Monthly Archives: April 2011

Sekilas Bandara International Kuwait

,
Hall Utama Bandara International Kuwait
Lebih mirip Mall Daripada Airport

Airport adalah pintu gerbang kedua suatu negara setelah Kedutaan Besar. Sudah tentu baik atau buruknya suatu negara akan terlihat dari Kedutaan Besar dan juga Airportnya. Kuwait International Airport luasnya tidak seberapa dibandingkan dengan Bandara Cengkareng, bahkan bisa saya katakan terlalu kecil untuk sebuah bandara international.



Aku Saat Mengantar Dan Ditinggal
Sendiri Anak Anak

Rasanya Kuwait ‘masih harus banyak belajar dari Indonesia’ terutama dalam hal memaksimalkan pendapatan negara dari bandara. Di Airport ini sangat minim loket pungutan apapun. Jangankan pungutan liar, pungutan resmi saja tidak ditemukan. Bandingkan dengan bandara Soekarno Hatta Cengkareng yang sangat lengkap sekali seperti Pungutan Pajak Bandara, Pungutan BNP2TKI, Pos Pemeriksaan/Denda Barang Bawaan, Meja Asuransi Penerbangan dan lain lain.  Belum lagi calo tenaga kerja (TKW) yang berkeliaran menjemput bola sampai masuk kedalam, calo taxi, calo hotel dan oknum bandara yang sibuk cari cari celah ditengah kerumunan penumpang yang baru turun dari pesawat yang banyaknya bukan main. Berapa kira kira pemasukan tambahan bagi pemerintah Kuwait seandainya bisa meniru cara Indonesia diatas.



Selalu Ramai Didepan Pintu
Kedatangan

Loket yang ada di airport Kuwait cukup yang standard standard saja misalnya Loket Visa On Arrival,  Pemeriksaan Passport kantor imigrasi untuk penggeledahan bagi yang bermasalah. Bank jelas tidak berkantor di Airport, cukup ATMnya saja yang diletakkan di airport. Asuransi maupun airport tax sudah termasuk dalam harga tiket dan tidak dipungut double di airport. Barang bawaan juga tidak dikenakan pajak. Kelebihan bagasi, cukup bayar pakai card. Tetapi yang benar benar beda,  di bandara Kuwait tidak saya temukan  calo, sopir taxi, atau makelar hotel yang tiba tiba nyelonong dan berhenti didepan kita menawarkan jasanya. Mereka duduk tertib ditempatnya menunggu konsumen datang.



Ban Sampai Gembos Saking
Lamanya Ditinggal Di Airport

Yang paling banyak di Airport Kuwait bukan calo dan pos pungutan, tetapi restaurant dan toko toko Duty Free electronik,jam dan parfum. Termasuk tempat menunggu berupa kedai kopi Starbuck, Cofee Bean, Costa dan bahkan tukang potong rambut. Lebih banyak lagi adalah mobil parkir, tempat parkirnya jauh lebih luas dibanding bangunan airport sendiri. Sudah menjadi kebiasaan penduduk Kuwait kalau bepergian selalu keluar negeri atau balik kampung ke negara maing masing karena Kuwait sangat kecil sekali dan bisa dikelilingi hanya dalam waktu sehari saja. Sebagian besar kalau bepergian selalu mobilnya diparkir di Bandara. Ada yang mobilnya ditinggal di Bandara sampai berbulan bulan bahkan tidak diambil karena pemiliknya pulang kenegaranya dan tidak kembali lagi selamanya. Yang seperti ini katanya mobilnya kredit dan belum lunas, jadi lebih baik ngabur daripada harus melunasi hutang.

Kasus Ijasah Kuwait – Sebuah Solusi KBRI Kuwait

Penuh Sesak Di KBRI Kuwait

Saya sudah terbiasa membuat berita dengan judul judul yang bombastis dan bahkan fantastis untuk menaikkan tiras harian tempat saya bekerja. Saya juga sudah terbiasa ‘membakar’ suatu kejadian menjadi berita nasional, suatu amarah perorangan menjadi amarah antar negara (baca Indonesia- Malaysia) atau Parpol. Dibawah ini adalah berita tentang Kasus Ijasah Perawat Kuwait yang saya tulis tanpa tendensi apapun dan tanpa judul bombastis penuh amarah seperti berita semacam yang banyak bertebaran di internet saat ini. Cukup saya tuliskan dengan bahasa non jurnalistik yaitu bahasa Blog. Tanpa ada sedikitpun emosional, tetapi cukup bercerita tentang Solusi KBRI Kuwait dalam menyelesaikan Kasus Ijasah Perawat Kuwait. Sebuah penyelesaian yang elegance dengan mengedepankan dialog.

Silahkan membaca berita berita di Indonesia terlebih dahulu dalam link dibawah ini apabila anda tidak mengetahui latar belakang kasus Ijasah Perawat Kuwait.

Dubes RI Di Kuwait
Bpk Ferry Adamhar SH,LLM
Dikeroyok

Sengaja saya tuliskan tiga link saja karena dari segi bahasa hanya Kompas yang memiliki bahasa paling santun dan melakukan cross check dengan berbagai pihak. Tetapi, perhatikan link terakhir diatas, semakin banyak nara sumber yang diambil semakin rancu dan keluar dari inti masalah sebenarnya, karena si nara sumber telah ‘terbawa arus’. Nara sumber tersebut mendapatkan masukan dari salah satu perawat di Kuwait yang sedang ‘panas membara’  dan ditelan mentah mentah.

I Love Kuwait Dinar

Tanggal 21 Apr 2011, KBRI Kuwait mengundang semua perawat di Kuwait yang tergabung dalam INNA-K (Indonesian National Nurses Association In Kuwait) hanya beberapa hari setelah berita meledak di media dan internet ada perawat Kuwait yang telah dikeluarkan dari tempat kerja. Pertemuan dimulai sekitar jam 16:30 sore. Karena sedang ‘terbakar’ beberapa anggota organisasi ini banyak yang emosional dengan membawa berbagai macam spanduk atau tulisan macam macam dalam karton karton yang sudah dipersiapkan beberapa jam sebelumnya. Staff KBRI dan pengurus inti INNA-K dengan susah payah menenangkan anggotanya agar tidak gaduh apalagi anarkis. ‘Bapak bapak dan ibu ibu…. KBRI Bersama Anda, harap duduk dan tenang ….’. Akhirnya acara pertemuan dengan Duta Besar RI di Kuwait Bpk Ferry Adamhar SH,LLM bisa segera dimulai juga.

Poster Saat Dialog Dengan
Dubes RI Di Kuwait Berlangsung

Tatap muka dan dialog langsung dengan bpk Dubes Ferry Adamhar SH,LLM bisa selesai dalam waktu sekitar 2 jam dan beberapa keputusan penting segera diambil saat itu juga. Diantara keputusan yang diambil adalah :

    • Tindakan segera, berupa pengiriman nota diplomatik untuk meminta kepada pemerintah Kuwait agar 5 orang perawat yang telah terlanjur diterminasi oleh pemerintah Kuwait agar tidak dilakukan proses pemulangan atau tuntutan apapun.
Hadir Semua Perawat Indonesia
Di Kuwait
  • KBRI Kuwait mengirim Atase Tenaga Kerja dan satu orang wakil dari INNA-K yaitu saudara Zulkipli Abdullah Usin ke Jakarta pada hari Sabtu ini untuk segera menemui pihak terkait, terutama yang mengurusi masalah akreditasi agar dilakukan penyelesaian secara menyeluruh.
  • Pembentukan gugus tugas KBRI-INNA-K untuk melakukan koordinasi dan tindakan lanjutan atas kasus ini.
Dubes RI Di Kuwait
Bpk Ferry Adamhar SH, LLM
Saat Dicecar Pertanyaan
Acara diakhiri dengan makan malam bersama. Banyak perawat yang tersenyum lebar dengan hasil pertemuan dengan bpk Dubes tetapi ada beberapa orang yang masih belum puas karena waktu dialog yang terlalu pendek seperti yang disampaikan dalam Facebook group dengan nama ‘Dukungan Bagi Perawat Kuwait’. Facebook group ini baru saja dibentuk tetapi dalam waktu yang cepat sudah memiliki anggota diatas seribu. Sayangnya, tidak ada filter sama sekali, beberapa ‘oknum’ perawat atau simpatisan yang memposting banyak yang masih ‘terbakar’ dan menggunakan bahasa ‘preman’ dan tidak mencerminkan sebagai seorang perawat yang berpendidika tinggi. Semoga sukses Perawat Indonesia Di Kuwait, kita semua mendukung anda.

Ada Apa Dibalik Ghutrah

Coba Hitung Berapa Yang Botak

Kalau saya bertanya kepada anda tentang lelaki Arab tentu jawaban anda ngganteng, gentleman, gagah, tegas, tegap dan perkasa. Apalagi kalau melihat jenggot lebatnya yang aduhai dan memakai pakaian tradisionalnya Dishdasa yang anggun. Wanita mana yang tidak terkapar kejang kejang dilirik oleh seorang lelaki Arab yang kalau saja mau datang ke Indonesia, sudah pasti akan laris manis dikontrak main sinetron atau main film. Entah kenapa umumnya orang Indonesia lebih menyukai wajah wajah asing dibanding wajah wajah lokal untuk pemain sinetron dan filmnya.

Dua hal Yang menyilaukan Mata
Lampu Dan Botak

Tetapi, tidak setiap hari mereka memakai pakaian tradisional Dishdasa dan penutup kepalanya yang bernama Ghutrah atau sering juga disebut Kafiyeh. Saat ngantor atau bekerja, biasanya mereka memakai pakaian biasa berupa celana panjang dan kemeja lengan pendek atau panjang saja tanpa memakai ghutrah penutup kepala. Saat saat tertentu saja memakai pakaian tradisonal putih putih yang bernama Dishdasa. Nah, disini ketahuan, dibalik ghutrah atau kafiyeh penutup kepalanya ternyata terdapat sesuatu yang menyilaukan mata, yaitu botak selebar lapangan sepak bola !!!

Photo Tanpa Flash
Agar Tidak Ada Pantulan Sinar

Saya tidak tahu pasti apakah iklim gurun yang panas menyebabkan kepala mereka gersang dan tandus atau sebaliknya karena kepala mereka botak dan sangat menyilaukan maka tanaman disekitarnya banyak yang mati kekeringan dan tanah disekitarnya menjadi gurun yang kering kerontang. Kalau saya hitung, 6 dari 10 orang Arab yang saya jumpai mengalami kebotakan diusia muda. Tetapi jenggotnya tetap kuat dan mantap sampai usia tua. Karena hal ini, secara general saya bisa mengatakan bahwa orang Arab akan tampak lebih tua dari umur yang sebenarnya. Seorang anak SMU di Cambridge School Hawally yang pernah saya jumpai mengaku baru berumur 18 tahun, tetapi seandainya dia mengaku umur 40 tahunpun sebenarnya saya juga percaya.

Bagaimana, masih tertarik dapat jodoh orang Arab ?