Miss Waterproof Kerokan


Hujan Sepanjang Hari
Di Kuwait – Banjir

Media Di Indonesia selalu gegap gempita kalau ada kejadian warga Indonesia disiksa di Arab. Opini selalu dibangun sedemikian rupa sehingga pembaca langsung menelan mentah mentah apa yang ditulis oleh wartawan tanpa harus mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya. Pokoknya, harus dibuat dramatis, heroik dan semua pekerja Indonesia di luar negeri harus selalu benar dan tak ada cacat celanya sedikitpun. Pokoknya apapun yang terjadi, yang salah harus Arab. Nah, cerita dibawah ini bertentangan dengan media media di Indonesia. Sudah tentu sangat tidak menarik untuk diketahui masyarakat Indonesia ditanah air apalagi dijadikan acuan media ditanah air. Bisa jadi koran langsung dirobek dan TV dimatikan kalau memuat berita yang bertolak belakang seperti ini.

Pagi Hari Menuju
Ahmadi Hospital

Alkisah ada tiga remaja ABG, sebut saja mereka Miss Waterproofs. Satu dari Indonesia dan dua lagi asli Arab Kuwait. Mereka bersahabat sangat baik sekali meskipun berasal dari sekolah yang berbeda beda. Karena persahabatan mereka inilah maka orang tuanya juga sangat dekat sekali dan saling kunjung mengunjungi dan terkadang berwisata bersama meskipun hanya melihat laut saja. Setiap weekend, selalu ‘sleep over’ berpindah pindah, maksudnya boyongan pindah tidur bergantian kerumah salah satu dari mereka bergantian. Minggu ini untuk yang kesekian kalinya mereka menginap dirumah saya. Tentu saja saya siapkan makanan Indonesia yang terkenal pedas pedas. Namanya saja anak remaja baru gede, sepanjang hari mereka hujan hujanan diluar rumah karena di Kuwait sedang banyak hujan menjelang berakhirnya musim dingin. Udara diluar masih sekitar 15 deg C dan hujan terus sepanjang hari. Itulah sebabnya mereka saya sebut Miss Waterproofs.

Biar Dramatis
Masuk Angin Dinaikkan Kursi Roda

Tengah malam, dua orang Miss Waterproof Arab menggigil demam. Beruntung Miss Waterproof Indonesia tetap sehat wal afiat, mungkin iklim Indonesia yang banyak hujan membuat anak saya lebih waterproof dibanding anak anak Arab. Sebagai tindakan darurat untuk mencegah masuk angin saya buatkan wedang jahe dan saya keroki seluruh badannya sambil menunggu pagi. Mereka cukup gembira mendapat pengalaman pengobatan tradisional Indonesia yang bernama Kerokan. Mereka juga banyak bertanya apa hubungannya kerokan dengan masuk angin. Mereka juga minta diulang kalau punggungnya belum tlihat merah kerokan meskipun mereka tertawa geli saat dikeroki.

Anak Asuhku
Masuk Angin

Pagi hari saya antar kedua Miss Waterproof Arab tersebut ke rumah sakit. Orang tuanya langsung ditilpun untuk segera menuju kerumah sakit, tentu kaget luar biasa kok tiba tiba anak anaknya berada dirumah sakit. Lebih kaget lagi dipunggung anak anak Arab tadi terdapat bekas penyiksaan berupa garis garis merah seperti baru saja dicambuk. Setelah Miss Waterproof tadi menceritakan pengalaman Kerokan ke orang tua masing masing, baru orang tuanya tertawa lebar. “Baru kali ini ada Indonesia Menyiksa Arab sampai babak belur ha ha ha”. Sore hari ketiga Miss Waterproof sudah klayapan kembali keliling kota menghabiskan weekend di Al Kout Mall dengan punggung yang masih babak belur disiksa orang Indonesia.

He He He – Kerokan
Iih Malu …

Note :
Tolong dong, apa bahasa Inggrisnya Masuk Angin ? Enter Wind ???, Wind Enter ??? atau apa ya ???. Susah sekali saya menjelaskan ke Ortu para Miss Waterproof he he he

Baca Juga :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s