Monthly Archives: September 2010

Obat Jreng Dari Haw Par Villa Singapore

Siapa saja kalau ke Singapore yang dikunjungi pasti obyek obyek yang sudah ngetop seperti Orchard Road, Sentosa Island, China Town atau Merlion Park. Nggak salah sih berkunjung ke tempat tempat itu karena memang promosi tempat tempat tersebut juga gencar dimana mana diseluruh dunia. Cuma harus mengerti juga karena semua turis dari segala penjuru dunia tujuannya ketempat tersebut akibatnya  mahal di ongkos. Taksi harus ngantri panjang sekali dan lama, kalau ada tiket masuk biasanya juga sangat mahal sekali, contohnya tiket tiket permainan di Sentosa Island dan kalau njajan atau cari makan ditempat ramai seperti ini  tentu cukup membuat kita berdiri tegak.  
Kalau mau hemat di Singapore, cobalah mengunjungi Haw Par Villa. Semacam ‘Gunung Kawi’nya Singapore. Tidak terkenal sama sekali tetapi menjadi salah satu tujuan Ardi’s Family karena ketidak terkenalannya itu. Semakin tidak terkenal semakin ingin tahu, semakin mblusuk semakin dicari. Yang kita kunjungi kali ini adalah tempat para paranormal sering berkunjung dan juga tempat orang orang yang keluar masuk bawa sesajen macem macem. Tujuannya mereka sudah bisa diduga, apalagi kalau bukan klenik atau minta rejeki sacara kilat tanpa bekerja. Beberapa patung konon katanya punya nilai mistis tinggi dan disakralkan dan mudah diketahui dari banyaknya sesajen dibawahnya.

Haw Par Villa adalah sebuah taman yang berisi beraneka macam patung patung mythology China. Jadi kalau mau belajar tentang mythology China silahkan datang ketempat ini. Letaknya di Pasir Panjang Road, dan bisa dicapai dengan bus kota atau taxi. Bus yang melewati Haw Par Villa ini cukup banyak, saya catat ada bus dengan nomor 10, Bus 30, Bus 51, Bus 143, Bus 200, Bus 175, Bus 188 dan Bus 176.  Hapal karena nunggu taxi kosong nggak lewat lewat. Kereta api (MRT) juga ada didekat tempat ini, nama stationnya Haw Par Villa MRT Station. Kalau anda masuk ketempat wisata ini, yang pertama kali anda rasakan adalah seperti pernah datang kesini, apalagi kalau anda pengguna balsem kerik dengan merk Tiger Balm. Tempat ini dulunya memang milik pengusaha balsem Tiger Balm bernama Aw Boon Haw dan Aw Boon Par dan baru tahun 1985 dijual ke Singapore Tourism Board dan dibuka kembali untuk umum tahun 1990 dengan nama baru dari Tiger Balm Garden menjadi Haw Par Villa.

Isinya berbagai macam patung mythology China, mulai patung seperti terpampang pada botol anggur cap jenggot sampai patung Dewi Kwan Im. Yang lain lain saya tidak tahu namanya tetapi sepertinya menggambarkan kehidupan manusia mulai dari dunia sampai akherat karena beberapa patung ada yang menggambarkan orang sedang disiksa di neraka. Photo neraka tidak ditampilkan diblog ini karena penyiksaan yang digambarkan terlalu sadis untuk ditunjukka. Silahkan mencari di google saja kalau ingin tahu. Jumlah patung katanya sampai 1000 dengan sekitar 150 diorama yang menggambarkan legenda China, mythology China atau ajaran Confusianism. Ada patung Budha tertawa, Naga China yang panjang sekali dan yang terpenting, ada toko souvenir China dan tempat makan yang sudah tentu jauh lebih murah daripada tempat makan di obyek wisata lain di Singapore.

Yang menarik, penjual obat dan souvenir di kios kios Haw Par Villa ini selalu berpromosi,  katanya actor Gerard Depardieu pernah datang ke tempat ini dengan actor Robert De Niro dan memborong balsem. Tujuannya untuk pembangkit ereksi hanya dengan dicampur sedikit air dari kolam ditempat ini.  Rupanya sedang asyik mendengar ceramah penjual obat tadi, mas Ardi suamiku tercinta sudah kabur menjauh, mungkin  takut saya ikutan memborong balsem Tiger Balm kayak Robert De Niro. Nggak kebayang deh seandainya nanti malam mas Ardi saya gosok dengan lima botol Tiger Balm sekaligus, apa jadinya ya ? 

 

Napak Tilas Si Bongkok Dari Notre Dame

Waktu kecil dulu saya sering melihat film bisu Si Bongkok Dari Notre Dame. Filmnya masih hitam putih dan gerakannya sangat cepat seperti film film Charlie Chaplin. Begitu sudah agak gedean, saya juga baca novelnya yang ternyata berjudul The Hunchback Of Notre Dame dan dibuat oleh Victor Hugo pada tahun 1831. Dan sekarang saya baru bisa melihat dengan mata kepala sendiri tempat dimana film itu dibuat dan tempat dimana Victor Hugo terinspirasi membuat cerita yang begitu terkenal diseluruh dunia.

Bangunan Cathedral Notre Dame masih seperti yang digambarkan dalam film dan novel diatas bedanya saat ini banyak dipenuhi turis dari segala penjuru dunia karena memang digunakan sebagai obyek wisata. Benar benar terletak di tengah tengah kota Paris yaitu didaerah Ile De France atau tepatnya di 6 Parvis Notre-Dame, Place Jean-Paul II, 75004, Paris, France. Terletak di tepi sungai Seine yang membelh kota Paris. Untuk menuju ke tempat ini cukup naik Les Cars Rouges Hop On Hop Off Bus saja, tarif relatif tidak terlalu mahal.

Seperti obyek wisata lain di Paris, disekitar cathedral ini juga banyak kios kios souvenir, sesuatu yang tidak digambarkan atau ditulis oleh Victor Hugo dalam bukunya, karena memang saat buku ditulis dulu belum ada kios souvenir. Orang berciuman didepan umum seperti digambarkan difilm juga tidak ada, rasanya film film yang sering kita saksikan terlalu berlebihan sehingga seolah olah semua orang Paris suka ceprat ceprut berciuman ditempat umum. Memang ada sih, tetapi langka dan tidak sedramatis di film.

Orang ngemis, copet, mabuk bawa botol dan ngamen juga ada di sekitar Cathedral. Saya kira ini khas kota besar dimanapun juga. Jadi tetap hati hati dengan barang bawaan anda dimanapun kita berada. Saya tidak melihat langsung ada kejahatan sih ditempat ini, tetapi ada orang yang mengingatkan kita untuk hati hati dengan tas bawaan kita. Antrian untuk masuk kedalam gedung panjangnya bukan main, jadi nggak ada gunanya buang buang waktu ditempat ini. Cukup jeprat jepret photo dari luar saja dan sudah tentu ikut desak desakan mencari souvenir di kios kios terdekat.

Lonceng yang menurut cerita selalu dibunyikan oleh si bongkok ternyata sampai saat ini masih berdentang, bedanya kalau dulu untuk membunyikan dengan cara manual atau ditarik, sekarang sudah menggunakan motor mesin dan berbunyi setiap jam. Jumlahnya lonceng ada lima buah, yang terbesar bernama Emanuelle dengan berat 13 Ton terletak di menara sebelah selatan dan yang 4 buah terletak di menara utara.

Yang saya heran sekaligus kagum ditempat ini bukan Cathedralnya yang berarsitektur Gothic, tetapi sungai Seine disebelahnya dan toilet umum disekitar bangunan Cathedral. Dalam hati saya mengatakan kenapa sungai selebar ini kok tidak ada satupun orang yang mandi atau sedang jongkok buang hajat. Terus terang saya benar benar masih gagap tehnologi, toilet umum ditempat ini begitu canggih dan membingungkan, apalagi petunjuknya bahasa Perancis yang tidak kita ketahui sama sekali bagaimana cara buka dan tutup pintunya. Seandainya ada satu saja yang jongkok disungai Seine, pasti saya akan mengikutinya daripada kebingungan grothal grathul didepan toilet umum ini. Si Bongkok dulu pasti jongkok di sungai Seine ini ….

Sarapan Pagi Di Kuwait

Orang Arab, khususnya Kuwait seringkali terheran heran dengan kebiasaan orang Indonesia makan nasi sepanjang hari. ‘Kamu setiap pagi, siang dan malam selalu makan nasi kenapa tidak gemuk gemuk ?’. Pantas sekali pertanyan seperti ini diajukan ke kita orang Indonesia yang umumnya postur tubuhnya kecil dan kelihatan lebih kurus dibandingkan orang Arab. Mereka menganggap makan nasi akan membuat badan menjadi gemuk karena pagi hari umumnya mereka cukup makan roti, toast atau shawarma (daging ayam/sapi cincang dibungkus dengan qobus atau semacam roti Arab) saja. Siang hari jarang makan dan kalaupun makan bukan makanan berat seperti nasi, tetapi cukup burger atau roti lagi. Dan malam hari benar benar makan berat, kira kira jatah orang Indonesia untuk 4 orang bisa dimakannya sendiri.

Lihat photo makan siang suami di kantor seperti gambar diatas, hanya terdiri dari roti dengan isi keju atau irisan kecil daging ayam, satu biji buah apel/jeruk, sedikit sayuran berupa irisan mentimun dan tomat dan roti kering atau biscuit plus minuman ringan, tissue dan tusuk gigi. Pada awalnya, suami selalu mengeluh kelaparan dengan menu makan siang seperti ini di kantor dan setiap pagi saya bekali nasi dan lauk pauknya untuk dibawa kekantor. Tetapi lama lama perutnya jadi perut Arab juga, kalau makan cukup malam hari dengan porsi Arab, jatah 4 orang dimakan sendiri.

Tidak seperti di Indonesia dimana kita dengan mudah mencari lontong sayur, bubur kacang hijau, gado gado atau ketoprak untuk menu makan pagi. Di Kuwait, agak agak susah karena umumnya restaurant buka jam 10:00 atau 11:00 siang. Yang buka pagi dan bisa untuk sarapan kebanyakan adalah restaurant burger seperti Mc Donald, Hardees, KFC dan semacamnya. Tetapi beberapa restaurant India ada juga yang buka pagi, tetapi tidak ada yang bisa dimakan karena mereka buka pagi hanya untuk membersihkan restaurant dan mulai memasak untuk siang harinya. Nasib baik kalau masih ada makanan tadi malam yang bisa dipesan kalau kita datang terlalu pagi.

Salah satu restaurant yang buka pagi hari dan sering dijadikan tempat nongkrong adalah di Pasar Ikan Al Quds Fahaheel. Letaknya sedikit ngumpet dibagian belakang pasar Ikan Al Quds sehingga nyaman untuk nongkrong berlama lama sambil guyonan atau sekedar bercengkerama dengan teman atau penjualnya. Ada 2 atau 3 restaurant kecil ditempat ini dan yang unik dan menarik adalah masakannya benar benar ‘Tailor Made’. Artinya, kita beli sendiri ikannya di pasar ikan, bisa beli ditempat lelang ikan atau di lapak lapak penjual ikan dan koki restaurant akan memasakkan ikan tersebut sesuai selera kita. Bisa pilih mau digoreng, dibakar atau dicincang, benar benar bisa ‘customize’ sesuai selera pelanggan.

Makanan yang siap saji tentu juga ada dan rasanya benar benar nikmat kala sudah terbiasa. Kalau belum terbiasa seringkali susah nelan karena rasa dan baunya terasa aneh di mulut dan hidung kita. Masakannya campuran antara India dan Arab, ada Chapatti, Qobus, Shawarma, Dosa, Apam Podi dan berbagai menu makan pagi ringan yang terlalu susah untuk diingat nama namanya. Cara makannya cukup dirobek Qobus atau roti Arabnya dan dicocolkan ke daging cincang atau ambil daging cincangnya dan letakkan dalam qobus lalu digulung dan siap makan. Nyem nyem nyem……enak tenan, mak nyooos….