"Lihat Kebunku" Di Kuwait


Lihat Kebunku, Penuh Dengan Bunga
Ada Yang Putih, Dan Ada Yang Merah
Setiap Hari, Kusiram Semua
Mawar Melati Semuanya Indah

Penduduk Kuwait memang tidak ada yang mengenal Pak Kasur, pencipta lagu kanak kanak yang lagunya sampai saat ini masih dinyanyikan dan dihapal seluruh anak anak di Indonesia. Tetapi, meskipun tidak kenal Pak Kasur apakah orang Kuwait tidak kenal berkebun ? Salah besar kalau anda mengira tidak mungkin berkebun digurun pasir. Ada beberapa hal atau anggapan keliru yang sering saya dengar atau bahkan sering ditanyakan ke saya atau kawan kawan yang tinggal di Kuwait :

1. Betah sekali di Kuwait, kan  panasnya bukan main ?
Jelas salah besar, Dalam setahun 3 bulan musim dingin (Temperatur udara sekitar 0 – 10 Deg C), 6 bulan Sejuk (20 – 28 Deg C) dan sisanya 3 bulan musim panas dan bisa mencapai 50 Deg C. Temperatur tertinggi yang pernah tercatat adalah 54 Deg C di Mitraba pada bulan Juni 2010 dan terendah -4 Deg C di International Airport Kuwait pada bulan January 1964. Ditempat tempat yang tidak ada alat pencatat temperature pemerintah akan lebih rendah lagi. Bulan January tahun 2008 yang lalu temperature mobil kita mencatat -10 Deg C di daerah terbuka lapangan minyak Minagish Field. Kalau di kota mah anget.

2. Bisa tiap hari ketemu Onta dong ….
Juga salah besar, Kuwait jaman sekarang jelas sangat berbeda sekali dengan jaman baheula yang sering anda lihat difilm film provokasi Amerika atau TV, dimana seringkali digambarkan orang Arab kemana mana masih naik Onta. Yang benar, tunggangan orang Kuwait saat ini Cadillac, Lamborghini, Ferrari, Hummer. Peternakan Onta jelas masih ada, tetapi lebih mudah melihat mobil mewah daripada mencari Onta.

3. Mana ada hujan di gurun ?
Jelas saja ada. Hujan akan turun menjelang musim dingin atau setelah musim dingin. Saat terjadi badai gurun biasanya disertai angin dan petir. Kalau anda rajin baca atau melihat berita di TV, anda akan tahu berita banjir di Jeddah, Saudi Arabia, banjir besar di Oman dan ditempat tempat lain di Timur Tengah ini yang sering kita duga kering kerontang tak ada hujan.

4. Mana ada tanaman di gurun ?
Sangat salah besar. Apabila musim panas, tanaman rerumputan dan perdu akan mengering dengan cepat tetapi pohon pohon besar tetap hijau karena air dari selang akan memancar setiap saat. Begitu udara sejuk memasuki musim semi atau musim dingin, hujan mulai sering turun meskipun tidak selebat hujan di Indonesia dan rumput rumput akan tumbuh dengan cepat pula. Gurun yang semula coklat kering akan berubah hijau seperti lapangan sepak bola raksasa.

Soal tanaman, memang pemerintah Kuwait (dan juga negara negara Arab lain disekitarnya) benar benar banting tulang dan bersusah payah agar tanaman bisa tumbuh dengan subur. Saat memasuki musim semi, berbagai macam bunga banyak ditanam disepanjang jalan dan taman di Kuwait. Selang air yang bisa memancarkan air secara otomatis setiap beberapa menit sekali disebar disegala tempat. Setiap pohon atau bunga yang ditanam mendapatkan pasokan air dari selang selang air ini.  Pohon yang sudah besarpun juga masih disiram air dari selang juga sehingga selalu segar pada saat musim panas sekalipun kecuali pohon kecil yang mati suri pada saat musim panas.

Airnya bukan diambil dari got atau selokan, tetapi yang digunakan adalah air hasil dari proses desalinisasi air laut, sama dengan air tawar yang disalurkan ke rumah rumah. Jangan tanya berapa biaya proses desalinisasi air laut ini, yang jelas penduduk Kuwait sampai saat ini masih bebas memakai air hasil proses mahal ini untuk menyiram tanaman, Gratis. Mimpi kali ya, penduduk Indonesia bisa dapat air bersih gratis.

Kebun kebun sayuran atau buah buahan banyak kita temukan di Wafra, sebuah gurun yang ijo royo royo karena hampir semua kebun komersial ada didaerah ini. Namanya macam macam, Al Habsy Farm, Abu Hilal Farm dan lain lain. Pasar bunga dan tanaman juga tampak ijo royo royo dimana mana, terutama pasar bunga disekitar Pasar Jumat. Diantara gedung gedung apartment juga sering kita temui kebun sayur dan buah. Salah satunya yang sering saya lihat adalah di Mangaf dekat dengan Fahaheel English School.

Yang paling heboh adalah kebun bayem dibelakang Haiza Apartment, apartmentnya sebagian besar Indonesian  engineer yang bekerja di sector perminyakan di Kuwait, khususnya KOC dan beberapa orang dari Schlumberger, Halliburton dan lain lain. Saya katakan heboh karena kebun bayem dibelakang apartment ini saat ini sering digunakan sebagai ‘tombo kangen’ beberapa orang Indonesia yang tinggal di Haiza Apartment. Tinggal buka jendela apartment maka  langsung bisa memandang kebun kecil ini sambil membayangkan sedang berada di tanah air tercinta Indonesia.

Bagi yang ingin belanja bayem, bisa saja teriak dari atas apartment, seikat harganya 250 fills atau KD 0.25. ‘Jomblo’wan yang keluarganya belum bergabung di Kuwait biasanya paling rajin beli bayem dari kebun belakang apartment ini, tapi biasanya cuma beli doang karena kalau harus masak memasak, eit…. nanti dulu, lebih baik chatting dengan keluarga di Indonesia !!!

One response to “"Lihat Kebunku" Di Kuwait

  1. nice blog and nice post mbak. seneng baca2 tulisan ringan kayak gini..
    seandainya semua orang suka nulis kayak gini.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s