Monthly Archives: December 2009

Duh, Susahnya Belajar Lagi ?

Tempat kursus di Kuwait  ternyata banyak dan tidak jauh berbeda dengan di Indonesia. Ada yang resmi menempati gedung yang bagus tetapi banyak juga yang tidak resmi atau setengah resmi di apartment apartment. Yang tidak resmi ini cara mencari murid cukup memasang iklan di tembok tembok atau di halte pemberhentian bus. Yang sering saya baca adalah Kursus Primavera, software computer tentag project management kebanggaan India. Ada juga iklan kursus belajar bahasa Inggris berdampingan dengan iklan mencari teman sharing apartment agar bisa menekan biaya sewa apartment. Biasnya yang mempunyai tempat  cukup memadai selalu mengeluarkan brosur yang cukup menarik.

Untuk mencari tempat kursus yang bagus dan bonafide boleh dikatakan susah susah gampang. Ternyata tempat-tempat belajar banyak sekali. Dan tergantung tujuan kita kursus. Untuk mengisi waktu luang, agar bisa cas-cis-cus ngomong bahasa Inggris dan Perancis atau untuk mempersiapkan ujian agar lancar melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi semuanya ada dan tersedia di Kuwait, baik untuk tingkatan sekolah dasar, sekolah menengah, perguruan tinggi maupun sekedar kursus hobby dan pengisi waktu luang.

Ada beberapa tempat  yang saya rasa cukup representatif dan baik :

  • Untuk kursus seni yang bagus bisa di The British Academy Of International Arts. Letak tempat kursusnya di Salwa Street 1, persis dibelakang British School Of Kuwait (BSK).
  • Top Class, semacam bimbingan belajar untuk anak anak sekolah tertutama dalam mempersiapkan ujian akhir IGCSE.  Baik Top Class, The Sunshine School Of Kuwait (TSK), BSK (British School Of Kuwait) maupun The British Academy Of International Arts adalah bagian dari British International. Keduanya menempati gedung yang sama di Salwa Street 1.
  • Kalabhavan, kursus musik yang terletak didalam apartment di Salmiya. Ada kursus Tabla kalau ingin belajar musik India.
  • Ada juga British Council, yang lebih fokus pada pelajaran bahasa Inggris saja terutama persiapan IELTS untuk masuk ke perguruan tinggi di UK, Canada atau Australia. Waktu belajarnya sore sampai malam hari. Note : Saya belum menemukan kursus TOEFL di Kuwait, tampaknya hanya populer di Indonesia saja. Umumnya lulusan high school Kuwait banyak  yang melanjutkan ke perguruan tinggi di UK dan Canada.
  • Coba lihat juga The American University of Kuwait (AUK) yang terletak di Salmiya. Meskipun university, AUK juga banyak mengeluarkan paket-paket untuk belajar bahasa Inggris program singkat untuk msyarakat umum. Yang ini American, tetapi nggak ada program TOEFL, yang ada IELTS juga.
  • Pitman Training Institute yang terletak di Qatar Street sebelahnya Ritz Hotel dan dekat dengan City Center Salmiya.
  • BITE ( The British Institute of Training and Education) di Shaab.
  • Amideast di salmiya .
  • Ada lagi Kuwait Bureau for Educational Service (KBES) yang juga terletak di Salmiya.   
  • High Studies Institute ( HSI ) bisa diintip di http://www.highstudies.com/
  • Dan masih banyak lagi. Silahkan saja memilih dan disesuaikan dengan tujuan , keinginan dan kantong masing-masing.
Akhirnya saya bisa memutuskan dan mencoba salah satu tempat kursus yang cukup representatif yaitu pilihan jatuh pada  HSI (High Studies Institute) di Mirqab. Bagi saya tempat kursus ini sangat ideal dan strategis sekali bagi ibu rumah tangga seperti saya karena terletak dikanan – kiri pasar. Kalau jam pulang atau pas lampu mati, kita bisa shopping beli kebutuhan rumah tangga. Kalau bosan kita bisa minta ijin keluar sebentar untuk lihat lihat perhiasan dan pakaian yang didagangkan di toko toko disebelahnya. Entah kenapa kalau lihat barang dagangan apapun mata saya bisa melek kembali dan hilang segala rasa bosan dan ngantuk. Coba suruh belajar…duh….ampun.

Materi kursus di HSI diatas boleh dikatakan sangat banyak sekali, mulai dari kursus bahasa Inggris, Komputer segala macam software dan hardware, kursus montir, kursus elektronik, kursus bisnis, kursus Arabic dan ada yang make-up. Mungkin minta diadakan kursus masakpun akan disanggupi kalau bisa ngumpulkan murid dengan jumlah tertentu. ha..ha. Yang beda dengan tempat tempat kursus di Indonesia, di HSI baik brosur maupun photo photo yang terpampang semua memakai Toga. Inilah sebabnya kenapa saya tertarik ndaftar ditempat kursus ini, bayarnya nggak terlalu mahal tetapi kalau lulus diwisuda dan pakai toga ha ha ha. Kalau pulang Indonesia bisa pamer lulusan Institute, siapa yang tahu kalau cuma tempat kursus.

Saya ikut salah satu kursus ditempat itu, bukan karena ingin pandai tetapi lebih cocok kalau dikatakan hanya tertarik lokasinya yang strategis ditengah pasar. Terus terang kalau ijin suami ke pasar tadi pasti dilarang jadi harus pandai cari alasan agar bisa selalu ke pasar tadi. Celakanya, ternyata kursus di Kuwait sama saja dengan sekolah, setiap hari PRnya banyaknya bukan main, kalau nggak ngerjakan PR bisa bisa malu dengan murid dari negara lain. Akibatnya setiap hari di rumah mau nggak mau harus belajar dan ngerjakan PR juga.

Sudah berbulan-bulan saya ikut kursus di HSI dan sudah sering   juga saya belajar dan ngerjakan PR di rumah, tetapi rasanya ada yang salah dengan diri saya. Setiap saya membuka buku, rasanya dari dulu kok cuma halaman 1, 2 dan 3 saja. Padahal halaman halaman yang lain juga ada kalau nggak salah sampai halaman 120. Saya baru ngeh setelah suami menunjukkan photo seperti photo di blog ini. Ternyata saya selalu tertidur kalau belajar ……

Baca Juga :

Alexandria. Sorga Pecinta Mobil Antik

Masih ingat film ‘Ayat Ayat Cinta’ atau ‘Ketika Cinta Bertasbih’. Kedua film ini latar belakang ceritanya di Mesir, tepatnya di Cairo dan Alexandria. Kalau melihat kedua film ini, latar belakang kedua kota begitu indah, menarik dan glamour. Kenyataannya tidak seindah dalam film, jelas negeri tercinta Indonesia lebih bagus, modern dan hijau. Gedung gedung tinggi di Cairo nampak kusam dan butut karena pemerintah mesir benar benar melarang rakyatnya untuk menghambur hamburkan air, misal mencuci mobil atau menyiram kaca jendela dengan air. Maklum, sumber air untuk seluruh Mesir diproses dari Sungai Nil dengan debit yang terbatas. Mobil mobil yag berkeliaranpun sebagian besar peninggalan jaman Firaun atau Tutankhamun. Lihat gambar gedung dan mobil Skoda di Cairo pada gambar disamping.

Alexandria, jauh lebih bersih dibanding Cairo. Kota ini nampak lebih bersinar karena banyaknya gedung gedung baru dan modern. Lebih bersinar lagi kalau menjelang musim panas, sepanjang pantai Alexandria banyak sekali dipenuhi turis turis ber’bikini’ yang membuat mata susah untuk berkedip. Mengenai mobil yang berkeliaran di Alexandria juga sama saja dengan Cairo, sebagian besar kendaraan Raja Raja Mesir Kuno.

Jumlah VW Kodok yang berkeliaran banyaknya bukan main. Boleh dikatakan setiap jalan 100 meter selalu ketemu VW Kodok sedang parkir atau sedang lewat. Tidak seperti VW Kodok di Indonesia yang selalu kinclong dan dielus elus, di Alexandria yang namanya VW Kodok benar benar asli tanpa modifikasi atau assesories yang aneh aneh. Bagi penggemar Volkswagen Vintage, sayang sekali kalau tidak berkunjung ke Alexandria (dan Cairo tentunya).
Jangan samakan dengan pemilik VW di Indonesia yang apabila disapa dengan Salam VW langsung antusias bercerita tentang kehebatan VWnya. Di Alexandria hampir semua pemilik VW yang saya jumpai dan saya ajak ngobrol nggak ngerti sama sekali bahwa mobil yang ditunggangi harganya sangat mahal kalau di Indonesia. Ketika saya tanya ada nggak klub VW di Mesir, jawabnya juga sederhana sekali, untuk apa ada klub disini semua mobil seperti ini dan disini nggak perlu mbentuk klub karena semua onderdil mudah dicari. Nah lo
Jual mobil VW di Indonesia biasanya hanya berputar putar diantara sesama penggemar VW saja. Paling banter berpindah dari klub VW satu ke klub VW lainnya di luar kota. Kalau di Alexandria (dan Cairo), mobil antik bisa dibeli siapa saja baik penggemar mobil antik maupun masyarakat umum. Mereka tidak tahu nilai mobil antik bisa sangat mahal sekali kalau di Indonesia. Perhatikan saja gambar disamping, cukup meletakkan kertas berisi nomor telpon dan kata ‘Dijual’ di kaca belakang sambil jalan jalan keliling kota.
Baca Juga :

Cairo, Kombi Oh Kombi

VW Kombi di Indonesia nasibnya sangat baik sekali apalagi kalau dibandingkan dengan di Mesir. Di Indonesia boleh dikatakan semua VW Kombi sudah ditangan penggemar VW dan setiap hari cuma dielus elus dan secara rutin dipamerkan dalam ajang Jambore VW yang selalu diadakan secara rutin di berbagai kota di Indonesia. Memang ada sih beberapa yang masih teronggok tidak terawat baik di bengkel atau digarasi tetapi biasanya dalam waktu tidak terlalu lama sudah kinclong dan ikut dalam jambore VW.

Di Mesir, VW sangat banyak sekali dan penduduk mesir umumnya menggunakan mobil tua semua. Mobil modern keluaran tahun baru hanya sesekali saja terlihat dan umumnya pemiliknya sangat berkecukupan. Yang menyedihkan, VW Kombi di Cairo digunakan untuk angkutan umum dalam kota. Semua angkutan kota VW Kombi ini berwarna putih dan melayani penumpang disekitar Pyramid Giza. Jadi pada saat mata semua orang mengagumi keagungan Pyramid Giza, mata kita tertuju ke VW Kombi yang berseliweran mengangkut penumpang keluar masuk area Pyramid Giza. Keagungannya tidak kalah dengan patung Sphinx meskipun si Kombi jalannya sudah mereng mereng kekanan.

Kelakuan sopir dan penumpang angkutan umum di Cairo relatif sama dengan penumpang angkot di Indonesia. Sudah jelas penuh sesak selalu teriak teriak ‘kosong’ pada saat cari penumpang. Berhenti juga sembarangan, dimana nampak seseorang dipinggir jalan langsung saja berhenti didepannya padahal orang tersebut tidk sedang menunggu angkot. Akibatnya jalanan disekitar area Pyramid Giza yang sempit dan padat turis jadi macet nggak ada selesainya. Tetapi karena kemacetan ini pula kita bisa mendengar suara merdu mesin VW yang sudah lama nggak pernah saya dengar sejak kita tinggal di Kuwait.

Baca Juga :