Alexandria. Sorga Pecinta Mobil Antik


Masih ingat film ‘Ayat Ayat Cinta’ atau ‘Ketika Cinta Bertasbih’. Kedua film ini latar belakang ceritanya di Mesir, tepatnya di Cairo dan Alexandria. Kalau melihat kedua film ini, latar belakang kedua kota begitu indah, menarik dan glamour. Kenyataannya tidak seindah dalam film, jelas negeri tercinta Indonesia lebih bagus, modern dan hijau. Gedung gedung tinggi di Cairo nampak kusam dan butut karena pemerintah mesir benar benar melarang rakyatnya untuk menghambur hamburkan air, misal mencuci mobil atau menyiram kaca jendela dengan air. Maklum, sumber air untuk seluruh Mesir diproses dari Sungai Nil dengan debit yang terbatas. Mobil mobil yag berkeliaranpun sebagian besar peninggalan jaman Firaun atau Tutankhamun. Lihat gambar gedung dan mobil Skoda di Cairo pada gambar disamping.

Alexandria, jauh lebih bersih dibanding Cairo. Kota ini nampak lebih bersinar karena banyaknya gedung gedung baru dan modern. Lebih bersinar lagi kalau menjelang musim panas, sepanjang pantai Alexandria banyak sekali dipenuhi turis turis ber’bikini’ yang membuat mata susah untuk berkedip. Mengenai mobil yang berkeliaran di Alexandria juga sama saja dengan Cairo, sebagian besar kendaraan Raja Raja Mesir Kuno.

Jumlah VW Kodok yang berkeliaran banyaknya bukan main. Boleh dikatakan setiap jalan 100 meter selalu ketemu VW Kodok sedang parkir atau sedang lewat. Tidak seperti VW Kodok di Indonesia yang selalu kinclong dan dielus elus, di Alexandria yang namanya VW Kodok benar benar asli tanpa modifikasi atau assesories yang aneh aneh. Bagi penggemar Volkswagen Vintage, sayang sekali kalau tidak berkunjung ke Alexandria (dan Cairo tentunya).
Jangan samakan dengan pemilik VW di Indonesia yang apabila disapa dengan Salam VW langsung antusias bercerita tentang kehebatan VWnya. Di Alexandria hampir semua pemilik VW yang saya jumpai dan saya ajak ngobrol nggak ngerti sama sekali bahwa mobil yang ditunggangi harganya sangat mahal kalau di Indonesia. Ketika saya tanya ada nggak klub VW di Mesir, jawabnya juga sederhana sekali, untuk apa ada klub disini semua mobil seperti ini dan disini nggak perlu mbentuk klub karena semua onderdil mudah dicari. Nah lo
Jual mobil VW di Indonesia biasanya hanya berputar putar diantara sesama penggemar VW saja. Paling banter berpindah dari klub VW satu ke klub VW lainnya di luar kota. Kalau di Alexandria (dan Cairo), mobil antik bisa dibeli siapa saja baik penggemar mobil antik maupun masyarakat umum. Mereka tidak tahu nilai mobil antik bisa sangat mahal sekali kalau di Indonesia. Perhatikan saja gambar disamping, cukup meletakkan kertas berisi nomor telpon dan kata ‘Dijual’ di kaca belakang sambil jalan jalan keliling kota.
Baca Juga :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s