Monthly Archives: May 2010

Madame Di Madurodam

Namanya Madurodam, langsung mengingatkan kenalan lama saya didaerah mBagong – Suroboyo yang bernama Cak Tohir. Langsung ingat karena beliau asli Madura, ah hebat juga nih ada orang Madura punya usaha di Belanda. Ternyata saya keliru, Madurodam nggak ada hubungannya dengan Madura. Madurodam adalah tempat hiburan berupa kota miniatur di Den Haag (The Hague), tepatnya di Scheveningen, sekitar 50 – 60 Km dari Amsterdam.

Dinamakan Madurodam karena sebagai penghargaan dan peringatan terhadap Goerge Maduro, seorang mahasiswa Hukum dari Curacao yang berjuang melawan Nazi saat mempertahankan kerajaan Belanda dan kemudian meninggal di camp konsentrasi di Dachau pada tahun 1945. Atas jasa jasa dan rasa cintanya selanjutnya orang tua Maduro menghibahkan uangnya untuk memulai pembangunan Madurodam dan selesai tahun 1952.

Tidak terlalu susah untuk mencari Madurodam, disamping karena kota Den Haag tidak begitu besar, saya juga menggunakan GPS yang ternyata akurasinya tidak mengecewakan. Seluruh pelosok Den Haag dan bahkan Belanda sudah kita jelajahi semua hanya dengan mobil sewaan. Tempat parkir di Madurodam cukup luas tidak seperti ditempat lain di Belanda yang begitu sempit dan susah sekali untuk mendapatkan space untuk parkir. Tarip parkir disini sama mahalnya dengan tarip parkir ditempat lain di Belanda, EUR 4 per jam.

Nggak perlu ikut tour atau sewa tour guide, terus terang saya tidak suka dan lebih senang jalan sendiri bersama keluarga saja (baca ‘ngirit’). Tetapi, kalau belum punya pengalaman blusak blusuk dan tidak punya keberanian ya jangan ikuti cara saya. Modal saya selalu buku petunjuk tour, GPS, sepatu olah raga biar bisa jalan jauh dan nekat saja. Meskipun kita sewa mobil, tetap saja kita naik angkutan umum juga seperti canal cruise, tram, kereta api atau bus alasannya pingin coba saja, tetapi kalau boleh jujur, sebenarnya mobil sewaan saya nggak bisa keluar dari tempat parkir ketutupan mobil lain.

Tiket masuk Madurodam adalah EUR 14.5 per orang, lumayan mahal. Tetapi rasanya nggak rugi karena taman miniatur ini begitu bagus, bersih dan hidup seperti layaknya kota sebenanya. Miniatur kereta api, pesawat terbang, kapal semua sangat realistis dan bergerak seperti aktifitas kota sebenarnya. Semua bangunan indah dan bersejarah di Belanda ada miniaturnya disini. Jauh lebih bagus dibanding Mini Europe di Belgia.

Di Madurodam ini, kita benar benar merasa jadi raksasa dinegeri liliput. Tidak cuma bangunan saja yang diminiaturkan, orangpun diminiaturkan dan dibuat sedemikian akurat ukurannya sehingga tampak sangat realistis kalau diphoto. Konon ukuran semua miniatur 1:25 dibanding ukuran sebenarnya dan jumlah pengunjung sudah melebihi 10 Juta orang dari berbagai negara diseluruh dunia sejak 1952. Rrruar biasa……

Saya paling suka melihat miniatur lalu lintas kendaraan, benar benar seperti kota. Mobil kecil, mobil barang, truk, tram dan kereta api berjalan berseliweran, apalagi dilatar belakang ada pesawat terbang yang sedang siap siap tinggal landas dan terdengar juga suara klakson kapal yang mau sandar didermaga dan juga bakiak/klompen kayu tradisional Belanda dengan ukuran raksasa benar benar mengundang pengunjung untuk mencoba dan berphoto ria, sampai ngantri hanya untuk mencoba bakiak raksasa warna warni ini. Pokoknya Top Markotop.

Advertisements

Hwa Ka Ka Ka – Aneka Macam Interview

Sebagai seorang wanita yang tinggal di Timur Tengah, khususnya Kuwait terkadang membuat kita tersenyum sendiri, meskipun terkadang senyum kecut yang sebisa mungkin dipaksakan menjadi senyum manis. Bagaimana tidak tersenyum kecut, dimanapun kita bertemu orang selalu yang ditanyakan pertanyaan pertanyaan yang mustahak dan itu itu juga. Tetapi ada baiknya juga, karena saking seringnya mendengar pertanyaan semacam itu, kalau sedang acara kumpul kumpul atau bertemu dengan kawan, kita bisa tertawa lebar mentertawakan nasib diri kita sendiri atau ngrasani seorang kawan yang baru saja terkena musibah ditanya pertanyaan umum seperti dibawah ini.

Pertanyaan musykila seperti dibawah bisa datang dari orang Indonesia sendiri maupun orang asing, umumnya sopir Taxi, pelayan toko atau petugas pompa bensin dari Bengali, Pakistan, Philipine atau India. Entah kenapa mereka ini sering usil tanya macam macam. Belum pernah sekalipun saya mendapat pertanyaan senada dari orang Arab, khususnya Kuwait, yang saya ketahui mereka begitu baik, santun dan sangat menghargai wanita.

Tidak ada yang salah dengan mereka, baik orang Indonesia yang bertanya kepada  saya maupun expatriate Bengali, Pakistan, Philipino dan India yang sering ketemu saya. Expatriate ini umumnya bekerja sebagai sopir Taxi, Pelayan Toko, Penjaga Bakala (Warung), kuli angkut Pasar Jumat atau pasar Mubarakeeyah atau pegawai pompa bensin. ‘Default’ dalam pikiran mereka semua wanita Indonesia di Timur Tengah, khususnya Kuwait adalah Pekerja di Rumah Tangga Kuwaitis. Ya, benar… ini adalah efek samping akibat saking banyaknya pemerintah Indonesia mengirim TKW ke Timur Tengah.

Jenis Jenis Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Ke Saya adalah sebagai berikut :
Di Kuwait
  1. Majikanmu Tinggal Dimana ?.      Pertanyaan semacam ini umum ditanyakan oleh mbak Sri, mbak Ningsih dan mbak Atik, saudara kita dari Indonesia yang bekerja dirumah tangga Kuwait. Saya tidak tahu sejarahnya, kenapa istilah majikan begitu populer disini dan saya tidak tahu juga kenapa saya ditanya dengan pertanyaan seperti ini.
  2. Majikanmu Baik Sekali Ya ..
        
    Pertanyaan semacam ini juga sering ditanyakan oleh mbak mbak yang sering saya jumpai seperti diatas atau para sopir taxi Pakistan atau India kalau mereka melihat dandanan kita terlalu over, misal pakai pakaian seperti yang sering dipakai para wanita Kuwait atau memakai perhiasan yang mencolok mata (Note : Saya paling senang memakai gelang plastik aneka warna, terkadang berwarna emas, mungkin saja dikira emas beneran). Kemungkinan juga karena saya kemana mana naik VW Kodok merah butut saya. Di Kuwait sangat sulit untuk mendapatkan driving liscense bagi expatriate wanita kecuali ada backup Kuwaitis pada saat ujian SIM.
  3. Kamu Digaji Berapa Oleh Majikanmu.
         
    Pertanyaan sulit ini paling sering ditanyakan oleh India atau Pakistan, bukan berarti yang dari Philipine tidak pernah tanya pertanyaan sensitif ini, tetapi yang dari India lebih agresif dan sering terdengar. Suami saya juga sering ditanya terutama pada saat ngisi bensin dan dikantor juga.
  4. Suamimu Kuwaitis Ya ?
        
    Ada saatnya sebagai wanita dandanan kita terlalu menor ditempat yang salah, kadang sopir taxi main tebak saja pada saat saya diturunkan didepan rumah. Nggak salah sih kalau saya ditembak pertanyaan semacam ini karena kebetulan saja rumah saya dikomplek perumahan Kuwaitis di Egaila. Padahal ‘sumprit’ suami saya asli ‘Suroboyo’ dan tidak perlu ganti Kuwaitis karena masih Oyee
  5. Cepat… Cepat…. Cepat !!!.
        
    Ini 100 % kelakuan oknum di KBRI. Karena setiap hari banyak sekali TKW yang datang ke KBRI maka siapapun wanita yang turun dari taxi dipintu belakang akan terkena bentakan agar cepat turun dari taxi dan segera masuk kedalam gedung untuk duduk manis dibangku yang telah disediakan didalam gedung. Mungkin maksudnya agar tidak mengganggu lalu lintas atau acara penataran didalam gedung sudah dimulai sehingga siapapun yang masih diluar gedung terkena bentakan. Nggak salah sih kalau membentak bentak seperti itu, lha wong wajah kita nggak ada bedanya dengan mbak Anik, mbak Tutik dan mbak Titin yang lagi dapat masalah dan ditampung dipenampungan lantaidasar KBRI.
  6. Maari ko ng tulong mo ?
        
    Wajah kita memang mirip dengan Philipine sehingga setiap ketemu orang selalu yang ditebak pertama kali adalah kita berasal dari Philipine. Are You Coming From Philipine ? No.. No.. No.., I’m moslem from Indonesia…. Biasanya dengan jawaban seperti ini semua urusan langsung beres. Yang dari philipie sendiri sering kali kecele, begitu melihat wajah kita langsung nyerocos bahasa Tagalog dan kita cuma terbengong bengong saja.
  7. Baru Pertama Kali Ini Saya Melayani Orang Indonesia.
         
    Berkali kali saya mengurus Visa atau beli tiket pesawat ke travel agent di Kuwait, biasanya pegawainya kalau nggak dari Mesir ya dari India. Sering dianggap aneh kalau permintaan saya ke Russia, Netherland atau negara lainnya karena yang sering ditangani adalah pembelian tiket pulang ke Indonesia saja. Akibatnya saya dan suami harus bercerita panjang lebar tentang keindahan alam Indonesia, ekonomi, sosial dan politik dan menjawab semua pertanyaan tentang Indonesia.
  8. Wow…Suamimu Engineer !!!
        
    Kalau ketemu Arab, khususnya Kuwaitis kata kata inilah yang sering saya dengar. Ini satu satunya yang membuat saya ‘pethentang pethenteng’ di Kuwait. Muhandas atau Engineer begitu diagung agungkan dan seolah sangat tinggi sekali harkat dan martabatnya dibanding sarjana yang lain. Entah kenapa orang Arab disini kok menganggap engineer lebih tinggi dari Geologist atau Geophiscist, padahal sebenarnya sama sama sarjana S1.

DI INDONESIA

  1. Passport ! Passport ! Passport !!!!!
        
    Jenis wawancara ngeyel ini akan terjadi di bandara Cengkareng begitu kita baru saja menginjakkan kaki di Indonesia. Teriakan Passport !! Passport !! dilakukan oleh oknum bandara persis didepan tangga berjalan atau dipertigaan sat kita menuju counter imigrasi untuk cek passport. Sebenarnya orang tersebut cuma coba coba saja kalau ada yang culun menyerahkan passportnya. Sering terlihat ada sekitar 10 orang TKW atau lebih yang dengan lugu menyerahkan passportnya dan digiring agar berdiri menunggu ditempat tertentu.
  2. Pekerja Lewat Sini…!!!
        
    Ini juga teriakan coba coba oknum berseragam putih hitam di Cengkareng. Saya tidak tahu pasti kenapa orang orang seperti ini bisa masuk kedaam bandara dan menyambut langsung para TKW yang baru turun. Pernah saya iseng mengikutinya dan ketika saya pergi menjauh, oknum tersebut langsung teriak dan gertakannya memang bisa membuat para TKW mengikuti dan menyerahkan passportnya. Dua orang TKW akhirnya memilih mengikuti saya, Emangnya gue takut ….
  3. Parfum Keluarkan Dari Tas ..!!!      Ini bukan wawancara biasa tetapi debat kusir. Saya tahu benar bahwa cairan lebih dari 100 ml tidak boleh dibawa masuk kedalam pesawat (Keberangkatan ke Kuwait). Yang saya permasalahkan, kenapa kalau beli parfum di Duty Free sampai 5 botol bisa lolos keatas pesawat sedangkan parfum saya yang cuma berisi seperempatnya saja (sekitar 30 cc) harus disita petugas dan diletakkan ditempat khusus yang berbeda dengan barang sitaan lainnya. Jawabannya jelas, si petugas ingin memakai parfum saya. Lain kali, selalu bawa tas kresek yang ada tulisannya Duty Free.
  4. 1 KD = Rp 22000, Tukarkan Saja di Kuwait Kalau Nggak Mau ..
        
    Nilai tukar 1 KD (Kuwait Dinr) sekitar Rp 31000. Kalau anda seorang wanita, coba tukarkan mata uang KD anda di Money Changer manapun diterminal kedatangan luar negeri Cengkareng. Apapun money changernya akan menghargai sekitar Rp 22000/KD. Entah kenapa kala pelayannya wanita jawabannya selalu ditambahi ‘Kalau Nggak Mau Tukarkan Saja Di Kuwait..!!!’.
Masih ada lagi nggak ya ? Coba yang jujur saja, kalau anda wanita dan tinggal di Timur Tengah, pertanyaan atau perlakuan nomor berapa yang pernah anda alami ? Kalau jawaban anda tidak pernah sama sekali berarti anda berbohong pada diri anda sendiri. Ayo ngacung ……Hwa Ka Ka Ka Ka ….

Amghara – Spare Part Murah Mobil Mewah

Saya akui Indonesia sangat luar biasa kreatif dibanding Kuwait. Mobil rongsok bisa disulap jadi bagus kembali. Di seluruh pelosok Indonesia dengan mudah kita bisa menjumpai tukang kenteng mobil, ada yang bernama Kenteng Magic, Kenteng Dukun atau yang lainnya. Pokoknya tidak ada mobil yang tidak bisa diperbaiki. Semua mobil separah apapun kecelakaannya, selalu saja rongsokannya bisa disulap menjadi baik kembali. Yang rusaknya sudah terlalu parahpun dengan cepat bagian bagian tertentu yang masih baik akan diprotoli dan dilego. Bukan mobil rongsok saja, mobil yang sedang berjalanpun bisa diprotoli kaca spion dan accesoriesnya.

Lalu bagaimana dengan di Kuwait ? Di Kuwait, boleh dikatakan kreatifitas masih tertinggal jauh dengan Indonesia. Mobil penyok baru saja kecelakaan bisa saja langsung dibuang pemiliknya atau dinyatakan tidak boleh diperbaiki dan tidak laik jalan lagi oleh polisi. Biaya perbaikan bisa jadi sangat mahal sekali karena kebanyakan tehnisi dan pegawai bengkel adalah expatriate dari luar Kuwait, sudah tentu Labour Cost di Kuwait jauh lebih mahal dibanding di Indonesia. Pemilik mobil dengan cepat akan menghitung, kalau harga perbaikan jauh lebih mahal dibanding harga DP dan angsuran kredit mobil baru, maka lebih baik dibuang saja. Perlu diketahui, harga mobil di Kuwait sekitar 50 % harga mobil di Indonesia.

Apabila terjadi kecelakaan lalu lintas maka polisi akan memutuskan mobil masih memungkinkan untuk diperbaiki dan laik Jalan atau harus dikirim ke Junk Yard untuk dipotong potong. Stiker dengan tanda silang merah dan tulisan arab besar akan dipasang dibadan mobil atau dikaca mobil yang menurut saya kira kira berbunyi perintah untuk dipotong jadi dua karena sudah tidak laik jalan lagi. Disini saya benar benar salut dengan ketegasan polisi, apabila telah diputuskan tidak laik Jalan lagi, maka mobil akan segera dipotong jadi dua, bagian depan dan bagian belakang langsung terpisah. Sadis memang, tetapi dengan cara ini si mobil benar benar tidak akan bisa beroperasi kembali di jalanan Kuwait.

Tempat pembantaian mobil diatas bernama Amghara, bisa dicapai melalui Jalan 5 kearah Doha – Kuwait. Ditempat ini berbagai mobil sudah dikelompokkan berdasarkan mereknya, seperti Jaguar, Porsche, Volkswagen, Mercedes dll. Tumpukan mobil bisa sampai 3 susun. Masing masing tempat punya spesialisasi merek tertentu sehingga kalau kita mencari onderdil atau sparepart tinggal ngomong saja dengan tehnisi yang ada, mereka dengan cepat akan membantu melepas onderdil yang kita maksud. Tidak seperti di Indonesia dimana sparepart sudah diprotoli, dibersihkan dan dipajang ditempat bagus untuk didagangkan, di Kuwait kita yang harus memilih diantara tumpukan mobil. Misal kalau kita butuh lampu depan saja, maka kita yang harus mencari sendiri mana yang perlu dilepas. Dan harganya cukup tawar menawar dengan tehnisi yang melepas.

Yang mengherankan lagi, jual belinya seperti jual beli ikan di pasar ikan. Suami saya ditanya, mau beli mobil yang bagian kepala atau ekor ?, kalau njawab bagian ekor akan ditunjukkan kemana kita harus memilih dan si tehnisi menawarkan jasa untuk melepas pintu belakang atau tutup bagasi atau melepas roda belakang dari potongan mobil yang kita pilih tadi. Kalau kita jawab bagian depan akan lebih mahal lagi karena ongkos melepas mesin lebih rumit. Di Kuwait, tidak mengenal yang namanya esek esek nomor mesin untuk perpanjangan STNK, jadi kalau mesin rusak, ganti saja dengan mesin baru dari Amghara.

Suami saya datang ke Amghara berlima dengan kawan kawannya (semua laki laki) dengan tujuan mencari Compressor AC untuk VW Kodok Merahnya. Dengan mudah bisa ketemu kompresor bekas VW Kodok 2009 yang telah disembelih jadi dua. Tawar menawar dengan tehnisi yang mencopot selalu saja mentok harga terendah KD 25 atau sekitar Rp 750.000. Pindah kemanapun juga selalu harga terendah KD 25 untuk sebuah kompresor AC VW Kodok.

Lama lama ketahuan juga penyebabnya, si tehnisi selalu beranggapan kalau datang ke Amghara berombongan (berlima), maka mobilnya pasti beli patungan dan harga sparepart yang ditawarkan harus bisa dibagi 5 agar bisa patungan masing masing KD 5. Setelah ditanyakan lebih dalam lagi ternyata banyak sekali expatriate di Kuwait yang beli mobil secara patungan dan kalau rusak beli onderdil bersama sama di Amghara patungan juga. Terbukti, seminggu kemudian suami, saya dan anak anak datang kembali ketempat yang sama dan dilayani oleh tehnisi yang sama, si kompresor idaman cuma dihargai KD 15 saja. Murah kan dibanding beli baru ….

Mumetnya Mengurus Exit Permit

Tidak semua perusahaan akan memberi bantuan pengurusan Exit Permit di Kuwait dan mau tidak mau harus mengurus sendiri semuanya. Kalau mengurus sendiri jelas sebuah tantangan tersendiri yang harus dilakukan, disamping bingung minimnya informasi tentang lokasi kantor tempat mengurus dan juga bingung mana yang harus didahulukan dulu. Exit Permit hukumnya wajib kalau kita benar benar mau meninggalkan Kuwait untuk selamanya, misal dengan alasan Resign dari perusahaan tempat kita bekerja, terkena PHK atau alasan alasan lain dengan tujuan sama ‘Tidak Kembali Lagi Ke Kuwait’.

Kenapa saya mengatakan ‘Wajib’ karena system administrasi di Kuwait terhubung dengan semua Negara GCC. Kalau anda tidak melakukan proses ‘Clearance’ untuk mendapatkan Exit Permit dan membatalkan Civil ID dan Residence Permit anda, jangan harap anda bisa bekerja dan masuk ke Negara GCC lain. Nama dan passport anda akan di’Black List’ dan wassalam, dan kemungkinan besar kalau anda masuk ke Qatar, Oman, Bahrain atau akan menunaikan ibadah Umroh atau Haji di Saudi Arabia, anda akan mendapat masalah besar di Airport.

Exit permit atau sering juga disebut ‘Clearance’ adalah surat ijin untuk expatriate sebelum meninggalkan negara tempat kita bekerja atau semacam surat pembatalan kependudukan anda (Residence Permit dan Civil ID). Intinya adalah bahwa sebelum meninggalkan Kuwait kita harus bersih, bebas dari tagihan telepon-air dan listrik, tidak punya tunggakan hutang dengan bank atau pihak tertentu, tidak punya masalah hukum yang nggantung, dan lain lain. Salah satu saja tidak beres berarti anda berkewajiban membereskannya terlebih dulu. Perlu diketahui, ratusan atau bahkan ribuan pekerja yang datang ke Kuwait sama sekali tidak tahu keharusan menyelesaikan Exit Permit ini, akibatnya setiap hari ada ratusan TKW yang harus ditampung di KBRI.

Jangankan TKW, yang engineer keataspun baru tahu setelah dapat masalah, yaitu Uang Pesangon Tidak Akan Keluar kalau tidak bisa menunjukkan Exit Permit. Biasanya, untuk tenaga kerja kelas kakap seperti ini sering tidak peduli dengan Uang Pesangon dan lebih baik ngabur ke Negara lain karena perusahaan lain sudah menunggu dengan gaji dan benefit yang jauh lebih baik. Data yang saya ketahui untuk tenaga kerja kelas kakap Indonesia yang bekerja di Perusahaan Minyak Cap Manuk (PMCM) menunjukkan bahwa 8 % memilih untuk ngabur dan 14 % mengundurkan diri baik baik dengan memroses Exit Permit sampai tuntas.

Secara garis besar prosesnya adalah sebagai berikut  :

Setelah surat pengunduran diri atau PHK anda terima dari tempat anda bekerja (biasanya dari Human Resource Department), bawa dokumen dan lampiran lampirannya kekantor kantor dibawah ini. Biasanya anda akan terima secarik kertas berisi petunjuk kemana saja anda harus pergi meminta surat clearance ini. Yang bikin ruwet kita nggak tahu letak kantornya.
Catatan : Lokasi kantor silahkan berjuang sendiri, biasanya sopir taxi tertentu sudah paham lokasi kantor yang harus kita kunjungi kalau kita mau jujur sedang dapat cobaan ngurus clearance.
  1. Urus dulu semua urusan dengan internal perusahaan anda bekerja, misal :
    • Medical Dept, untuk memastikan anda sehat seperti pada saat anda bergabung pertama kali. Anda akan terima Dental And Medical Clearance. Kemungkinan hal ini dianggap penting untuk menghitung tambahan pesangon kalau ada kecelakaan kerja. Bukan untuk meng’counter’ kalau anda koar koar di mass media di Indonesia bahwa anda digebukin ditempat kerja. Omong kosong itu orang Arab masih suka gebuk gebukan ditempat kerja. Kalau kecelakaan kerja atau sakit masih mungkin.
    • Security Dept, untuk memastikan anda tidak tersangkut masalah security. Anda akan dapat  Security Clearance
    • Transport Dept, untuk memastikan anda sudah mengembalikan mobil perusahaan. Anda akan dapat Transport Clearance
    • IT Dept, untuk memastikan anda sudah mengembalikan semua barang IT yang anda pakai selama ini seperti radio, computer dll. Anda akan dapat  IT Clearance
    • HR Dept, akan membekali surat surat secukupnya seperti surat pengantar ke kantor pemerintah seperti MOI, Immigration dll. Pokoknya kalau bingung kembali saja ke department ini.
  2. Urus semua urusan dengan kantor pemerintah berdasarkan surat surat pengantar dari HR. Cobaan yang sebenarnya adalah disini karena kita harus berjuang dengan orang lain yang juga berjuang untuk dirinya sendiri dinegeri orang.
    • Criminal Sentence South Farwaniya, pernyataan bebas criminal.
    • Clearance dari Commercial Salhiya. Saya nggak bisa cerita, kenapa harus kesini, semua kertas dalam tulisan Arab.
    • Working Visa Cancellation dan Civil ID Cancellation dari MOI
Kalau lulus dari cobaan diatas dan surat surat sudah distamp oleh semua departemen terkait, tinggal serahkan kembali ke HR Compensation. Tiket pulang ke negara asal, packing barang dan pesangon sudah tidak sulit lagi. Dan selamat berjuang kembali dinegara lain yang lebih menjanjikan.  Sebagai expatriate yang mencari rejeki dinegeri orang, kita harus patuh hukum dan mengikuti aturan yang berlaku. Uraian diatas jelas tidak lengkap, tetapi sebagai gambaran saja karena dinegara manapun kita bekerja maka kita wajib keluar baik baik kalau mau pergi dengan mengurus Exit Permit. Sudah banyak dan bahkan beribu ribu Tenaga Kerja Indonesia diluar negeri, khususnya TKW yang tidak tahu sama sekali hal ini. ‘Mau Pulang Saja Kok Dipersulit, saya nggak pernah nyolong, saya nggak punya pinjaman dan saya ………’. Mbak Tatik, Mbak Sri, dan Mbak Uun diatas tidak tahu sama sekali……

Parkir Kuwait Vs Parkir Netherland, Belgia dan Perancis

Ke Eropa naik mobil sewaan benar benar menyadarkan saya. Ternyata saya baru ngerti kalau hidup dan tinggal di Kuwait lebih nikmat dibanding dengan di Eropa, khususnya Belanda, Belgia dan Perancis. Bagaimana tidak nikmat, di Kuwait parkir bisa bebas semaunya tanpa harus bayar. Ada tempat sedikit saja, tinggal surukkan bagian depan mobil nggak usah pikirkan bagian belakang yang masih ditengah jalan. Ilmu burung onta sudah biasa dan jadi pemandangan sehari hari dimana mana. Parkir ditengah jalan juga bisa, berhenti ditengah jalan dan ngobrol dengan mobil lain juga banyak yang melakukan.

Baca : Cara Cerdas Parkir Di Kuwait, Masalah Parkir Di Kuwait, Parkir Mobil Ala Kuwait. Photo photo disamping ini adalah suasana parkir di Belanda, Belgia dan Perancis agar anda bisa membayangkan dan membandingkan dengan di Indonesia, photo suasana parkir di Kuwait bisa anda lihat pada link diatas. Suasana jalan yang sempit di Belanda dan Perancis juga sebagai ilustrasi betapa berbedanya dengan jalan raya di Kuwait yang lebar sekali.

Dibandingkan dengan Indonesia, jelas Indonesia lebih tertib dan teraratur karena punya petugas parkir. Tetapi harus bayar tentunya. Disamping itu hampir semua gedung di Indonesia memiliki tempat parkir sendiri. Lha kalau Kuwait, semua gedung terutama apartment tidak memiliki tempat parkir. Kalaupun ada tempat parkir hanya cukup untuk beberapa mobil saja dan tidak sesuai dengan jumlah penghuni apartment yang memiliki mobil. Untungnya, banyak tanah yang masih kosong disekitar apartment sehingga bisa surukkan mobil dengan posisi malang melintang sesukanya di tanah kosong tersebut. Gratis….., hampir tidak ada pengeluaran untuk parkir di Kuwait, kecuali di Airport.

Di Belanda dan Perancis, boleh dikatakan penduduknya lebih tertib untuk memarkirkan mobilnya. Tetapi untuk parkir di dua negara ini kita harus merogoh kantong lebih dalam lagi. Saya harus bayar EUR 21 atau sekitar Rp 240.000 untuk menginap malam hari di basement sebuah gedung sekitar jam 21:00 PM – 08:00 AM. Parkir dipinggir jalan akan lebih mahal lagi, sekitar EUR 4 per jam dan kalau nasib lagi apes bisa didenda polisi lebih mahal lagi seandainya kita parkir lebih lama dari tiket parkir yang telah kita bayar.

Sebagai penduduk Kuwait yang diberi kenikmatan jalan besar dan bisa parkir bebas semaunya, terasa sekali begitu susah dan sengsaranya di Belanda dan Perancis. Sengsara yang pertama adalah mencari tempat parkir yang cukup untuk mobil sewaan dipinggir jalan. Mobil yang saya sewa berukuran besar segede Kijang, tetapi tempat parkir dipinggir jalan hanya untuk mobil seukuran Suzuki Karimun, Visto atau Mini Cooper. Kalaupun bisa parkir, biasanya nggak bisa keluar karena  jarak dengan mobil depannya sangat mepet sekali. Capek deh ndorong dulu paling sedikit 4 mobil baru bisa keluar.

Sengsara yang kedua adalah bingung luar biasa mengenai cara bayar parkir. Masalahnya, mesin untuk bayar parkir tidak semuanya bagus dan berfungsi. Banyak yang saya jumpai rusak dan bekas dicongkel maling. Dan yang lebih kacau lagi, di Belanda hanya tertulis bahasa Belanda dan di Perancis hanya bahasa Perancis, tampaknya bangga akan bahasa sendiri benar benar diterapkan dikedua negara ini.
Di Kuwait hampir semua jalan besar besar baik jalan utama maupun kampung. Tetapi di Belanda jalan jalan cuma satu jalur saja, mobil harus berbagi jalan dengan tram dan sepeda. Dan mobil adalah pihak yang kalah menempati hanya sekitar 20 % dari lebar jalan. Untuk hal ini jelas berlawanan dengan jalur Busway di Jakarta. Mobil 80 %, Bussway 20 %, Sepeda dan pejalan kaki 0 % di Jakarta, artinya Indonesia sangat tidak peduli dengan sepeda dan pejalan kaki.

Di Belgia dan Perancis juga sama saja, tidak saya jumpai jalan yang selebar Tol Jakarta – Cikampek apalagi Fahaheel Expressway di Kuwait. Semua jalan sempit, jalan utama yang menghubungkan Belanda, Belgia, Perancispun tidak ada apa apanya bila dibanding Fahaheel Expressway dan Expressway yang lainnya di Kuwait. Jadi kesimpulannya, nikmati saja hidup di Kuwait. Bukankah pepatah mengatakan “Dimana Bumi Diinjak, Disitu Langit Dijunjung” ?

Bul Kibal Kibul Belgia

Soal ngibul, udah sering saya mendengar dan melihat. Apalagi kalau browsing gambar gambar atau photo di google dan facebook. Sarana untuk ngibul ini ada di Belgia, namanya Mini Europe. Tukang photo yang jagopun juga ada ditempat wisata tersebut dan akan memandu kita untuk mengambilkan photo ditempat tempat tertentu dengan latar belakang miniatur bangunan terkenal diseluruh Eropa. Instruksinya jelas, mulai dari perintah duduk sampai perintah teknis untuk ukuran zoom, fokus dan ukuran diapraghma camera kita.

Saya sempat tertipu juga beberapa tahun lalu, waktu itu seorang teman dengan bangganya menunjukkan photo photo dengan latar belakang bangunan terkenal diseluruh Eropa padahal kawan saya tersebut cuma transit 3 hari saja di Heathrow London. Promosinya saat itu negara negara Eropa kecil kecil dan bisa habis dalam 3 hari saja. Ternyata apa yang dikatakan tidak 100 % salah, dia cuma perjalanan dari UK ke Mini Europe di Brussel – Belgia.

Sebenarnya Mini Europe adalam sebuah Taman Mini saja yang berisi seluruh bangunan bangunan terkenal, bersejarah atau simbol kota di negara negara Eropa. Letaknya di Bruparck, berdekatan dengan Atomium, simbol kota Brussel. Total ada 350 bangunan dari 80 kota dari seluruh negara negara Uni Eropa. Beberapa sangat menarik perhatian pengunjung misalnya gunung Vesuvius yang bisa menyemburkan asap dan mengeluarkan suara gemuruh karena meletus. Luas taman ini sekitar 24.000 m persegi dan diresmikan pada tahun 1989.

Tahu atau tidak sebuah photo hasil ngibul cukup melihat kakinya saja. Kalau photonya tanpa kaki alias setengah badan atau hanya kelihatan kepala saja bisa jadi photo tersebut adalah boong boongan. Lihat saja photo disamping ada yang di Eiffel – Paris, Plaza Del Toro – Sevila, Spain, ada juga bangunan di Serbia dan lain lain. Semuanya diambil di Mini Europe. Mana mungkin bisa ngambil photo dari Eropa paling selatan sampai paling utara hanya dalam waktu 3 hari.

Dan biasanya, sering terlihat ada benda dilatar belakang yang tidak sinkron dengan ukuran bangunan di latar belakang, misalnya pada saat dipotho tiba tiba ada pengunjung yang nyelonong dilatar belakang dan tampak jelas seperti raksasa seperti photo menara Pisa – Italy pada gambar dibawah.

Jadi, kesimpulannya adalah jangan sekali kali cari jodoh atau menantu lewat facebook apalagi nyari di google. Photo yang anda lihat bisa jadi di taman mini seperti Mini Europe atau bahkan di photo studio. Saya dulu kepincut photo cowok didepan menara pisa Italy disamping ini…

Jalan Damrak Amsterdam

Tujuan saya jelas, hanya ingin ke Madame Tussaud untuk melihat museum patung lilin yang terkenal. Tetapi perjalanan ke museum tersebut cukup seru untuk diceritakan. Paling tidak cerita dibawah ini bisa mengilhami masyarakat Indonesia ditanah air yang suka mengobrak abrik tempa semacam ini. Siapa tahu pula Indonesia akan memberangkatkan team kerusuhan ke Belanda untuk mengobrak abrik tempat tempat yang akan saya ceritakan dibawah ini..

Kita sudah paham bahwa dulunya Indonesia dijajah Belanda, itulah sebabnya tata kotanya sangat mirip dengan di Belanda. Maksud saya, kalau anda ke Yogyakarta, ke Bandung atau ke kota lain, selalu saja menemukan tempat prostitusi didekat stasiun kereta api. Pasar Kembang Yogya, Saritem dan daerah Kebun Jukut, Jati dll di Bandung semuanya selalu dekat dengan stasiun kereta api. Di Belanda sendiri juga sama persis, kawasan Red Lightnya hanya beberapa puluh meter dari Central Station Amsterdam.

Jalan Damrak hanya beberapa ratus meter saja panjangnya menghubungkan Central Station dan Dam Square ditengah tengah kota Amsterdam. Sangat ramai sekali dan kebanyakan turis yang cuma ingin melihat lihat kawasan Red Light sambil cengar cengir cekikikan. Benar benar nggak tahu lagi, apakah harus mengucap astaghfirullah atau alhamdullilah perjalanan saya menuju ke Madame Tussaud Museum mau tidak mau harus melewati Damrak yang selalu ramai tua, muda, laki dan perempuan.

Di Damrak ini, terdapat Sex Museum yang berisi patung, photo dan segala macam hal yang berbau pornografi. Segala macam gaya dari yang tradisional sampai yang bisa bikin sakit pinggang semua ada. Cukup bayar EUR 3 untuk masuk ke museum ini dan anda bisa tertawa cekikikan didalam, bukan tertawa karena patung patung dan photo yang dipajang tetapi karena melihat dan mendengar ulah dan celetukan para turis pengunjung museum yang berphoto ria dengan latar belakang onderdil bagian dalam pria dan wanita dengan ukuran raksasa. Saya sendiri heran, ‘barang’ yang bentuknya relatif sama bisa menyedot pengunjung demikian banyak.

Turis yang lebih serius dan ekstrim biasanya akan masuk ke gang gang sempit disekitar Damrak. Jelas tujuannya ingin melihat Live Show. Kaget juga cara menarik pengunjung, sesekali menampakkan diri di jendela – semacam etalase dengan gaya dan dandanan ‘Serba Kekurangan’, miskin sekali di udara yang sedemikian dinginnya kok sampai tidak mampu beli baju layak, cukup selembar kain segitiga ukuran 10 x 10 cm menutupi bagian bawah pusar dan dua buah kain seukuran tutup botol coca cola dengan bentuk bintang, daun atau bentuk lain dan hanya menutupi ujung bagian dadanya yang besar saja. Tertulis didepan bayarnya cuma EUR 4 saja untuk nonton Live Show.

Bagi orang Belanda tontonan semacam ini mungkin sudah biasa, tetapi bagi turis asing jadi luar biasa. Sesekali terdengar ucapan Pro dan Kontra tetapi tetap saja baik yang Pro maupun yang kontra keduanya memperlambat jalan dan sesekali melihat pemandangan yang tidak pernah dilihat dinegaranya. Orang Belanda sendiri saya yakin sudah benar benar kebal, bagaimana tidak kebal lha wong channel TV yang disiarkan banyak sekali channel pornonya, padahal kita tinggal di hotel besar sekelas bintang 4. Judul filmnya bikin jantung berdetak kencang, yaitu “Oma Sex”. Baca sendiri Sex Museum Amsterdam kalau pingin tahu lebih jauh isinya.