Monthly Archives: August 2010

Guede Tenan First World Hotel Genting Highland

Saya pernah 3 jam kesasar atau tersesat nggak bisa keluar, tetapi kejadian ini di subway, stasiun kereta api bawah tanah di Moscow. Baca : Kesasar Di Russia, Ah Biasaaaa. Kebiasaan kesasar seperti ini sudah menjadi ‘trade mark’ Ardi’s Family. Kalau nggak kesasar rasanya nggak seru, dan nggak ada yang bisa diceritakan dalam blog ini. Kita memang paling suka jalan jalan sendiri tanpa bantuan siapapun, kemana kaki melangkah, selalu saja ada yang bisa ditulis dalam blog ini.

Kali ini kita sengaja nyasar didalam First World Hotel di Genting. Sebuah hotel terbesar nomor 3 didunia (sebelumnya pernah menjadi nomor 1 didunia sebelum dikalahkan oleh The Palazzo Hotel Las Vegas tahun 2008). Tahun 2006 tercatat dalam Guiness World Of Record sebagai hotel dengan jumlah room terbanyak di dunia, yaitu 6118 kamar. Gedung hanya terdiri dari dua tower saja dan masing masing hanya sampai tingkat 28. Tetapi lobby dan desk resepsionisnya buesar dan buanyaknya bukan main. Untuk check in saja harus mengambil nomor urut dari mesin yang banyak tersedia dan perlu waktu satu jam nunggu nomor kita dipanggil. Suasna lobby tidak ada bedanya dengan suasana menunggu nomor kita dipanggil di sebuah bank atau rumah sakit di Jakarta.

Jumlah lift juga ratusan dan dari resepsionis sudah ditentukan kita harus masuk ke kamar menggunakan lift nomor berapa. Tapi bukan Ardi’s Family kalau kita harus nuruti saran dari resepsionis, kita mencoba naik ke kamar menggunakan lift yang terdekat dan paling kosong dan sepi. Maklum di hotel ini semuanya serba self service, tidak ada bell boy yang membawakan koper koper kita. Tetapi hal ini malah menggembirakan kita karena kita bisa bebas tanpa dikawal untuk melihat lihat semua sudut hotel yang luasnya bukan main ini..

Ternyata pilihan lift paling kosong dan sepi adalah lift menuju Casino. Baru tahu setelah lift terbuka, tampaklah sebuah Casino besar dengan gate pemeriksaan layaknya sebuah bandara. Sambutan petugas begitu ramah sekali, koper kita langsung dibawakan dan diperiksa dengan mesin X Ray, passport diperiksa untuk memastikan kita bukan warga negara Malaysia karena warga negara Malaysia dilarang masuk ke Casino ini.

Bukan Ardi’s Family kalau kita tidak berani blusak blusuk meskipun harus mengucapkan bismillah dan astaghfirullah berkali kali. Orang tua dan anak anak dipisah masing masing dikawal oleh Casino Guide yang 100 % orang Indonesia. Saya perhatikan, pengunjung kesasar berpassport India akan dikawal oleh Casino guide dari India, pasportnya ‘Jepang’ maka casino guidenya Jepang pula dan passportnya China maka akan dipanggil Casino Guide berbahasa ibu China. Sayang nggak bisa diphoto. Si guide ngerti bahwa kita bukan penjudi, maka yang dijelaskan hanya nama nama permainan dan sesekali merayu agar kita mencoba salah satu permainan. Anak anak jauh dari pantauan saya, ternyata mereka diberi coin gratis untuk mencoba permainan permainan. Akibatnya fatal, begitu sampai dikamar merengek rengek minta ke Casino. ‘Hush !!! Haram ….., Nanti Ke Theme Park saja…’

Keluar dari casino, perjalanan tidak langsung masuk ke kamar, tetapi melihat pemandangan diluar dari dalam hotel, ada tempat khusus untuk memandang panorama sekitar dihotel ini. Ternyata diluar berkabut tebal meskipun baru jam 2 siang. Theme Park dan pemandangan pegunungan dengan kabutnya yang tebal diluar tidak membuat kita surprise karena sudah sering melihat hal semacam di Indonesia.

Salam, Tunggu cerita  selanjutnya tentang Genting Theme Park Malaysia.

Jalan Jalan Ke ‘Royal Selangor’

Kalau ke Malaysia tanpa mengunjungi Royal Selangor rasanya rugi sekali. Royal Selangor ini sebuah nama untuk berbagai macam hiasan dan accesories rumah tangga terbuat dari Pewter, semacam campuran timah putih dan timah hitam yang diukir dan digosok sedemikian rupa sehingga berharga sangat mahal sekali. Bentuk hiasan bisa berupa asbak, vas bunga, piring dengan ornamen bunga, binatang atau pemandangan yang diukir dengan tangan dan sangat halus dan detail sekali. Pokoknya cocok dengan harganya yang mahal karena kualitasnya memang dijaga sedemikian rupa karena dieksport ke berbagai negara.

Lokasi pabrik pembuatan pewter ini di Kuala Lumpur, tepatnya di Jalan Usahawan, Setapak Jaya. Begitu memasuki gedung pabrik, yang terlihat pertama kali dihalaman pabrik adalah teko raksasa yang sampai saat ini masih tercatat sebagai teko pewter terbesar di dunia dan tercatat dalam guiness book of record sejak tahun 1985. Tempat parkirnya cukup luas dan tampak bus bus wisata yang parkir menunggu turis menyaksikan atraksi pembuatan pewter didalam gedung.

Kerajinan Pewter ini sudah ada sejak tahun 1885 dan yang mendirikan seorang China Malaysia bernama Yong Koon. Semula hanya berupa kios kecil bernama Ngeok Foh (Jade Palace) dan hanya membuat peralatan peralatan upacara keagamaan saja. Tetapi dengan kedatangan pemerintah kolonial Inggris di Malaysia, usaha Yong Koon bertambah maju dan besar sehingga nama pabrik diubah menjadi Selangor Pewter. Tahun 1970, perusahaan mulai export ke Singapore, Hongkong dan Australia dengan sukses besar dan mulai tahun 1992 nama perusahaan menjadi Royal Selangor International Sdn Bhd sampai sekarang.

Apabila anda masuk kedalam gedung, pelayanan staffnya sangat profesional sekali. Mereka tidak membedakan kita rombongan turis (group tour) atau turis perorangan. Semua dilayani dengan baik, mula mula dijelaskan tentang sejarah perusahaan, dikenalkan dengan pengrajin, ditunjukkan proses pembuatan dan diminta untuk praktek membuat sendiri. Kita diijinkan untuk mengukir, mengetok ketok dengan palu dengan petunjuk staff ahlinya.

Sejak dari hotel sampai tempat wisata manapun di Kuala Lumpur, boleh dikatakan semua penduduk cukup welcome terhadap turis terutama dari Indonesia yang terkenal pemurah dan suka memberi tips kepada tour guide, sopir dan kondektur tour bus. Tidak saya jumpai sedikitpun pedagang asongan yang ngejar ngejar turis dan memaksa turis untuk membeli asongannya. Memang saya akui Malaysia lebih piawai menjual turismenya dan kita Indonesia cuma bisa teriak teriak saja dan sedikit sekali usahanya untuk memperbaiki diri dan mendidik masyarakat untuk membantu sektor pariwisata terutama dalam hal pelayanan dan keamanan.

Salam….
Dari Susy yang sedang menikmati lagu lagu Indonesia di sebuah restaurant di Kuala Lumpur.
Dalam hati saya bertanya, salahkah saudara kita dari Indonesia ini menyanyi dan menarikan tari dan budaya Indonesia dihadapan turis di negeri orang ?

Selamat Ulang Tahun Anakku, Dinda

Tinggal di Kuwait terkadang ada rasa sedih juga kalau jauh dari keluarga dan saudara. Meskipun komunitas Indonesia di Kuwait begitu akrab, sangat baik dan bagaikan keluarga kita sendiri, terkadang muncul juga rasa rindu dengan keluarga asli kita di Indonesia. Rasa rindu akan muncul dengan sendirinya kalau kita sedang sakit atau sedang bergembira merayakan pesta untuk salah satu dari keluarga kita. Tidak hadirnya keluarga kita dalam acara acara keluarga tidak bisa tergantikan 100 % dengan hadirnya ‘keluarga baru’ komunitas Indonesia di Kuwait.

Oleh karena itu, ada rasa dendam kesumat pada saat kita kembali ke tanah air tercinta. Hanya beberapa hari saja setelah menginjakkan kaki ke tanah air, langsung saudara kita, Pudjo berinisiatif mengumpulkan  seluruh keluarga besar kita yang tinggal di Jakarta dengan acara yang di’ada ada’kan, pokoknya bisa kumpul bersama. Maklum sudah lama enggak ketemu. Kali ini adalah Buka Bersama sekaligus Ulang Tahun Ke 14 anakku yang nomor 2, Dinda   yang kebetulan bertepatan dengan tanggal 21 Agustus 2010.

‘Selamat Ulang Tahun Ya Nak, Meskipun Kamu Sering Membuat Bunda Sedih, Marah, Menangis Dan Repot Dipanggil Kepala Sekolahmu Karena Ulahmu, Bunda Tetap Mencintaimu dan menyayangimu. Insya Allah tetap menjadi yang terbaik di Sekolah, Juara…..Juara dan Juara….Semoga Kamu Sukses Selalu Dan Kelak Menjadi ‘Orang’ Seperti Yang Kamu Cita Citakan …….Amin’..

‘Oh iya nak, kotak amal hadiah ulang tahunmu yang kamu puter ke pakde Pudjo, bude Atik, pakde Apik, bude Era, Oom Inu, Oom Kelot, mas Tiyan, mbak Santi sudah terkumpul berapa semuanya ?. Nanti berikan ke Bunda semua ya. Anak kecil tidak baik bawa uang terlalu banyak, nanti hilang. Biar Bunda saja yang membawa dan menyimpannya’.