Monthly Archives: November 2011

Ada Payakumbuh Di Georgia

Sepi, Bisa Jalan Ditengah Jalan Seenaknya
Masuk  ‘Bukittinggi’nya Georgia
Keripik Sanjay Kok Tidak Ada Ya ?
 
Kelok 9 Georgia
Masih teringat beberapa tahun lalu saya masih mondar mandir di Payakumbuh, Bukittinggi dan sekitarnya. Tebing tebing tinggi dengan batu cadas dikiri kanan terasa begitu indah dan takkan terlupakan. Air yang mengalir sejuk begitu memukau mata saya. Saya masih ingat benar kebiasaan penduduknya didesa desa, yaitu kalau berjalan selalu ditengah jalan terutama dijalan jalan desa yang sepi. Sama sekali tidak takut kesenggol mobil atau ketabrak mobil sama sekali. Sore hari, yang jalan ditengah jalan akan lebih banyak lagi, baik wanita, pria atau anak anak semua sama saja ‘makan angin’ ditengah jalan dan bahkan ada yang duduk duduk ditengah jalan.
 
 
Ananuri Lake Georgia
Seperti Gereja Batak Di Singkarak
Nah, saya mengalami hal yang sama persis dengan pengalaman saya di Payakumbuh dn Bukittinggi beberapa tahun lalu.  Dalam perjalanan dari Tbilisi ke danau Ananuri di Georgia, baik penduduknya maupun suasana alamnya sama persis dengan Dun Sanak di Payakumbuh – Bukittinggi atau Pariaman. Jalanan sempit, berliku liku naik turun bukit, tebing terjal dikanan kiri, danau dengan sungai yang mengalir dan udara dingin semua sama persis dengan Georgia. Bedanya nggak ada lapak Durian atau keripik Sanjay saja di Georgia. Suasana jalan juga sama sepinya dan sesekali harus mengalah dengan kambing atau sapi. Saya jadi teringat si Ajo yang selalu menggiring kambing dan sapinya setiap pagi untuk dimandikan dan pulang kembali ke kandang sore harinya. Si Ajo, kalau di Georgia namanya keren sekali ‘Petrov’,’Antonov’ dll. Negara ini memang berbatasan dengan Russia.
 
 
Bukan Di Pariaman
Tapi Di Ananuri  Georgia

Kalaupun ada mobil yang berpapasan, semuanya mobil jaman ‘baheula’ dan rasanya Payakumbuh, Pariaman dan Bukittinggi lebih makmur karena bisa sewaktu waktu ketemu mobil buatan tahun anyar. Malu rasanya saya selama ini sering mengeluh Payakumbuh terlalu ‘ndeso’, ‘tidak berkembang’, ‘kuno’ dan ‘ketinggalan jaman’. Ternyata, banyak negara lain diluar Indonesia yang seperti Payakumbuh, Pariaman, Bukittinggi tahun 1970. Bedanya dengan Payakumbuh dan sekitarnya, gunung dan bukit bukit di Georgia tertutup salju saat musim dingin. Saat musim panas salju sebagian mencair dan dibeberapa tempat masih terlihat dipuncak puncak gunung, tetapi tidak sebanyak musim dingin.

 
Di Pariaman Namanya Ajo
Di Georgia Namanya Keren, Petrov
Georgia memang bukan negara kaya raya. Negara ini sering tercabik cabik perang saudara terutama dengan negara tetangganya Russia . Bulan Agustus 2008 yang lalu saja masih digempur tentara Russia dan terkenal dengan nama South Ossetia War. Perang ethnic berawal tahun 1990 saat South Ossetia menyatakan kemerdekaannya dari Georgia. Separatist South Ossetia inilah yang dikejar kejar pemerintah Georgia saat lari memasuki wilayah Russia. Tetapi celakanya, Russia memukul mundur tentara Georgia sampai kembali masuk ke wilayah Georgia kembali. Tercatat, perang saudara terjadi beberapa kali diantaranya 1991-1992 (setelah South Ossetia mendeklarasikan kemerdekaan), 2004 dan terakhir 2008 yang menyebabkan Russia turun tangan memukul mundur tentara Georgia sampai masuk kembali ke wilayah Georgia.
 
 
Mobil Harus Ngalah Dengan Kambing
Si Ajo Petrov
Bukan Si Kambing Yang Tidak Mau Minggir
Si Ajo Petrov Juga Cuek Bebek
Jalan Sempit Dan Sepi
Lapak Durian Si Ajo Kemana Ya ?
 

Kiamat Sudah Dekat ?

Ayu Dan Indah
Siap Meluncur
Saat ini bulan November 2011, dimana  diseluruh Timur Tengah sedang memasuki musim dingin. Saya jadi teringat setahun yang lalu harian Kompas Online memberitakan berita tentang hujan salju dan badai angin yang terjadi di Palestina, Lebanon , Libya dan Syria. Beritanya sih biasa biasa saja yaitu tentang terjadinya hujan salju, badai angin dan kerusakan yang diakibatkan termasuk adanya korban jiwa. Yang luar biasa adalah komentar para pembacanya di Indonesia. Ternyata banyak sekali orang Indonesia yang tidak tahu bahwa di Timur Tengah juga bersalju setiap tahun selama hampir 3 bulan. Hal ini lumrah dan wajar, semakin keutara suatu negara maka semakin dingin. Apalagi negara negara yang diberitakan Kompas tadi letaknya memang paling utara.
Yeah… Dingin Kaleee
Lebih kacau lagi ada pembaca yang memberi komentar ‘Subhannallah, Hari Kiamat Sudah Dekat’ dan tanggapan komentar yang lain tidak kalah heboh dan bahkan ada yang mencuplik ayat ayat tertentu yang secara tidak langsung menunjukkan kebodohannya atau ketidak tahuannya bahwa semakin ke utara semakin dingin dan ada negara negara di Timur Tengah yang memang bersalju setiap tahun. Saya percaya suatu saat nanti akan terjadi kiamat, tetapi saya juga tersenyum membaca komentar ustadz ustadz dunia maya yang bertebaran di internet. Coba klik link ini atau cari saja di google dengan keyword ‘Salju Turun Di Timur Tengah’, maka anda akan dengan mudah membaca sampai dimana tingkat pengetahuan ilmu bumi saudara saudara kita ditanah air.
Dinda, Brr Dingin
Di Lebanon, Palestina, Syria, Jordan dan Turki dari dulu setiap musim dingin selalu ada salju. Kota Amman kalau bulan Desember selalu tertutup salju dan itu sudah biasa. Di Dubai malah setiap hari ada salju, tetapi yang di Dubai ini Indoor alias salju buatan letaknya didalam Emirates Mall dan bernama Ski Dubai . Nggak percaya di Timur Tengah dingin dan bersalju tebal kalau musim dingin ? datang saja ke Ski Resort terkenal di Lebanon misalnya The  Cedars Ski Resort, Mzaar Ski Resort, Laklouk Ski Resort, Qanat Bakish, Zaarour, Faqra dan yang sedang dibangun Sannine Zenith . Lokasi tempat ski di Lebanon ini tidak begitu jauh dari Beirut dan bisa dicapai hanya dalam 1.5 jam sampai 3 jam saja dengan mobil. Kalau mau gampang, sewa saja mobil dari airport dan nikmati pemandangan indah dari Beirut ke tempat tempat ski ini. Jangan lupa, jalan jalan sendiri tanpa bantuan tour guide harus benar benar siap dengan GPS dan tahu lebih dulu lokasi lokasi menarik untuk dikunjungi. Di Lebanon banyak sekali tempat tempat bagus dan bersejarah dan akan saya ceritakan nanti melalui blog ini juga, misalnya kota Byblos yang artistic dan romantis sekali.
Ayu, Sayang
Nggak Ada Yang Jual Bakso
Di Syria juga ada ski resort seperti di Jebel Makdous dan Bludan, tetapi saya tidak berani mampir kenegeri tetangga sebelah Lebanon ini karena saat ini sedang banyak kerusuhan dalam rangka menggulingkan presiden yang berkuasa saat ini Hafez Assad. Di Turki juga banyak, misalnya di Uludag (Bursa), Kartepe (Sapanca), Kartalkaya (Bolu), Palandoken (Erzurum) dan lain lain. Di Palestina  anda bisa ke Mt Hermon, tetapi saya belum pernah mengunjunginya. Jadi sangat tidak benar sekali kalau Timur Tengah hanya gurun yang panas. Yang benar adalah panas sekali saat musim panas dan dingin sekali saat musim dingin.
Yang Sepuh Takut Jatuh
Lalu di Kuwait ada tidak salju ?, di Kuwait tidak ada salju, tetapi kalau sedang puncak musim dingin Desember maka temperature terendah bisa mencapai 0 Deg Celcius. Selama saya tinggal di Kuwait sudah beberapa kali saya mengalami badai atau angin ribut dan saat ada badai angin seperti ini yang turun dari langit bukan air saja tetapi terkadang juga es batu, tetapi tidak selalu hujan badai disertai es. Atap garasi dan papan reklame terbang jelas lebih sering terjadi, mungkin karena gurun yang terbuka maka angin selalu kencang dan itu lumrah. Jadi jangan percaya analisa ustadz ustadz dunia maya di internet pada link link diatas, mereka kurang pengetahuan ilmu bumi dan tidak tahu bahwa iklim gurun itu  panas dimusim panas dan dingin sekali dimusim dingin serta banyak angin karena banyak gurun terbuka. Kiamat kecil mungkin saja terjadi, yaitu mati kejatuhan papan reklame saat badai atau angin ribut terjadi.
Baca Juga :

Antara Suramadu Dan Bahrain Causeway

Bahrain Causeway
(King Fahd Causeway)

Tahun 2009 yang lalu Indonesia baru saja memiliki jembatan terpanjang yang bernama Suramadu. Panjang jembatan ini 5.438 meter dan menghubungkan kota Surabaya di pulau Jawa dengan pulau Madura. Jembatan Selat Sunda yang akan menghubungkan pulau Jawa dengan Sumatera juga akan segera dibangun dan menurut rencana panjangnya sekitar 29 Km. Hiruk pikuk rencana pembangunan ini sangat santer di media Indonesia beberapa bulan terakhir ini, semoga saja bisa segera terealisasi secepatnya karena untuk pembangunannya diperkirakan memerlukan waktu sekitar 10 tahun.

 
Pemandangan Indah
Diatas Jembatan Bahrain – Saudi

Tetapi tahukan anda di Bahrain saat ini sudah berdiri megah jembatan yang panjangnya 5 kali lipat panjang jembatan Suramadu ? Jembatan di Bahrain ini bernama Bahrain Causeway yang menghubungkan Bahrain dengan Saudi Arabia. Orang Saudi menyebut jembatan ini dengan nama King Fahd Causeway dan panjangnya 25 Km. Bahrain Causeway ini diresmikan tahun 1986 dengan masa pembangunan sekitar 5 tahun saja (1981 – 1986). Biaya pembangunan yang luar biasa besar diantaranya berasal dari World Bank dan pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor Belanda (Ballast Nedam) yang sudah terkenal ahli dalam pembangunan dam dan jembatan.

 
 
Coast Guard Tower
Ada Restaurant Diatas

Ide awal pembuatan jembatan sudah dimulai tahun 1965, saat Indonesia masih sibuk dengan urusan pemberontakan PKI dan perebutan kekuasaan dari presiden Soekarno ke Soeharto. Saat itu raja Bahrain Shaikh Khalifah Ibn Sulman Al Khalifah datang khusus ke Saudi untuk bertemu raja Faisal untuk membicarakan rencana besar peningkatan ekonomi kedua negara. Jembatan ini terdiri dari 3 bagian, yaitu menghubungkan bagian barat kota Manama Bahrain dengan pulau Nashan Bahrain, pulau Nashan Bahrain dengan Border Station dan terakhir antara Border Station ke Al Aziziyyah Saudi (selatan kota Al Khobar Saudi Arabia). Untuk melintasi jembatan ini dikenai biaya BHD 2 (sekitar Rp 50.000 per mobil). Dibandingkan dengan jembatan Suramadu, rasanya tingkat pengembalian modal jembatan Suramadu lebih baik. Penduduk Indonesia sangat banyak sekali sehingga yang melintasi jembatan Suramadu juga sangat banyak sekali. Di Bahrain Causeway ini mobil yang melintas sangat sedikit sekali dan untuk bayar biaya toll saja harus membangunkan petugasnya yang ngantuk nunggu mobil lewat.

 
Gaya Dengan Latar Belakang
Saudi Arabia

Nggak usah kuatir kelaparan di border station ini, meskipun banyak truk besar yang ngantri pemeriksaan perbatasan tetapi udara sangat segar dan banyak mobil kecil yang berhenti untuk menikmati pemandangan laut yang indah. Angin kencang dari laut dan udara musim dingin cukup membuat masuk angin kalau terlalu lama ditempat ini. Jadi cepat cepat saja masuk ke restaurant Mc Donald, coffee shop atau toko yang terdapat ditempat ini.  Baik yang di wilayah Saudi maupun Bahrain semuanya menyediakan sarana makan, minum, leyeh leyeh, santai menikmati pemandangan dan juga kios atau toko. Tukang pijat saja yang tidak saya jumpai ditempat ini. Saya tidak tahu pasti, tempat ini memang bersih atau semua kotoran dan sampah terbang tertiup angin. Saya perhatikan tidak ada petugas kebersihan yang mondar mandir ditempat ini.

 
Photo Doang Didepan Restaurant
Ngirit Habis

Sebagai tambahan informasi, saat ini juga sedang dibangun Bahrain Qatar Causeway dengan panjang 40 Km dan diperkirakan akan selesai dan resmi beroperasi tahun 2013.  Jadi bagaimana dengan rencana Jembatan Selat Sunda di negeri kita tercinta ?, moga moga segera dibangun dan tidak cuma berpolemik di koran dan TV saja. China pada tahun 2010-2011 saja sudah mengeoperasikan beberapa jembatan baru dengan status terpanjang didunia, misalnya Danyang Kunshan Grand Bridge 164 Km (masuk Guiness Book World Record 2011), Tianjin Grand Bridge 113 Km, Weinan Weihe Grand Bridge 79 Km dan rekor dunia terpanjang nomor 4 ternyata dari tetangga kita Thailand dengan Bang Na Expressway – 54 Km. Masak negara kepulauan hanya punya satu jembatan Suramadu saja. Ihik ihik ihik…….

Baca Juga :