Monthly Archives: October 2012

Rumah Makan Rasa Setan Di Gunung Setan

De Duivelsberg Panenkoeken Restaurant
Ditengah Hutan Perbatasan Belanda – Jerman
RM Enak Murah Selalu
Dicari Meskipun Di Hutan
Yang namanya rumah makan enak, dimanapun letaknya akan selalu dicari orang, apalagi kalau murah. Di Indonesia, saya sering dapat informasi mengenai warung enak yang letaknya cukup sulit dijangkau seperti dikampung kampung, gang sempit, bahkan ada yang ditengah sawah. Kalau bisa menemukan lokasinya yang sulit atau terpencil dan bisa mencicipi masakannya, rasanya puas sekali dan plong. Tetapi itu dulu, waktu saya masih tinggal di Indonesia dan sering blusak blusuk keluar masuk kampung untuk mencari makanan enak, murah dan terkenal diantara pecinta kuliner di tanah air.
.
Jalan Menuju Ke Jerman
Selepas Kota Nijmegen
Sekarang, saya tidak di Indonesia lagi, sehari hari di Kuwait tetapi kesenangan mencari rumah makan enak masih terbawa bawa sampai saat ini. Bedanya, sekarang untuk mencari warung enak bisa sampai dimana saja diseluruh penjuru dunia tergantung siapa yang memberi informasi. Dan kali ini, warung enak yang saya maksud berada ditengah tengah hutan sekitar Nijmegen, Netherland. Nama rumah makan tersebut adalah De Duivelsberg Panenkoeken Restaurant, kira kira 120 Km dari Amsterdam dan tidak terlalu jauh dari perbatasan Jerman.
.
Jalan Tanah Di Hutan Gunung Setan
Masih Terang Saat Mulai Masuk
Jalan Tanah Sempit Dan Gelap Total
Hanya Ada Dua Pilihan – Maju Terus Atau Kelaparan
Menunggu Makanan Datang
Dari Amsterdam, lokasi warung enak De Duivelsberg hanya bisa dicapai dengan mobil saja. Tidak ada transportasi umum yang bisa mencapai tempat ini karena ditengah tengah hutan belantara yang dilindungi (Cagar Alam – Protected Forest Area). Sewa mobil sangat dianjurkan kalau ingin mencoba warung enak ditengah hutan ini. Kira kira dua jam saja dari Amsterdam.. Kalau anda punya GPS, lokasi tepatnya adalah N.51″ 40.138′ E.005″ 56.635′. Tanpa GPS, jangan harap anda bisa nyampai di rumah makan top ini. Modal yang anda perlukan cuma satu, “Nekat Demi Perut“. Tanpa modal dasar ini sudah bisa dipastikan anda bakal kelaparan di jalan. Lokasi koordinat bisa anda cari dari GPS anda.
.
Hmmm Yummy
Baunya Uenak Bikin Tambah Lapar
Menu yang disajikan benar benar makanan tradisional Belanda yang bernama Panenkoeken, dan katanya Panenkoeken De Duivelsberg ini masih dibuat sesuai resep aslinya. Cara mengolah bahan juga diturunkan oleh nenek moyang dan leluhur bangsa Belanda jaman dulu. Pilihan jenis Panenkoeken sangat banyak dan beragam, mulai dari yang berisi buah buahan, jamur, keju sampai daging. Ternyata setelah saya coba, nggak rugi dan nggak nyesel sama sekali saya masuk hutan diperbatasan Belanda dan Jerman ini.
.
Ternyata Pengunjungnya
Banyak Meskipun Di Hutan
Kalau ditanya, apakah masih punya keinginan untuk kembali ke restaurant ini di kemudian hari ?. Ah rasanya nggak dulu deh. Saya kemarin datang ke restaurant ini karena tidak tahu arti Duivelsberg. Setelah saya sampai rumah, saya baru tahu artinya Gunung Setan. Orang Belanda sering mengatakan lokasi restaurant tersebut sebagai Devil’s Mountain Of Nijmegen, karena terletak dekat dengan kota Nijmegen. Kalau tahu artinya Gunung Setan, nggak bakalan saya datang ke restaurant ini. Apalagi jalan menuju tempat ini melalui Kuburan Tentara (War Army Cemetary) juga. Konon  pada saat perang dunia II tahun 1940an, daerah ini merupakan tempat pertempuran sengit yang dikenal dengan Operation Market Garden dengan korban meninggal ribuan tentara lebih. Ceritanya ada di Jonkerbos War Cemetary Nijmegen, Groesbeek Memorial, dll.
.
Masih Gembira Karena Belum Tahu
Nama Lokasi Di Gunung Setan
Bagian Luar Rumah Makan
Gunung Setan (Duivelsberg)
Baca Juga :

Menjadi Gypsy Di Belanda

Aku, Ruud Hilbrand Dan Kucing
Didepan Caravan Tempat Aku Menginap
Rungkut Dan Dipinggir Kali
Nggak Terlalu Beda Dengan
Rumah Affandi

Seniman memang sering nyleneh dan terkadang daya kreatifitasnya diluar nalar orang normal. Di Belanda saya pernah menginap di rumah salah seorang seniman nyentrik bernama Ruud Hilbrands. Rumahnya, secara sepintas tidak ada bedanya dengan rumah Maestro Pelukis Affandi di Yogyakarta. Kalau rumah Affandi saat ini dijadikan museum, maka rumah si Ruud ini terbuka untuk semua orang untuk mencoba merasakan gaya hidupnya. Rumah Affandi terletak dipinggir kali Code, sedangkan rumah si Ruud terletak dipinggir sungai Rhine. Kalau anda punya GPS, lokasinya adalah N 51″ 58.946′ E 005″ 53.840′, kira kira 100 Km dari Amsterdam, tepatnya di Arnhem, wilayah Gelderland.

Didepan Rumah Ruud

Yang menarik, sanggarnya yang disebut Tuscan Watervilla dan bernama Drijfpaleis (Istana Mengambang) dibuatnya sendiri selama bertahun tahun. Kebanyakan bahan yang digunakan terbuat dari barang bekas. Caravan butut disulap jadi kamar  ala Gypsy yang sering kita lihat di film film. Kapal rusak dibeli dan dijadikan kamar kamar  yang unik, antik, aneh sekaligus menarik. Mobil rongsokan juga disulap sebagai hiasan penyambut tamu. Pecahan keramik dijadikan ornamen dinding dan lantai. Masing masing kamar hotel dan sudut sudut tertentu diberi nama yang unik seperti layaknya hotel bintang 5. Misal : Nelson Mandela Bridge.

Gangnam Style Dari Radio Jadul
Lemarinya Dari Kompor Gas

Soal interior, wow benar benar unik dan tiada duanya. Ada kamar yang dinding sampai langit langit kamarnya dipenuhi lukisan dengan warna merah menyala. Lebih unik lagi, tempat tidurnya ada yang terbuat dari kayu bekas bongkaran bangunan dan digantung dilangit langit menggunakan rantai. Kira kira kalau tidur seperti diayun ayun seperti layaknya ayunan bayi raksasa. Semua lantai dan dinding penuh warna warni ngejreng dan norak terbuat dari remukan keramik. Entah bekas bongkaran rumah atau keramik baru yang dipecah pecah saya kurang tahu. Yang jelas dicampur juga dengan kelereng dan kaca yang didesign sedemikian rupa dengan motif ikan sampai lingkaran lingkaran abstrak yang aneh dan tidak saya ketahui apa maksudnya.

Full WIFI – Pengunjung Menuntut
AgarBisa Update Status FB Langsung
Lantai Mozaik
Pecahan Keramik Dan Beling

Saya tinggal di salah satu Caravan bernama Tamini, kira kira seluas VW Combi. Tempat tidur cuma bisa untuk berdua saja. Kompor gas bekas disulap jadi meja serbaguna sekaligus tempat kulkas dan beberapa laci tempat menyimpan makanan.. Ada dua buah kursi  yang saling berhadap hadapan dengan meja kecil yang bisa dilipat dengan heater pemanas ruangan kecil dibawahnya.. YMeskipun berupa Caravan ternyata dilengkapi juga dengan Wifi yang cukup cepat. Katanya Wifi didalam caravan merupakan tuntutan tamu jaman sekarang yang ingin bisa segera update status facebook kalau berkunjung dan tinggal di rumahnya.

Siap Siap Bobok
Interior Bagian Dalam Caravan
Sarapan Pagi
Dibawah Pohon

Selain warna warni interior yang ‘ngejreng’, yang menarik lainnya adalah radio kuno yang tersedia diatas meja. Bentuk radio boleh saja kuno, tetapi lagu yang terdengar ternyata lagu ngetop saat ini, yaitu “Gangnam Style”. Inilah Caravan dengan cita rasa Gypsy tetapi suasana abad ini, yaitu bisa bergoyang ala Gangnam Style.

“Mas… mas, seandainya saja Caravan ini tidak ada rodanya, tentu tidak akan ikut bergerak gerak ya kalau kamu terlalu lasak dan banyak gerak seperti ini ?”. 
“Iya dik, gimana kalau kita pindah diluar saja biar Caravannya tidak bergerak”.
“Hooh… Hooh…… Ayo mas…..”

Caravan Berhantu
Kalau Malam Bergoyang Goyang
Klenting Merah Bawa Handuk
Siap Siap Mandi Di Kali Rhine

Arab Indo (Arab Berdarah Campuran Indonesia)

Central Blood Bank Kuwait Di Jabriya
Salah Satu Kegiatan Donor
Darah Komunitas Indonesia
Di Jabriya – Kuwait
Umumnya orang Indonesia lebih menghargai orang yang memiliki “darah campuran” daripada penduduk yang berdarah asli Indonesia. Terbukti, mereka yang berdarah campuran sedemikian mudahnya menjadi artis  film dan sinetron. Sedangkan yang “berdarah asli” Indonesia harus jatuh bangun dan merangkak dari figuran terlebih dahulu untuk menjadi artis tenar. Lebih parah lagi kalau berbicara dan cara mengucapkan kosakata bahasa Indonesia sedikit “cadel”, maka akan menjadi daya tarik bagi wartawan untuk mengekspose habis habisan.
.
Di Unity Center Ahmadi
Beberapa artis yang sukses dan sampai saat ini menjadi favorit saya karena berdarah campuran Indonesia – Arab adalah Ayu Azhari. Jihan Fahira, Jane Shalimar, Nabila Syakieb, Alba Fuad, Dhini Aminarti, Asya Shara dan lain lain. Rasanya, tak ada habis habisnya saya mengamati mereka, apa kelebihan mereka dibanding yang asli berdarah Indonesia.. Cantik ?, nggak juga dan hal ini sangatlah relatif. Yang berdarah asli Indonesia juga banyak yang cantik dan menarik.
.
Di Ahmadi Hospital
Di Kuwait bagaimana, apakah ada Arab berdarah campuran Indonesia ? Wow, jangan ditanya…. Orang Arab berdarah campuran Indonesia jauh lebih banyak dibanding orang Indonesia berdarah campuran Arab. Saking banyaknya, susah untuk melacak apakah si Arab yang berdarah campuran saat ini menjadi artis film, artis sinetron, politisi atau bahkan telah sukses menjadi pejabat tinggi. Sebagai orang Indonesia yang tulus menyumbangkan darah bagi sesama, kita warga Indonesia di Kuwait tidak pernah berpikir sama sekali bahwa darah kita akan membuat si penerima menjadi seorang artis film dan sinetron. Kita juga tidak pernah berpikir sedikitpun kalau melihat artis cantik dan ngganteng Arab pasti ada campuran darah Indonesianya.
.
Wall Of Honor
Tempelan Surat Di Dinding Berisi Ucapan
Terima Kasih Dari Masyarakat Kuwait
Si Kecilpun Juga
Doyan Donor Darah
Yang jelas, kita warga Indonesia di Kuwait selalu rajin menyumbangkan darah untuk si Arab yang membutuhkan. Setiap saat dalam acara Blood Donation, baik yang diadakan secara rutin oleh komunitas warga negara Indonesia, kantor kantor atau pertokoan,  selalu saja saya ketemu donor warga negara Indonesia. Pokoknya dimanapun ada kegiatan donor darah di Kuwait, selalu saja ada warga negara Indonesia yang dengan tulus menyumbangkan darahnya untuk warga Kuwait yang membutuhkan.
.
Pelayanan No Satu
Di Central Blood Bank Kuwait
Rajin Donor
Biar Langsing
Tidak benar sama sekali issue issue yang beredar dan mengatakan kalau darah Arab di campur dengan darah Indonesia maka si Arab pipisnya berbau seperti pete dan jengkol. Tidak benar juga kalau digossipkan bahwa si Arab jadi suka kentut setelah terjadi percampuran darah dengan darah Indonesia. Yang benar mereka sangat berterima kasih seperti terlihat pada ribuan ucapan terima kasih yang terpampang pada Wall Of Honor – Central Blood Bank Kuwait di Jabriya. Bahkan, berkali kali saya disalami dan dicium pipi kiri dan kanan oleh orang yang tidak saya kenal saat baru saja memasuki pintu gerbang Central Blood Bank Kuwait.