Jalan Di Kuwait


Indonesia memang Bhinneka Tunggal Ika, termasuk Jalan rayanya juga, bermacam macam mulai yang mulus sekali seperti jalan tol, setengah rusak, sangat rusak dengan lubang seperti kubangan kerbau sampai rusak parah hanya kerbau saja yang bisa lewat. Iklim dan kondisi tanah di Indonesia memang yang menyebabkan jalanan cepat rusak, diperbaiki sebentar saja akan rusak lagi kalau musim hujan datang.
Di Kuwait lain, jarang ada hujan sehingga kondisi tanah cukup kokoh untuk pondasi jalan. Hanya ada dua pilihan disini, jalan mulus atau mulus sekali. Disamping itu jumlah kendaraan yang lewat tidak sebanyak di Indonesia dan kendaraan yang lewat umumnya kendaraan ringan seperti sedan dan jeep saja. Nggak ada di Kuwait truk ngangkut kayu balok dengan muatan berlebih seperti di sepanjang jalan lintas Sumatra. Paling banter sesekali lewat juga truk trailer ngangkut tank dan perlengkapan perang Amerika menuju Irak.
Karena jalan jalan mulus dan lurus, maka kendaraan bisa dikebut sampai kecepatan maksimum, cuma ditempat tempat tertentu dipasangi kamera untuk menangkap pembalap pembalap Kuwait yang ngebut melampaui batas kecepatan. Kalau sampai terjadi kecelakaan, biasanya mobil jungkir balik berkali kali seperti yang sering kita lihat di film film action dan setelah itu mobil ditinggal begitu saja dipinggir jalan sampai berhari hari kalau penumpangnya nggak mati. Sudah merupakan hal umum disini terjadi kecelakaan mobil terbang. Nggak pernah kita melihat ada onta nyebrang ditabrak mobil, yang sering terlihat adalah mobil terbang.
Jalan raya disini umumnya penamaannya berdasarkan angka, misal 1st Ringroad, 2nd Ringroad dst. Kita menyebutnya dengan bahasa Indonesia saja misal Jalan 30 (30th Road – Fahaheel Expressway), Jalan 40, Jalan 6 dan seterusnya. Untuk Highway, umumnya terdiri dari 3 sampai 4 jalur – setara jalan tol di Indonesia, bedanya disini nggak bayar saja. Sedangkan jalan kelas 2, umumnya dua arah dan pemisah jalan umumnya dipasangi keramik putih seperti yang di Indonesia dipasang di tiang listrik (isolator listrik) tetapi banyak juga yang dipasang karet segi empat.
Beda sekali dengan jalan di Indonesia, kalau di Indonesia cukup dibatasi dengan cat putih putus putus atau garis penuh. Ada bagusnya juga pembatas jalur ditengah ini berupa karet atau keramik putih, kalau kita meleng dan roda menginjak pembatas ini maka kita segera tersadar karena suaranya gluduk gluduk atau blek blek blek tidak nyaman didengar. Jelas sekali biaya pembuatan jalan di Kuwait jauh lebih mahal dari di Indonesia.
Baca Juga :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s