Monthly Archives: October 2009

Ihwal TKW Bermasalah

Dikutip Dari Kompas, 31 Oktober 2009 – Halaman 7
Ditulis Oleh : Faisal Ismail Dubes RI di Kuwait

Setiap tahun Kedutaan Besar RI Kuwait menampung sekitar 2.000 tenaga kerja wanita bermasalah yang kabur dari rumah majikan. Mengapa?

Sebagian dari mereka tidak betah bekerja karena beda tradisi dan kultur. Mereka mengalami gegar budaya. Sebagian lagi mengaku, upah mereka tidak dibayar majikan atau diperlakukan tidak wajar. Penyebab paling serius, mereka mengalami kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, dan pemerkosaan. Untuk menangani kasus-kasus berat, KBRI menyerahkan masalah ini kepada pengacara yang disewa.

Selingkuh dan kematian
Persoalan lain yang harus dihadapi KBRI adalah perselingkuhan antara sebagian TKW dan lelaki berkebangsaan lain. Diduga perselingkuhan terjadi saat mereka lari dari rumah majikan, lalu menjalin hubungan intim. Ketika hendak melahirkan, mereka datang ke penampungan di KBRI. Petugas KBRI membawanya ke rumah sakit. Kini, ada delapan bayi di penampungan, tanpa diketahui siapa ayah mereka. Bayi-bayi ini tidak dapat dibawa pulang ke Tanah Air bersama ibu mereka karena tidak memiliki akta nikah yang sah. Rumah sakit juga tidak mau memberi surat keterangan lahir. Akta nikah dan surat keterangan lahir diperlukan sebagai dasar memproses dokumen keimigrasian yang memungkinkan para bayi itu pulang ke Tanah Air bersama ibunya. KBRI sedang berkonsultasi dengan penasihat hukum untuk menyelesaikan kasus ini secepat mungkin.

Tidak mudah bagi pekerja wanita—sudah menikah atau belum—bekerja di negara asing.

Dalam tiga tahun terakhir ini, jumlah TKW yang meninggal agak meningkat, rata-rata 20-25 orang per tahun. Keterangan dari rumah sakit menyebutkan, mereka meninggal karena tekanan darah tinggi, darah rendah, jantung, asma, paru-paru, dan lainnya. Melalui Deplu, Depnakertrans, dan BNP2TKI, KBRI selalu mengirim pemberitahuan kasus kematian TKW kepada keluarga, apakah akan dimakamkan di Kuwait atau Tanah Air. Kebanyakan keluarga meminta agar jenazah dimakamkan di Tanah Air. Untuk itu, sistem cek kesehatan di Tanah Air perlu dibenahi sekaligus diperketat guna menghindari banyaknya kematian yang menimpa TKW. Diharapkan, TKW yang dikirim adalah benar-benar sehat, cakap, sudah mendapat pembekalan sekaligus pelatihan keterampilan kerja, serta orientasi tentang tradisi dan kultur masyarakat di negara tujuan.

606 TKW di penampungan
Hingga pertengahan Oktober 2009, KBRI menampung 606 TKW dengan segala kompleksitas masalah. Secara bertahap KBRI telah memulangkan mereka ke Tanah Air. Namun, karena yang datang lebih banyak (sehari rata-rata 10 orang), KBRI merasa kewalahan mengurus mereka. Akibatnya, terjadi penumpukan TKW bermasalah di penampungan. Permasalahan kian ruwet karena daya tampung terbatas, fasilitas kamar mandi dan WC minim. Gedung berlantai dua tempat menampung TKW dikhawatirkan runtuh karena harus menampung banyak manusia dan barangnya. Mereka tidur sekenanya dan amat tidak nyaman. Ketidaknyamanan fisik dan psikis ini bisa mengganggu kesehatan sehingga mereka mudah terkena tekanan mental dan stres. Mereka juga jenuh karena lama tinggal di penampungan.

Kini KBRI sedang bekerja sama dengan kepolisian untuk mempercepat proses sidik jari. Mereka yang tidak mempunyai kasus kriminal segera dipulangkan. Deplu dan instansi terkait sudah menyediakan dana bagi pembelian sekitar 600 tiket.

Kerja sama
Kerja sama perusahaan pengiriman tenaga kerja Indonesia swasta (PPTKIS) dan agen untuk menangani kasus dan masalah TKW harus sinergis. Butir-butir ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan dan kesepahaman antara PPTKIS dan agen harus dilaksanakan secara benar, adil, serta penuh tanggung jawab. Misalnya, dana Rp 2 miliar per tahun untuk biaya makan TKW bermasalah di penampungan seharusnya menjadi tanggung jawab agen, bukan dari anggaran Depnakertrans (negara).

Amat diharapkan, sistem perekrutan TKW oleh PPTKIS diperketat dan selektif. Mereka yang dikirim harus benar-benar berkualitas, bermotivasi tinggi, dan siap mental untuk bekerja di lingkungan yang bertradisi dan berkultur berbeda. Jangan sampai ada kesan, TKW bak komoditas dagang yang diekspor. TKW adalah manusia yang berperasaan, memiliki harga diri dan hak asasi yang harus dihormati.

FAISAL ISMAIL
Dubes RI di Kuwait

Awas Benda jatuh ….

Bertetangga dengan masyarakat dari berbagai Negara memang cukup mengasyikkan. Keramahan pada saat kita berjumpa sangat beragam sekali. Ada yang santun sekali pada saat kita berpapasan, ada yang cerewet suka ngajak ngobrol, ada juga yang juteknya minta ampun. Pokoknya komplit bak negeri kita sendiri Indonesia Raya. Yang jelas, nggak ada bedanya dengan di Indonesia, sifat manusia semua sama saja, ada yang baik, ada yang cemberut dan ada yang selalu gembira.

Di Mangaf, saya menyewa rumah yang cukup besar dimana Ground Floor saya tempati sendiri, 1st Floor disewa oleh orang Amerika dan 3rd Floor disewa oleh seorang Mesir. Yang Amerika ini ramahnya bukan main setiap berpapasan selalu ngajak omong tetapi yang dari Mesir ini luar biasa bandel. Selalu saja dia meletakkan barang yang menurut kita kalau kesenggol akan jatuh menimpa orang yang lewat dibawahnya. Pernah suatu hari dia meletakkan berderet deret pot bunga kecil didepan jendela lantai atas. Dan benar apa yang sudah kita perkirakan, salah satu pot bunga nya jatuh tapi untungnya tidak menimpa orang lewat. Si Amerika ini sangat concern sekali dengan masalah safety sehingga minta agar si Mesir tidak meletakkan pot bunga diatas jendelanya, kalau ada orang kejatuhan bisa terluka dan menderita katanya.
Apa yang terjadi, ternyata 2 hari setelah dinasehati si Amerika masalah safety, pot bunga kecil diatas berubah menjadi pot bunga raksasa. Kira kira kalau ada orang lewat kejatuhan tidak akan tersiksa dan menderita lagi tapi langsung mati, begitu kira kira pikirannya. Dan yang parah lagi, sekarang kalau njemur kasur cukup dari jendela saja. Hemat tenaga dan nggak perlu ngotong ngotong kasur kebawah

Halo , Saya Udah Nyampai Kuwait

Saat ini bulan Oktober 09, temperatur udara Kuwait sudah terasa enak, kira kira 30 Deg C, sama dengan temperatur udara sehari hari di Indonesia. Artinya aktifitas outdoor sudah bisa dimulain lagi. Udara nyaman seperti ini tidak akan lama, hanya dua – tiga bulan saja, setelah itu masuk bulan December akan dingin sekali serasa sampai menusuk tulang. Pada bulan December biasanya tempertatur udah bisa diskitar -5 – 10 derajat celcius. Terutama didaerah terbuka, wuih dinginnya sangat tidak enak, kering dan menusuk tulang.
Tanggal 16 October 09 ini seperti ritual tahun lalu kita semua yang tergabung dalam keluarga besar IATMI Kuwait mengadakan acara volley di pantai Fahaheel. Acara semacam ini selalu diadakan pada hari Jumat pagi sekitar jam 6:30 sampai 09:30 dan hanya pada saat pergantian musim panas ke dingin atau dingin ke panas saja. Acara menjadi agak lain karena kedatangan teman baru lulusan Chevron Geothermal bernama Jose yang baru menginjakkan kaki di bumi Kuwait sekitar 4 hari lalu.
Daripada bengong di Guest House KOC, daripada stress kaget dengan birokrasi yang mbulet, ybs mendapat kehormatan khusus dijemput menuju pantai Fahaheel untuk didaulat menjadi photografer blog sekaligus memperkenalkan diri kesemua keluarga besar IATMI Kuwait yang hadir. ‘Halo ma, saya udah nyampai Kuwait, 3 bulan lagi saya jemput ya”, “Vio dan Niska jangan berantem ya”. Celetuk Yose.
Seperti biasanya, dalam acara olahraga dipantai Fahaheel ini juga disediakan sarapan pagi oleh ibu ibu berupa Nasi Uduk lengkap. Ada yang datang bergabung ada juga yang meninggalkan Kuwait, kali ini giliran pak Hani yang kita ucapkan selamat jalan untuk bertugas ditempat baru. Selamat datang Jose dan selamat jalan pak Hani, semoga anda semua sukses ditempat baru.