Monthly Archives: July 2009

Catatan Umroh 2009 II : Kalau Kamu Nokia

Ini cerita lain saat perjalanan Umroh 2009 tanggal 10-12 Jul 09 yang kami lakukan berdua bersama suami tercinta. Karena hampir setiap tahun kami melakukan perjalanan Umroh dan berdoa di depan Kaa’bah, rasanya kami sudah kehabisan stock doa dan permintaan lagi. Setiap tahun doa kami ya itu itu saja, minta tambahan rejeki, minta diberi kesehatan dan seribu satu minta minta dan minta. Rasanya malu juga setiap tahun datang hanya untuk minta ini dan itu tanpa pernah memberi.

Karena sudah kusut nggak tahu lagi apa yang harus kita minta lagi, akhirnya saya minta yang lain daripada yang lain, yaitu minta agar mas Ardi bisa beda penampilan, tingkah laku dan lain sebagainya. Paling tidak akan tetap baik terhadap keluarganya, bisa berubah yang jelek jeleknya dan bisa tetap menarik seperti Tom Cruise. Rasanya nggak akan mungkin bisa terkabul doa meminta terjadinya perubahan penampilan seperti yang aku minta ini. ‘Maaf ya Mas, seandainya kamu Nokia, nggak perlu aku berdoa semacam ini, cukup aku ganti casing saja sudah tercapai apa yang aku harapkan’. Ya benar sekali, saya masih cinta berat dengan ‘Nokia’ saya ini, itulah sebabnya saya berdoa begitu khusuk di depan kaabah agar suami tercinta bisa berubah dalam segala hal.

Rupanya, doa apapun didepan Kaa’bah cepat sekali dikabulkan. Baru beberapa langkah kita keluar dari Masjidil Haram langsung terlihat sebuah salon ‘Make Over’ yang cukup bersih dan menarik untuk dicoba. Nggak perlu saya paksa, nggak perlu saya dorong dorong seperti biasanya langsung mas Ardi nurut ketika saya ajak duduk menunggu antrian (biasanya ngeyel dulu). Saya pesen wanti wanti ke orang Arab yang akan me’make over’ Nokia saya ini. Tetapi karena nggak bisa ngomong bahasa Arab ya saya cuma teriak ‘Tom Cruise …. Tom Cruise …..’, maksud saya agar rambut mas Ardi dipotong seperti Tom Cruise.

Bayangan saya, pulang dari Umroh tentu semuanya akan berubah dan jadi lebih baik termasuk tampilan ala Tom Cruise mas Ardi. Eh …., bukannya Tom Cruise yang saya dapat, ternyata tampilan baru sekarang sangat mirip sekali dengan Tukul Arwana. Nah, apapun hasil akhirnya syukur alhamdullilah benar benar terkabul doa ganti casing saya …..

Baca Juga :

Advertisements

Catatan Umroh 2009 I : Kalau Suami Istri Beda Tinggi

Ini adalah babak pertama cerita perjalanan Umroh 2009 yang kami lakukan antara tanggal 10-12 July 2009. Perjalanan ini tidak dirancang dengan baik jauh hari sebelumnya, tetapi lebih banyak disebabkan karena kami nggak punya ‘mainan’ lagi. Kedua anak kami sudah lebih dulu pulang ke Indonesia 3 minggu lalu untuk mengisi libur summernya dan kami tinggal di Kuwait berdua saja. Daripada setiap hari termenung menung saja akhirnya kami putuskan untuk mengisi liburan weekend (Jumat Dan Sabtu) untuk Umroh saja.

Langkah langkah yang kami lakukan adalah sebagai berikut :

  • Mengajukan Visa Umroh, cukup melalui KOC Passport Office dengan biaya KD 15/passport. Selesai dalam waktu 2 minggu. Bisa juga di Ibrahim Pinto ( Biro perjalanan Haji dan Umroh di Fahaheel )
  • Booking hotel melalui Booking.com, yang diincar sebenarnya Hilton Hotel, karena sudah biasa disitu, tetapi karena bookingnya diundur undur karena visa belum jadi akhirnya nggak kebagian kamar di Hilton Hotel. Ternyata 3 minggu sebelum hari kedatangan kalau nggak segera dibook akan hilang sendiri dari list. Akhirnya diputuskan untuk nginap di Mercure saja, biaya SAR 880/2 malam
  • Booking pesawat melalui Kuwait Airways, sebenarnya ada juga Jazeera Airways yang lebih murah tetapi yang berangkat hari Jumat cuma Kuwait Airways. Biaya KD 269/2 orang pulang pergi.

Karena berangkat cuma berdua saja, otomatis photo photoan ya berganti gantian. Nggak mungkin minta tolong orang untuk diphoto karena ada yang beranggapan haram memphoto di lingkungan Masjidil Haram, yang bisa kita lakukan paling banter meletakkan tustel ke tembok atau dinding yang rata. Kadang kadang kalau pingin photo berdua ya cukup kita berdiri berdampingan dan tustel dipegang dengan arah kebadan kita berdua, lalu ceklik…..nampak gambar kita. Berkali kali kita coba cara ini, tetapi yang nampak cuma gambar mas Ardi saja. Lho..kok saya enggak keliatan melulu….Ternyata saya baru sadar, tinggi kita jauh berbeda …..oalah….Kenapa posisi photo enggak jongkok saja ya…..biar tingginya sama…..

Pelajaran Tentang Hidup Dan Mati

Repot juga bicara masalah Safety dengan orang Arab, segalanya dikatakan ‘Kalau Allah Berkehendak, Kapanpun Semua Orang Bisa Mati’. memang nggak ada yang salah dengan apa yang diucapkan, tetapi kalau ‘berkehendak’ yang dimaksud tadi karena ulah sendiri kan nggak bener juga. Kalau kita bisa menunda terjadinya ‘kehendak’ tadi dengan cara  bertindak safe dan hati hati, kenapa tidak kita lakukan. Siapa tahu Allah bisa mengerti dan tidak cepat memutuskan ‘kehendak’Nya.

Gambar disamping  kita ambil khusus ketika seorang teman memberi ‘pelajaran’ mengemudi yang cepat dan aman sampai tujuan. Photo diambil saat kecepatan mobil sudah diatas 120 Km/jam terlihat dari bunyi alarm mobil yang semakin lama bertambah kuat. Pelajaran pertama yang disampaikan adalah :

  1. Selalu berdoa mohon diberi kesehatan dan keselamatan sebelum berangkat.
  2. Mobil juga seperti manusia, kalau kamu kasar maka si mobil juga akan membalas dengan kasar juga. Perlakukan mobil dengan halus dan penuh kasih sayang maka kamu akan dibawa kemanapun dengan selamat.
  3. Kalau hatimu sedang nggak enak, jangan mengemudi mobil. Untuk mengemudi mobil harus sesantai mungkin dan fokus pada jalan yang kita lalui.
  4. Safety belt, airbag dan alat safety lainnya adalah alat buatan manusia yang tidak bisa menjamin bahwa kita akan diberi umur panjang kalau Allah tidak berkehendak.

Jadi, karena prinsipnya sudah seperti itu dan nggak bisa ditawar lagi, maka saya jadinya komat kamit terus saat kecepatan sudah mencapai 150 Km/jam. Doa yang terucap juga sudah kacau sekali, ‘Ya Allah, sadarkan kawan Arab  ini agar secepatnya mengurangi kecepatan mobil yang aku tumpangi ini’. Semakin saya ketakutan, semakin lebar senyumnya, nggak pakai safety belt dan duduknya nangkring pula, sepanjang jalan kaki nangkring sambil nyanyi Arab dan sesekali kirim SMS atau angkat HP . Untung segera nyampai tujuan…….dasar Arab Sontoloyo.. …..

Baca Juga :

Mudik Ke Kampung Dulu Ah ……

Musim panas sudah mendekati puncaknya bulan July 09 ini, temperatur udara juga sudah mencapai 46 Derajat Celcius. Disamping itu badai gurun sudah semakin sering terjadi menyebabkan debu beterbangan kemana mana. Kuwait yang biasanya indah sudah tidak terlihat lagi keindahannya, debu dimana mana dan pandangan mata hanya beberapa ratus meter saja. Tidak banyak pilihan lagi kalau sudah begini, harus secepatnya mudik ke Indonesia atau tetap bertahan di Kuwait dengan kemungkinan jadi ‘telor setengah mateng’.

Kalau hujan debu sudah mulai sering seperti sekarang ini, maka aktifitas ngepel bisa tiap dua jam sekali. Debu sedemikian halusnya hingga bisa nyelusup dari celah celah jendela, pintu atau lubang blower. Saking kuatnya angin yang bertiup diluar rumah maka suara angin tidak lagi lembut mendayu dayu seperti biasanya, tetapi sudah gedubrak gedubruk karena begitu kuatnya menggoyang atap garasi dan menerbangkan seng atau kaleng kaleng yang terdapat di bangunan belum jadi didepan rumah kami. Untuk proteksi diri, masker sudah mulai saya bawa kemana mana. Malu kalau ngaku terus terang masker tersebut untuk menghindari debu karena kebanyakan orang lokal sini tidak pernah memakai masker meskipun debunya tebal bukan main. Biar agak canggih dan ngikuti trend masa kini, kalau ada yang heran melihat masker saya, maka saya tinggal jawab ‘Swine Flu’.

Arus mudik bukan lewat udara saja, yang lewat darat juga banyaknya bukan main terutama para expatriate dari negara tetangga. Berita di harian Arab Times tanggal  5 July 09 yang lalu menyebutkan jumlah pelintas batas di Al Salmi Border sudah mencapai 10.500 pada hari Kamis dan meningkat kembali menjadi 13.147 pada hari Jumat. Jumlah yang tidak bisa dianggap kecil untuk negeri sekecil Kuwait. Nah kita yang berasal dari Indonesia sudah tentu tidak bisa jalan darat, karena perjalanan sangat jauh dan hanya beberapa kali saja dalam setahun bisa pulang maka barang barang yang dibawa pulang juga banyaknya luar biasa. Mau tahu barang bawaan kita ?

  • Air Zam Zam Satu Jerigen untuk bukti bahwa kita sudah nyampai ke Makkah
  • Kurma setengah koper untuk bukti bahwa kita memang expatriate middle east
  • Parfum Arab seharga 1 KD per botol kecil untuk nunjukin ‘ini lho bau Kaabah’ dan yang ini bau Emir.
  • Dan berbagai macam mainan onta untuk keponakan dan tetangga.

Tas dan koper sengaja bawa yang besar dan nanti kalau kembali ke Kuwait akan kita isi penuh segala macam barang yang tidak ada di Kuwait, seperti sambel pecel, bumbu rawon (kluwek) dan tentu saja buah nasional Indonesia Pete dan Jengkol.

Cara Cerdas Parkir Di Kuwait

Saya bangga sekali bisa tinggal di Kuwait dan bertemu expatriate dari berbagai macam negara yang umumnya memang telah dipilih dan diseleksi sedemikian rupa sehingga setiap hari ada saja kejadian kejadian yang luar biasa dan tidak pernah terpikirkan sama sekali.sebelumnya. Terkadang aneh, terkadang hebat dan terkadang membuat kita tersenyum sendiri. Saking cerdasnya terkadang aneh aneh dan malahan nggak bisa diterima akal sehat.

Salah satu yang jadi masalah di Kuwait adalah tempat parkir, hampir semua apartement di Kuwait tidak punya tempat parkir akibatnya mobil harus parkir cukup jauh dari apartement. Demikian juga toko toko kecil, pasar dan tempat belanja dimanapun juga di Kuwait semuanya tidak menyediakan tempat parkir. Yang benar benar telah dilengkapi tempat parkir adalah pusat perbelanjaan modern, mall dan gedung perkantoran baru saja.

Kalau tempat perbelanjaan lama atau toko toko lama semuanya parkir bebas dipinggir jalan terkadang sampai rangkap dua dan menghambat lalu lintas. Dan yang paling banyak adalah parkirnya saling melintang dua tempat dipakai satu mobil sendiri atau terkadang parkir menutupi mobil yang telah parkir duluan akibatnya mobil tersebut tidak bisa keluar. Ada juga yang parkir model burung onta, asal kepalanya sudah masuk berarti sudah OK, padahal buntutnya masih ditengah jalan.

Tanda larangan parkir hampir ada disepanjang jalan, dan polisi juga patroli ditempat tempat kemacetan setiap saat. Kalau ada yang bandel, roda mobil tinggal digrendel saja. Tapi sudah terkenal dari dulu, orang Arab cerdasnya bukan main dan luar biasa berani dan tidak pernah takut dengan polisi. Perhatikan gambar disamping, apakah mobil tersebut sedang mogok ? Oh jelas bukan, si pemilik mobil sedang masuk ke toko yang berada diperempatan jalan dan belanja kebutuhan sehari hari dengan tenangnya. Kap mesin mobil sengaja dibuka agar terkesan mobil sedang mogok. Kalau belanja sudah selesai, dengan tenang si pemilik mobil menutup kap mesin mobilnya kembali dan segera start mobil lalu ngabur.

Baca Juga :

Jalan Jalan Sore Di Kuwait

Kuwait sangatlah kecil bila dibanding Indonesia, ibukota negara Kuwait City saja cuma seluas sekitar 200 Km2, bandingkan dengan Jakarta yang lebih dari 750 Km2. Soal kepadatan penduduk juga nggak ada apa apanya dibanding Indonesia, bedanya kalau di Kuwait yang banyak memenuhi kota adalah expatriate, kebanyakan dari India, Bangladesh, Philipine dan negara negara Middle East. Indonesia termasuk expatriate minoritas, tetapi soal kualitas nggak kalah dengan negara lain. Selain bekerja di sektor perminyakan, yang terbanyak justru perawat rumah sakit, perhotelan dan penerbangan. Hampir semua sektor ada Indonesianya, dan tidak terlalu sulit mencari orang Indonesia mulai perusahaan cargo, money changer, toko semua sudah kesusupan orang Indonesia.

Kuwait City tidak begitu beda dengan kota kota besar dimanapun juga, yaitu kadang macet dan kadang lancar. Gedung gedung tinggi juga banyak, aktifitas bisnis juga ramai. Yang tradisional maupun yang modern bisa berdampingan dengan baik. Nama nama dibawah adalah kota atau distrik di Kuwait, kalau di Indonesia mungkin hanya sekelas kelurahan, ada yang berpenduduk padat tetapi ada pula yang lebih banyak tanah kosongnya daripada penduduk. Jadi bisa dibayangkan, jalan 40 Km saja, paling sedikit sudah melewati puluhan kota.

Hampir semua rumah dan gedung berwarna coklat dan berbentuk kotak persegi tanpa sentuhan seni yang njlimet kecuali gedung gedung baru dengan arsitektur modern yang mulai banyak dibangun di Kuwait City. Gedung gedung lama dan apartment umumnya nggak punya tempat parkir akibatnya mobil parkir sembarangan dan semrawutnya luar biasa. Lebih lebih pengemudi mobil disini suka parkir sembarangan. Dibanding sopir angkot di Jakarta, para pengemudi disini parahnya bukan main, seringkali mobil diparkir ditengah jalan dan sopirnya shopping entah kemana.