Monthly Archives: May 2011

Belajarlah Dari Kucing

Habibi – Nggak Punya KTKLN

Ya nasiiib,  ini cerita tentang carut marutnya pemerintah Indonesia dalam usaha memberi Perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia diluar negeri. Caranya cukup unik yaitu BNP2TKI mewajibkan semua pekerja memiliki KTKLN (Kartu Tanda Kerja Luar Negeri). Konon kalau sudah memiliki kartu sakti ini akan mudah dilacak keberadaannya dan perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia akan menjadi lebih baik. Apa ya iya ? Kenyataannya digunakan untuk ajang korupsi dan pemerasan terhadap TKI oleh oknum tertentu di bandara Soekarno Hatta Cengkareng bagi yang tidak memiliki kartu sakti ini dan juga saat pengurusan. Kartunya gratis tetapi syaratnya harus bayar asuransi Rp 400.000 untuk bisa mendapatkan kartu sakti ini.

Habibie – Pulang Dari
Pasang Microchip

Saya punya seekor kucing di Kuwait, namanya Habibie tetapi sering juga dipanggil Pancake. Beberapa tahun lalu saya bawa ke sebuah rumah sakit hewan besar di daerah Wafra untuk imunisasi (Baca : Enaknya Jadi Kucing Di Kuwait). Biayanya cukup mahal untuk seekor kucing. Setelah diusut ternyata sebuah microchip ditanam dibawah kulit si kucing. Pak Dokter bilang microchip tersebut untuk ‘Perlindungan’ bagi si kucing. Kalau kucing hilang tinggal telpon rumah sakit dan dengan mudah akan diketahui keberadaan si kucing dari komputer yang ada di rumah sakit. Microchip yang ditanam dibawah kulit kucing tadi mungkin semacam Global Positioning System.

ADS-B Flight Radar

Yang sedikit mahal dari microchip kucing diatas namanya ADS-B. Alat seharga EURO 500 ini banyak ddipasang di pesawat terbang komersial dan gunanya untuk ‘Perlindungan’  juga, yaitu melacak posisi pesawat baik didarat maupun diudara. Anda bisa melihat secara live pesawat pesawat komersial yang memiliki ADS-B sedang terbang melalui Flighradar24.  Softwarenya bisa didownload gratis ke IPhone atau Ipad. Contoh aplikasi semacam lainnya adalah Flight Track. Jadi, inilah yang namanya perlindungan real time yang sebenarnya, semua orang bisa melihat keberadaan pesawat terbang kapanpun juga secara real time.

IPad –  Gampang Dicari
Kalau Ilang

Apple Computer juga telah menamamkan system pelacak disetiap produk terbarunya seperti IPhone dan IPad. Nama aplikasinya Find IPhone, tinggal install dan setup di unit Iphone atau IPad anda maka kalau sampai hilang dengan mudah bisa dilacak keberadaanya melalui google map dari komputer lain. Ini juga namanya ‘Perlindungan’ terhadap iPhone dan IPad yang dengan susah payah kita beli dengan haga mahal.

Kalau saja BNP2TKI mau belajar dari kucing kucing di Kuwait, sudah pasti tidak ada TKI yang dipalak oknum petugas bandara di Cengkareng. Juga tidak akan ada korupsi lagi di Indonesia. Suntik saja setiap TKI yang mau berangkat keluar negeri dengan microchip dibawah kulitnya. Kalau tidak mau, kalungkan saja ADS-B, masih tidak mau juga beri saja IPhone atau IPad masing masing satu. Gampang kan untuk melacak dan memberi perlindungan kepada TKI ?

Baca Juga :

 Silahkan baca polemik KTKLN dibawah ini :

Advertisements

Bengali

Kawanku Miah, Dipok Dan Saji

Kalau anda sedang jalan jalan di Kuwait dan berada dimanapun juga baik di pasar, mall, tempat kerja dan bahkan di perkebunan perkebunan yang berada di tengah gurun maka pemandangan yang paling gampang diingat adalah banyaknya expatriate dari India, Pakistan dan Bangladesh. Orang Arab tentu lebih banyak lagi, tetapi sangat sulit dibedakan antara pendatang dari Mesir, Palestina, Syria, Saudi Arabia, Yaman, Oman atau Qatar. Negeri kaya berukuran mini seperti Kuwait memang mengundang banyak orang dari berbagai Negara untuk datang.

Pantry Boy

Expatriate dari India di Kuwait memnduduki peringkat pertama dengan jumlah sekitar 600.000 orang dan diikuti dari Mesir, Bangladesh dan Pakistan. Bandingkan dengan jumlah orang Indonesia di Kuwait yang cuma sekitar 40 – 50 ribu orang saja. Total jumlah penduduk asing di Kuwait saat ini sekitar 2.5 Juta orang, jauh lebih banyak dari penduduk asli Kuwaitis yang cuma 1.2 Juta orang saja. Expatriate dari Bangladesh umumnya bekerja disektor domestik, seperti pekerja kebersihan jalan, taman kota, office boy dan berbagai macam pekerjaan kasar sekitar kebersihan umum.

Miah yang rajin menyiapkan
Kopi Setiap Hari

Saya tidak tahu alasannya, sampai saat ini di Kuwait masih banyak orang yang memanggil para pekerja ini dengan istilah melecehkan, yaitu Bengali. Sering saya dengar, orang orang dari India paling sering menyebut orang orang Bangladesh ini dengan istilah Bengali. Mereka sendiri jelas tidak suka dipanggil dengan istilah Bengali tetapi entah kenapa nama cemoohan tersebut begitu melekat sangat kuat dikalangan para India yang sebenarnya secara geografis bertetangga dekat dengan Bangladesh. Bagi saya, Bengali ini tidak ada bedanya dengan saya, anda atau siapapun. Mereka juga bisa tertawa gembira, sedih atau menangis. Kenapa ?, mereka sendirian di Kuwait tanpa keluarga. Anak dan istrinya semua di Bangladesh. Pemerintah Kuwait dengan tegas membuat aturan bahwa siapa saja yang berpenghasilan dibawah KD 250 per bulan tidak boleh membawa keluarga ke Kuwait. Cukup wajar, karena angka tersebut adalah batas minimum seseorng bisa hidup layak di Kuwait dengan keluarga.

Surat Dari Qatar : Tentang Mbak Jum Dan Mbak Sri

Barak Mbak Sri
Drop On & Drop Off

 Sejak saya tinggal di Kuwait, saya berinteraksi langsung dengan mbak Sri, mbak Nur dan mbak Jum dan saya menyaksikan sendiri masalah mereka. Jalan pikiran saya langsung berbalik arah dan sekarang saya tidak respect sama sekali dengan asosiasi tenaga kerja, aktivis perlindungan tenaga kerja maupun agen tenaga kerja karena didalamnya banyak ‘oknum’ yang ‘main main’ dengan hiruk pikuk tenaga kerja Indonesia diluar negeri. Saya juga prihatin dengan rekan rekan saya wartawan yang sampai saat ini masih ‘dibodohi’ para ‘oknum’ asosiasi tenaga kerja dan juga para pengerah tenaga kerja swasta di tanah air.

Pelanggar Ijin Kerja & Tinggal
Saat Mengurus SPLP Di KBRI
Setelah Dapat Amnesti Mar 11

E-mail dari Qatar dibawah ini dikirimkan ke Ikatan Alumni ITB di Middle East dan dengan gamblang menjelaskan masalah mbak Sri, mbak Nur dan mbak Jum di Qatar. Pada dasarnya apa yang terjadi di Qatar juga sama dengan di Kuwait dan mungkin juga di Saudi Arabia atau negara negara Timur Tengah lain, Malaysia maupun Hongkong. Silahkan baca e-mail tersebut (banyak yang saya hapus atau saya edit  untuk menghaluskan bahasa saja).

Assallamualaikum wr wb
Kepada seluruh masyarakat Indonesia di Qatar email ini merupakan email ajakan untuk semua elemen masyarakat Indonesia di Qatar untuk memerangi keberadaan mafia kejahatan yang dilakukan dan di organisir oleh orang Indonesia di Qatar. Mafia ini menjual korban ke bangsa lain . Dan korban korban tersebut adalah para penata rumah tangga (TKW) kita yang sedang bekerja di rumah majikannya .. berikut adalah tiga modus operandi mafia tersebut
Modus operandi / cara kerja mafia kejahatan Indonesia di Qatar
Pertama : membujuk dan menjual korban.
  1. Mafia ini memakai penggaet perempuan Indonesia  (penggaet ini dulunya korban juga, mantan TKW atau perempuan nakal yang sengaja kabur dari rumah majikan)
  2. Perempuan penggaet ini menyebar ke mall – mall dan tempat bermain keluarga, untuk mendekati calon mangsanya yaitu pembantu pembantu yg sedang bekerja mengawasi anak majikannya bermain. Dengan penampilan yg modern dan menjanjikan. Perempuan penggaet ini akan menceritakan cerita dia saat jadi pembantu hingga kabur dari majikan dan sekarang sdh berhasil bekerja di Qatar dengan penghasilan besar. Selanjutnya perempuan penggaet ini akan kasih saran pada calon korban untuk kabur saja dari rumah majikan. Masalah passport dan document document dia bilang mudah bisa dibuat di Qatar  lalu mereka  tukeran  nomor mobile. Selanjutnya komunikasi melalui mobile dan terus dibujuk bujuk. Hingga si korban akhirnya tertarik dan memutuskan kabur dari rumah majikan dan dengan bantuan perempuan ini melalui mobile diarahkan ke suatu tempat dan akan dijemput oleh kawannya. Sampai disini selesai kerja si perempuan penggaet tersebut.
  3. Selanjutnya kelompok lain yang akan menghandel korban. Di jemputnya  korban yg kabur  dari rumah majikan tersebut dan di bawa ke satu tempat semacam rumah kontrakan.
  4. Oleh kelompok ini, perempuan tersebut disiksa bathinnya, sampai siap di dagangkan.
  5.  Mangsa sekarang sudah jadi korban dalam keadaan linglung dan tak ingat . Selanjutnya dipasarkan ke camp camp buruh pekerja atau ke kontrakan kontrakan bachelor. Yang agak mendingan wajahnya di pasarkan ke para penjaga toko di mall mall, di Souk Asiri, di souk Ahmad. Korban dijual kehormatannya siang malam.  
  6. Terakhir korban dititipkan ke taksi untuk diantar ke KBRI atau ke kepolisian Qatar
  7. Setelah tiba di KBRI atau di kepolisian, korban seperti linglung tidak ingat semua yang dia lakukan . Sampai kalau ditanya kemana saja dia dijual, mereka hanya dapat menceritakan, namun ketika ditanya siapa yang menampung mereka, maka selalu menyebut nama seseorang yg dulu pernah tinggal di Qatar dan sekarang tidak di Qatar lagi.
Motif kedua : Menampung para pembantu yg kabur beneran, yang memeng dari asalnya pembantu ini datang dengan niat jual diri ke Qatar. 
  1. Sejak datang ke Qatar pembantu ini sudah niat nakal ke Qatar untuk cari uang dengan jual diri
  2. Di Qatar mereka bertemu dengan mafia ini, dan mereka kabur langsung bergabung degan mafia ini tanpa ada paksaan..
  3. Mereka di pasarkan dan dijual dengan cara yang sama dengan korban di motif operandus pertama.
  4. Dan setelah mereka punya uang banyak dan polisi sudah mencurigai gerak geriknya , mereka akan ke KBRI dengan tanpa apa apa dan akan diam seperti korban pertama, berharap bisa pulang dengan surat perjalanan dari KBRI.
Motif ketiga :  Agen illegal
  1. Mafia ini dapat informasi tentang keberadaan dan berapa lama pembantu tersebut dirumah majikannya .
  2. Biasanya sebelum dua bulan pembantu ini dibujuk kabur dan akan ditampung di agent illegal ini
  3. Lalu agent ini akan menyalurkan ke majikan lain dengan biaya booking yang agak murah dikit (QR6000)
  4. Namun pembantu ini sudah di beritahukan oleh agent ini sebelum dua bulan harus kabur lagi ke agent illegal ini .
  5. Begitulah terus hingga ..berkali kali dan sama modusnya, setelah sekian lama mengelana tanpa document si pembantu ini akan dikirim ke KBRI oleh mafia.
  6. Di motif yang ketiga ini selain pembantunya jadi korban sexual mafia .. juga para majikan yang ditipu oleh agent gadungan ini. 
Demikian pemberitahuan ini sebagai pengingat kita  warga Indonesia di Qatar untuk kita sama sama memerangi para mafia kejahatan terogisir ini  
Demikian dan terima kasih atas bantuan semua pihak.  

Wassalam

Yang selalu mencintai sekarang sedang prihatin

Ade Sanjaya Aliyasa

QAPCO/ Auto-control Specialist 

Baca Juga :

Dua tulisan diatas sesuai dengan keadaan sebenarnya. Seringkali tulisan lain di media media Indonesia setelah tulisan pertama selalu terkontaminasi oleh ‘oknum oknum’ Human Traficcker yang berlindung dibalik asosiasi, agen atau LSM perlindungan tenaga kerja. Banyak ‘Oknum’ orang Indonesia baik di Indonesia sendiri maupun dinegara tempatan yang kebakaran jenggot setelah bisnis perdagangan manusianya ini diputus.
Kuwait sempat menghentikan pengiriman TKW tahun 2009 dan menunjuk KUDLO (Kuwait Domestic Labour Organization) sebagai agen tunggal. Reaksi dari berbagai ‘oknum’ langsung simpang siur nggak karuan. Jadi, selalu berita di media media Indonesia seolah olah meng’Amin’kan apa yang telah dikatakan sebelumnya oleh tokoh tokoh ‘human trafficker’ di Indonesia.
Jadi kesimpulan dan history yang sebenarnya terjadi :
  • Didatangkan Secara Ilegal

    Pemerintah Kuwait secara tegas meminta 100 tetapi yang datang 500. Ini karena di Indonesia banyak PPTKIS atau pengerah tenaga kerja swasta nakal dan kontrol sangat lemah. Tahun 2008 saja ada 400 agen yang diverifikasi, termasuk agen Pagi-Sore (Baca : KBRI Kuwait Akreditasi 400 Agen TKI) sebelum akhirnya hanya satu yang diakui pemerintah Indonesia dan Kuwait pada tahun 2009. (Baca : BNP2TKI Hanya Akui KUDLO). 

    • Masa berlaku Visa habis, maka jadilah TKI Ilegal. Tidak mau pulang atau mengurus perijinan karena sudah keenakan cari uang mudah dan kemungkinan juga tidak tahu prosedur. Agen pagi sore yang mencapai 400 diatas jelas sudah kabur. Tetapi saya menduga karena alasan yang pertama karena kalau saja mereka mau datang ke KBRI sebelum ijin habis tentu akan dibantu. Buktinya, begitu ada Amnesti bulan Feb 2011, ternyata mereka berbondong bondong ke KBRI. Baca : KBRI Punya Gawe.
  • Atas Kemauan Sendiri Menjadi Ilegal

    Ini sama persis dengan e-mail dari Qatar diatas. Semula mbak Nur datang melalui proses resmi dan mendapat kontrak 2 tahun dengan majikan seorang Yaman yang baik. Interaksinya dengan sesama TKW menyebabkan dia diperkenalkan dengan seorang ‘oknum’. Pokoknya kalau ada masalah hubungi ‘Saya’. Begitu kontrak 2 tahun berakhir atau bahkan sebelum kontrak berakhir, si ‘oknum’ menyalurkan ke majikan baru seorang Mesir. Masalah ijin kerja dan ijin tinggal habis dianggap enteng dan tidak diurus. Iming iming gaji lebih besar tentu jadi senjata utama si ‘oknum’.

    Ada juga mbak Jum yang otodidak. Saudari kita yang satu ini tidak mau bekerja hanya dengan satu majikan saja dan dia juga tidak mau dikerjain para ‘oknum’. Mbak Jum ini sudah expert, lancar berbahasa Arab dan mengenal medan. Dalam sehari bisa bekerja di 3 sampai 4 rumah tangga mulai dari bersih bersih rumah, cuci gosok atau bantu memasak. Dari segi pendapatan otomatis berlipat 3 sampai 4 kali dibanding kalau kontrak dengan satu majikan. Tentu saja sangat beresiko kalau sampai kena razia KTP. Pokoknya ijin tinggal kadaluarsa tidak peduli, yang jelas di Kuwait cari uang sangat mudah. Orang orang yang otodidak dan melanggar ijin tinggal inilah kalau tertimpa musibah selalu ‘meledak’ dan jadi bahan politisasi para ‘oknum’ human trafficker di Indonesia.

    Catatan Umroh 6 : Mereka Yang Dibutakan Dan Disesatkan

    Gayanya Sudah Bagus, Sayang
    Tukang Photonya Tidak Melihat
    Ada Tiang Yang Menutupi Wajah

    Kalau anda ditanah air Indonesia dan mendengar cerita cerita jamaah haji yang baru pulang dari tanah suci Mekah, tentu anda akan mendengar berbagai macam cerita yang menakutkan. Semua ingin mnceritakan pengalaman masing masing saat ditanah suci dengan bahasa mereka sendiri yang terkadang dibuat sedemikian dramatis, tragis dan bahkan traumatis. Ada yang bercerita pengalaman saat kehilangan arah mencari hotel tempat tinggalnya dengan istilah ‘disesatkan’ hingga tidak bisa menemukan kembali hotelnya. Ada juga yang mengatakan ‘dibutakan’ saat mereka tidak melihat sama sekali keluarganya yang sebenarnya saat itu sedang berdiri didekatnya. Umumnya, cerita dramatis seperti itu selalu berakhir dengan happy ending setelah sholat taubat atau membaca doa tertentu berkali kali.

    Tidak Melihat Ada Yang Sedang
    Bergaya

    Photo photo disamping ini adalah salah satu bukti nyata bahwa di tanah suci Mekah dan Madinah banyak sekali orang yang melihat tetapi sebenarnya tidak melihat sama sekali. Ada yang khusuk baca doa dan tiba tiba berhenti didepan orang yang sedang bergaya hendak diphoto. Tetapi banyak juga yang jalan sambil kirim SMS lalu nubruk orang didepannya. Yang lebih banyak lagi adalah tidak melihat lagi dimana sandalnya ditempatkan. Baca :  Catatan Umroh 3 : Apa Yang Kau Cari untuk melihat sendiri bukti bukti lain bahwa istilah ‘disesatkan‘ atau ‘dibutakan‘ yang cukup terkenal dikalangan jemaah haji Indonesia memang ada. Jadi, wajar kalau ada yang tidak tahu lagi dimana letak hotelnya.

    Salah Kiblat

    Bahkan, salah kiblat juga ada. Saya tidak tahu pasti kenapa bisa terjadi seperti ini di Madinah. Rasanya tidak mungkin orang tersebut tidak tahu arah kiblat di masjid sebesar Al Nabawi, rasanya juga tidak mungkin orang tersebut menderita sakit ingatan tetapi yang selalu saya saksikan, banyak orang yang kerjaannya menyentuh atau memegang pagar besi, tembok, pintu atau apapun benda mati didalam dan sekitar masjid dan menciumnya. Gambar disamping adalah salah satu orang yang ‘disesatkan’ dan salah kiblat setelah sebelumnya sibuk memegang dan mencium pintu masjid yang sedang ditutup. Termasuk aliran apakah yang seperti ini ?

    Catatan Umroh 5 : Masjid Qisas Jeddah

    Mejeng Didepan Masjid
    Qisas Jeddah

    Sudah berkali kali saya mendengar tentang sistem hukum yang diterapkan di Saudi Arabia. Rasanya kalau mendengarkan cerita cerita tentang hukuman yang diterapkan di Saudi Arabia terhadap seorang ‘pesakitan’ membuat jantung berdetak lebih kencang. Hukum pancung, potong tangan, atau rajam memang tidak dipakai di Indonesia maupun Kuwait. Rasa tertarik untuk menyaksikan tempat tempat unik inilah yang membuat kita harus bersusah payah keliling kota Jeddah untuk mencari sebuah masjid yang terkena dengan nama Masjid Qisas.

    Arsitektur Masjid Qisas Yang
    Lain Daripada Yang Lain

    Nama sebenarnya adalah Masjid Syeikh Ibrahim Al-Juffali, katanya orang kaya Saudi yang membangun masjid ini. Letaknya benar benar ditengah kota Jeddah yang ramai di kawasan Ballad, sebuah wilayah di tengah kota Jeddah yang sangat terkenal dikalangan jemaah haji Indonesia karena terdapat pasar besar tempat jemaah haji Indonesia shopping sebelum pulang ke Indonesia. Letaknya ditengah bundaran besar antara jalan Bagdadiyah, jalan Syeikh Al Juffali dan Jalan Madinah. Sbelah barat terdapat kantor Sekretariat Departemen Luar Negeri Kerajaan Saudi Arabia dan disudut lain terdapat Markas Polisi Militer Jeddah. Asrama Jamaah Haji Indonesia rasanya tidak terlalu jauh dari tempat ini karena sempat kita lewati sebelumnya.

    Tempat Hukuman Pancung
    Disamping Masjid Qisas

    Tempat hukuman pancung berada persis disamping masjid. Hanya berupa lantai keramik yang ditinggikan sekitar setengah meter dari sekitarnya dan berukuran tidak lebih dari 15m x 15 m. Bayangan saya tempat ini mengerikan dan selalu berbau anyir darah, ternyata tidak sama sekali. Sehari hari malahan dipakai untuk tempat duduk duduk atau tiduran para sopir taxi dan juga sopir sopir mobil pribadi yang sedang istirahat. Tempat ini memang lebih mirip tempat parkir dan tempat istirahat para sopirnya dibanding tempat hukuman mati yang menyeramkan. Tanda larangan memphoto banyak terdapat disekitar tempat ini dan karena ada tanda larangan photo ini sajalah saya bisa percaya bahwa tempat ini memang sering dipakai untuk melakukan hukuman pancung.

    Saya Kira Mau Ada Qisas,
    Ternyata Rombongan Turis Umroh
    Hukuman pancung selalu dilakukan setiap hari Jum’at setelah selesai sholat Jum’at dan sangat cepat dan efektif sekali dengan disaksikan banyak orang yang kebetulan melihat, sengaja mau melihat atau mereka yang merasa ‘haus hiburan’. Begitu gluduk kepala terpenggal, langsung lantai disiram air, dibersihkan dan dalam waktu tidak lebih dari beberapa menit saja tempat tersebut sudah kembali seperti biasa. Pada saat yang sama jenasah disholatkan sebentar di Masjid dan selesai. Tahu tahu diluar sudah terlihat sopir sopir kembali ke aktifitas semula yaitu duduk duduk dan tiduran. Begitulah cerita sopir taxi yang mengantar saya ketempat ini.