System Pengajaran Bahasa Di Sekolah


Kaget luar biasa, miris sekaligus prihatin saya membaca berita hangat seorang peneliti bahasa, Dr Dendy Sugono di Universitas Jember tanggal 6 November 2010 yang lalu. Beliau menilai penggunaan bahasa asing sebagai bahasa pengantar pendidikan di sekolah sekolah Indonesia melanggar Undang-Undang Dasar 1945. Silahkan baca : Bahasa Asing Di Sekolah Langgar UU.

Saya masih ingat betul, pada jaman Orde baru tahun 1995 sampai 1997 bahasa asing sempat dilarang di Indonesia terutama di ruang publik sehingga banyak sekali nama nama hotel, perumahan, toko, mall yang sudah terlanjur terkenal harus berganti nama, celakanya bukan berganti menjadi nama bahasa Indonesia tetapi dipaksakan sesuai lidah Indonesia. Contohnya : Gren Hyatt sebelumnya sudah benar Grand Hyatt, perumahan Green Garden menjadi Grin Gaden… apa pula ini ? dan saat ini juga masih terlihat disalah satu jalan besar di Jakarta rumah makan Steik & Gril…..

Tahun 2006, lebih parah lagi larangan penggunaan bahasa asing ditempat umum dan ruang publik akan dimasukkan dalam UU, silahkan baca :  Bahasa Asing akan Dilarang di Ruang Publik. Untungnya, sekarang orang Indonesia sudah banyak yang pandai berbahasa asing, sehingga RUU aneh ini belum disahkan jadi UU. Coba kalau pembuat UU masih seperti dulu, tidak tahu sama sekali pentingnya bahasa asing untuk masa depan Indonesia. Lihat saja keaneka ragaman bahasa di tetangga kita Singapore terutama didaerah China Town, Kampong Arab, Little India. Ditempat ini keaneka ragaman bahasa ini bukan dimatikan tetapi malah menjadi obyek wisata yang sangat menguntungkan bagi Singapore.

Dibawah ini ringkasan hasil ngomong ngomong saya dengan beberapa kawan dari Singapore, India, Philipine, Luxembourg dan tentu saja Kuwait tentang pengajaran bahasa di sekolah sekolah. Sengaja saya tulis tulisan ini karena terus terang mereka lebih siap bekerja global daripada tenaga kerja Indonesia, maksud saya dalam hal kemampuan berbahasa asing, minimum bahasa Inggris. Dari segi kwantitas, India dan Philipine hampir menguasai seluruh lapangan kerja di Timur Tengah, khususnya Kuwait, baik dari sector rumah tangga, restoran, mall, money changer, rumah sakit, perhotelan, sampai bidang engineering.

Philipine : 
Bahasa nasionalnya Tagalog, tetapi sejak SD sampai University bahasa pengantar di sekolah sekolah, baik sekolah negeri maupun swasta adalah bahasa Inggris. Hanya pelajaran sejarah dan bahasa nasional saja menggunakan bahasa nasional Tagalog dan satu hari dalam seminggu (hari Jumat) semua murid diijinkan berbahasa nasional di lingkungan sekolah. Ekstra kurikulernya bahasa Arab, Mandarin atau yang lain, itulah sebabnya kebanyakan Philipino yang saya jumpai di Kuwait ini sangat fasih berbahasa Arab meskipun agamanya bukan Islam.

Luxemburg :

Negaranya sangat kecil sekali dan boleh dikatakan tidak punya sumber daya alam sama sekali, tetapi Negara ini berkali kali menduduki peringkat pertama sebagai Negara terkaya di dunia. Baca : Richest Country By IMF, World Bank & CIA World factbook. System pengajaran bahasa disekolah diarahkan untuk menguasai paling sedikit 4 bahasa bagi warga negaranya. Tingkat SD (Primary School) bahasa pengantar masih bahasa nasional Luxembourgish sebelum beralih ke bahasa Jerman. Di Secondary School bahasa pengantar di sekolah adalah bahasa Perancis. Penguasaan ketiga bahasa ini wajib bagi kelulusan Secondary School dan bahasa Inggris masuk dalam ekstra kurikuler tetapi apabila melanjutkan ke university maka bahasa pengantar adalah bahasa Inggris. Itulah sebabnya orang Luxemburg sangat fleksibel ditempatkan dimana mana dan assetnya ada diseluruh dunia.

India :

Ini adalah Negara dengan populasi terbesar nomor dua di dunia setelah China (Indonesia nomor 4). Masalahnya relative sama dengan di Indonesia yaitu kesenjangan antara yang berpendidikan tinggi dan tidak terdidik dengan baik. Bahasa daerah juga sama banyaknya dengan di Indonesia, tetapi bahasa pengantar di sekolah bahasa Inggris sejak mulai sekolah dasar sampai university, kecuali pelajaran bahasa nasional, sejarah dan bahasa daerah. Karena sejak SD sudah berbahasa Inggris, sehingga orang India ini kalau presentasi benar benar memukau dengan bahasa Inggris yang bisa meliuk liuk seperti tari ular. Mereka bangga, ‘the world is now controlled by Indian Brain’, ada benarnya juga.

Kuwait :
Bahasa nasional jelas Arab, tetapi anak anak balitapun kebanyakan sudah mengenal dua bahasa Arab dan Inggris karena orang tuanya sudah memperkenalkan dua bahasa sejak dari rumah. Di sekolah negeri dan swasta baik untuk Kuwaitis maupun orang asing semuanya sudah dua bahasa dengan ekstra kurikuler bahasa Perancis atau bahasa lain. Meskipun kebanyakan orang Kuwait melanjutkan perguruan tinggi/universitas di luar negeri seperti UK, Canada, Amerika dan Australia, bukan berarti universitas di Kuwait berbahasa pengantar Arab tetapi sudah murni bahasa Inggris. Sehingga memasuki lapangan kerja, kemampuan bahasa asingnya jauh diatas sempurna dan sudah siap menghadapi tantangan global. Kuwait ini termasuk negara mini dengan sumber daya alam hanya dari minyak saja, tetapi investasinya juga dimana mana, sehingga tercatat sebagai salah satu negara terkaya dunia. Untuk anak sekolah semua bangsa di Kuwait, wajib belajar bahasa Arab sebagai AFL (Arabic as First Language) atau nama lainnya yang intinya wajib menguasai bahasa Arab untuk dipakai sehari hari.

Kembali ke negeri tercinta Indonesia, mau dibawa kemana anak anak sekolah di Indonesia kalau ngomong bahasa asing saja dilarang.. Repot memang pada saat ekonomi Indonesia diakui dunia, anak anak kita ini tidak dipersiapkan dengan baik untuk menghadapi tantangan ekonomi global dimasa depan. Sudah saatnya bangsa ini berani berinteraksi, berkomunikasi dan bersaing langsung diluar negeri dengan bangsa lain. Lihat wajah wajah ceria pada photo photo disamping ini, mereka pelajar di Kuwait yang sedang mempersiapkan masa depan dengan belajar bahasa Mandarin juga meskipun belum tahu benar dimana letak negara China dan kenapa harus mempelajari bahasanya.
.

Terima kasih, sudi membaca uneg uneg saya
Susy

Advertisements

One response to “System Pengajaran Bahasa Di Sekolah

  1. bener banget mbak!
    saya sendiri sering merutuk dalam hati, kenapa founding fathers indonesia dulu tidak menetapkan bahasa inggris saja sebagai bahasa nasional. pasti saat ini kondisi indonesia beda(dalam hal persaingan global)…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s