Monthly Archives: July 2012

Bebek Singapore

Orchard Road Malam Hari
MRT Station Singapore

Pernah melihat rombongan bebek yang sedang jalan ditepi sawah ? Seekor bebek akan berjalan paling depan sendiri dan sekitar seratusan bahkan lebih akan mengikuti dibelakangnya. Kalau sang pemimpin berhenti maka pengikut yang dibelakangnya juga rame rame berhenti dan suaranya cukup gaduh kwek kwek kwek kwek. Tidak ada satu ekor bebekpun yang berani mendahului sang pemimpin sampai sang pemimpin bergerak kembali maju kedepan. Kweeeek, maju jalan……

Universal Studio Singapore

Di Singapore, kejadian yang sama terjadi setiap hari. Ratusan bahkan ribuan orang berjalan cepat sekali dan begitu lampu ‘Bangjo’ tanda larangan menyeberang menyala merah maka seketika mereka menghentikan langkahnya. Dan segera suara kwak kwek ramai sekali sampai tanda lampu menyala hijau kembali. Bedanya, di Singapore si pemimpin yang semula berada didepan bisa saja didahului oleh yang lain saat lampu hijau menyala kembali. Si pemimpin kalah start dari pengikutnya dan kita terpaksa harus mengikuti pemimpin baru menuju tempat penyeberangan berikutnya.

Nyeberang Jalan
Di Singapore

Kalau anda ingin merasakan bagaimana rasanya jadi bebek, datang saja ke Singapore. Hampir semua trotoar dan tempat penyeberangan selalu ramai dan semuanya sangat patuh dengan tanda larangan berhenti. Meskipun jalannya kebut kebutan dan saling salib menyalib, tetapi begitu tanda lampu menyala merah langsung berhenti semuanya dan acara ngobrol kwak kwek kwak kwek dimulai. Ada yang ngomong bahasa Jepang, Jawa, Sunda, Hindi sampai bahasa luar angkasa yang tidak saya ketahui sama sekali. Turis dari berbagai macam negara memang banyak yang transit di Singapore. Kwak…. kwek…. kwak….kwek ….., mirip suara peternakan bebek.

Siapa Mau Naik Bebek Singapore

Lelah berjalan, bisa juga naik Bebek Singapore. Pesan saja tiket Ducktour di Suntec Mall – Tropics Tower 5, Animal Farm Orchard, Visitor Center – Singapore Flyer, atau River Kiosk di Clarke Quay, Esplanade, Marina Bay Sands dan Boat Quay. Kalau anda lapar, cobalah Bebek Panggang Singapore. Kebanyakan food court di Singapore menyediakan menu Bebek Panggang. Dan umumnya food court di Singapore terletak di basement mall atau disudut perempatan jalan. Soal rasa, hmmmm jangan ditanya, saya tidak suka bebek dan lagipula sedang puasa, jadi baunya saja yang mengundang selera.

Singapore Roast Duck
Baunya Bikin Ngiler
Singapore Duck Tour

Baca Juga :

Aku Bukan Pelarian Politik

Loket Imigrasi
Aku Bukan Pelarian Politik
Pemegang passport Indonesia bisa keluar masuk ke negara Asean tanpa Visa sama sekali mungkin semua orang sudah tahu. Tetapi tunggu dulu ….., kalau pasport anda diterbitkan di tanah air memang benar anda bebas masuk ke Brunei, Cambodia, Singapore, Malaysia, Philipine, Vietnam, Laos dan Thailand. Gratis, inilah yang namanya Free Visa. Tidak perlu proses yang rumit, langsung saja ngantri di loket imigrasi, stamp dan selesai. Tidak ditanya apapun dan malah lebih sering tidak diminta menunjukkan bukti booking hotel atau tiket kembali ke Indonesia.
 
 
 
Diterbitkan Di KBRI Kuwait

Masalah akan sedikit ribet kalau passport kita diterbitkan diluar negeri. Begitu diperiksa petugas imigrasi dan ketahuan passport diterbitkan diluar Indonesia, maka kita langsung digiring ke tempat khusus untuk diteliti lebih detil terlebih dulu. Kenapa ? karena pelarian politik, koruptor atau orang orang yang di’cekal’ ditanah air dan dicari interpol umumnya memperpanjang atau memperbarui Passportnya di luar negeri. Mereka tidak bisa pulang ke tanah air untuk memperpanjang atau memperbarui passport kalau masa berlaku passportnya kadaluarsa. Entah bagaimana cara kerjanya, yang jelas begitu passport kita dimasukkan dan digesek ke suatu alat, maka langsung bunyi alarm, tuing … tuing…. tuing ……

Sukses
Siap Menuju Amsterdam

Pemeriksaa sebenarnya tidak lama, cukup dicek ada atau tidak nama kita dalam database DPO (Daftar Pencarian Orang) setelah itu distamp dan diparaf khusus. Kira kira maksudnya ‘Bukan Nazaruddin’, ‘Bukan Gayus’ atau ‘Bukan Neneng’. Sampai satu jam setelah pemeriksaan, rasa deg degan diinterogasi tidak bisa hilang begitu saja meskipun petugas imigrasi sebelumnya meminta maaf dengan sopan sekali atas ketidak nyamanan perjalanan kita. Yo wis, saya jadi mengerti bagaimana rasa ‘was was’ para pelarian politik dan koruptor di luar negeri seperti yang sebelumnya dialami oleh Nazaruddin, Gayus dan Neneng.

Lokasi Kejadian : Changi Airport, Singapore.

Baca Juga :

Masjid Agung Roma Italia

Masjid Agung Roma
Masjid Roma, Diantara
Cathedral Dan Basilica

Baik di Indonesia maupun di Kuwait, masjid banyaknya bukan main karena mayoritas penduduknya muslim. Di Indonesia, agak lain dan terkesan sangat sensitif sekali terutama terhadap aliran lain seperti Ahmadiyah, Syiah atau yang lainnya. Jangankan membangun masjid, baru kumpul kumpul saja bisa dicurigai akan mengganggu penduduk sekitarnya. Di Kuwait tidak pernah terdengar masalah sensitif beda aliran tersebut, apalagi di Eropa yang mayoritas penduduknya bukan beragama Islam. Pokoknya Masjid adalah tempat ibadah umat Islam, mau aliran apa saja silahkan masuk. Harap maklum, tidak semua kota ada Masjid sehingga tidak mungkin membangun masjid ‘spesial’ untuk aliran tertentu. Lihat Europe Masjid Map

Menara Masjid Roma

Di Inggris (United Kingdom), malah lebih banyak masjid yang dikelola oleh Jamaah Ahmadiyah. Aliran ‘khusus’ yang di Indonesia beberapa bulan lalu sempat meramaikan berita nasional karena dianggap mengganggu ketentraman warga saat berencana mendirikan masjid. Contoh Masjid yang dikelola Ahmadiyah adalah sbb :

Jadi kalau anda termasuk orang yang sensitif terhadap ‘warna warni dunia’ atau yang ikut ikutan demo anti Ahmadiyah lebih bagus tidur di Hotel saja karena sebagian besar masjid di Eropa dikelola oleh Ahmadiyah Community termasuk masjid masjid yang berada di Denmark, Belgia, Swedia, Germany, Spain dll.

Biru Didalam Cokelat Diluar
Sepi Saat Jam Sholat

Masjid Agung Roma adalah masjid terbesar di Eropa yang dibangun dan dibiayai oleh Raja Faisal dari Saudi Arabia (1994). Inisiatif pembangunan berasal dari Muhammad Hasan dan istrinya Razia Begum – Prince and Princess Of Afghanistan. Tentu ini adalah Masjid Sunni. Luasnya hampir 30.000 meter persegi dan bisa menampung 12.000 orang. Letaknya di Acqua Acetosa area, Monti Paroli, atau Roma.bagian utara. Di pinggiran kota Roma dan bisa dicapai  dengan kereta api, taxi atau yang lainnya.

Tiangnya Cukup Artistik
Modern Dan Megah

Katanya masjid ini ramai saat sholat Jumat, Idul Fitri, Idul Adha atau hari hari keagamaan tertentu. Tetapi, saat saya datang ke Masjid ini untuk sholat Maghrib, ternyata semua pintu ditutup dan dikunci. Clingak clinguk putar putar di Masjid Terbesar di Eropa ini benar benar tidak bisa menemukan satupun pintu yang terbuka padahal saat itu waktu sholat Maghrib. Kumandang Adzan menjelang sholat Maghrib jelas tidak saya dengar sama sekali, bagaimana bisa terdengar ketemu orang saja tidak bisa. Sandal yang biasanya berserakan didepan pintu sebagai tanda ada orang didalam juga tidak saya temukan. Sehingga, cukup sholat di koridor saja daripada tidak sholat sama sekali. Saat sholat subuh mungkin hanya jin saja yang sholat di masjid ini.

Koridor Bersih Dan Bagus
Tetapi Tidak Ada Orang Satupun

Baca Juga :