Pecel Bu Susy – Peluang Bisnis Di Kuwait


Tidak mudah berbisnis atau punya bisnis pribadi bagi expatriate di Kuwait. Tetapi jalan untuk memulai bisnis selalu ada, caranya adalah menggandeng orang Kuwait untuk bekerja sama dengan cara bagi hasil. Usaha akan 100 % dijalankan oleh expatriate dan Kuwaitis akan kebagian tugas untuk perijinan karena untuk membuka usaha sendiri bagi expatriate jelas tidak mungkin atau tidak diijinkan pemerintah. Beberapa orang Indonesia banyak yang diam diam berbisnis, misal salon dan catering tetapi usaha ini bisa dikategorikan ilegal karena tidak punya ijin.

Sebelum benar benar terjun untuk berbisnis di Kuwait, saya menjajaki berbagai kemungkinan bisnis yang bisa saya lakukan, bahasa sononya Marketing Research. Kesimpulannya, seluruh penduduk Kuwait berjumlah sekitar 4 Juta orang dan makanan sehari hari roti dan keju. Seandainya 1 % saja bisa beralih ke makanan Indonesia, berarti keuntungan yang bisa saya peroleh bisa ratusan bahkan ribuan KD. Wah mantap nih, langsung saja saya pilih makanan kesukaan orang Indonesia yang kemungkinan juga akan disukai orang orang di Kuwait yaitu Jual Pecel dan Lemper.

Setelah saya lakukan survey secara lebih teliti di Al Bahah Fahaheel, sebuah bakala atau toko kebutuhan sehari hari yang populer dikalangan orang Indonesia yang tinggal di Mangaf – Fahaheel dan sekitarnya, ternyata impian saya langsung buyar. Pecel dan Lemper yang di Indonesia murahnya bukan main, di Kuwait harganya bisa sangat mahal sekali. Yang membuat mahal adalah pincuk atau piring daun pisang untuk pecel dan bungkus lemper yang harus terbuat dari daun pisang. Di Kuwait, daun pisang harus diimport dari luar negeri, ada yang dari Philipine dan ada yang diimport dari Srilanka dan Kerala – India. Karena merupakan barang import, daun pisang ini dibungkus dalam kardus tebal dan ada juga yang dimasukkan dalam stereofoam dulu seperti layaknya barang elektronik yang harus dijaga agar tidak lecet atau cacat pada saat pengiriman. Satu kardus, isinya 5 buah daun pisang dan berharga KD 15, jadi satu helai daun pisang sekitar KD 3 atau kurang lebih Rp 100.000. Kalau satu helai daun bisa untuk 10 pincuk pecel, berarti biaya pincuknya saja sudah Rp 10.000 per buah, belum harga pecelnya sendiri. Lemper juga sama saja, mahal dibungkusnya dibanding lempernya. Kangkung juga diimport dari luar, lalu siapa nanti yang mau beli Pecel dan Lemper Bu Susy ?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s