Hati Hati Banyak Madam


Pingin tahu kebiasaan orang Arab ? Bagaimana perasaan anda seandainya tiba tiba harus mengikuti suami bekerja, pindah kerja atau ditugaskan di Middle East ?. Kalau anda masih di Indonesia, saya yakin 100 % informasi yang anda dapat pasti dari jamaah haji/umroh yang pernah datang ke Saudi Arabia. Saya masih ingat betul wejangan wejangan yang pernah disampaikan ke saya seperti ‘Ati ati yo nduk, disana nanti jangan naik taxi sendiri, nanti dibawa lari sopir taxi’, ‘Kalau naik taxi harus suamimu dulu, kalau kamu duluan nanti sopir taxinya langsung tancap gas’, ‘Hati hati dengan orang Arab yo nduk, badannya besar kalau jalan suka main tubruk saja’, ‘Hati hati kalau ke kamar kecil, banyak laki laki Arab yang menyamar jadi perempuan dengan memakai abaya hitam’ dan lain lain wejangan yang sangat menyeramkan.
.
Percayalah, semua nasehat diatas tidak benar dan terlalu didramatisir, menakutkan dan sangat tidak sesuai dengan kenyataan. Manusia dimanapun sama saja, tidak cuma di bumi Arab ini, di Eropa, Amerika, Afrika dan Indonesiapun juga banyak kejadian kejadian yang diluar nalar sehat manusia. Di Indonesia juga ada kasus Ryan, Robot Gedek, Babeh yang sangat kejam, sadis dan tidak berperi kemanusiaan. Tetapi apakah bisa kita men’generalisasi’kan bahwa semua orang Indonesia seperti itu ?. Nah, di Timur Tengah, khususnya Kuwait sini bisa saya katakana jauh lebih aman dari di Indonesia dalam segala hal. Baca tulisan saya berjudul Cerita Tentang Sofa Dan Kereta Belanja
.
Yang saya ketahui tentang orang Arab, baik Arab Mesir, Arab Lebanon, Arab Syria, Arab Bahrain, Arab Oman, Arab UAE, khususnya Kuwait adalah sangat sangat menghargai wanita. Ngantri selalu wanita didahulukan, Jalan kaki dan nyeberang jalan selalu mobil berhenti dulu mempersilahkan kita nyeberang, kalau naik mobil dan minta jalan untuk memotong cukup memberi tanda dengan kelima jari tangan dikuncupkan. Hal sederhana semacam ini tidak pernah saya alami di kemacetan jalan di Jakarta. Kalau di Jakarta kita mau nyeberang jalan saja susahnya bukan main, bukannya mobil berhenti dulu memberi jalan, tetapi malah tancap gas agar kita minggir kembali. Baca tulisan saya Ngantri, Ladies First
.
Soal senyum memang rasanya orang orang Arab sangat mahal sekali, tetapi kalau sudah kenal , rasanya tertawa terbahak bahakpun sangat OK. Lihat photo photo diatas, ada Omar yang tegang sekali menatap kamera di Pasar Jumat padahal orangnya sebenarnya cukup ceria, Ali sedang ngajari joget dan lagu Arab di Al Manshar, lagunya ‘Fatma…Fatma…My Beautiful Fatma ….’ , Ada juga Arab Arab di Junk Yard Amghara yang minta diphoto bersama ketika melihat kita membawa tustel dan yang paling sering adalah kedatangan anak anak remaja Kuwaitis untuk latihan ngeband bersama dirumah kita atau dirumah mereka.
.
Lalu apa yang ditakutkan kalau ke Timur Tengah, khususnya Kuwait. Jawaban saya cuma satu, yaitu ‘Madam’. Madam sangat perlu ditakuti karena Di Kuwait Madam tak akan pernah salah. Kalau sedang nyopir terutama dijalan sempit atau tempat parkiran, para Madam ini sering salah jalan. Madam tidak akan pernah salah,  tetap saja ngotot dia yang dijalur benar. Hebatnya, para lelaki Arab selalu memberi jalan meskipun tahu Madam tadi yang salah jalan.
.
Kebiasaan Madam yang lain di Kuwait adalah ber’HP’ ria. Dimana mana selalu HP nempel ditelinga dan kalau sedang ngobrol, tangan kanan memegang HP di telinga dan tangan kiri digerak gerakkan berputar putar. Bagi kita terasa agak aneh, kenapa ngobrol dengan telpon seluler, tangan sebelah kiri selalu bergerak berputar putar. Pagi hari saat matahari baru saja muncul saya sudah berangkat mengantar anak anak ke sekolah ke kota, selalu saja jalanan macet padat merayap. Kenapa ? karena semua Madam mengantar anaknya berangkat sekolah juga, tangan kanan memegang HP dan tangan kiri berputar putar, setir tidak dipegang sama sekali.  Memang luar biasa hebat, di Kuwait banyak mobil melaju tanpa ada yang mengemudikan setir, sehingga wajar saja kalau kita sedang jalan jalan keliling kota selalu saja melihat mobil yang nyelonong naik trotoar, nabrak pohon atau saling tumbur dari belakang.
.
Jalan jalan di Mall juga harus hati hati, jarak aman minimum setengah meter dari para Madam yang sedang jalan jalan shopping di Mall. Kurang dari setengah meter bisa jadi anda akan ‘kesampluk’ tangan kirinya yang selalu bergerak berputar putar kalau sedang bicara dengan telpon seluler. Mas Ardi paling senang berjalan didepan Madam yang sedang asyik ber’HP’ ria di Mall. Dia tahu benar para Madam ini remnya blong sehingga selalu saja nabrak mas Ardi kalau tiba tiba mas Ardi ‘sengaja’ melambatkan jalan atau berhenti mendadak. ‘Nggak apa apa dik, nggak ada yang luka kok, bempernya besar dan empuk…’ kata mas Ardi ketika meyakinkan saya saat ditabrak Madam di Avenue Mall. ‘Dik, baru kali ini saya ditabrak tidak tersungkur tapi malah ‘berdiri’…….‘ Hwah &%$)^!!!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s