Rumah Sakit Perusahaan Minyak Cap Manuk


Pingin tahu rumah sakit untuk karyawan dan keluarga Perusahaan Minyak Cap Manuk (bahasa Arabnya Kuwait Oil Company atau KOC) ? Jawabnya relatif sama dengan rumah sakit perusahaan di Indonesia, khususnya RS perusahaan perminyakan. Nama rumah sakit KOC ini adalah Ahmadi Hospital, letaknya didalam komplek perumahan dan perkantoran KOC di Ahmadi. Saya pernah beberapa kali mengunjungi beberapa rumah sakit fasilitas perusahaan minyak di Balikpapan, Duri, Rumbai, Langsa, Jambi dan lain lain semuanya relative sama. Bedanya yang di Kuwait lebih mirip rumah sakit Mount Elizabeth di Singapore. Begitu anda masuk ke gedung rumah sakit, yang bisa anda temui pertama kali adalah ‘obat sakit perut’ dan ‘obat sakit mulut’, yaitu restaurant. Baik di Mount Elizabeth maupun Ahmadi Hospital, yang mencolok mata adalah Coffee Bean. Tinggal pilih saja ‘obat’ yang anda inginkan dari menu yang disodorkan oleh pelayan pelayan cantik dari Lebanon dan Philipine, dijamin lapar dan dahaga anda akan terobati segera.

Kalau mata anda juga ‘sakit’, anda juga bisa mencari ‘obat’nya di Ahmadi Hospital ini, cukup dengan melihat lihat barang dagangan yang terpajang disekitar koridor menuju tempat pendaftaran pasien atau resepsionis saja, insyaAllah mata anda bisa sembuh. Hati hati, gantian dompet anda yang akan ‘sakit’ karena yang dijual adalah tas, jam, ballpoint dan busana dengan merek terkenal dengan harga selangit seperti Dolce & Gabbana, Mont Blanc dan lain lain. Toko bunga import juga ada dan karena bunganya diimport dari Belanda maka harganya malah akan membuat anda sakit ‘sesak napas’.
Perbedaan lain dengan rumah sakit perusahaan minyak di Indonesia, di rumah sakit ini dokter dan perawatnya diimport dari luar negeri semua, tetapi umumnya dari Negara Negara Arab sekitarnya sedangkan perawatnya yang dominan adalah dari Philipine, India dan beberapa dari Indonesia. Kelakuan pasien Ahmadi Hospital relative sama dengan pasien di Rumah Sakit perusahaan minyak Indonesia, yaitu nggak mau ngantri. Sudah ber jam  jam nunggu nomor urut dipanggil, selalu saja ada yang main ‘slonong’, tahu tahu masuk ke ruang dokter. Expatriate seperti kita lama lama jadi ngikut tata karma model Arab seperti ini, apalagi saya sebagai seorang wanita, kalau slonong sana slonong sini nggak pernah ada yang negur. Orang Arab yang tinggal di Kuwait sangat santun dan menghormati wanita. Baca : Ngantri, Ladies First
Di Indonesia ada anjuran pemerintah untuk  memakai obat generic sehingga akibatnya banyak rumah sakit dan dokter yang beramai ramai menuliskan resep obat generic untuk pasiennya. Tentu harga obat jadi lebih murah dan terjangkau semua masyarakat, tetapi celakanya dokter rumah sakit perusahaan minyak besar di Indonesia juga latah menuliskan resep obat generic padahal sebenarnya tidak perlu. Di Kuwait, anjuran pemerintah cukup satu saja, ‘Gunakan Obat Obatan Terbaik’, sehingga tidak pernah terdengar di Ahmadi Hospital atau rumah sakit lainnya di Kuwait yang memberi pengobatan pasiennya hanya Vitamin C, Paramex atau Panadol saja.
Meskipun secara umum lebih baik dibanding dengan rumah sakit perusahaan minyak di Indonesia, keluhan karyawan terhadap pelayanan rumah sakit perusahaan juga selalu ada. Dan secara umum keluhannya sama dengan karyawan perminyakan di Indonesia, yaitu dokternya tidak bagus, obatnya tidak manjur, pelayanannya lambat dan lain lain. Tetapi, Perusahaan Minyak Cap Manuk memberi solusi yang cespleng bagi karyawannya. Karyawan diharuskan memilih salah satu dari dua pilihan, yaitu tetap berobat di rumah sakit ini atau diikutkan asuransi dan bisa memilih rumah sakit swasta yang diinginkan diseluruh Kuwait. Karyawan punya kebebasan memilih rumah sakit swasta yang dekat dengan rumah, yang gedungnya mewah atau yang dokter dan perawatnya ngganteng, cantik dan ramah. Kalau pilihan karyawan adalah asuransi, maka karyawan tidak boleh lagi berobat di Ahmadi Hospital kecuali kalau emergency saja. Jadi, kalau ada keluhan dengan rumah sakit swasta pilihan kita sendiri maka rumah sakit perusahaan bisa lepas tangan.
Selamat tinggal obat generic dan selamat tinggal juga Decolgen, Paramex dan Panadol. Sebagus apapun rumah sakit, tentu kita tidak akan pernah berkeinginan tinggal di rumah sakit. Yang saya pilih cuma satu, yaitu selalu diberi kesehatan dan keselamatan dunia dan akherat. Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s