Monthly Archives: February 2011

Executive Fitness Center Gratis Di Kuwait

 

Mau olahraga di Kuwait tidak begitu sulit. Sepanjang pantai Arabian Gulf mulai dari Fahaheel di selatan sampai Kuwait City bahkan sampai di ujung utara Kuwait yang dekat dengan border Irak banyak dilengkapi dengan fasilitas umum berupa taman kota, tempat jogging dan fasilitas keluarga gratis.  Mulai anak anak sampai orang tua bisa menggunakan fasilitas umum yang bagus dan terjaga kebersihannya ini.

Dalam tulisan ini sengaja saya tampilkan hanya photo suami tercinta saja meskipun beliau ‘nggrundel’ photonya banyak diupload ke blog ini. Alasannya sebenarnya sederhana saja,  badan saya sudah tidak sexy lagi seperti Jenifer Lopez tetapi sudah lebih mirip bu Bariah saat ini. Daripada anda batal membaca tulisan ini hanya gara gara photo ilustrasi lebih baik saya carikan photo model yang masih langsing, tegap dan berotot.

Beruntung di Kuwait relatif tidak ada maling, pemulung besi/logam, tukang tadah besi/logam atau tangan tangan jahil yang suka merusak fasilitas umum. Saya perhatikan dibeberapa tempat di Kuwait, barang apapun terbuat dari logam/besi, plastik ataupun kayu yang digunakan untuk fasilitas umum semuanya masih utuh seperti sejak pertama kali diletakkan. Kalaupun ada yang rusak, umumnya karena aus dipakai atau cat dan warnanya sudah kusam termakan umur, bukan karena dijahili orang.
.
Iklim Kuwait juga menunjang keutuhan barang barang besi/logam di tempat tempat terbuka fasilitas umum. Iklim yang kering dengan tingkat kelembaban udara sangat rendah sekali dan sangat jauh dibawah humidity Indonesia dan frekwensi hujan yang sangat rendah sekali menyebabkan barang barang besi/logam di Kuwait tidak cepat berkarat. Apalagi, semua fasilitas umum di Kuwait sebagian besar berkwalitas nomor satu yang diimport langsung dari United Kingdom, Polandia atau negara lain, jadi sudah jelas tidak cepat berkarat. Taman ini akan kelihatan kotor dan berdebu pada saat terjadi badai gurun saja,terutama kolam kolam airnya.
.
Sebagai contoh fasilitas umum di Kuwait adalah peralatan Fitness atau peralatan olah raga yang kalau di Indonesia letaknya selalu di tempat tempat exclusive seperti mall, hotel bintang lima atau tempat tertentu yang untuk bisa masuk saja harus bayar iuran keanggotaan yang cukup dalam merogoh kantong kita. Di Indonesia, tempat tempat fitness semacam ini selalu bernama Executive Fitness Center, Executive Gym, Executive Sport Center dan lain lain yang tidak pernah ketinggalan adalah kata Executive meskipun yang jadi member belum tentu para executive. Di Kuwait cukup Taman atau Park yang terbuka untuk siapa saja dan gratis.
.
Taman taman kota seperti ini yang paling sering saya kunjungi adalah Egaila Park karena hanya beberapa ratus meter saja dari rumah saya di Egaila. Taman ini terdiri dari dua buah lapangan volley lengkap dengan netnya yang selalu ada dan tidak dimaling orang, dua buah lapangan basket, fasilitas fitness dengan jumlah cukup banyak, fasilitas bermain anak anak, jogging track yang sangat panjang kira kira satu putaran bisa sekitar 2 km atau bahkan lebih. Cukup jalan kaki dari rumah setiap sore atau setiap pagi saat weekend, maka saya bisa mengharap lemak diperut bisa susut dan moga moga bisa seperti Jenifer Lopez kembali.
.
Nggak perlu kuatir kehausan saat berolahraga, air minum juga tersedia gratis. Terkadang disediakan paper cup gratis tetapi lebih banyak disediakan gelas yang terbuat dari almunium. Gelas gelas ini ada yang diikat dengan kawat tetapi ada juga yang tidak diikat sama sekali akibatnya seringkali setelah minum langsung dilempar atau ditendang jauh jauh. Dan petugas kebersihan yang sibuk mengembalikan ketempatnya. Sampai jumpa lagi, suatu saat nanti akan saya buatkan tulisan khusus bagi anda semua tentang olah raga yang lain, terutama setelah badan saya langsing kembali seperti Jenifer Lopez.

Tombo Kangen – Warung Bakso Anita Kuwait

 

Nyem Nyem Bakso Anita,
Mak Nyus
Satu lagi muncul restoran Indonesia di Kuwait. Kalau pertengahan tahun 2010 lalu muncul restoran Mama Lala, maka pada awal tahun 2011 ini muncul juga restoran Indonesia yang bernama Kuwait Indonesia Restaurant And Cafe, tetapi lidah kampung saya masih terasa susah sekali mengucapkan nama restoran yang panjangnya bukan main tersebut. Lebih enak saya sebut saja Bakso Anita meskipun sebenarnya yang tertulis dikaca pintu adalah Anita Bakso. Suatu nama yang dibaca sepintas saja sudah kelihatan kelasnya, Kelas Dunia (World Class) dan di Kuwait bukan bakso sembarangan seperti bakso Pak Min, bakso Cak Man atau yang lainnya seperti yang banyak kita temui di Indonesia.
.
Anita Bakso,
tulisannya kecil sekali
Pertama kali disajikan, kita sudah kaget dan surprise dulu dan nyaris terloncat dari tempat duduk. Bukan kaget karena baksonya besar besar, tetapi mangkoknya yang luar biasa besar. Sangat cocok bagi yang sedang kelaparan di Kuwait. Kira kira cukup pesan satu mangkok kenyangnya bisa tahan sampai sehari penuh. Salah satu strategi untuk menghemat biaya hidup di Kuwait yang lumayan mahal. Yang saya suka dengan bakso ini adalah ‘tetelan’, potongan daging iga sapi yang lumayan banyak. Tetapi sayangnya favorit saya yang lain yaitu ‘gorengan’ atau siomay goreng belum ada saat saya datang. Mungkin sekarang sudah ada karena tersedia juga Bakso Malang



Daftar Makanan Dalam Menu
Yang Lengkap Sekali

 Tapi jangan kuatir, meskipun namanya Bakso Anita, ternyata hampir semua masakan nusantara bisa dipesan. Mulai dari siomay, gado gado, sate kambing, karedok, nasi goreng, mpek mpek Palembang sampai rempeyek kacang juga ada. Order By Phone jelas bisa. Daripada harus pulang ke Indonesia untuk sekedar mencicipi bakso, akan lebih bagus mampir ke restoran restoran Indonesia di Kuwait seperti ini. Tombo Kangen……..Nyem nyem nyem, nulis ini saja saya bisa ngiler sampai ngeces, apalagi anda yang belum pernah datang ke restoran ini.

Pesan Makanan,
suasana Indonesia kental sekali
OK, daripada anda ikutan ngiler dan ngeces baca blog saya ini, lebih baik mampir ke restoran ini kalau anda sedang tugas ke Kuwait. Restoran ini berada persis disamping Pizza Hut dengan alamat sebagai berikut :
Maghateer Mall
Habib Manawar Street – Farwaniya
Lantai Atas Samping Pizza Hut
Phone : 965 24773288 – 965 24773299
HP : 965 99002739
Kuwait


Baca Juga :

Pernak Pernik Hari Kemerdekaan Kuwait

 

Di Kuwait tidak ada Lomba Panjat Pohon Pinang, Lomba Balap Karung atau Lomba Sepak Bola Pakai Sarung untuk merayakan hari Kemerdekaannya. Tetapi kemeriahan menyambut hari Kemerdekaan ini tidak kalah gegap gempitanya dengan di Indonesia. Tanggal 25 dan 26 February 2011 nanti bertepatan dengan 50-20-5 Independence & Liberation Day Of Kuwait, artinya 50 tahun merdeka, 20 tahun bebas dari pendudukan Irak dan 5 tahun  HH  Amir Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah berkuasa.

Kalau di Indonesia, dimana mana bertebaran hanya satu bendera saja yaitu merah putih. Kalaupun ada bendera lain tentunya adalah bendera Belanda yang sedang dirobek warna birunya sebagai simbol heroisme bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan. Di Kuwait sangat berbeda sekali, bendera yang dipajang dijalan jalan banyaknya bukan main dan selalu berpasang pasangan. Misal bendera Mesir & Kuwait, Australia &Kuwait, Amerika & Kuwait, Canada & Kuwait dan masih banyak lagi. Bendera Indonesia saja yang tidak terlihat sama sekali. Kenapa ? Karena negara negara tersebut turut berpartisipasi dalam pembebasan Kuwait dari pendudukan Irak tahun 1991. Saat itu mereka tergabung dalam koalisi untuk mengeroyok Irak agar kembali kenegara asalnya. Baca : Perang Kuwait 1991

Saat ini perang sudah tidak ada lagi, yang ada tinggal kegembiraan merayakan Independence & Liberation Day. Hanya dalam 20 tahun setelah pembebasan dari Irak, Kuwait sudah tumbuh menjadi negara terkaya didunia no 6 berdasarkan GDP per capita versi CIA Factbook 2010 dan no 13 versi IMF 2010. Baca : List Of Countries By GDP per Capita. Dibawah ini anda saya ajak untuk menikmati photo suasana Kuwait dan sedikit cerita tentang gegap gempita pedagang pernak pernik Kemerdekaan ala Kuwait. Seluruh gambar kita ambil di Souq Al Mubarakeeya di Kuwait City.

Namanya Souq Al Mubarakeeya, sebuah pasar tua seumur negara Kuwait tempat tujuan utama wisatawan yang berkunjung ke Kuwait. Pasar ini sehari hari menjual segala macam barang mulai dari perlengkapan rumah tangga, barang barang tradisional dari Kuwait sampai negara tetangga seperti Iran, Saudi, India, Pakistan dll sampai barang barang hi end seperti TV, Game, HP dan perlengkapannya. Menjelang Independence Day, pasar ini berubah menjadi meriah dengan segala macam pernak pernik kemerdekaan berwarna hijau, putih, merah dan hitam sesuai dengan bendera Kuwait.

Pengunjungnya sontak jadi berlipat ganda, terutama keluarga yang mengantar anak anaknya berbelanjan pakaian dan pernak pernik warna warni. Biasanya jarang satu keluarga penuh datang ke pasar ini. Pernak pernik yang dijual penuh dengan tulisan ‘I Love Kuwait’ atau semacamnya. Ada yang tertulis di kaos, ikat kepala, topi, badge sampai kuku imitasi. Pedagang celana dalam saja yang tampak termenung menung sepi karena dagangannya tidak ada tulisan ‘I Love Kuwait’.

Lukisan Emir Kuwait juga terpampang besar ditengah tengah pasar. Dan yang saya perhatikan, tidak satupun gambar atau lukisan yang menggambarkan ‘kekerasan’, seperti gambar tentara, tank atau heroisme pahlawan nasional yang sedang mengacungkan senjata. Yang ada cuma photo pahlawan setengah badan atau satu badan penuh dengan duduk santun di mimbar atau kursi. Slogan slogan bernada keras dan sadis seperti ‘Merdeka Atau Mati’, ‘Usir Irak…’ juga tidak ada sama sekali. Yang ada adalah photo rapat penyelesaian diplomatis. Pertunjukan drama, sandiwara, sinetron tentang heroisme mengusir Irak tidak terlihat sama sekali. Berita di koran lokalpun juga sama saja – sepi heroisme.

Ada yang berbeda antara Kuwait dan Indonesia. Kuwait hanya ingin mengenang masa lalu dan tidak ingin membuka luka lama. Koran lokal hanya menampilkan cerita saja tanpa photo perang yang seram. Bandingkan dengan Indonesia, setiap tahun masih menggelorakan dendam. Anak anak kecil berperan sebagai pahlawan dengan membawa senjata dan bambu runcing dalam drama di sekolah dan TV, anak anak sekolah diajak menyaksikan adegan kekerasan di Lubang Buaya, Film dokumenter tentang perang dan kekerasan baik oleh penjajah Belanda, komunis maupun oleh tentara dan palawan nasional dalam membela negara disiarkan sampai berdarah darah dan sedetil detilnya. Dan yang selalu diteriakkan adalah “Merdeka Atau Mati ……”. Di Kuwait mah cuma Assalamualaikum dan salaman saja sambil memakai pernak pernik warna warni.