Ngantri… Ladies First


Satu hal yang benar benar saya rasakan perbedaan yang luar biasa antara di Indonesia dan di Kuwait adalah kebiasaan orang orang di Kuwait dan rasa hormat dan menghargai wanita yang tinggi sekali. Di Kuwait, kalau kita naik bus kota maka tempat duduk paling depan adalah untuk wanita. Meskipun tidak ada tulisan atau aturan tertulis didalam bus kota, begitu ada seorang wanita naik bus maka otomatis para pria yang duduk di kursi depan akan pindah kebelakang dan mempersilahkan wanita duduk paling depan sendiri. Kalau di Indonesia, jangankan diberi tempat duduk, baru mau naik bus saja bokong kita didorong sama kondektur dari bawah sambil teriak ‘Tariiiiiiik……’

Antri beli tiket bioskop atau antri ATM umumnya dilakukan laki laki saja, tetapi kalau kita mau ikutan ngantri, nggak perlu berdiri dibelakang para lelaki arab tadi ber jam jam, langsung saja maju paling depan sendiri nggak usah kuatir diteriaki ‘Hoee Antri Doong !!! ….’ yang dibelakang. Maka otomatis pria yang paling depan akan mempersilahkan kita untuk mengambil uang duluan dan mereka akan menjauh dulu beberapa langkah dari kita. Setelah memberi tempat ke saya, langsung saya pura pura mengaduk aduk tas seolah olah ada masalah dan suami saya panggil untuk nyelusup paling depan sendiri, langsung beres….. Karena kebiasaan orang Arab seperti ini, maka berakibat buruk bagi saya, yaitu saya selalu kebagian tugas beli tiket atau ngambil uang di ATM sedangkan mas Ardi dan anak anak tinggal tunggu di mobil sambil baca koran atau majalah.

Di jalanan yang macetpun wanita sangat dihargai sekali. Nggak perlu kita harus bunyikan klakson keras keras. Tahu kita mau minta jalan saja mereka dengan cepat mempersilahkan kita lewat dan bahkan sambil tersenyum yang bikin jantung kita deg degan. Kalau perlu, cukup beri kode dengan tangan caranya kuncupkan kelima jari kita dan tunjukkan ke sopir sambil menggerakkan tangan kita sekali atau dua kali. Kalau kita sudah mengeluarkan jurus sakti dengan kode jari tangan yang menguncup seperti ini, mobil yang lain otomatis berhenti tidak mau bergerak sama sekali sebelum mobil kita lewat.

Nyeberang jalan juga nikmat sekali, cukup kita berdiri dipinggir trotoar maka secara otomatis berpuluh puluh mobil langsung berhenti. Kalau pingin cepat nyeberang jalan, tinggal minta suami untuk menjauh dulu maka pasti puluhan mobil mobil akan berhenti mempersilahkan kita lewat. Suatu hal sederhana yang sulit sekali saya alami di Jakarta. Tapi saya yakin, mereka dengan cepat berhenti karena ingin melihat 3 bidadari cantik mau nyeberang jalan ehe ehe.

Kalau belanja, wanita Arab juga nyaman sekali. Sekali belanja biasanya sekaligus banyaknya bukan main dan tas belanjaan bukan cuma satu atau dua tas saja tetapi bisa puluhan. Tas belanjaan yang banyak tadi tidak ada satupun yang dibawanya sendiri, semua urusan suami. Jadi si suami yang bertanggung jawab bawa barang belanjaan yang buanyak sekali dan sibuk mondar mandir beberapa kali menaikkan barang ke mobil sedangkan si wanita cukup lenggang kangkung dibelakang si suami yang sempoyongan bawa tas belanjaan.

Sekali sekali saya dan anak anak juga ngiri dan ingin sekali dimanja suami seperti layaknya wanita Arab diatas. Ketika serumah belanja kebutuhan sehari hari, kita bertiga sepakat memberikan semua barang ke suami agar dimasukkan kedalam mobil. Apa jawaban suami, ‘Enak saja …. Kalau hidungmu mancung kayak Arab tadi nggak usah dimintapun akan aku bawakan semua barangmu ke mobil’. Alamaaak, mau manja sedikit saja kok hidung yang dijadikan alasan …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s