Londo Celup Kuwait


Nama Indonesia diluar negeri jelas sangat menyedihkan, kesan yang sering saya dengar adalah negeri yang selalu rusuh, korup, berbahaya karena sering terjadi bencana alam dan juga karena saking banyaknya mengirim tenaga kerja non skill maka dianggap seluruh penduduk Indonesia berada dibawah garis kemiskinan, apalagi diperparah dengan mata uang kita yang terlalu banyak angka nol, seperti Rp 1.000, Rp 5.000, Rp 10.000 dan Rp 50.000. Mereka terbiasa dengan mata uang negara mereka yang minim atau paling banter satu buah angka nol saja seperti KD 1/4, KD 1/2, KD 1, KD 5 dan KD 10. Jadi kalau mata uangnya terlalu besar selalu menganggap negara sangat miskin dan kalau belanja satu box nasi harus bawa uang satu mobil.

Soal pariwisata jelas lebih parah lagi, hanya mereka yang pemberani dan nekat saja yang berani berkunjung ke Indonesia, itupun setelah berkali kali mereka berinteraksi dengan warga Indonesia yang dengan sabar menjelaskan tentang keamanan Indonesia dan berbagai macam keindahan alam Indonesia. Promosi pariwisata Indonesia boleh dikatakan sangat tertinggal jauh dibanding Malaysia dan Thailand. Setiap ada event pariwisata di Kuwait, khususnya KOC, kedua negara ini begitu gegap gempita membagi bagikan brosur dengan promotion boot yang bagus dan Indonesia nggak pernah ada, kurang jelas nggak diundang, tidak tampil atau dana dari pusat belum turun. Acara promosi pariwisata semacam ini biasanya banyak dilakukan menjelang liburan panjang musim panas.

Demonstrasi politik beberapa gelintir orang yang anarkis dan mengatasnamakan seluruh rakyat Indonesia benar benar jadi kerjaan tambahan yang harus kita lakukan kalau ada yang bertanya. Mereka umumnya tidak tahu bahwa Indonesia begitu luas, 20 orang demo di DPR tahunya seluruh Indonesia rusuh. Tugas tambahan yang tidak enteng ini juga dilakukan oleh anak anak termasuk anakku yang tengil Dinda.

Awal bulan Maret 2010 yang lalu, anakku Dinda berjuang habis habisan memperkenalkan Indonesia dengan caranya sendiri. Memang setiap perjuangan harus ada pengorbanan dan perjuangannya ternyata tidak sia sia. Di sekolahnya American International School, Dinda memperkenalkan kebiasaan anak anak sekolah Indonesia, yaitu memberi nama julukan yang lucu lucu kepada kawan kawannya. Biar akrab dan terbuka jarak antar sesama kawan katanya. Nama julukan memang lumrah kalau di Indonesia, saya sendiri kalau dirumah selalu dipanggil oleh anak anak ‘Bun …. Bun …. Bundaaaaaar !!!!’, terutama kalau anak anak memanggil dan saya tidak mendengarkan. Saya memang dipanggil Bunda dirumah tanpa tambahan huruf ‘R’.

Nama julukan tidak umum dipakai diantra anak anak sekolah di Kuwait, tetapi sambutan dan antusiasme Arab begitu gegap gempita. Hanya dalam hitungan hari saja hampir seluruh kelas punya nama julukan yang aneh aneh, lucu dan mungkin membuat jengkel yang kebagian nama kurang bagus. Ada yang dapat gelar ‘Stupa’ karena kepalanya panjul mirip stupa candi Borobudur. Masalah baru muncul karena ada murid yang baru masuk dan rambutnya baru saja disemir dengan warna pirang keemasan seperti rambut bule. Namanya sangat cepat sekali populer diantara kawan kawan sekelas melebihi nama julukan murid yang lain. Pingin tahu, nama panggilan barunya ? Cukup panggil ‘Pups’, singkatan dari Pups Blonde, artinya kira kira ‘si rambut pirang seperti tahi’, jauh lebih kasar dari ‘Londo Celup’ yang begitu populer di Indonesia.

Karena ulah si Tengil Dinda, maka bapak dan ibunya jadi ikut repot dapat peringatan dari sekolah. Gimana nggak repot karena anak gadisnya disetrap satu jam setelah pulang sekolah. Kita harus ngantar makan ke sekolah karena si tengil belum makan siang dan pagi juga tidak makan.  Bunyi surat peringatannya sebagai berikut :

Notice Of Detention
I am sorry to inform you that your daughter must serve detention for one hour after school due to her role in teasing and inappropriate name calling of another girl in her class. The principal, Mr David and I have met with Indah and discussed theissues that led up to this incident and worked on suggestion for her to use in the future in order to deal with issues appropriately.

Belajarlah terus nak dan berjuanglah terus memperkenalkan Indonesia ke kawan kawanmu, Aung San Suu Kyi saat ini juga masih disetrap nggak boleh keluar rumah karena memperkenalkan Demokrasi ke negaranya. Jadilah kamu seperti dia, pimpinlah kawan kawanmu dan jangan pernah menyerah apapun yang menghambat perjuanganmu. Kalau itu cara dan pilihanmu, ayah dan bunda hanya bisa berdoa semoga kamu bisa belajar dari pengalamanmu. Ayah dan bunda tidak akan pernah menyalahkan dan menghambat jalanmu. Selamat belajar nak …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s