sepeda baru, karena harga baru sepeda merk Batavus bisa lebih dari EUR 600. Sepeda dengan merek ngetop lain adalah Gazelle dan Puch tetapi agak sulit saya dapatkan barang bekasnya, Saya ublek ublek seluruh Belanda tetap saja kurang cocok dengan harganya. Kalaupun ada yang cocok harganya, modelnya kurang cocok, sudah terlalu tua dan di beberapa bagian ada yang rusak.

 

Emak Ikut Ikutan Turun Tangan
Emak Terlalu Bawel Memberi Instruksi

Masalah baru timbul karena sepeda yang dibeli ternyata ‘doltrap’ (bahasa Belandanya Doortrap) . Sering juga dikatakan Fixed Gear dan di Indonesia banyak dipakai pada Becak. Suami saya tahu persis gear sepeda kayak gini di Indonesia hanya ada pada becak karena waktu muda dulu sering ‘mbecak’. Kalau mau ngerem maka pedal harus dikayuh mundur kuat kuat (Skid). Sepeda model kayak gini sama sekali tidak dikenal anak anakku sebelumnya. Akibatnya bapak, emak, adik dan orang lewat banyak yang berhenti dan semua ikut ngajari bagaimana cara yang bener naik sepeda ‘doltrap‘. Semua memberi instruksi, dan  sebagai seorang ibu, tentu saya yang paling gaduh sendiri. Akibatnya, saya terpaksa harus di’setrap‘ tidak boleh ngomong, tidak boleh memberi instruksi dan juga harus duduk manis mengawasi dari jarak jauh saja.

Emak Teriak Teriak
Hati Hati Jatuh….!!!!!!!!!!
” Bunda ini ngapain cerewet sekali “
” Udah duduk manis didalam sana “
” Malu dong semua orang berhenti dan ngeliat kita “
” Malu dong semua orang ikut ngajari naik sepeda “

Akhirnya, Terpaksa Harus Diparkir Diantara Sepeda
Karena Terlalu Bawel Memberi Instruksi,
Ya Nasiiib…..!
Yah, apa boleh buat, cerita ini saya akhiri sampai disini saja. Saya tidak tahu aktifitas yang terjadi diluar lagi. Saya sendiri, tidak boleh bergerak, tidak boleh berdiri, tidak boleh menegok dari jendela dan tidak boleh berteriak memberi instruksi lagi. Tapi syukur alhamdullilah, anak anak dan suamiku tidak membawa lakban. Seandainya mereka bawa lakban, bisa jadi mulut saya diplester pakai lakban. Ya nasiiibbbbb !!!!!

 

Baca Juga :

Expats Pendatang Baru Kuwait

Lawyer Ini Masih Mau Naik Kuda Kudaan
Karena Baru Datang – Loc : KOC Spring Camp
Bulan Pertama : Acting Pura Pura Beli
Padahal Belum Pernah Terima Gaji
Lokasi : Souq Mubarakeeyah

Di Kuwait jumlah expatriate jauh lebih banyak dibanding penduduk lokal. Kira kira setiap 3 orang expatriate setara dengan seorang penduduk asli. Data penduduk tahun 2008, tercatat jumlah expatriate 68 % dari total penduduk yang berjumlah 3 – 3.5 Juta. Umumnya expatriate yang berdatangan di Kuwait adalah pekerja, bukan datang untuk tujuan wisata. Oleh karena itu, kalau anda berada di Kuwait International Airport maka dengan mudah anda menyaksikan aktifitas mereka saat datang dan pergi dengan segala macam barang bawaannya yang terkadang unik dan menarik. Sangat berbeda sekali dengan aktifitas airport dimanapun juga.

Expats Ini  Sekarang Tidak Mau
Diphoto Ditempat Ini , Sudah
Jadi Mudir IATMI Kuwait

Dari statistik 2009, expats India tercatat yang terbesar (580.000) dan diikuti oleh Mesir, Pakistan, Bangladesh, Syria, Iran, Philipine, Srilanka dan Indonesia. Sehingga kalau anda melintas didepan gate keberangkatan Kuwait International Airport, maka akan terasa sekali bahwa dunia ini kecil. Baru saja mendengar bahasa Urdu, lalu melangkah 10 meter saja sudah terdengar bahasa Hindi, melangkah ke gate berikutnya akan terdengar bahasa Tagalog dan sepuluh meter lagi serasa di kampung halaman sendiri yaitu terdengar ocehan calon penumpang berbahasa Jawa dan Sunda.

Hanya Karena Tulisan Di Airport
Muhandis Ini Berani Minta Tolong
Orang Lewat Untuk Memphoto

Expatriate pendatang baru, baik dari Bengali, India, Philipine atau bangsa lainnya semua sama saja. Begitu tiba di terminal kedatangan maka sibuknya bukan main. Yang dikeluarkan pertama kali adalah camera. Mulai camera pocket, DSLR dan HP bercamera semua dikeluarkan. Bayangkan betapa ribetnya, di pundak menggantung camera DSLR, tangan kiri pegang pocket camera dan tangan kanan pegang iPhone. Dan yang diphoto cuma kereta dorong (troley) doang !!!, Rasanya bangga dan gaya sekali para expats baru Bengali, India, Pakistan dll bisa photo sedang ndorong troley di bandara Kuwait. Akibatnya, koper dan barang bawaannya terlupa dan lebih dari 15 menit berputar putar di belt conveyer bandara.

Troley Seperti Inilah Yang Selalu Diphoto
Expats Bengali, Pakistan Dan India Di Kuwait Airport
Masih Bersedia Diatur Gayanya
Lokasi : Al Kouts

Kalau anda jalan jalan dipusat keramaian Kuwait, maka dengan mudah anda melihat expatriate pendatang baru sedang berphoto photoan dengan latar belakang pemandangan apapun yang bagus. Ada yang ditengah bundaran di perempatan jalan yang ramai dan ada yang malu malu kucing dan ingin cepat cepat selesai saat diphoto.  Sayangnya, ritual expatriate pendatang baru semacam ini tidak terlalu lama, paling banter 3 sampai 4 bulan saja sejak kedatangan. Setelah itu, jangan harap mereka mau diphoto  lagi ditempat yang sama. Dibayar berapapun umumnya sudah ogah dan menolak kalau diminta berpose di bundaran atau perempatan jalan. Alasannya hampir sama, teman dan relasi di Kuwait sudah cukup banyak yang dikenal sehingga malu kalau harus bergaya di tempat keramaian apalagi di bundaran perempatan jalan.

Asyikkkk, Kirim Ke Kampung Buat
Bukti Sudah Tiba Di Kuwait
Didepan Kapal Nelayan
Al Kouts – Tahun Depan Belum
Tentu Mau Bergaya Begini

Yang unik adalah saat berada di rumah makan. Berbagai gaya dipertunjukkan para expatriate baru. Ada yang jaim dan sok tau tetapi ada juga yang mengambil cara aman saat memesan makanan. Begitu menu makanan disodorkan oleh pelayan restaurant, si expats baru langsung membaca menu dari yang teratas sampai terbawah. “Brother, can I order this, this and this  …….“, sambil jari menunjuk ke daftar menu.  Mantap, percaya dirinya tinggi sekali tetapi begitu pesanan makanan datang, baru si expat terkaget kaget. Ternyata yang terhidang  acar semua, asem atau kecut.

Semua Makanan Dicoba
“I want to order this, this and this……”
Buanyak sekali dan rasanya asem !!!!

Saya mah sudah cukup berpengalaman, setiap makan dirumah makan Arab selalu saya pilih cara yang paling aman. Yang saya pilih selalu makanan favorit yang bernama “SAME”. Maksudnya, saya lirik dulu pesanan tetangga di meja sebelah. Kalau terlihat enak maka tinggal mengucap “SAME…..” sambil memberi kode lirikan mata ke meja sebelah. Anggun dan tampak berwibawa. Ditanggung, makanan yang datang enak dan sama persis dengan tetangga sebelah.

 

Baca Juga :