Deru Debu Di Padang Kuwait


Perjalanan Menuju Lapangan Minyak
Minagish – Jarak Pandang Hanya 10-50 Meter
Sampai Di Rig – Kalau
Masih Ada Yang
Berkeliaran, Huh Gue
Suruh Push Up 100 X
Iklim di Kuwait bisa berubah dengan sangat cepat terutama pada saat berakhirnya musim dingin dan menuju ke musim panas seperti saat ini (bulan Maret). Temperatur udara yang hangat sekitar 25 Deg C bisa tiba tiba jatuh ke 8 Deg C hanya dalam beberapa jam saja. Celakanya, baju hangat seperti jaket, mantel, jas dan juga pemanas ruangan semuanya sudah terlanjur dibungkus kembali dan disimpan untuk musim dingin tahun depan. Kalau hal ini terjadi, terpaksa bongkar kembali semua pakaian dan pemanas ruangan yang sudah tersimpan rapi didalam lemari. Lebih sial lagi, saat musim peralihan semacam ini sering sekali terjadi badai debu, terkadang disertai hujan dan angina dan yang paling sering adalah debu dan angina saja. Suara angin yang kencang membawa pasir serasa seperti berada didekat helicopter. Debu dan pasir yang menerjang bangunan seng menambah gaduh suara. Untuk hal ini hindari papan reklame atau barang barang lain yang kemungkinan akan terbang atau jatuh terterjang angin.
Kuwait Sand Storm 25 May 2011
Saya seorang Sr Petroleum Engineer di Kuwait dimana pekerjaan bisa di kantor dan sering juga ke lapangan. Apalagi, semua orang sekantor tahu bahwa saya pernah bertahun tahun menduduki posisi Leadership di lapangan. Akibatnya, kalau ada badai pasir seperti ini maka saya yang kebagian tugas turun ke lapangan, istilah kerennya HSE Leadership Visit atau sering disingkat Site Visit saja. Tugas sampingan saya selain masalah engineering adalah marah, membentak bentak, berteriak teriak ditengah suara bising sand storm, dan ceramah mengenai keselamatan kerja kalau terjadi badai pasir. Sama seperti di Indonesia, pekerja lapangan terutama karyawan kontraktor sering menganggap enteng dan biasa iklim dan cuaca yang tiba tiba berubah seperti ini. Karena bagi mereka, masalah klilipen atau batuk batuk selalu dihadapi setiap hari.

Berwarna Kuning
Artinya Sand Storm
Sedang Ngamuk

Bagi karyawan sebuah kontraktor, sering ada keraguan untuk mengambil keputusan apakah harus menghentikan pekerjaan atau tidak dan mereka sama seperti para kontraktor di Indonesia yang tidak berani mengambil keputusan sendiri kalau tidak ada instruksi dari Company Man. Mungkin takut nggak dibayar atau bisa jadi takut dengan supervisornya. Pekerja pekerja lapangan di Kuwait terdiri dari berbagai macam bangsa dan disinilah saya bisa menunjukkan bahwa sebenarnya bangsa Indonesia itu bukan ‘bangsa TKW’ atau ‘bangsa bodoh’ yang selalu ‘nrimo’ dan tidak bisa apa apa seperti sering dikeluhkan para ‘pesimis’ di tanah air. Soal Safety atau Keselamatan, semua harus tunduk perintah saya apakah kamu Amerika, India, China atau yang lainnya. Biar saja kalau ada yang mengatakan kelakuan saya berbeda dengan kebanyakan orang Indonesia di tanah air yang selalu ‘munduk munduk’ kalau berhadapan dengan bule. ‘Mister… mister…..do you want coffee ?’. ‘ Mister….. mister …..’.

Engineer Kelas Dunia
Menggulung Karpet

Kalau tiba tiba hujan badai debu seperti ini apa yang bisa dilakukan ? Tidak ada cara lain selain membawa semua pekerja ke tempat aman didalam gedung terdekat. Biasanya kalau ada badai pasir tiba tiba, para pekerja langsung mendirikan tenda darurat dan berlindung didalamnya sampai keadaan membaik terutama untuk pekerja pipeline. Tetapi tetap saja didalam tenda penuh dengan debu halus dan sangat tidak sehat kalau terhirup paru paru meskipun semua pekerja menggunakan penutup hidung berlapis lapis.
Kalau dirumah, kita bisa mengetahui lebat atau tidaknya badai debu cukup dengan memperhatikan kaca jendela dari dalam rumah dan juga mendengarkan suara bising angin. Kalau cahaya dari balik kaca jendela telah berubah warna menjadi kuning, berarti badai pasir cukup lebat tetapi kalau sampai gelap total dan disertai hujan dan petir berarti badai pasir tengah melalui rumah kita dan kita benar benar ditengah badai pasir.

Sebagian Kecil TKI (Tenaga
Konsultan International) di Kuwait
Sebutir Pasir Di Padang TKW

Serapat apapun pintu dan jendela ditutup selalu saja ada debu yang masuk ruangan. Karpet yang sangat bermanfaat pada saat musim dingin harus digulung dan lantai yang semula bersih dan kinclong harus sering dipel secepatnya. Debu sangat halus sekali, seandainya terlambat membersihkan maka dengan cepat akan lengket dan sangat sulit dibersihkan. Yang sulit untuk dibayangkan adalah tenaga kerja untuk menggulung karpet semuanya adalah Engineer Kelas Dunia yang sudah malang melintang diberbagai negara. Kekerabatan sesama Engineer Indonesia di Kuwait sangat baik sekali. “Kenapa ente tidak pulang ke Indonesia membangun negara ?”, “Hah, ente  sudah tahu jawabnya….”

Baca Juga :

One response to “Deru Debu Di Padang Kuwait

  1. senang banget baca artikel ini ternyata masih ada anak Tanah air yg menjadi orng hebat dinegara orang, lanjutkan Pak God Bless You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s