Kasus Ijasah Kuwait – Sebuah Solusi KBRI Kuwait


Penuh Sesak Di KBRI Kuwait

Saya sudah terbiasa membuat berita dengan judul judul yang bombastis dan bahkan fantastis untuk menaikkan tiras harian tempat saya bekerja. Saya juga sudah terbiasa ‘membakar’ suatu kejadian menjadi berita nasional, suatu amarah perorangan menjadi amarah antar negara (baca Indonesia- Malaysia) atau Parpol. Dibawah ini adalah berita tentang Kasus Ijasah Perawat Kuwait yang saya tulis tanpa tendensi apapun dan tanpa judul bombastis penuh amarah seperti berita semacam yang banyak bertebaran di internet saat ini. Cukup saya tuliskan dengan bahasa non jurnalistik yaitu bahasa Blog. Tanpa ada sedikitpun emosional, tetapi cukup bercerita tentang Solusi KBRI Kuwait dalam menyelesaikan Kasus Ijasah Perawat Kuwait. Sebuah penyelesaian yang elegance dengan mengedepankan dialog.

Silahkan membaca berita berita di Indonesia terlebih dahulu dalam link dibawah ini apabila anda tidak mengetahui latar belakang kasus Ijasah Perawat Kuwait.

Dubes RI Di Kuwait
Bpk Ferry Adamhar SH,LLM
Dikeroyok

Sengaja saya tuliskan tiga link saja karena dari segi bahasa hanya Kompas yang memiliki bahasa paling santun dan melakukan cross check dengan berbagai pihak. Tetapi, perhatikan link terakhir diatas, semakin banyak nara sumber yang diambil semakin rancu dan keluar dari inti masalah sebenarnya, karena si nara sumber telah ‘terbawa arus’. Nara sumber tersebut mendapatkan masukan dari salah satu perawat di Kuwait yang sedang ‘panas membara’  dan ditelan mentah mentah.

I Love Kuwait Dinar

Tanggal 21 Apr 2011, KBRI Kuwait mengundang semua perawat di Kuwait yang tergabung dalam INNA-K (Indonesian National Nurses Association In Kuwait) hanya beberapa hari setelah berita meledak di media dan internet ada perawat Kuwait yang telah dikeluarkan dari tempat kerja. Pertemuan dimulai sekitar jam 16:30 sore. Karena sedang ‘terbakar’ beberapa anggota organisasi ini banyak yang emosional dengan membawa berbagai macam spanduk atau tulisan macam macam dalam karton karton yang sudah dipersiapkan beberapa jam sebelumnya. Staff KBRI dan pengurus inti INNA-K dengan susah payah menenangkan anggotanya agar tidak gaduh apalagi anarkis. ‘Bapak bapak dan ibu ibu…. KBRI Bersama Anda, harap duduk dan tenang ….’. Akhirnya acara pertemuan dengan Duta Besar RI di Kuwait Bpk Ferry Adamhar SH,LLM bisa segera dimulai juga.

Poster Saat Dialog Dengan
Dubes RI Di Kuwait Berlangsung

Tatap muka dan dialog langsung dengan bpk Dubes Ferry Adamhar SH,LLM bisa selesai dalam waktu sekitar 2 jam dan beberapa keputusan penting segera diambil saat itu juga. Diantara keputusan yang diambil adalah :

    • Tindakan segera, berupa pengiriman nota diplomatik untuk meminta kepada pemerintah Kuwait agar 5 orang perawat yang telah terlanjur diterminasi oleh pemerintah Kuwait agar tidak dilakukan proses pemulangan atau tuntutan apapun.
Hadir Semua Perawat Indonesia
Di Kuwait
  • KBRI Kuwait mengirim Atase Tenaga Kerja dan satu orang wakil dari INNA-K yaitu saudara Zulkipli Abdullah Usin ke Jakarta pada hari Sabtu ini untuk segera menemui pihak terkait, terutama yang mengurusi masalah akreditasi agar dilakukan penyelesaian secara menyeluruh.
  • Pembentukan gugus tugas KBRI-INNA-K untuk melakukan koordinasi dan tindakan lanjutan atas kasus ini.
Dubes RI Di Kuwait
Bpk Ferry Adamhar SH, LLM
Saat Dicecar Pertanyaan
Acara diakhiri dengan makan malam bersama. Banyak perawat yang tersenyum lebar dengan hasil pertemuan dengan bpk Dubes tetapi ada beberapa orang yang masih belum puas karena waktu dialog yang terlalu pendek seperti yang disampaikan dalam Facebook group dengan nama ‘Dukungan Bagi Perawat Kuwait’. Facebook group ini baru saja dibentuk tetapi dalam waktu yang cepat sudah memiliki anggota diatas seribu. Sayangnya, tidak ada filter sama sekali, beberapa ‘oknum’ perawat atau simpatisan yang memposting banyak yang masih ‘terbakar’ dan menggunakan bahasa ‘preman’ dan tidak mencerminkan sebagai seorang perawat yang berpendidika tinggi. Semoga sukses Perawat Indonesia Di Kuwait, kita semua mendukung anda.
Advertisements

2 responses to “Kasus Ijasah Kuwait – Sebuah Solusi KBRI Kuwait

  1. >owh,,bahagia rasanya ternyata kalangan non perawatpun banyak yg mengikuti perkmbangan n mndukung kita para perawat di kwt,,,tuk bahasa preman yg ada di wall tsb ,memang sangat memalukan,saya sndiri memilih leave this group coz merasa malu lht koment oknum2 tsb!!tp ttp mndukung agr kasus tsb cpt selesai,,,insya allh everithin's gonna be fine,,,amiinn

  2. >mbak susy/ mas ardi:.. judul kompas yang terakhir "pemerintah lamban" saya rasa bukan sebuah judul yang ngawur.. sprt mas/mabk tulis di komen kompas.. ada benarnya pembelaan mbak/mas bahwa KBRI langsung bertindak cepat (tetapi tindakan cepat itu pada saat terkritis/ sekarang/ setelah ada korban).. tapi masalah sebenarnya bukan hanya sekarang.. tapi sejak tahun 2001.. negara lain untuk verifikasi cuma perlu maksimal 7 bulan, negara kita kok sampai 10 tahun belum selesai??? apa tidak lamban???saya bukan perawat juga lho…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s