Monthly Archives: December 2010

Putih Putih Melintas Di Death Road Kuwait

Pernah dengar nama Death Road atau Highway Of Death ? Jalan ini terletak di Kuwait, merupakan jalan raya besar 8 jalur yang menghubungkan Kuwait dengan Irak. Nama sebenarnya adalah Highway 80 tetapi lebih dikenal dengan nama Death Road atau Highway Of Death dan saat ini semua penduduk Kuwait boleh dikatakan telah lupa, melupakan atau tidak mau mengingat lagi kejadian tahun 1991 yang lalu. Jalan ngetop ini menghubungkan Kuwait City dengan Irak melalui Jahra dan Abdali di Kuwait dan Basra di Irak.

Kendaraan Perang Amerika Menuju Irak 2010

Pada tanggal 26-27 February 1991 yang lalu, tentara Irak yang lebih dulu menginvasi Kuwait tahun 1990 melakukan penarikan mundur tentaranya menuju negara asalnya Irak setelah terdesak tentara koalisi dengan membawa semua barang jarahan dan peralatan perangnya. Dalam perjalanan mundur ini konvoi tentara Irak ini diserang dari darat dan udara oleh tentara Amerika. Dari darat jalan raya ini diblokade oleh ranjau anti tank dan anti personnel dan dari udara dihajar habis habisan oleh angkatan udara Amerika. Total 1800 – 2700 kendaraan perang dan tank hancur dan jumlah korban tidak diketahui dengan pasti, diperkirakan antara 300 sampai puluhan ribu orang karena disamping tentara irak ada juga pengungsi pro Irak dan sandera atau tawanan perang yang ikut dalam rombongan mundur tersebut. Cerita lengkapnya dan photo dokumentasi bisa anda cari di google dengan keyword “Highway Of Death Kuwait” atau “Death Road Kuwait”. Atau silahkan baca Wikipedia

Gurun Terbuka Menjelang Abdali 2010

Sekarang jalan ini telah bagus kembali seperti sedia kala, membentang mulus dan sering kita lalui, terutama oleh karyawan KOC yang bekerja di lapangan minyak North Area. Sebagian besar karyawan KOC, terutama yang sering ke Abdali Field umumnya menggunakan jalan ini untuk bekerja. Saat ini  komunitas warga Indonesia juga banyak yang tinggal di Jahra sehingga boleh dikatakan kita tidak asing lagi dengan jalan legendaris ini. Kalau saya perhatikan, beberapa puluh kilometer menjelang Abdali sampai ke Irak benar benar berupa gurun yang terbuka dan sama sekali tidak ada tempat berlindung untuk menyelamatkan diri sehingga sangat tepat sekali dijadikan ladang pembantaian dari udara. Suatu strategi perang tentara koalisi yang luar biasa hebat.

Jahra

Karena jalan ini lurus dan mulus, saat inipun masih sering memakan korban jiwa, entah berapa nyawa melayang dijalan ini setiap bulannya. Apalagi penyebabnya kalau bukan kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan lalu lintas di Kuwait, terutama di highway boleh dikatakan sangat luar biasa tinggi. Mobil  remuk seperti baru saja ditabrak kereta api dengan mudah kita saksikan disepanjang jalan yang kita lalui sehari hari. Saya tidak tahu pasti, apakah semua highway di Kuwait angker atau alasan lain, tetapi dugaan saya karena umumnya pengemudi di Kuwait sering ugal ugalan dan ngebut dijalan raya mulus dan lurus seperti di highway highway Kuwait. Klik disini kalau mau lihat photo photo kendaraan hancur di highway Kuwait.

80 Km Menuju Irak Border

Saat ini setiap hari terutama malam hari di jalan jalan Kuwait selalu terlihat putih putih menyeberang jalan dan kakinya tidak menyentuh tanah sama sekali. Kadang kadang juga terlihat hitam hitam melintas tanpa menyentuh tanah. Bukan hantu atau makhluk halus, tetapi orang orang Arab dengan pakaian tradisionalnya Dishdasa dan Abaya sedang mondar mandir nyeberang jalan memakai sandal atau sepatu hanya untuk membeli kebutuhan sehari hari di warung atau bakala atau ke Mall. Semua serba putih bagi yang pria dan hitam bagi yang wanita. Hiiiiii !!! Semua kepala, tangan dan kaki terpisah, kalau tidak terpisah dan lengket satu sama lain malah benar benar aneh.

Note : Vides – Courtesy Of History Channel on You Tube

RM Mbok Berek Punya Saingan Berat Di Kuwait

Diam diam RM Mbok Berek punya saingan berat di Kuwait. Kalau anda ‘expatriate’ Kuwait penggemar masakan Nusantara seperti sate kambing, sate ayam, gado gado, karedok atau pecel, tak perlu harus terbang ke Indonesia untuk mencicipi masakan seperti ini. Di Kuwait juga ada dan tak perlu harus pulang ke Indonesia kalau hanya ingin mencicipi satu piring saja. Di Indonesia memang banyak sekali rumah makan enak dimana mana seperti Ayam Goreng Nyonya Suharti, RM Mbok Berek, Gudeg Yu Djum, Rawon Setan Mbak Endang, Mie Rebus Bu Emie sampai Sate Padang Mak Syukur, tetapi di Kuwait sangat jarang dan nyaris tidak terdengar.

RM pesaing berat Mbok Berek ini namanya sudah dimodernisasi sedemikian rupa sehingga benar benar ada sentuhan International meskipun yang dijual tetap sekitar sate, gado gado dan pecel. Nama depan seperti ‘Nyonya …..’,’ Mbok …….’,’ Yu ……’,’ Mbak …….’ atau ‘Mak …….’ seperti diatas sudah benar benar ditinggalkan agar sentuhan international punya greget yang mendalam, paling tidak punya visi menyamai Mr Sandlers KFC atau yang lainnya. Alasan lainnya, tidak semua penduduk Kuwait mengerti arti Mbok, Yu atau Mbak kalau nama tersebut dipakai di Kuwait.

Nama restaurant Indonesia di Kuwait ini berawalan dengan Mama untuk mengganti Nyonya, Mbok, Yu, Mbak atau Mak yang terasa terlalu ‘ndeso’ di Kuwait dan bisa disejajarkan dengan Mr seperti Mr Sandlers KFC atau bahkan Mc Donalds. Namanya adalah ‘Mama Lala’. Benar benar ada sentuhan global yang bisa menjembatani nasi pecel dengan orang asing terutama orang Arab dan expatriate penduduk Kuwait.

Restaurant ini terletak di Mangaf Block 4, tidak seberapa jauh dari Shrimpy Restaurant yang sudah lebih dulu terkenal di Kuwait. Berani buka berdekatan dan bertarung langsung dengan Shrimpy Restaurant karena namanya sudah benar benar didesign global, bukan RM Mbok Lala, RM Yu Lala atau RM Mak Lala yang terasa sekali ‘ndeso’ dan aneh ditelinga orang Arab, tetapi cukup Mama Lala, dan semboyannya mirip Nokia yaitu Mama Lala, Connecting Pecel. Semoga sukses selalu dan bisa menjadi jembatan dengan seluruh warga Kuwait.

Baca Peta ke Disneyland Paris

Ini cerita tentang turis sok ngerti dari Indonesia, siapa lagi kalau bukan Ardi’s Family. Kali ini kita jalan jalan ke Disneyland Paris, sebuah tempat hiburan dan resort Disney kedua yang terletak diluar United States. Yang pertama adalah Tokyo Disney Resort (dibuka tahun 1983), Disneyland Paris (dibuka tahun 1992), Hongkong Disneyland Resort (dibuka tahun 2005) dan yang sedang dalam pembangunan adalah  Shanghai Disneland Resort (akan dibuka tahun 2014).

Semula namanya Euro Disney Paris, tetapi karena pembangunan jalan terus maka Euro Disney saat ini hanya menjadi salah satu wahana didalam komplek Disneyland Paris dan namanya menjadi Disneyland Park. Tepatnya mulai tahun 1994 sudah tidak ada lagi nama Euro Disney tetapi telah berganti menjadi Disneyland Paris yang sangat besar dengan tempat parkir yang sangat luas, dan jalan menuju gerbang pintu masuk yang cukup jauh tetapi disediakan moving walkway (escalator horizontal) yang cukup panjang dan dijamin tidak pegel pegel menuju pintu masuk yang jauh.

Setahu saya saat tulisan ini saya buat sudah ada 3 buah taman bermain, yaitu Disneyland Park (dulu Euro Disney), Walt Disney Studio Park dan Golf Disneyland. Tempat shoppingnya ada satu yaitu Disney Village dan resort hotel ada tujuh, yaitu Disnyland Hotel, Disney’s Hotel New York, Disney’s New Port Bay Club, Disney’s Sequoia Lodge, Disney’s Hotel Cheyenne, Disney’s Hotel Santa Fe dan Disney’s Davy Crockett Ranch.

Lokasi Disneyland Paris sebenarnya tidak terlalu jauh dari pusat kota Paris, cuma 32 Km saja dan terletak di daerah Marne La Valee. Sebagai seorang turis otodidak, kita sekeluarga main ‘percaya diri’ saja, tanpa bantuan tour guide dan hanya mengandalkan GPS (Global Positioning System) dan mobil sewaan langsung menuju ke lokasi dari hotel Adagio yang terletak ditengah kota Paris. Jam 8 pagi setelah sarapan pagi di hotel, mobil langsung berangkat dengan asumsi wisata Disneyland ini bisa selesai hanya dalam waktu beberapa jam saja dan setelah itu bisa wisata ditempat lain di sekitar Paris. Yang benar benar membuat kita terkjut saat tiba di tujuan adalah temperatur udara. Saat berangkat pagi hari di tengah kota Paris udara cukup hangat tetapi ternyata di Disneyland udara berkabut tebal dan sangat dingin sekali dan basah. Kekacauan terjadi karena kita benar benar tidak siap dengan jaket dan mantel tahan air.

Kekacauan kedua terjadi karena untuk bisa masuk Disneyland saja antriannya panjang sekali dan benar benar membuang waktu. Anggota ‘Trio Kwek Kwek’ protes minta pulang saja karena kedinginan dan jaket yang dipakai ternyata menyerap air dari kabut tebal membuat badan semakin menggigil kedinginan. Akhirnya, mas Ardi sebagai kepala regu mengambil keputusan kilat, yaitu minum kopi didalam stasiun kereta api sambil menunggu kabut hilang dan siapa tahu antrian berkurang. Ternyata salah besar, semakin siang antrian semakin banyak dan kabut dingin tidak berkurang sama sekali.

Meskipun tidak bisa full menikmati Disneyland, ada hikmah dan pelajaran yang bisa saya ambil. Kita tidak bisa menikmati wisata Disneyland seluruhnya hanya dalam beberapa jam saja. Kalau waktu kita terbatas lebih baik tidak usah mengunjungi tempat ini.  Akan lebih baik kalau menginap dihotel hotel yang tersedia didalam komplek Disneyland meskipun hanya semalam karena atraksi malam hari di Disneyland katanya bagus bagus. Memang tarip hotel ditempat hiburan ini jauh lebih mahal dibanding hotel ditengah kota Paris, tetapi paling tidak kalau kita menginap didalam maka kita bisa menikmati Disneyland yang sebenarnya dan tidak buang buang waktu untuk ngantri tiket dan kedinginan.

Hikmah dan pelajaran yang lain adalah ‘Jangan Terlalu Percaya Dengan Peta’. Kita memilih hotel dan menginap di tengah kota Paris hanya berdasarkan petunjuk peta, baik terbitan Lonely Planet maupun searching internet dan melihat Google Map. Alasan utama kenapa kita tidak memilih hotel didalam Disneyland saat itu adalah karena mau mendekati pusat keramaian kota, bukan nyepi. Disamping itu kalau dilihat di peta jarak hotel pilihan kita hanya berjarak 0.5 cm dari Eiffel Tower, 1 cm ke Notre Dame dan jarak ke Euro Disney tidak lebih dari 15 cm saja. Alasan lain kenapa memilih hotel ditengah kota Paris adalah supaya bisa jalan jalan dan cari makan di kota dengan mudah. Ternyata, kita semua tidak baca skala peta dan kita lupa sama sekali bahwa peta tidak bisa menjelaskan tentang cuaca. Jadi wajar kalau basah dan kedinginan dan wajar pula ternyata Disneyland dan kota Paris cukup jauh dan berbeda suhu udaranya.