Monthly Archives: March 2011

Badai Gurun – Kuwait 25 Mar 2011

Kuwait 25 Mar 2011, Kalau lagi ada badai pasir (Sandstorm) seperti ini, kerjaan gue nambah, yaitu ngepel lantai. Ditutup rapat kayak apapun pintu pintu dan jendela, debu halus tetap bisa masuk kedalam rumah. Pisang goreng, bakwan goreng dan segala macam makanan yang terhidang diatas meja semuanya terkena debu halus dan kalau kita makan rasanya seperti sedang makan tanah. Selamat menikmati gambar gambar badai gurun dibawah ini.

.
Rig KDC 31 – Photo By  Nanang
Rig KDC 31 – Photo By  Nanang
Rig KDC 31 – Photo By  Nanang
Rig KDC 31 – Photo By  Nanang
Sekitar Rig KDC 31 – Photo By  Nanang
Sekitar Rig KDC 31 – Photo By  Nanang

Merah Putih Di Bumi Kuwait

Merah Putih Di Atap
AIS Kuwait

Memperkenalkan Indonesia di Timur Tengah, khususnya Kuwait sedikit lebih pelik, rumit dan unik dibanding dengan negara lain. Masalahnya, ujung tombak yang seharusnya berada di front paling depan dalam memperkenalkan budaya, sosial dan pariwisata Indonesia semakin hari semakin banyak yang berubah bentuk menjadi Arab dan tidak tersisa sedikitpun ciri ciri sebagai orang asli Indonesia. Coba lihat photo mereka dalam Mutasi Dari Indonesia Ke Kuwaiti. Yang wanitapun juga sama saja, terutama para TKI yang bekerja di rumah tangga, semuanya lebih suka ber’Abaya Hitam’ dibanding gaun muslim yang sering kita lihat sehari hari di Indonesia. Lihat photo photo dalam KBRI Kuwait Punya Gawe. Tak perlu diulas kenapa, yang jelas kalau mau diperdebatkan akan panjang sekali. Saya juga tidak tahu, kenapa masyarakat Indonesia banyak yang lebih bangga dan sehari hari memakai pakaian tradisional Arab, Dishdasa dan Abaya Hitam.



Wayang Kulit – Primadona
Indonesia di Kuwait

Untungnya, Dharma Wanita KBRI Kuwait aktif memperkenalkan Indonesia ke masyarakat International di Kuwait. Sedikit melawan arus tetapi paling tidak bisa menunjukkan inilah Indonesia yang sebenar-benarnya. Tanggal 24 Mar 2011, sang saka Merah Putih dikibarkan diatas gedung American International School (AIS) Kuwait. Cerita pengiibaran sang saka Merah Putih oleh ibu ibu DWP KBRI Kuwait diatas atap gedung AIS ini cukup heroik mengalahkan demo para protester di Bahrain, Libya, Tunisia atau bahkan Mesir yang cukup menyita perhatian dunia akhir akhir ini. Masalahnya, untuk naik ke Atap gedung tidak diijinkan oleh pihak AIS, dan ibu ibu harus berjuang mencari waktu lengah Petugas Security untuk bisa naik keatap gedung. Pas pak Satpam, meleng sedikit saja, langsung beberapa ibu dibantu oleh seorang anak Kuwait pendukung negara kesatuan RI menyerobot naik keatap dan mengibarkan bendera seperti pada gambar diatas.

Pakaian Daerah Indonesia
Diantara Pakaian Negara Lain

Wayang Kulit, yang menurut kita barang biasa dan sering kita anggap sepele, ternyata menjadi daya tarik utama dalam acara yang bertema ‘Many Flags One Heart’ di AIS Kuwait ini. Ada puluhan negara yang ikut berpartisipas dalam acara ini. Baju daerah Indonesia yang beraneka ragam dan gemerlap keemasan terlihat paling mencolok dibanding baju dari negara lain. Tampak sekali Indonesia sangat kaya budaya. Negara sebesar Indiapun tak ada apa apanya apabila dibanding dengan kekayaan dan keaneka ragaman baju daerah dari Indonesia. Banyak yang terheran heran ketika melihat banyaknya jenis dan warna dari masing masing daerah. Ketika dijelaskan bahwa Kuwait ukurannya hanya sebesar Pulau Bali saja tetapi tetapi pulau Bali pakaian adatnya bermacam macam. Langsung mereka terdiam sambil membuka buka buku tentang Bali, mungkin dalam hati tamu tadi menganggap saya ‘cerewet’, siapa tahu kan ?.


Bingung Cara Makan Sate

Paling heboh adalah saat diperkenalkan makanan khas Indonesia. Banyak pengunjung yang tidak tahu cara makan sate. Dikira cara makan sate seperti kebab, daging dilepas dari tusuknya dulu baru dimakan. Setelah diberi contoh cara makan sate yang benar, baru minta tambah lagi. Anjungan India, Italia dan Iran yang bersebelahan dengan Indonesia juga menjajikan makanan khas negaranya, tetapi kebanyakan pengunjung balik lagi dan cuma mutar muter disekitar meja sate Indonesia. Yang semula diperkirakan satu pengunjung mencoba satu tusuk sate saja ternyata rata rata mondar mandir 3 sampai 5 kali.



Nambah Lagi Setelah Tahu
Cara Makan Sate Yang Benar

Onde onde juga laris manis. Tidak langsung dimakan tetapi diamat amati dulu dan diputar putar berkali kali baru dimasukkan mulut. Merasa enak, banyak yang basa basi minta resep dan cara membuatnya. Sambil manggut manggut, lalu minta ijin mengambil satu buah lagi, tetapi yang terakhir ini langsung dimasukkan tas dan tidak dimakan ditempat. ‘Akan saya tunjukkan keluarga dirumah’ sambil tersenyum pergi.

Nonton Gedung Di Merlion Park Singapore

Keluarga Besar Mbah Wiryo
Di Singapore

Singapore adalah sebuah negara yang kecil sekali apabila dibandingkan dengan Indonesia, tetapi promosi pariwisatanya luar biasa besar dan banyak. Hampir semua negara didunia ini menjadi sasaran promosi pariwisata Singapore, termasuk Kuwait. Yang saya ketahui, biaya promosi pariwisata Singapore menjadi tanggung jawab pemerintah. Pengusaha tidak dipungut biaya apapun, tetapi hanya melaporkan ke Singapore Tourism Board (STB) kalau akan mengadakan acara komersial. Tahu tahu iklan pariwisata sudah muncul dikoran koran seluruh dunia. Lihat saja iklan Great Sale Singapore atau semacamnya dikoran koran Indonesia. Semua tumplek bleg diiklankan seolah olah ada acara luar biasa besar di Singapore.  Padahal acara sale biasa seperti yang banyak juga dilakukan mall, toko atau pengusaha Indonesia.



Cucu cucu Mbah Wiryo
Dan Merlion

Saat pertama kali saya ke Singapore sekitar 15 tahun lalu, saya sempat termakan iklan yang saya peroleh di salah satu lobby hotel di Singapore. Brosurnya sangat bagus dan tampak lux sekali. Yang ditawarkan adalah wisata ke Ming Village dengan biaya yang tidak murah. Bayangan saya saat itu, saya akan diajak ke sebuah desa (Village) untuk melihat aktifitas penduduk desa. Yang tertulis di brosur memang semacam itu, tetapi kenyataan yang saya dapatkan ternyata bukan desa (village) yang saya jumpai, tetapi sebuah Gedung Apartment dan Perkantoran. Benar, Ming Village ternyata menempati beberapa lantai dalam sebuah gedung. Isinya selain showroom barang barang keramik juga ada pengrajinnya yang sedang membuat piring, vas bunga dan lain lain. Kita ditunjukkan cara membuat keramik, mencoba melukis dalam piring atau vas bunga dan membakarnya dalam Oven modern.



Cucu Mbah Wiryo
Di Seberang Esplanade

Karena pengalaman diatas, saya menganjurkan anda tidak memakai jasa Tour Travel kalau ke Singapore. Jalan saja sendiri sesuka anda, untuk masuk Singapore tidak memerlukan Visa bagi pemegang paspport Indonesia. Transportasi darat sangat lancar dan bagus. Anda bisa naik taxi, bus kota atau kereta bawah tanah (MRT) selama di Singapore. Seandainya saja kesasar, anggap saja bagian dari wisata anda. Tapi rasanya jaman sekarang semua orang bisa memiliki GPS yang murah, jadi resiko kesasar rasanya tidak mungkin apalagi di Singapore yang kecil sekali. Anda juga tidak perlu ‘terpaksa’ harus beli barang yang sebenarnya tidak anda perlukan karena hampir semua tour guide di Singapore akan mengajak anda shopping di toko tertentu yang menjadi relasinya.



Gaya Paling Populer Di
Merlion Park – Minum Air

Kalau anda belum percaya bahwa Singapore itu kecil, cobalah datang ke Merlion Park. Tentu bayangan anda adalah sebuah taman kota yang hijau, besar dan luas. Salah besar, taman ini bukan taman seperti yang ada dalam bayangan orang Indonesia. Ukurannya tidak lebih dari 30 x 30 meter dan terletak dibagian belakang hotel Fullerton. Tidak ada pohon besar kecuali tanaman dalam pot. Tidak ada rumput hijau tempat duduk duduk orang yang sedang pacaran kecuali sebuah lantai keras ditepi sungai Singapore (namanya doang sungai, sebenarnya seukuran selokan kalau di Indonesia). Lalu apa yang menarik dan bisa dilihat di Merlion Park ini ?. Jawabnya singkat, yaitu melihat gedung dan bagian pantat hotel Fullerton.



Marina Bay Sands
Dari Merlion Park

Untungnya gratis untuk masuk ke Merlion Park ini, jadi tetap mengasyikkan untuk photo photoan bersama keluarga. Tetapi akan sangat terganggu sekali kalau ada rombongan turis dengan bus yang datang bersamaan ke tempat ini. Disamping penuh sesak dan tidak leluasa berphoto, turis turis yang turun dari bus banyak yang berkeringat karena kelembaban udara di Singapore sama persis dengan di Jakarta. Cukup geser badan beberapa langkah saja maka kita sudah bisa berphoto ria dengan latar belakang :

  • Esplanade Theatre   Gedung ini memiliki arsitektur yang menarik dan merupakan Concert Hall tempat diadakan pertunjukan musik yang sengaja didatangkan dari mana mana. Michael Jackson, Queen, Brian Adams dan lain lain pernah manggung ditempat ini.
  • Marina Bay Sand
    Merlion & Marina Bay Sands
    Esplanade Theater Tidak
    Terlihat Di Depan

     
    Gedung baru dengan arsitektur unik, terdiri dari tiga buah gedung yang disatukan bagian atapnya dengan sebuah kolam renang raksasa. Konon satu satunya kolam renang yang dibangun ditempat ketinggian. Selain Mall, segala macam entertainment ada didalam gedung ini, termsuk musseum dan casino. Grand opening Hotel & resort Marina Bay Sands ini baru dilakukan tanggal 17 February 2011 yang lalu.

  • Patung Merlion   Sebenarnya patung ini bukan lambang Singapore. Tahun 1964, seorang anggota Souvenir Commitee membuat logo untuk Singapore Tourism Board (STB). Tetapi entah kenapa sampai sekarang masih digunakan sebagai souvenir dan trademark Singapore meskipun STB sudah mengubah logonya pada tahun 1997. Patung sejenis yang lebih besar terdapat di Sentosa.
  • Pantat Hotel Fullerton   Jelas dimanapun bagian belakang hotel tidak akan sebagus bagian depan. Tetapi paling tidak kita bisa mengintip tamu tamu hotel yang sedang santai dibagian belakang. Cafe cafe dibagian belakang hotel ini juga menarik untuk diintip. Bokong bokong turis tentu juga ada.

Jalan Jalan Ke Laos Tanpa Visa

 

Berita bagus bagi yang suka nglencer tapi nggak mau repot ngurus Visa atau ngantri Visa On Arrival di Airport. Mulai awal tahun 2011 ini tepatnya 17 Jan 2011 pemegang passpor Indonesia bebas keluar masuk Laos kapanpun dan sesering apapun juga. Sekarang telah Bebas Visa ke Laos. Status ini ditingkatkan dari sebelumnya Visa On Arrival menjadi Bebas Visa. Jadi anda tidak perlu ngantri di Airport lagi, langsung saja menuju counter imigrasi untuk stamp passport. Gratis….

Agak telat memang saya muat dalam blog ini, tetapi sebenarnya sengaja saya publish berita gembira ini  sambil menunggu pembuktian, paling tidak dapat kabar dari kawan atau saudara yang berhasil masuk Laos tanpa Visa apapun, cukup tunjukkan passport ke petugas imigrasi dan beres. Indonesia dan Laos telah menyepakati kerjasama bebas visa bagi masyarakat kedua negara (pemegang paspor biasa). Kesepakatan tersebut dipahatkan melalui perjanjian yang ditandatangani Menteri Luar Negeri RI, Dr. R. M. Marty M. Natalegawa, dan Menteri Luar Negeri Laos, Dr. Thongloun Sisoulith pada pertemuan ke 3 Joint Commission for Bilateral Cooperation Indonesia-Laos di Yogyakarta, 17 Januari 2011.

Berita Lengkapnya :

Mutasi Dari Indonesia Ke Kuwaiti

Tahapan Mutasi Di Kuwait

Dibawah ini adalah sebagian cerita betapa susahnya memperkenalkan Indonesia dan juga produk produk Indonesia di luar negeri, khususnya Kuwait. Mutasi adalah perubahan yang terjadi pada bahan genetik baik pada taraf urutan gen maupun pada taraf kromosom. Mutasi di alam biasanya terjadi hanya 1:10000 individu. Mutasi dapat terjadi karena adanya Mutagen (zat pembangkit mutasi) seperti radiasi sinar matahari, radioaktif, loncatan listrik atau petir. Sedangkan individu yang memperlihatkan perubahan sifat ini disebut Mutan. Seekor ulat hanya mengalami tiga tahap saja untuk menjadi kupu kupu, yaitu ulat, kepompong dan kupu kupu.



Masjid Indonesia Di Reggee
Tempat Bertemu Para Mutan

Di Kuwait, agak sedikit beda. Tahapan mutasi bisa mencapai 15 tahapan (lihat photo no 1 diatas). Tidak perlu urut, semua Indonesia banyak yang langsung loncat ke no 2, 3 atau no lain yang lebih tinggi. Normalnya semakin lama tinggal di Kuwait maka orang Indonesia akan beradaptasi dan bermutasi secara alamiah, tetapi ada juga yang baru datang ke Kuwait langsung beradaptasi dengan lingkungan. Tidak perlu ada hujan atau petir. Lihat saja setiap hari Jum’at saat sholat Jum’at maka akan terlihat banyak sekali masyarakat Indonesia yang mengenakan Dishdasa, pakaian tradisional Arab. Anda akan pangling kalau bertatap muka dengan kawan yang anda temui. Wajah memang masih tetap Indonesia tetapi dandanan sudah 100 % Arab. Susah membedakan, ini Arab asli atau Arab imitasi. Dan susah juga mengidentifikasi, sudah sampai tahapan nomor berapa kalau dandanan sudah sangat mirip Kuwaiti seperti ini.


Ceramah Dubes RI Di Kuwait
Didepan Para Mutan Masjid
Indonesia Di Kuwait

Di daerah Reggee terdapat sebuah masjid Indonesia bernama Masjid Indonesia Di Kuwait dan terletak di Komplek Public Authority for Youth and Sport Belakang Al Omooma Hospital – Old Reggee Khotbah selalu dilakukan dalam bahasa Indonesia dan jamaahnyapun sebagian besar masyarakat Indonesia yang tinggal di Kuwait. Kalau kita berkunjung ke Masjid Indonesia di Regee ini, kita jarang melihat atau malah tidak melihat sama sekali ada jamaah yang berkain sarung dan berbaju koko seperti layaknya kalau kita berada di kampung halaman Indonesia. Kopiah hitampun sudah ditanggalkan dan berganti dengan kopiah putih. Meskipun yang kita dengar ceramah dalam bahasa Indonesia, saat bertegur sapa juga dalam bahasa Indonesia, tetapi pemandangan didalam Masjid benar benar Kuwait/Timur Tengah. Hampir semua jamaah masjid yang asli Pekalongan, Gresik, Jombang ini sudah total ber’mutasi’ dan sangat mirip Arab dengan Dishdasa putihnya.


Masjid Indonesia
Rasa Arab

Photo photo pada gambar disamping ini adalah salah satu kegiatan Bapak Duta Besar RI Di Kuwait Ferry Adamhar SH, LLM saat memperkenalkan diri selesai sholat Jum’at di Masjid Indonesia di Kuwait. Saat berkenalan cukup mengenakan baju Batik dan celana panjang hitam dan belum seperti yang lainnya yang mengenakan Dishdasa putih pakaian tradisional Arab. Tentu saja yang disampaikan dalam pidato perkenalan tersebut bukan pengenalan produk dalam negeri Indonesia. Tetapi saya tidak tahu pasti maksud sebenarnya, apakah bapak Dubes sedang memberi contoh kepada kita tentang ke’Indonesia’annya, sedang menyindir bahwa beliau asli dan sangat cinta Indonesia atau beliau bangga dengan batik produk Indonesia. Sumprit saya tidak tahu sama sekali alasannya. Atau mungkin karena beliau masih baru beberapa bulan tinggal di Kuwait sehingga belum ketularan memakai Dishdasa. Wallahualam Bisshawab, Pertanyaan Syulit Dizawab….

Ke India Dengan Visa On Arrival

 

Kumar, I’ll visit your
country Again
Ini baru berita yang sangat menarik. Mulai awal tahun 2011 ini semua pemegang passport Indonesia bisa berkunjung ke India hanya dengan Visa On Arrival. Tak perlu repot mondar mandir ke kedutaan India untuk memohon Visa, cukup beli tiket pesawat langsung ke Mumbai, Delhi, Chennai atau Calcutta. Hanya airport di 4 bandara ini yang terbuka untuk pengurusan VOA bagi pemegang passport Indonesia. Masa berlaku VOA 30 hari dengan biaya USD 60 per passport. Dan dalam satu tahun hanya diijinkan dua kali saja untuk berkunjung ke India sebagai turis. Orang India menamakan TVOA (Tourist Visa On Arrival), padahal yang namanya VOA ya jelas tujuan utamanya untuk mendongkrak kunjungan turis, oleh karena itu masa berlakunya hanya sebulan saja.
.
Delhi Jadul, Jaman belum
ada VOA
Berita lengkapnya silahkan baca Times Of India pada link dibawah ini :

KBRI Kuwait Punya Gawe

Suasana Ngantri Dan Konsultasi
Tentang Amnesty
Rasanya baru kemarin saya menyaksikan KBRI Kuwait masih terhuyung huyung bangun dari tidur (Baca : Ini Dia KBRI Kuwait). Sekarang, awal bulan Maret 2011 saya sudah melihat telah berlari sangat kencang. Memang masih urusan klasik, yaitu mbak Sri, mbak Nur dan mbak Jum yang sedang tersandung masalah Pelanggaran Ijin Tinggal.. Tentu belum sekencang seperti yang kita harapkan, tetapi paling tidak Hajatan Besar KBRI pada cerita dibawah bisa menunjukkan usaha keras kita untuk membantu mbak Sri, mbak Nur dan mbak Jum yang selama ini harus umpet umpetan dengan polisi karena pelanggaran ijin kerja dan ijin tinggalnya.



Tidak Puas, Tanya Langsung
Ke Pak Dubes RI Di Kuwait
Ferry Adamhar SH, LLM

 Pada 25, 26 February 2011, bertepatan dengan Independence & Liberation Day Of Kuwait, Amir Kuwait memberi hadiah bagi para Pelanggar Ijin Tinggal/Ijin Kerja, yaitu berupa Amnesty (Baca :.Illegal Can Leave Without Fines).  Pengampunan dari Pemerintah Kuwait bagi para pelanggar ini jelas sangat positif. Tanpa ada pengampunan dari pemerintah Kuwait, maka akan terasa sangat memberatkan sekali karena harus berurusan dengan pengadilan atas pelanggarannya dan pengadilan bisa memutuskan denda yang bisa mencapai Rp 10 Juta atau bahkan lebih dan juga harus menginap dipenjara karena pelanggarannya. Hal inilah yang paling ditakuti oleh para pelanggar ijin tinggal, disamping denda besar juga akan di’black list’ oleh Pengadilan Kuwait dan tidak akan bisa masuk kembali ke Kuwait.

Complain Langsung ke Pak
Dubes Ferry Adamhar SH, LLM
Siapa Takut
Dengan adanya Amnesty ini, para pelanggar bisa memilih untuk pulang ke tanah air atau menghapus istilah ‘Illegal’ menjadi ‘Legal’ melalui proses normal seperti biasanya tanpa khawatir namanya tercantum dalam daftar hitam Kuwait. Semua Bandara, Pelabuhan maupun Border dibuka lebar lebar bagi yang ingin meninggalkan Kuwait. KBRI pun langsung punya gawe atau hajatan besar. Baca : Passport holders can leave from any port: Al-Kandari

Sabar Mbak, Semua Dilayani
Sampai Mbak Bisa Pulang

Blog ini bukan blog berita dan tidak saya tulis dengan bahasa jurnalistik tetapi cukup saya tulis dengan bahasa santai yang mudah anda mengerti. Ada sesuatu yang sedang berubah di KBRI Kuwait yang saya rasakan beberapa minggu terakhir ini sehubungan dengan adanya Amnesty dari pemerintah Kuwait diatas. Yaitu Komunikasi ke masyarakat Indonesia saat ini begitu effektif dan cepat. KBRIku benar benar membuka diri dan mendekat dengan masyarakat Indonesia di Kuwait. Tidak salah kalau saat ini punya Motto “Kepedulian Dan Keberpihakan Pada Rakyat Indonesia

Pindah Ruang, Mumet…

 Jauh hari sebelum Amnesty dikeluarkan dan masih menjadi issue nasional Kuwait, jauh hari sebelum seluruh media gegap gempita dengan berita Amnesty, KBRI Kuwait telah secara intensif mengkomunikasikan Visi dan Misi KBRI Kuwait kedepan. Contoh sederhana adalah melalui Acara Pertemuan Komunitas Indonesia di Kuwait, IATMI. Facebook juga dimanfaatkan untuk komunikasi langsung dengan seluruh masyarakat Indonesia Di Kuwait. Nama account fb groupnya adalah KBRI Kuwait, mudah diingat dan informative. Hanya dalam hitungan hari saja jumlah ‘follower’nya sudah ratusan.

Staff KBRI Kuwait
Kaget Tiba Tiba Ngganteng
Sendiri Ditengah Mbak Sri,
Mbak Nur dan mbak Jum
Tidak itu saja, Satgas langsung dibentuk beberapa saat sebelum pengumuman resmi tentang Amnesty keluar. Beberapa pertemuan dilakukan untuk menjaring warga Indonesia pelanggar ijin tinggal/ijin kerja sebanyak mungkin. Setiap distrik punya perwakilan masing masing dan sebut saja sebagai Team Jemput Bola yang bertugas untuk menginformasikan, menjelaskan dan memastikan ‘getok tular’ kabar gembira ini benar benar sampai dan tidak terkontaminasi oleh berita berita negative yang juga beredar dikalangan para pelanggar ijin tinggal.

Photo Photoan Di KBRI
Terakhir Sebelum
Pulang Ke Indonesia
Hasilnya cukup bagus, hari pertama pendaftaran tanggal 1 Mar 2011 tercatat 134 orang memohon SPLP (Surat Perjalanan Laksana Passport) di KBRI Kuwait, dan hari kedua meningkat dua kali lipat menjadi 316 orang, hari berikutnya diharapkan akan lebih banyak lagi. Hotline No untuk melayani pertanyaan melalui telpon juga dibuat dengan nomor 60671392 dan 60617951. Celakanya, saking populernya nomor ini membuat repot staff KBRI. Mulai dari Pelanggar Ijin Tinggal, calo/makelar tenaga kerja dan orang isengpun ikut berpartisipasi menelepon dan bertanya macam macam. Saya perhatikan Staff KBRI yang bertugas mengangkat telponpun sering gregetan dan menjawab yang itu itu juga ‘Harus Datang Sendiri Dan Tidak Boleh Diwakilkan’,’Gratis Tidak Dipungut Biaya Sepeserpun’,’Jangan Mau Kalau Ada Orang Yang Mengatakan Bisa Menguruskan Dengan Bayaran’. Sempat juga saya dengar ada penelepon dari Jahra yang mengatakan ada 50 orang tidak bisa datang ke KBRI dan penelpon akan mewakilinya. Setelah telpon ditutup langsung tertawa lebar ‘Makelar……..’.