Cerita Jorok Dan Vulgar Dari Saudi Arabia


Siap Umroh Setelah Perjalanan Jauh
Dengan Bus Yang Melelahkan

 

Lega Istirahat Di Tempat
Yang Paling Bersih Di Saudi

Ini adalah cerita cerita jorok dan vulgar yang orang lain tidak mungkin mau menceritakan. Apalagi kalau kejadian terjadi pada saat perjalanan Umroh, sebuah perjalanan religius yang umumnya tabu untuk menceritakan hal hal yang tidak ada hubungannya dengan ibadah Umroh. Tetapi bagi saya, cerita jorok dan vulgar semacam ini harus saya ceritakan agar semua orang bisa mengambil hikmahnya dan siap apabila hal yang sama terjadi pada anda. Tidak ada yang saya tutup tutupi, cerita dibawah ini benar benar saya alami setiap kali saya melakukan perjalanan Umroh ke Saudi Arabia, baik perjalanan ldarat antara Kuwait – Madinah, Madinah – Mekkah atau Mekkah – Kuwait.

 
 
 
Toilet Terbersih Yang
Saya Temui Di Saudi

Cerita jorok yang paling heboh adalah tentang kakus atau WC umum yang ada disepanjang jalan Saudi. Kalau tidak sedang melakukan perjalanan Umroh, barangkali saya sudah ngomel menyaksikan  toilet Arab ditempat tempat istirahat sepanjang jalan. Tetapi karena sudah kehendak yang diatas bahwa kita harus berhenti di tempat istirahat semacam ini, maka apapun yang kita temui sepanjang jalan kita ambil hikmahnya dan kita anggap sebagai barokah. Semua pemandangan dan temuan didalam toilet harus kita ‘syukuri’ dan kita jadikan pelajaran, bahan pembicaraan dan juga guyonan yang tidak ada habisnya. Ada yang menemukan ‘harta karun’ yang berukuran Arab Size dan ada juga yang berukuran Cute. Untuk menghibur diri, banyak pula yang menyebut ‘temuannya’ sebagai ‘isyarat akan datangnya rejeki’.  Tetapi ada juga yang mengatakan temuannya didalam toilet sebagai ‘The Real Rejeki’ karena tidak semua orang bisa datang ke Saudi dan ketemu ‘harta karun’ yang bisa bikin mampet toilet. Pokoknya asal ngomong saja, yang penting gembira dalam perjalanan darat yang cukup jauh dan melelahkan ini.

 
Satu Teko Untuk ‘Harta Karun’
Segede Gajah – Pantas Mampet

Kenapa rata rata toilet umum di Saudi joroknya bukan main ?,  nah jangan tanyakan saya. Yang jelas kalau melihat teko untuk menyiram yang tersedia didalam toilet, ukurannya hanya sekitar 1 liter saja per teko maka jelas tidak akan bisa menggelontor ‘harta karun’ orang Arab yang ukurannya sudah jelas jauh lebih besar dari rata rata bangsa lain. Apalagi kalau benar perkataan seorang kawan yang begitu sumringah ekspresinya saat meneriakkan temuannya ke kita semua yang sedang duduk duduk santai ‘Wuah…. Buesar Sekali Mbak……!!!!!’.

 
 
 
 
Menuju ke Mekkah

Cerita jorok dan vulgar berikutnya terjadi saat perjalanan ditengah gurun dan kebelet pipis sudah tidak bisa ditahan lagi. Pompa bensin atau tempat peristirahatan masih sangat jauh sekali sehingga tidak ada alasan lagi untuk meminta pak sopir berhenti sebentar untuk buang air. Bagi laki laki tidak begitu masalah, tinggal membelakangi bus dan langsung buang air. Tetapi bagi wanita, masalah sepele seperti ini menjadi luar biasa ribet karena tidak mungkin meniru cara lelaki yang tinggal membelakangi bus saja. Celakanya, sepanjang perjalanan jarang ditemui pohon atau batu yang bisa digunakan untuk menutup sedikit saja bagian bokong yang pasti akan dengan mudah dilihat dari atas bus kalau harus ngikuti cara laki laki.

Terbersih Kebanggaan Saudi
Yang Pernah Saya Temui Di
Perjalanan Selama 5 Tahun Terakhir

Untungnya, saya selalu sedia kain sarung khusus untuk perjalanan darat di Saudi. Kain sarung dibentangkan dan dipegang oleh dua orang ibu ibu bergantian. Kalau terasa ‘semriwing’ angin dibagian bokong berarti pegangan sarung ketinggian, tinggal teriak saja ‘jangan tinggi tinggi pegang sarungnya !!!!’. Hanya cara inilah yang paling nyaman dan saya tidak bisa menghitung lagi, berapa kali penumpang bus melihat ‘knalpot’ bagian belakang saya waktu pegangan sarung terlalu tinggi. Dan saya juga tidak tahu, ada Arab melihat memakai teropong atau tidak didepan saya. Memang saya telah berusaha sebisa mungkin agar ‘head lamp’ tidak terlalu menyorot jauh kedepan, tetapi apapun usaha saya, rasanya sudah maksimal sekali. Terbukti, tidak ada satupun onta yang mendekat dan tertarik dengan kilauan ‘head lamp’ yang menyorot kedepan dan bersinar terang.

Ceria Setelah Masuk Hotel
Bisa Eek Dan Pipis Sepuasnya
 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s