Napak Tilas Si Bongkok Dari Notre Dame


Waktu kecil dulu saya sering melihat film bisu Si Bongkok Dari Notre Dame. Filmnya masih hitam putih dan gerakannya sangat cepat seperti film film Charlie Chaplin. Begitu sudah agak gedean, saya juga baca novelnya yang ternyata berjudul The Hunchback Of Notre Dame dan dibuat oleh Victor Hugo pada tahun 1831. Dan sekarang saya baru bisa melihat dengan mata kepala sendiri tempat dimana film itu dibuat dan tempat dimana Victor Hugo terinspirasi membuat cerita yang begitu terkenal diseluruh dunia.

Bangunan Cathedral Notre Dame masih seperti yang digambarkan dalam film dan novel diatas bedanya saat ini banyak dipenuhi turis dari segala penjuru dunia karena memang digunakan sebagai obyek wisata. Benar benar terletak di tengah tengah kota Paris yaitu didaerah Ile De France atau tepatnya di 6 Parvis Notre-Dame, Place Jean-Paul II, 75004, Paris, France. Terletak di tepi sungai Seine yang membelh kota Paris. Untuk menuju ke tempat ini cukup naik Les Cars Rouges Hop On Hop Off Bus saja, tarif relatif tidak terlalu mahal.

Seperti obyek wisata lain di Paris, disekitar cathedral ini juga banyak kios kios souvenir, sesuatu yang tidak digambarkan atau ditulis oleh Victor Hugo dalam bukunya, karena memang saat buku ditulis dulu belum ada kios souvenir. Orang berciuman didepan umum seperti digambarkan difilm juga tidak ada, rasanya film film yang sering kita saksikan terlalu berlebihan sehingga seolah olah semua orang Paris suka ceprat ceprut berciuman ditempat umum. Memang ada sih, tetapi langka dan tidak sedramatis di film.

Orang ngemis, copet, mabuk bawa botol dan ngamen juga ada di sekitar Cathedral. Saya kira ini khas kota besar dimanapun juga. Jadi tetap hati hati dengan barang bawaan anda dimanapun kita berada. Saya tidak melihat langsung ada kejahatan sih ditempat ini, tetapi ada orang yang mengingatkan kita untuk hati hati dengan tas bawaan kita. Antrian untuk masuk kedalam gedung panjangnya bukan main, jadi nggak ada gunanya buang buang waktu ditempat ini. Cukup jeprat jepret photo dari luar saja dan sudah tentu ikut desak desakan mencari souvenir di kios kios terdekat.

Lonceng yang menurut cerita selalu dibunyikan oleh si bongkok ternyata sampai saat ini masih berdentang, bedanya kalau dulu untuk membunyikan dengan cara manual atau ditarik, sekarang sudah menggunakan motor mesin dan berbunyi setiap jam. Jumlahnya lonceng ada lima buah, yang terbesar bernama Emanuelle dengan berat 13 Ton terletak di menara sebelah selatan dan yang 4 buah terletak di menara utara.

Yang saya heran sekaligus kagum ditempat ini bukan Cathedralnya yang berarsitektur Gothic, tetapi sungai Seine disebelahnya dan toilet umum disekitar bangunan Cathedral. Dalam hati saya mengatakan kenapa sungai selebar ini kok tidak ada satupun orang yang mandi atau sedang jongkok buang hajat. Terus terang saya benar benar masih gagap tehnologi, toilet umum ditempat ini begitu canggih dan membingungkan, apalagi petunjuknya bahasa Perancis yang tidak kita ketahui sama sekali bagaimana cara buka dan tutup pintunya. Seandainya ada satu saja yang jongkok disungai Seine, pasti saya akan mengikutinya daripada kebingungan grothal grathul didepan toilet umum ini. Si Bongkok dulu pasti jongkok di sungai Seine ini ….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s