Monthly Archives: November 2010

Yang Gratis Dan Murah Di Kuwait

Saat tulisan ini saya buat, Indonesia lagi geger masalah Sumiati yang digebuki di Saudi Arabia, geger juga katanya Pemerintah Tidak Melakukan Perlindungan Tenaga Kerja di Timur Tengah dan segala macam sumpah serapah terhadap performance pemerintah dan kelakuan orang Arab yang katanya brutal dan tidak manusiawi. Saya sampaikan juga kita disini baik baik saja. Indonesia juga punya Robot Gedek, Babe, Sumanto, Ryan dan lain lain yang suka membunuh orang. Dimanapun manusia sama saja, baik yang Arab, Indonesia, China, Eropa dan lain lain selalu ada yang baik dan ada pula beberapa ‘makhluk’ yang tidak berperi kemanusiaan.

Nah dibawah ini, saya uraikan yang baik baik saja di Kuwait. Kan enak membicarakan yang 99 % daripada mengulas ‘makhluk’ yang cuma 1 %. Yang saya bicarakan adalah yang Serba Gratis dan Murah di Kuwait. Membicarakan yang Gratisan biasanya langsung banyak yang senang, paling tidak kalau judul tulisan ada kata ‘Gratis’ langsung pengunjung blog ini langsung melonjak tajam. Tidak semuanya 100 % gratis tetapi kalau dibandingkan negeri tercinta kita Indonesia, jelas akan membuat Sumiati Sumiati yang lain akan tergoda datang ke Timur Tengah, khususnya Kuwait karena di negeri sendiri hampir semua serba bayar. Diantara yang Gratis dan Murah Di Kuwait adalah sbb :

  • Pajak Penghasilan :  Di Kuwait belum mengenal pajak penghasilan. Konsepnya sangat simpel, ‘mau dapat uang ya harus kerja atau memberi jasa bukan mengutip kesana kemari’. Itulah sebabnya kenapa banyak Sumiati Sumiati yang berduyun duyun datang ke Middle East.
  • Harga Mobil Hanya 40 % Dari Harga Mobil di Indonesia :  Yang ini No Comment saja kenapa bisa semurah ini. Mungkin bea masuk mobil import di Indonesia terlalu tinggi. Tetapi kenapa yang assembling Indonesia juga tinggi ya. Baca : Harga Mobil di Kuwait. Mobil bekas lebih hancur lagi harganya. Bisa dilihat di : Q8Showroom atau Q8Car. Yang baik dan mobilnya dishodaqohkan juga ada, Baca : Dapat Shodaqoh Mobil
  • Tilpun Gratis :  Tilpun rumah (bukan telpon seluler) sampai saat ini juga masih gratis untuk bertelpon ria lokal. Sebenarnya tidak 100 % gratis, karena pada saat anda mengajukan pemasangan maka anda harus bayar KD 25, tapi nggak apa apa, hitung hitung sebagai pengganti harga unit telepon yang dipasang dirumah kita.
  • Listrik Gratis :  Kurang jelas sebenarnya listrik bayar atau tidak karena Rumah atau apartement di Kuwait tidak memiliki meteran listrik seperti di Indonesia. Dan kita sebagai expatriate tahunya cuma pakai saja karena kita cuma penyewa rumah. Listrik tidak dibatasi seperti di Indonesia, jadi kita bisa beli dan pakai alat elektronik yang ‘watt’nya besar sekali misal Pemanas Ruangan, TV besar, Kulkas besar dan berbagai macam elektronik yang kira kira kalau dinyalakan semua di Indonesia maka satu kecamatan akan njeglek semua. Kemungkinan seperti tilpun, hanya bayar biaya pemasangan saja.
  • Air Gratis :  Sama dengan listrik, meteran air dirumah rumah juga sulit ditemukan. Beberapa rumah memang ada meteran airnya, contohnya adalah rumah saya tetapi bertahun tahun saya tinggali belum pernah saya ketemu petugas pencatat meteran air. Tahun lalu, dikoran sempat ramai membahas usulan anggota parlement agar air dan listrik dikenai biaya. Tetapi oposisi menolak mentah mentah dengan jawaban singkat dan tegas “Berapa orang asing lagi akan didatangkan ke Kuwait hanya untuk mencatat meteran air dan listrik ?”. Setelah itu sepi kembali sampai sekarang.
  • Kesehatan Hampir Gratis :  Pada saat pertama kali datang di Kuwait dan membuat residency permit dan civil ID, biaya pembuatan sudah termasuk health insurance. Ternyata health insurance ini bisa dipakai untuk semua rumah sakit pemerintah. Seorang kawan yang pernah mencoba Health Insurancenya di RS Pemerintah ternyata hanya dikenai biaya KD 1.5 (sekitar Rp 45.000) saja untuk melahirkan (persalinan) anak. Rumah sakit swasta sudah tentu tidak gratis. Karyawan perusahaan besar umumnya memiliki rumah sakit sendiri untuk karyawannya yang tentu saja gratis.
  • Jalan Tol Gratis :  Jalan raya (highway) di Kuwait sangat mulus dan jauh lebih lebar dan mulus dibanding jalan tol di Indonesia. Mungkin kalau di Indonesia akan diberi nama ‘Jalan Tol Executive’ atau ‘Jalan Tol Business Class’. Di Kuwait, semuanya gratis, tidak ada gardu pungutan dan kendaraan bisa melaju dengan kecepatan yang diijinkan 120 Km/jam, kenyataannya banyak yang melaju diatas 160 Km/jam.
  • Parkir Gratis :  Parkir umumnya gratis, yang bayar hanya dibeberapa tempat saja seperti airport dan tempat parkir khusus. Mall besar seperti Avenue Mall, Marina Mall dan lain lain juga masih gratis pada saat tulisan ini dibuat. Tetapi ditempat lain tinggal surukkan saja mobil dimanapun juga dan jangan kaget kalau mobil anda nanti tidak bisa keluar karena terhalang oleh mobil lain yang tahu tahu parkir menutupi dibelakang mobil anda.
  • Pak Ogah Gratis :  Tidak ada Pak Ogah atau polisi Gopek yang mengatur lalu lintas kalau kita mau putar arah atau menyebrang jalan ramai. Cukup beri kode dengan tangan atau dengan lima jari dikuncupkan maka semua mobil akan berhenti mempersilahkan kita lewat.
  • Tidak Ada Pungutan Di Airport :  Beda dengan Airport Cengkareng, di Kuwait sama sekali tidak dijumpai desk/loket Airport Tax, Fiskal, loket khusus TKI atau loket tempat bayar Bea Impor Barang Bawaan seperti yang akan diberlakukan tahun 2011 nanti. Bersih, saking bersihnya loket saja tidak ada. Baca :  Mulai 2011 Barang Bawaan Dikenai Bea Impor

Sebagai penggemar berat ‘Yang Serba Gratis’, terus terang saya masih belum puas dengan semua item diatas. Saya masih ingin lebih banyak lagi Gratisan di Kuwait ini.

DSLR Camera Dilarang Di Kuwait Gara Gara ‘Gayus’

Yang punya berita sekaligus perkara adalah Indonesia, yaitu lolosnya Gayus dari penjara kepolisian antara tanggal 4 – 6 November 2010. Saat itu Gayus, tahanan kepolisian perkara penggelapan pajak tertangkap oleh kamera wartawan Kompas Agus Susanto saat sedang asyik nonton Tenis di Bali dengan menggunakan rambut palsu. Baca : Orang Mirip Gayus Nonton Tenis Di Bali.

Rupanya hingar bingar berita Gayus lepas di Indonesia ini begitu gencar diberitakan TV BBC, CNN, Al-Jazeera, KTV dan ratusan TV negara tetangga Kuwait. Dan setiap ada peristiwa tentu saja ada hikmahnya. Entah karena ‘lesson learn’ dari Indonesia diatas atau bukan yang jelas  Ministry ministry di Kuwait telah sepakat membuat keputusan kilat, yaitu melarang penggunaan DSLR Camera ditempat umum. Kurang jelas, dilarang karena ukurannya yang besar, lensa zoomnya terlalu besar atau alasan apa. Sebab camera pocket atau lebih dikenal dengan point and shot camera dan juga camera HP tetap seperti biasa alias tidak dilarang sama sekali dan bebas dipakai dimanapun juga. Yang saya sesalkan, apa jadinya blog ini kalau tidak ada ilustrasi photo.

NOTE : Pelarangan DSLR Camera dibawah telah ditarik kembali Dec 2010. Horeeeeee Horeeeee !!!!!! (Ardi’s Family 3 Dec 2010)

Multi ministry camera ban frustrates artists

Published Date: November 20, 2010
By Abdullah Al-Qattan, Staff Writer

KUWAIT: After the ban three ministries placed on photography, most Kuwaiti youth are a bit confused about what to do with their cameras if they can’t use them in public and why such laws were implemented in the first place. The Ministry of Information, Ministry of Social Affairs and Ministry of Finance recently came to the conclusion that photography should be used for journalism purposes only. This has resulted in the ban of Digital Single Lens Reflex Cameras (DSLRs) in public, on the streets and in malls.

What most Kuwaiti photographers have come to wonder is how such a decision could be reached by authorities, especially considering that digital cameras and cell phone cameras have the same abilities. What most people think of photography as a hobby has become a bit misguided due to the fact that the country has so little exposure to art. While using a DSLR, passersby may wonder if the camera is being used for the wrong reasons.

Mohammed Al-Eisa, who picked up photography as a hobby more than 10 years ago, said that he has decided to take photos of animals or still life due to the fact that these subjects don’t mind having their picture taken and don’t make a scene. “I started facing problems the very first day I bought my camera,” Mohammed added.

What often happens is that a big black camera tends to worry people. Taking a picture of a stranger would seem like much less of an issue if you were using a more discreet camera or even a cell phone. Mariam Al-Fodiry said that she has faced similar problems with her hobby and that being a girl doesn’t help at all. She said that in some cases it makes the problem even worse. “Switching to abstract and landscape photography was one the options I considered after getting into enough trouble,” Mariam said.

Majed Al-Saqer said that sometimes people stop him while he is in his car with his camera, as if he were planning to kill someone with it. He said that he isn’t sure what the real problem is, whether it is people taking photos of each other or the size of the camera.

Orchard Road, Ada Apa Di Jalan Ini

Tulisan ini saya persembahkan bagi pembaca blog ini yang akan bepergian ke Singapore atau bagi siapa saja yang belum pernah ke Singapore. Paling tidak anda bisa terlebih dahulu membayangkan seperti apa jalan yang sangat terkenal diseluruh dunia ini. Sebenarnya jalan ini tidak terlalu istimewa, sepanjang jalan penuh dengan Mall modern yang relative sama dengan di Jakarta. Kalau anda sering keluar masuk mall di Senayan Mall, Pondok Indah Mall, Plaza Semanggi, Senayan City atau mall besar lain di Indonesia, rasanya tidak akan ada surprise kalau anda datang ke Singapore. Mall di Indonesia jauh lebih besar dan luas karena daratan Indonesia jauh lebih luas dibanding Singapore. Pemerintah Singapore cukup cerdik, kebanyakan Mall di Singapore termasuk Orchard saling dihubungan satu dengan lainnya sehingga saat berada didalam mall di Orchard rasanya seperti berada di Mega Mall yang luar biasa besar, tahu tahu keluarnya sudah di mall yang lain.

Orchard Road ini semacam ‘Malioboro’nya Singapore dalam arti lebih panjang, lebih lebar, lebih bersih dan tidak terkontaminasi polusi asap kendaraan bermotor. Kereta api bawah tanah (MRT) tersedia dan cukup lancar dan pemberhentian cukup banyak seperti di Dhoby Gaut, Wisma Atria dan lain lain. Bus Kota segala jurusan juga cukup lancar dan juga Taxi. Antrian untuk naik bus dan taxi sangat tertib dan jangan sekali kali nyerobot karena sopir taxi sangat patuh dan tidak mau sama sekali menaikkan calon penumpang yang nyerobot.

Di sepanjang jalan ini penuh dengan hotel, pertokoan atau mall besar dan kecil sampai pedagang kaki lima. Tercatat toko yang tertua adalah Tangs, sudah ada di Orchard sejak 1950 dan sekarang namanya menjadi Tang Plaza. Barang yang diperdagangkan di pertokoan dan mall di sepanjang Orchard umumnya adalah barang ‘branded’ dan mahal. Barang murah juga ada tetapi tetap saja jauh lebih mahal dibandingkan ditempat lain seperti di China Town, Little India atau lainnya. Baca : Belanja Ngirit Di Mustafa Center

Tempat shopping sepanjang Orchard Road ini adalah :

  • Ngee Ann City : Merupakan mall terbesar di Orchard Road. Produk ‘branded’ yang ada disini diantaranya adalah Vacheron Constantin, Louis Vuitton, Hermès, Burberry, Loewe dan Chanel. Ada juga Department Store besar dari Jepang yang bernama Takashimaya dan toko buku Kinokuniya.
  • ION Orchard : Lumayan baru karena dibuka tahun 2009 dan barang ‘branded’ yang buka disini diantaranya adalah Prada, Giorgio Armani, Louis Vuitton, Dior, Dolce & Gabbana, Cartier dan Patek Philippe.
  • The Paragon : Gucci, Miu Miu, Prada, Coach, Burberry dan Metro Department Store dan juga Marks & Spencer semua buka di mall ini. Kalau anda punya anak kecil, bisa mampir ke Toys ‘R’ Us. Kelaparan, restaurant juga banyak di mall ini.
  • Lucky Plaza : Merupakan pertokoan elektronik yang sangat ramai sekali terutama pada saat saat jam makan karena dibagian belakang terdapat food court yang sangat sibuk dan sangat tidak nyaman untuk makan. Kios kios elektronik umumnya kecil kecil dengan karyawan berkebangsaan Philipine
  • Wisma Atria : Namanya sangat Indonesia sekali karena memang dulunya adalah gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Food Court dilantai 4 lumayan nyaman dan enak. Bread Talk ada digedung ini dan MRT Station ada dilantai bawah termasuk jalan tembus ke seberang jalan (nyeberang jalan di Orchard harus lewat bawah tanah).
  • Far East Plaza : Mall ini paling banyak dipenuhi para ABG dan juga banyak terlihat anak anak sekolah yang masih pakai baju seragam. Yang asyik pacaran juga mudah dilihat karena umumnya yang dijual barang fashion anak anak muda. Katanya sih murah dan cocok dengan uang saku anak sekolah, tapi menurut saya tetap saja lebih murah di Indonesia.
  • Plaza Singapore : Letaknya paling ujung dan dekat dengan Istana (tempat tinggal Presiden Singapore). Careffour, Cineplex, Yamaha Music, Bose dan lain lain ada disini.
  • Orchard Central, Orchard Towers, The Centerpoint, The Hereen Shop, Forums The Shopping Mall, Shaw House And Centre, Palais Renaissance, Wheelock Place, Liat Towers dan lain lain.

Meskipun umumnya barang barang ‘branded’ yang dijual di Orchard harganya sangat mahal, ada saat tertentu harganya turun sampai lebih dari 50 %, terutama pada saat Singapore Great Sale. Biasanya sekitar bulan July – Agustus dan Desember. Mencari orang Indonesia di jalan ini juga tidak terlalu sulit, hampir setiap 10 meter kita bisa mendegar orang berbicara dalam bahasa Jawa, Sunda  atau bahasa Indonesia. Tetapi kalau kesulitan mencari orang Indonesia, cobalah datang ke toko Sex Shop di lantai dasar Lucky Plaza, kalau nggak salah salah bernama House Of Condom. Turis bule tidak tertarik masuk ke toko seperti ini karena dinegaranya sangat banyak, tetapi bagi turis Indonesia menjadi daya tarik tersendiri. Saya perhatikan, turis Indonesia yang mengunjungi toko ini selalu berombongan antara 2 sampai 4 orang, baik rombongan bapak bapak atau ibu ibu semuanya cekikikan. Suasana didalam benar benar penuh canda tawa, kadang terdengar bisik bisik lalu diikuti tawa cekikikan dan terkadang nyeletuk sekenanya membuat semua orang tertawa. “Hwalah hwalah…. gebuk maling saja kok dijual di Orchard Road……”.