Monthly Archives: August 2009

Glowor – Ini Dia Cara KB Ala Q8

Sudah banyak orang mengetahui bahwa postur tubuh Indonesia sangat kecil dan mungil bila dibanding dengan orang Arab. Tampaknya bukan merupakan masalah kalau kita tinggal di Indonesia. Kalau kita tinggalnya di Arab, khususnya Kuwait yang terkenal postur tubuhnya besar besar maka hal ini bisa menjadi masalah yang sangat rumit dipecahkan.

Contohnya adalah masalah ngantri dan berdesak desakan, jelas kita yang bertubuh kecil akan kalah. Yang lebih parah lagi adalah masalah KB (Keluarga Berencana). Kalau di Indonesia kita dengan mudah mencari Karet KB yang pas dengan ukuran Indonesia, bisa Durex, Sutera, Young Young, Kondom 25 atau merek apapun baik di apotek, toko obat maupun kedai kedai. Tetapi kalau di Kuwait kita harus pandai pandai memilih, kalau saja sampai salah pilih bisa dipastikan ‘glowor’ atau kedodoran. Sayangnya pada saat memilih tidak bisa dicoba langsung, jadi tetap saja untung untungan kadang dapat pas dan sering pula dapat yang glowor.

Ada cara praktis untuk ber KB di negeri orang seperti Kuwait ini, yaitu dengan cara ‘KB Pil’

Caranya adalah sebagai berikut :

  • Siapkan satu butir / tablet Bodrexin atau Decolgen
  • Jepit Pil tersebut dengan paha anda kuat kuat dan jangan sampai terlepas (letakkan dipaha kira kira 5 cm diatas lutut).
  • Pertahankan terus jangan sampai terjatuh, sekali saja sempat terjatuh, berarti anda gagal.
Selamat mencoba, semoga program KB Indonesia sukses selalu dimanapun kita berada.

Mbah Wongso Naik Podium Lagi

‘Mbah Wongso’, VW Kodok Merah Putih kesayangan mas Ardi akhirnya naik podium lagi. Tepatnya tanggal 8-9 Agustus 2009 di Pantai Kartini Rembang pada ajang ‘Merdeka Bersama VeWe’. Dan karena temanya Hari Kemerdekaan maka sudah jelas mbah Wongso yang paling menarik karena warnanya Merah Putih. Acara di Rembang ini sebenarnya adalah Pemecahan Rekor MURI untuk VW Terpanjang dan Terpendek.

Tetapi seandainya MURI mau mencatat, pemilik Mbah Wongso seharusnya juga bisa memecahkan rekor sebagai Peserta Terjauh yaitu dari Kuwait. Nggak apa apa, yang penting Mbah Wongso masuk berita lagi, kali ini tampil di Tabloid Otospeed. Sayang photo mbah Wongso di tabloid tersebut kalah besar dengan VW Kombi Orange pemegang rekor MURI terpanjang dan Terpendek. Yang penting mbah Wongso tambah beken di komunitas Volkswagen di tanah air. November 2009 nanti mbah wongso sudah dipesan agar ikut lomba Drag Race diacara Volks Wonder 2 di Semarang, tepatnya di sirkuit Tanah Mas. Semoga mbah Wongso masih tetap perkasa.

Jalan Panjang Menuju Rembang
Sebelum kumpul kumpul dengan komunitas VeWe di Rembang, mbah Wongso diturunkan dulu mesinnya karena sudah hampir setahun tidak pernah jalan. Setelah itu uji coba dulu perjalanan dari Semarang, Sidoarjo,Surabaya, Bangkalan-Madura, dan balik lagi langsung menuju Rembang. Sengaja ke Madura dulu hanya untuk melihat jembatan baru Suromadu yang menghubungkan kota Surabaya dan Madura. Di Madura langsung disodori pedagang asongan suvenir khas madura, yaitu Clurit. Kita beli beberapa buah sebagai souvenir ada yang berupa gantungan kunci ada juga yang berupa replika clurit dengan ukuran sama dengan aslinya, ada tali penggantungnya untuk dikalungkan di leher.

Perjalanan dari Madura ke Rembang tidak ada masalah sama sekali, si mbah Wongso bersaing cepat dengan cucu cucunya yang lebih muda yaitu Kijang. Begitu istirahat di pinggir jalan, Si sopir kijang ikut berhenti dan terheran heran melihat mobil jompo tetapi berperforma lebih perkasa dari Kijangnya. Celakanya kita berhenti terlalu dekat dengan desa/kampung, akibatnya anak anak langsung berdatangan dan pada teriak teriak kodok kodok kodok …..



Buka Lapak Cari Duit

Sesampai di Rembang langsung buka lapak di Pantai Kartini. Barang yang dijual adalah baju dan kaos dengan gambar gambar kartun mobil VW dan identitas VW. Barang barang semacam ini biasanya laris manis kalau ada acara kumpul kumpul komunitas VW. Hasilnya tidak mengecewakan, dagangan laku cukup banyak meskipun tidak habis. Kebiasaan kalau ada acara Vewe ya…juga cari duit dengan berdagang seperti ini. …


Ini Gaya Ibu-ibu bila sedang bertransaksi dagang , ngobrol juga….duit juga….Lumayan tambah kenalan buanyakk. Biarpun yang demen Vewe Mas Ardi, tapi tidak apalah. Tugas Ibu ikut meramaikan acara dan jualan.

Jelang Ramadhan Kuwait

Assalamualaikum Wr..Wb..

MARHABAN YA RAMADHAN
Marhaban ya Ramadhan,
Bulan dimana nafas kita menjadi Tasbih,
tidur kita menjadi ibadah,
amal kita diterima dan do’a kita di ijabah oleh Allah SWT

Kami sekeluarga mengucapkan
” SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA 1430 H “
Mudah2an semua amal ibadah kita di bulan suci ini
di terima oleh Allah SWT

Amin

Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Liburan musim panas telah usai, saatnya kembali lagi ke Kuwait dan kembali beraktifitas seperti biasanya. Cuti sudah habis dan anak-anak awal bulan September sudah harus kembali sekolah. Ada sesuatu ikatan yang tumbuh dengan sendirinya setelah kita tinggal di Kuwait beberapa tahun yang menyebabkan kami ingin segera kembali ke Kuwait secepatnya. Terus terang saja yang mengikat kami untuk segera kembali ke Kuwait adalah rutinitas harian  dan suasana bulan Ramadhan. Dibanding dengan suasana di Indonesia jelas di Indonesia lebih meriah, tetapi meskipun tidak semeriah di Indonesia beberapa hal menarik dibawah ini layak untuk anda ketahui.

  • Ini Wudhlu Cara Kuwait Bung

Umumnya tempat berwudhlu di masjid masjid, musholla di perkantoran perkantoran, mall atau perumahan di Indonesia sudah dilengkapi dengan tempat berwudhlu berupa keran air, padasan atau bak air yang dengan mudah kita membuka atau menutupnya pada saat kita berwudhlu.Dan tentu saja dengan tertib kita ngantri berwudhlu kalau semua keran air sedang terpakai.

Tetapi di Kuwait agak lain dengan di Indonesia, kalau di masjid selain keran air yang mengucur tadi juga ada tambahan tempat wudhlu berupa ‘wastafel’.  Kalau nggak sabar nunggu antrian, silahkan saja main akrobat dengan memakai wastafel terdekat sebagai tempat berwudhlu. Celakanya hampir disemua perkantoran, mall/pertokoan atau rumah yang tersedia hanya wastafel saja, akibatnya kita harus pandai main akrobat di kantor atau musholla di mall. Naikkan saja kaki keatas wastafel pada saat wudhlu, nggak usah rikuh atau pekewuh dengan orang lain, memang beginilah cara berwudhlu ala Kuwait. Note : Awas, Jangan dipraktekkan di Indonesia anda akan dianggap tidak sopan

    • Salah Kiblat, No Problemo

    Saya yakin sekali penduduk Jakarta yang setiap hari ditengah kemacetan jalan raya tidak pernah sholat tepat pada waktunya, atau mungkin bahkan tidak sholat sama sekali atau di jama’ sekali saja dalam setahun pada saat sholat ied saja. Di Jakarta sangat sulit sekali mencari tempat sholat pada saat kita ditengah kemacetan jalan seperti di Kuningan, Sudirman atau ditempat macet lainnya. Masjid tidak terlihat sama sekali karena berada di gedung perkantoran dan suara adzan tidak pernah terdengar ditengah hiruk pikuk suara klakson dan deru kendaraan.

    Di Kuwait, masjid bisa dengan mudah kita lihat dan di perkotaan boleh dikatakan setiap radius 100 meter bisa kita jumpai masjid. Suara adzan juga dengan mudah kita dengar dari jalan raya dan tidak tertutup oleh suara deru kendaraan atau klakson mobil karena secara umum tidak ada jalan macet di Kuwait. Diluar perkotaanpun juga mudah dan gampang untuk melakukan sholat karena gurun di Kuwait adalah merupakan tempat sholat terluas yang pernah saya ketahui.

    Kalau waktu sholat tiba dan anda lihat ada orang berdiri di pinggir jalan atau gurun sedang siap siap mau sholat, cepat saja berhentikan kendaraan dan segera gabung dengan mereka. Uniknya, seringkali arah kiblat kita rundingkan dulu kalau perlu debat sesuai keyakinan masing masing. Pada saat sholat berlangsung dan ada orang ketiga yang ikut bergabung dan langsung ‘Allahu Akbar’ keras keras, berarti kita tahu bahwa kita salah kiblat. Nggak usah panik atau resah, selesaikan dulu sholatnya dan setelah itu kita bisa diskusi bertiga dengan pendatang baru tadi tentang arah kiblat yang benar. Lalu, kita ulangi lagi sholatnya. Mudah bukan ?

    • Saatnya Mengeluarkan Koleksi Kopiah Dan Kerudung

    Kopiah atau peci khas Indonesia yang umum dipakai para muslimin di Indonesia dan juga bung Karno boleh dikatakan jarang terlihat di Kuwait sehari hari. Tetapi entah kenapa pada saat bulan Ramadhan dengan mudah sekali kita mengenali orang Indonesia dari kopiahnya. Biasanya kita sering keliru mengira orang Indonesia tetapi ternyata Philipino.

    Suasana Ramadhan sangat terasa sekali bedanya dengan di Indonesia, karena di Kuwait sini hampir setiap hari ada acara buka bersama. Yang diundang orangnya ya tetap yang itu itu saja karena memang jumlah orang Indonesia sangat sedikit sekali, bedanya sekarang mereka pakai kopiah dan wanitanya bulan Ramadhan ini rajin memakai kerudung semua, Sangat susah sekali kalau tidak hadir dalam acara kumpul kumpul buka bersama semacam ini, disamping akan terlihat sekali kalau nggak datang juga susah sekali nolaknya….

    Baca Juga :

    Mbah Wongso Mau Lomba Drag Race Lagi

    Ini bukan cerita tentang Kuwait, tetapi aktifitas kita saat liburan musim panas 2009 di Indonesia. Setelah menang dalam Jambore Nasional Volkswagen di Wonosobo pada bulan July 2008 yang lalu, kali ini ‘Mbah Wongso’ dipersiapkan kembali untuk ikut lomba lagi. Tahun lalu ‘Mbah Wongso’ kodok merah putih kita telah menyumbangkan piala untuk kategori Exterior Custom. Disamping itu Mbah Wongso juga menjadi cover di berbagai harian dan tabloid otomotif di tanah air. Sayangnya di Wonosobo tidak ada track untuk balapan, jadi kemampuan mesin si embah tidak dapat diadu saat itu.

    Di Bogor tanggal 19 July 09 yang lalu pada acara Jambore Volskwagen Regional Jabar sebenarnya ada track balapan juga, sayangnya SMS undangan baru kita terima pada saat kita baru saja mendarat di Cengkareng, jadi tentu saja si embah masih tertidur pulas di garasinya di Semarang. Nyesel juga ada event besar seperti ini VW Kodok Merah Putih ini tidak tampil sama sekali. Tapi, untungnya rekan rekan VW Club masih bisa mengobati kekecewaan kita, undangan Jambore Nasional Volkswagen Di Rembang kita terima saat itu juga di Bogor dan langsung kita sanggupi tantangan nge’drag’ Geersama Volkswagen di Rembang tanggal 8 dan 9 Agustus 09.

    Persiapan langsung dimulai begitu kita sampai di Semarang. Dukungan tehnisi dari PVS langsung turun dan mesin mulai dibongkar tanggal 22 July 09. Pak Min, mekanik jempolan dari PVS turun langsung ngecek jerohan mesin, tentu saja aksi gerak cepat mempersiapkan mbah Wongso untuk nge’drag’ ini atas dukungan Pak Mus komandan PVS. Dan hasilnya, mbah Wongso jadi binal lagi. Oh ya, selamat buat Pak Mus dan Pak Min atas kemenangannya dalam lomba Drag Race di Bogor.

    Untuk Lomba di Rembang tanggal 8 dan 9 Agustus nanti, jelas tidak ada target untuk menang dalam kategori Drag Race. Terus terang, kalau ngelawan Juara I Bogor apalagi satu klub jelas nggak elok apalagi yang dilawan ketua PVS sendiri. Nggak lah yaw,  sebagai ganti mbah Wongso akan kita daftarkan untuk masuk MURI sebagai kodok berpenumpang terbanyak. Rekor yang pernah dicapai jumlah penumpang terbanyak kodok ini adalah 71 orang (2 didepan dan ’69’ di belakang). Tahu kan apa yang dimaksud ’69’, tidak perlu saya jelaskan detil agar blog ini tidak dituduh sebagai blog XXX.

    Baca Juga :