Monthly Archives: May 2010

Madame Di Madurodam

Namanya Madurodam, langsung mengingatkan kenalan lama saya didaerah mBagong – Suroboyo yang bernama Cak Tohir. Langsung ingat karena beliau asli Madura, ah hebat juga nih ada orang Madura punya usaha di Belanda. Ternyata saya keliru, Madurodam nggak ada hubungannya dengan Madura. Madurodam adalah tempat hiburan berupa kota miniatur di Den Haag (The Hague), tepatnya di Scheveningen, sekitar 50 – 60 Km dari Amsterdam.

Dinamakan Madurodam karena sebagai penghargaan dan peringatan terhadap Goerge Maduro, seorang mahasiswa Hukum dari Curacao yang berjuang melawan Nazi saat mempertahankan kerajaan Belanda dan kemudian meninggal di camp konsentrasi di Dachau pada tahun 1945. Atas jasa jasa dan rasa cintanya selanjutnya orang tua Maduro menghibahkan uangnya untuk memulai pembangunan Madurodam dan selesai tahun 1952.

Tidak terlalu susah untuk mencari Madurodam, disamping karena kota Den Haag tidak begitu besar, saya juga menggunakan GPS yang ternyata akurasinya tidak mengecewakan. Seluruh pelosok Den Haag dan bahkan Belanda sudah kita jelajahi semua hanya dengan mobil sewaan. Tempat parkir di Madurodam cukup luas tidak seperti ditempat lain di Belanda yang begitu sempit dan susah sekali untuk mendapatkan space untuk parkir. Tarip parkir disini sama mahalnya dengan tarip parkir ditempat lain di Belanda, EUR 4 per jam.

Nggak perlu ikut tour atau sewa tour guide, terus terang saya tidak suka dan lebih senang jalan sendiri bersama keluarga saja (baca ‘ngirit’). Tetapi, kalau belum punya pengalaman blusak blusuk dan tidak punya keberanian ya jangan ikuti cara saya. Modal saya selalu buku petunjuk tour, GPS, sepatu olah raga biar bisa jalan jauh dan nekat saja. Meskipun kita sewa mobil, tetap saja kita naik angkutan umum juga seperti canal cruise, tram, kereta api atau bus alasannya pingin coba saja, tetapi kalau boleh jujur, sebenarnya mobil sewaan saya nggak bisa keluar dari tempat parkir ketutupan mobil lain.

Tiket masuk Madurodam adalah EUR 14.5 per orang, lumayan mahal. Tetapi rasanya nggak rugi karena taman miniatur ini begitu bagus, bersih dan hidup seperti layaknya kota sebenanya. Miniatur kereta api, pesawat terbang, kapal semua sangat realistis dan bergerak seperti aktifitas kota sebenarnya. Semua bangunan indah dan bersejarah di Belanda ada miniaturnya disini. Jauh lebih bagus dibanding Mini Europe di Belgia.

Di Madurodam ini, kita benar benar merasa jadi raksasa dinegeri liliput. Tidak cuma bangunan saja yang diminiaturkan, orangpun diminiaturkan dan dibuat sedemikian akurat ukurannya sehingga tampak sangat realistis kalau diphoto. Konon ukuran semua miniatur 1:25 dibanding ukuran sebenarnya dan jumlah pengunjung sudah melebihi 10 Juta orang dari berbagai negara diseluruh dunia sejak 1952. Rrruar biasa……

Saya paling suka melihat miniatur lalu lintas kendaraan, benar benar seperti kota. Mobil kecil, mobil barang, truk, tram dan kereta api berjalan berseliweran, apalagi dilatar belakang ada pesawat terbang yang sedang siap siap tinggal landas dan terdengar juga suara klakson kapal yang mau sandar didermaga dan juga bakiak/klompen kayu tradisional Belanda dengan ukuran raksasa benar benar mengundang pengunjung untuk mencoba dan berphoto ria, sampai ngantri hanya untuk mencoba bakiak raksasa warna warni ini. Pokoknya Top Markotop.

Hwa Ka Ka Ka – Aneka Macam Interview

Sebagai seorang wanita yang tinggal di Timur Tengah, khususnya Kuwait terkadang membuat kita tersenyum sendiri, meskipun terkadang senyum kecut yang sebisa mungkin dipaksakan menjadi senyum manis. Bagaimana tidak tersenyum kecut, dimanapun kita bertemu orang selalu yang ditanyakan pertanyaan pertanyaan yang mustahak dan itu itu juga. Tetapi ada baiknya juga, karena saking seringnya mendengar pertanyaan semacam itu, kalau sedang acara kumpul kumpul atau bertemu dengan kawan, kita bisa tertawa lebar mentertawakan nasib diri kita sendiri atau ngrasani seorang kawan yang baru saja terkena musibah ditanya pertanyaan umum seperti dibawah ini.

Pertanyaan musykila seperti dibawah bisa datang dari orang Indonesia sendiri maupun orang asing, umumnya sopir Taxi, pelayan toko atau petugas pompa bensin dari Bengali, Pakistan, Philipine atau India. Entah kenapa mereka ini sering usil tanya macam macam. Belum pernah sekalipun saya mendapat pertanyaan senada dari orang Arab, khususnya Kuwait, yang saya ketahui mereka begitu baik, santun dan sangat menghargai wanita.

Tidak ada yang salah dengan mereka, baik orang Indonesia yang bertanya kepada  saya maupun expatriate Bengali, Pakistan, Philipino dan India yang sering ketemu saya. Expatriate ini umumnya bekerja sebagai sopir Taxi, Pelayan Toko, Penjaga Bakala (Warung), kuli angkut Pasar Jumat atau pasar Mubarakeeyah atau pegawai pompa bensin. ‘Default’ dalam pikiran mereka semua wanita Indonesia di Timur Tengah, khususnya Kuwait adalah Pekerja di Rumah Tangga Kuwaitis. Ya, benar… ini adalah efek samping akibat saking banyaknya pemerintah Indonesia mengirim TKW ke Timur Tengah.

Jenis Jenis Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan Ke Saya adalah sebagai berikut :
Di Kuwait
  1. Majikanmu Tinggal Dimana ?.      Pertanyaan semacam ini umum ditanyakan oleh mbak Sri, mbak Ningsih dan mbak Atik, saudara kita dari Indonesia yang bekerja dirumah tangga Kuwait. Saya tidak tahu sejarahnya, kenapa istilah majikan begitu populer disini dan saya tidak tahu juga kenapa saya ditanya dengan pertanyaan seperti ini.
  2. Majikanmu Baik Sekali Ya ..
        
    Pertanyaan semacam ini juga sering ditanyakan oleh mbak mbak yang sering saya jumpai seperti diatas atau para sopir taxi Pakistan atau India kalau mereka melihat dandanan kita terlalu over, misal pakai pakaian seperti yang sering dipakai para wanita Kuwait atau memakai perhiasan yang mencolok mata (Note : Saya paling senang memakai gelang plastik aneka warna, terkadang berwarna emas, mungkin saja dikira emas beneran). Kemungkinan juga karena saya kemana mana naik VW Kodok merah butut saya. Di Kuwait sangat sulit untuk mendapatkan driving liscense bagi expatriate wanita kecuali ada backup Kuwaitis pada saat ujian SIM.
  3. Kamu Digaji Berapa Oleh Majikanmu.
         
    Pertanyaan sulit ini paling sering ditanyakan oleh India atau Pakistan, bukan berarti yang dari Philipine tidak pernah tanya pertanyaan sensitif ini, tetapi yang dari India lebih agresif dan sering terdengar. Suami saya juga sering ditanya terutama pada saat ngisi bensin dan dikantor juga.
  4. Suamimu Kuwaitis Ya ?
        
    Ada saatnya sebagai wanita dandanan kita terlalu menor ditempat yang salah, kadang sopir taxi main tebak saja pada saat saya diturunkan didepan rumah. Nggak salah sih kalau saya ditembak pertanyaan semacam ini karena kebetulan saja rumah saya dikomplek perumahan Kuwaitis di Egaila. Padahal ‘sumprit’ suami saya asli ‘Suroboyo’ dan tidak perlu ganti Kuwaitis karena masih Oyee
  5. Cepat… Cepat…. Cepat !!!.
        
    Ini 100 % kelakuan oknum di KBRI. Karena setiap hari banyak sekali TKW yang datang ke KBRI maka siapapun wanita yang turun dari taxi dipintu belakang akan terkena bentakan agar cepat turun dari taxi dan segera masuk kedalam gedung untuk duduk manis dibangku yang telah disediakan didalam gedung. Mungkin maksudnya agar tidak mengganggu lalu lintas atau acara penataran didalam gedung sudah dimulai sehingga siapapun yang masih diluar gedung terkena bentakan. Nggak salah sih kalau membentak bentak seperti itu, lha wong wajah kita nggak ada bedanya dengan mbak Anik, mbak Tutik dan mbak Titin yang lagi dapat masalah dan ditampung dipenampungan lantaidasar KBRI.
  6. Maari ko ng tulong mo ?
        
    Wajah kita memang mirip dengan Philipine sehingga setiap ketemu orang selalu yang ditebak pertama kali adalah kita berasal dari Philipine. Are You Coming From Philipine ? No.. No.. No.., I’m moslem from Indonesia…. Biasanya dengan jawaban seperti ini semua urusan langsung beres. Yang dari philipie sendiri sering kali kecele, begitu melihat wajah kita langsung nyerocos bahasa Tagalog dan kita cuma terbengong bengong saja.
  7. Baru Pertama Kali Ini Saya Melayani Orang Indonesia.
         
    Berkali kali saya mengurus Visa atau beli tiket pesawat ke travel agent di Kuwait, biasanya pegawainya kalau nggak dari Mesir ya dari India. Sering dianggap aneh kalau permintaan saya ke Russia, Netherland atau negara lainnya karena yang sering ditangani adalah pembelian tiket pulang ke Indonesia saja. Akibatnya saya dan suami harus bercerita panjang lebar tentang keindahan alam Indonesia, ekonomi, sosial dan politik dan menjawab semua pertanyaan tentang Indonesia.
  8. Wow…Suamimu Engineer !!!
        
    Kalau ketemu Arab, khususnya Kuwaitis kata kata inilah yang sering saya dengar. Ini satu satunya yang membuat saya ‘pethentang pethenteng’ di Kuwait. Muhandas atau Engineer begitu diagung agungkan dan seolah sangat tinggi sekali harkat dan martabatnya dibanding sarjana yang lain. Entah kenapa orang Arab disini kok menganggap engineer lebih tinggi dari Geologist atau Geophiscist, padahal sebenarnya sama sama sarjana S1.

DI INDONESIA

  1. Passport ! Passport ! Passport !!!!!
        
    Jenis wawancara ngeyel ini akan terjadi di bandara Cengkareng begitu kita baru saja menginjakkan kaki di Indonesia. Teriakan Passport !! Passport !! dilakukan oleh oknum bandara persis didepan tangga berjalan atau dipertigaan sat kita menuju counter imigrasi untuk cek passport. Sebenarnya orang tersebut cuma coba coba saja kalau ada yang culun menyerahkan passportnya. Sering terlihat ada sekitar 10 orang TKW atau lebih yang dengan lugu menyerahkan passportnya dan digiring agar berdiri menunggu ditempat tertentu.
  2. Pekerja Lewat Sini…!!!
        
    Ini juga teriakan coba coba oknum berseragam putih hitam di Cengkareng. Saya tidak tahu pasti kenapa orang orang seperti ini bisa masuk kedaam bandara dan menyambut langsung para TKW yang baru turun. Pernah saya iseng mengikutinya dan ketika saya pergi menjauh, oknum tersebut langsung teriak dan gertakannya memang bisa membuat para TKW mengikuti dan menyerahkan passportnya. Dua orang TKW akhirnya memilih mengikuti saya, Emangnya gue takut ….
  3. Parfum Keluarkan Dari Tas ..!!!      Ini bukan wawancara biasa tetapi debat kusir. Saya tahu benar bahwa cairan lebih dari 100 ml tidak boleh dibawa masuk kedalam pesawat (Keberangkatan ke Kuwait). Yang saya permasalahkan, kenapa kalau beli parfum di Duty Free sampai 5 botol bisa lolos keatas pesawat sedangkan parfum saya yang cuma berisi seperempatnya saja (sekitar 30 cc) harus disita petugas dan diletakkan ditempat khusus yang berbeda dengan barang sitaan lainnya. Jawabannya jelas, si petugas ingin memakai parfum saya. Lain kali, selalu bawa tas kresek yang ada tulisannya Duty Free.
  4. 1 KD = Rp 22000, Tukarkan Saja di Kuwait Kalau Nggak Mau ..
        
    Nilai tukar 1 KD (Kuwait Dinr) sekitar Rp 31000. Kalau anda seorang wanita, coba tukarkan mata uang KD anda di Money Changer manapun diterminal kedatangan luar negeri Cengkareng. Apapun money changernya akan menghargai sekitar Rp 22000/KD. Entah kenapa kala pelayannya wanita jawabannya selalu ditambahi ‘Kalau Nggak Mau Tukarkan Saja Di Kuwait..!!!’.
Masih ada lagi nggak ya ? Coba yang jujur saja, kalau anda wanita dan tinggal di Timur Tengah, pertanyaan atau perlakuan nomor berapa yang pernah anda alami ? Kalau jawaban anda tidak pernah sama sekali berarti anda berbohong pada diri anda sendiri. Ayo ngacung ……Hwa Ka Ka Ka Ka ….

Amghara – Spare Part Murah Mobil Mewah

Saya akui Indonesia sangat luar biasa kreatif dibanding Kuwait. Mobil rongsok bisa disulap jadi bagus kembali. Di seluruh pelosok Indonesia dengan mudah kita bisa menjumpai tukang kenteng mobil, ada yang bernama Kenteng Magic, Kenteng Dukun atau yang lainnya. Pokoknya tidak ada mobil yang tidak bisa diperbaiki. Semua mobil separah apapun kecelakaannya, selalu saja rongsokannya bisa disulap menjadi baik kembali. Yang rusaknya sudah terlalu parahpun dengan cepat bagian bagian tertentu yang masih baik akan diprotoli dan dilego. Bukan mobil rongsok saja, mobil yang sedang berjalanpun bisa diprotoli kaca spion dan accesoriesnya.

Lalu bagaimana dengan di Kuwait ? Di Kuwait, boleh dikatakan kreatifitas masih tertinggal jauh dengan Indonesia. Mobil penyok baru saja kecelakaan bisa saja langsung dibuang pemiliknya atau dinyatakan tidak boleh diperbaiki dan tidak laik jalan lagi oleh polisi. Biaya perbaikan bisa jadi sangat mahal sekali karena kebanyakan tehnisi dan pegawai bengkel adalah expatriate dari luar Kuwait, sudah tentu Labour Cost di Kuwait jauh lebih mahal dibanding di Indonesia. Pemilik mobil dengan cepat akan menghitung, kalau harga perbaikan jauh lebih mahal dibanding harga DP dan angsuran kredit mobil baru, maka lebih baik dibuang saja. Perlu diketahui, harga mobil di Kuwait sekitar 50 % harga mobil di Indonesia.

Apabila terjadi kecelakaan lalu lintas maka polisi akan memutuskan mobil masih memungkinkan untuk diperbaiki dan laik Jalan atau harus dikirim ke Junk Yard untuk dipotong potong. Stiker dengan tanda silang merah dan tulisan arab besar akan dipasang dibadan mobil atau dikaca mobil yang menurut saya kira kira berbunyi perintah untuk dipotong jadi dua karena sudah tidak laik jalan lagi. Disini saya benar benar salut dengan ketegasan polisi, apabila telah diputuskan tidak laik Jalan lagi, maka mobil akan segera dipotong jadi dua, bagian depan dan bagian belakang langsung terpisah. Sadis memang, tetapi dengan cara ini si mobil benar benar tidak akan bisa beroperasi kembali di jalanan Kuwait.

Tempat pembantaian mobil diatas bernama Amghara, bisa dicapai melalui Jalan 5 kearah Doha – Kuwait. Ditempat ini berbagai mobil sudah dikelompokkan berdasarkan mereknya, seperti Jaguar, Porsche, Volkswagen, Mercedes dll. Tumpukan mobil bisa sampai 3 susun. Masing masing tempat punya spesialisasi merek tertentu sehingga kalau kita mencari onderdil atau sparepart tinggal ngomong saja dengan tehnisi yang ada, mereka dengan cepat akan membantu melepas onderdil yang kita maksud. Tidak seperti di Indonesia dimana sparepart sudah diprotoli, dibersihkan dan dipajang ditempat bagus untuk didagangkan, di Kuwait kita yang harus memilih diantara tumpukan mobil. Misal kalau kita butuh lampu depan saja, maka kita yang harus mencari sendiri mana yang perlu dilepas. Dan harganya cukup tawar menawar dengan tehnisi yang melepas.

Yang mengherankan lagi, jual belinya seperti jual beli ikan di pasar ikan. Suami saya ditanya, mau beli mobil yang bagian kepala atau ekor ?, kalau njawab bagian ekor akan ditunjukkan kemana kita harus memilih dan si tehnisi menawarkan jasa untuk melepas pintu belakang atau tutup bagasi atau melepas roda belakang dari potongan mobil yang kita pilih tadi. Kalau kita jawab bagian depan akan lebih mahal lagi karena ongkos melepas mesin lebih rumit. Di Kuwait, tidak mengenal yang namanya esek esek nomor mesin untuk perpanjangan STNK, jadi kalau mesin rusak, ganti saja dengan mesin baru dari Amghara.

Suami saya datang ke Amghara berlima dengan kawan kawannya (semua laki laki) dengan tujuan mencari Compressor AC untuk VW Kodok Merahnya. Dengan mudah bisa ketemu kompresor bekas VW Kodok 2009 yang telah disembelih jadi dua. Tawar menawar dengan tehnisi yang mencopot selalu saja mentok harga terendah KD 25 atau sekitar Rp 750.000. Pindah kemanapun juga selalu harga terendah KD 25 untuk sebuah kompresor AC VW Kodok.

Lama lama ketahuan juga penyebabnya, si tehnisi selalu beranggapan kalau datang ke Amghara berombongan (berlima), maka mobilnya pasti beli patungan dan harga sparepart yang ditawarkan harus bisa dibagi 5 agar bisa patungan masing masing KD 5. Setelah ditanyakan lebih dalam lagi ternyata banyak sekali expatriate di Kuwait yang beli mobil secara patungan dan kalau rusak beli onderdil bersama sama di Amghara patungan juga. Terbukti, seminggu kemudian suami, saya dan anak anak datang kembali ketempat yang sama dan dilayani oleh tehnisi yang sama, si kompresor idaman cuma dihargai KD 15 saja. Murah kan dibanding beli baru ….