Nunggu Buka Puasa Di Kuwait


Iftar (kalau di Indonesia kita namakan Buka Puasa) pada Ramadhan 2009 ini dimulai sekitar jam 18:10 PM waktu Kuwait. Kalau di Indonesia suasana menjelang buka puasa boleh dikatakan ramai sekali. Penduduk yang jadi pedagang kagetan makanan makanan untuk berbuka puasa sangat banyak sekali. Dan penduduk lainnya berbondong bondong sebagai pembeli dan belanja makanan dan minuman untuk persiapan berbuka puasa bagi keluarganya di rumah. Tenda untuk jualan selama bulan ramadhan umumnya disediakan oleh RT/RW di lapangan atau tempat strategis. Umumnya di Indonesia restoran juga penuh pada saat buka puasa dan seringkali harus booking agar bias buka bersama keluarga.
Bagaimana dengan di Kuwait ?
Wah, disini 2 jam menjelang buka puasa Jalan Jalan sangat sepi. Kendaraan yang lalu lalang tiba tiba saja berkurang dan rasanya tidur terlentang di Jalan rayapun masih aman. Restoran restoran juga senyap, tidak perlu booking kalau mau buka puasa di restoran. Restoran besar biasanya menjajikan menu buffet untuk berbuka puasa tetapi yang datang hanya beberapa keluarga saja. Sudah tentu yang disajikan lebih banyak masakan Arab. Restoran yang sehari hari jualan ‘western steak’pun berubah menjadi restoran buffet masakan Arab tetapi kita masih bisa pesan steak khas restoran tersebut.
Tetapi ada yang menarik pada saat saat menjelang buka puasa, terutama di sepanjang pantai Arabian Gulf Road atau disekitar Salmiya sampai Marina Crescent. Dipantai ini ada proyek pembangunan gedung sekaligus perbaikan pantai. Tentu saja ditempat ini pasir pasir pantai ditumpuk tinggi sampai menjadi gundukan segede bukit kecil. Dibeberapa tempat ada kubangan air laut dan dibeberapa tempat lagi ada tempat buangan puing puing bangunan. Pokoknya semrawut bahan bangunan dan pasir.
Nah, sebagai orang Indonesia yang sangat berpengalaman dengan Jalan rusak, penuh lubang dan banyak kubangan air sebesar kerbau tentu sangat heran dengan tingkah polah orang Kuwait. Mereka begitu gembiranya mengeluarkan mobil mobil 4 wheel drivenya hanya untuk bermain main di jalan rusak dan gundukan pasir tadi. Mobil mewah sekelas ‘Hummer’pun dipakai untuk nerjang jalan penuh batu. Mereka begitu mensyukuri ada Jalan rusak dan banyak kubangan air di daerahnya. Setiap melalui Jalan bergelombang dan bisa menyibak air langsung wajahnya sumringah. ‘Hi Shodiq, kamu bisa datang ke Indonesia kalau cuma mencari Jalan rusak, penuh tanjakan tinggi dan berair’. Jawabnya cukup bikin saya tersenyum … ‘Berkah ….berkah ….’. Lalu 15 menit sebelum buka puasa, semua mobil dan penontonnya sudah hilang semua meninggalkan tempat.
Lesson Learn :
  • Selama ini saya sering ngedumel ke Pemerintah Indonesia, Jasa Marga atau Pemda kalau melewati Jalan rusak terutama Jalan propinsi Lintas Sumatra. Artinya saya masih jauh dibawah orang Kuwait yang bisa mensyukuri berkah jalan rusak.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s